Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Kamis, 27 Juni 2019 18:11
Peduli Nasib Warganya, Camat Mandau Kumpulkan Kepala SMA dan Lurah di Duri

Kamis, 27 Juni 2019 17:46
RAPP Dukung Pelatihan Tutor Muatan Lokal Budaya Melayu di Sekolah

Kamis, 27 Juni 2019 17:11
Wakil Bupati Inhil Sampaikan Tanggapan Terhadap Pandangan Umum Fraksi tentang Pertanggungjawaban APBD 2018

Kamis, 27 Juni 2019 17:08
Hadapi 4 Gugatan,
KPU Bengkalis Siapkan Alat Bukti untuk Sidang MK


Kamis, 27 Juni 2019 17:04
Dandim 0314/Inhil Pimpin Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Karlahut

Kamis, 27 Juni 2019 16:43
Bupati Mursini Sambut Kadatangan Peserta Kukerta UR di Kuansing

Kamis, 27 Juni 2019 16:39
Petani Cabe Binaan PT Arara Abadi Hasilkan Rp300 Juta Pertahun

Kamis, 27 Juni 2019 15:44
Belum Berpengalaman,
Petugas Embarkasi Haji Antara Riau Langsung Dibimbing Petugas Batam


Kamis, 27 Juni 2019 15:28
SBT Catat 12 Unit Suzuki Jimny Dipesan Konsumen di Riau

Kamis, 27 Juni 2019 15:26
Asa Pebalap AHRT Raih Podium di ARRC Suzuka Jepang

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 26 Mei 2019 14:00
Disebut Mantan Napi, Dirut BUMD Pelalawan 'Digoyang'

Jabatan Syafri sebagai Direktur BUMD Pelalawan, digoyang orang. Berbagai elemen masyarakat mempertanyakan statusnya sebagai mantan napi.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI- Pucuk tertinggi Direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) kabupaten Pelalawan, saat ini dijabat oleh Syafri 'digoyang'. Berbagai elemen masyarakat tidak bisa menerima jabatan yang diduduki Syafri lantaran diketahui ia mantan narapidana tindak pidana korupsi (Tipikor).

Adalah FORMASI yang menamakan diri Forum Masyarakat Anti Korupsi adalah elemen masyarakat yang paling terang-terangan menyatakan sikap menolak dan meminta bupati Pelalawan untuk meninjau ulang jabatan direktur BUMD. Tidak itu saja, FORMASI mendesak bupati untuk mencopot jabatan direktur saat ini.

Sikap terang-terangan FORMASI ini, menolak direktur BUMD Pelalawan adalah melayang surat resmi di dua isntansi. Surat pertama dilayangkan kepada dikirim ke menteri BUMN sedangkan surat kedua dikirim ke bupati Pelalawan sendiri.

Surat FORMASI yang dilayang ke menteri BUMN berisikan, meminta ibu menteri BUMN mengevaluasi serta mencabut kebijakan bupati Pelalawan yang mengangkat manta narapidana korupsi.

Sedangan surat terbuka yang terlanjur beredar di media sosial, ditujukan kepada bupati Pelalawan, FORMASI juga meminta bupati Pelalawan HM Harris mencabut surat pengangkatan Ir. Syafri sebagai Dirut BUMD Tuah Sekata serta meminta maaf kepada media massa selama tiga hari berturut-turut, terhitung sejak surat dikirimkan.

Direktur FORMASI, Dr. Muhammad Nurul Huda, SH, MH ketika dikomfirmasi Ahad (26/5/19) menegaskan, apabila bupati Pelalawan tidak mencabut surat keputusan pengangkatan Ir. Syafri sebagai direktur BUMD salam kurun waktu tujuh hari, maka FORMASI akan mengambil langkah hukum.

Ditempat terpisah, Ir. Syafri yang sempat diwawancarai wartawan menanggapi dingin pemberitaan tentang dirinya. "mau dibuat pun berita apapun tentang dirinya, dirinya berkomitmen berbuat yang terbaik buat kemajuan Kabupaten Pelalawan," kata Syafri.

Safri juga menyampaikan beberapa kemajuan BUMD Tuah Sekata tanpa membebani Pemerintah Kabupaten Pelalawan dalam waktu dekat akan mendatangkan Investor dari luar untuk bekerja sama untuk pembenahan usaha-usaha yang dikelola termasuk perlistrikan.

Terkait adanya sindiran terhadap masa lalu itu Safri menegaskan permasalahan apalagi yang mau dipermasalahkan semua sudah jelas. Beliau juga berpesan adanya, kontrol sosial harus bisa memberikan pemaparan bagaimana solusi supaya badan - badan usaha yang dikelola BUMD dapat membantu dari segi konsumsi publik bisa berjalan dengan lancar dan menyumbangkan PAD.

Selama kepemimpinan dirinya, Infrastruktur BUMD Tuah Sekata secara lambat laun dapat menjaga Marwah Kabupaten Pelalawan. 'Jadi Saudara - Saudara yang bekerja di Media Cetak dan Elektronik mari kita sama-sama membangun Kabupaten Pelalawan kedepan kelak bisa dinikmati oleh anak cucu kita,"tandas Syafri.***(feb)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Peduli Nasib Warganya, Camat Mandau Kumpulkan Kepala SMA dan Lurah di Duri
- RAPP Dukung Pelatihan Tutor Muatan Lokal Budaya Melayu di Sekolah
- Dandim 0314/Inhil Pimpin Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Karlahut
- Bupati Mursini Sambut Kadatangan Peserta Kukerta UR di Kuansing
- Belum Berpengalaman,
Petugas Embarkasi Haji Antara Riau Langsung Dibimbing Petugas Batam

- Bertahun-tahun Rusak Parah,
Warga Bengkalis Bongkar Semenisasi Jalan 'Ditumbuhi' Besi

- Pemprov Terpaksa Pinjam X-Ray Bandara Japura untuk Embarkasi Haji Antara Riau
- Desa Seberang Taluk jadi Desa Bersinar Bebas Narkoba 2019
- Status 133 Honorer Pemkab Bengkalis Lulus Seleksi P3K Pusat Belum Jelas
- IRMBK Duri Bengkalis Taja Halal bi Halal 
- Ketua Umum FKIJK Riau Diserahterimakan dari DR. Irvandi Gustari ke Wahyu Sulistiyono
- Peringati HANI, Kampar Ingin Bebas dari Narkoba dan Miliki Rumah Sakit Rehabilitasi
- 2019, Pengajuan Cerai di Pekanbaru Meningkat
- Peringati HANI, Kampar Ingin Bebas dari Narkoba dan Miliki Rumah Sakit Rehabilitasi Narkoba
- 5 Bulan Lalu Lintas Warga Asing ke Bengkalis 1.537 Orang
- Polres Kuansing Bagikan Bantuan ke Panti Asuhan dalam Rangka HUT Bhyangkara
- Puluhan ASN dan Honorer PN Bengkalis Mendadak Ikuti Tes Urine
- LAMR Sokong Langkah Hukum Pemprov Riau Laporkan Penghina Gubri
- ‎Kapolda Riau Resmikan Mako Polres Rohul Senilai Rp13 Miliar
- Bupati Harris Bertekad Bangun Pelabuhan Sokoi di Kuala Kampar


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com