Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Kamis, 19 September 2019 11:09
Berduaan dengan Istri Orang, Presdir PT KLK di Dumai Digerebek dan Dibawa Warga ke Polisi

Kamis, 19 September 2019 11:05
Anggota DPRD Bengkalis Berharap Korporasi Bakar Lahan Ditindak Tegas

Kamis, 19 September 2019 10:55
Dijenguk Anggota DPRD Bengkalis, Ortu Bayi Jantung Bengkak Berharap Bisa Cepat Berobat ke Jakarta

Kamis, 19 September 2019 08:57
Prihatin Kabut Asap, FAM Kuansing Bentang Poster dan Bagi Masker

Kamis, 19 September 2019 08:33
Warga Diminta Waspada 5 Penyakit Terdampak Kabut Asap

Kamis, 19 September 2019 08:06
Udara Tidak Sehat, BMKG Rilis Peringatan Dini Bahaya Asap Karlahut

Kamis, 19 September 2019 07:59
Bupati Kuansing Tinjau Upaya Pemadaman Karlahut

Rabu, 18 September 2019 23:30
‎Sekda Rohul Tinjau Alat Penyebrangan Flying Fox di Tambusai yang Viral di Medsos, Begini Katanya

Rabu, 18 September 2019 23:28
PKK Rambah Samo Juara Umum Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Rohul 2019

Rabu, 18 September 2019 21:53
Melalui ‎RAT Luar Biasa,
Daman Huri Terpilih Aklamasi Sebagai Ketua Kopsa Perkasa Timur, Rohul


loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 12 Juni 2019 16:44
Tim Penilai Nasional Verifikasi Lapangan ke Kampung KB Keberkahan Bersama Dumai

Walikota dan Wakil Walikota Dumai mendampingi Tim Penilai Pusat Lomba PKK KKBPK KES 2019 di Kampung KB Keberkahan Bersama di Jalan Cenderawasih, Kelurahan Laksemana.

Riauterkini-DUMAI - Walikota Dumai H Zulkifli As dan Wakil Walikota Dumai Eko Suharjo menerima Kunjungan tim Penilai Pusat Lomba Pembinaan Kesejahteraan Keluarga Kependudukan Keluarga Berencana & Pembangunan Keluarga dan Kesehatan (PKK KKBPK KES) Tingkat Nasional 2019 di Kampung KB Keberkahan Bersama yang terletak di Jalan Cendrawasih Kelurahan Laksemana Kecamatan Dumai Kota, Rabu (12/6/19).

Verifikasi diisi dengan pencocokan data yang dikirim, peninjauan pelayanan kesehatan dan KB. Juga memantau kawasan hutan wisata mangrove dan budidaya kepiting.

Kampung KB Keberkahan Bersama sebelumnya dikenal sebagai kampung narkoba. Namun setelah dicanangkan sebagai Kampung KB pada tanggal 29 Agustus 2017 oleh Walikota Dumai Drs. H. Zulkifli As, stigma yang melekat sebagai kawasan hitam peredaran narkotika berangsur pudar. Namanya kini lebih baik berkat upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia lewat program Kampung KB. Begitu juga setelah kawsan ini ditetapkan sebagai Kawasan Kampung Wisata Pesisir.

Keberhasilan ini mengantarkan Kampung KB Keberkahan Bersama masuk enam besar nasional lomba PKK KKBPK KES. Sebelum masuk babak enam besar, Kampung KB Keberkahan Bersama telah bersaing dengan 7 Kampung KB di tingkat Kota Dumai dan Provinsi Riau. Selanjutnya bertarung dengam perwakilan Provinsi se-Indonesia.

"Selangkah lagi, RT 03 Kelurahan Laksemana ini akan meraih prestasi membanggakan tingkat nasional. Saya berharap doa dan dukungan agar kampung KB kita ini keluar sebagai pemenang," harap Zulkifli As saat menyampaikan sambutan selamat datang kepada tim verifikasi.

Tim diipimpin Direktur Bina Lini Lapangan BKKBN Drs. Wahidin M.Kes dengan tim berjumlah 5 orang. Terdiri dari 4 orang staf BKKBN dan 1 orang dari Pengurus PKK pusat drg Laksmi. Sementara itu, selain Wakil Walikota Eko Suharjo, walikota juga didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kota Dumai Hj Haslinar, sejumlah asisten, kepala badan dan dinas, kepala bagian dan sejumlah camat dan lurah.

Menurut Zul As, untuk merubah wajah kampung KB Keberkahan Bersama dari wajah "seram" ke kondisi sekarang ini memerlukan waktu yang lama dan tenaga ekstra. Mulai dari menata kawasan dan kampung kumuh menjadi kawasan layak lingkungan melalui program KOTAKU. Peningkatan infraatruktur jalan dan penerangan hingga rumah layak huni.

"Banyak pihak yang terlibat. Mulai dari Polres dan TNI, BNK, Dinas Pariwisata, Dinas Koperasi dan UKM, Perikanan, Dinas Pemuda dan Olah raga dan lain-lain. Kedepan sinergi ini saya harap bisa terus ditingkatkan," harap Zul As.

Pembentukan Kampung KB bukan hanya semata-mata fokus kepada pelayanan keluarga berencana. Dengan keterlibatan masyarakat melalui kader militan diharapkan ada nilai tambah lain dalam upaya peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan keluarga.

"Tidak ada pilihan utk meningkatkan perbaikan kecuali melalui peningkatan kualitas hidup keluarga yang sehat, sejahtera dan harmonis. Untuk sampai kesana, perlu kontinutas dan sinergitas," lanjut mantan Camat Dumai Barat ini.

Walikota mengingatkan bahwa masalah kependudukan merupakan masalah pelik. Gagal mengelola bukan saja berbahaya pada terjadinya ledakan penduduk. Juga berdampak pada menurunnya kualitas SDM. Dan mau tidak mau, penanganan kependudukan harus dilakukab sejak dini.

Ia minta agar semua pihak merubah mindset tentang KB. "KB bukan hanya pembatasan angka kelahiran. Lebih penting masalah kualitas hidup penduduk. Dari verifikasi ini yang harus kita catat adalah juara itu bonus. Tujuan utamanya adalah meningkatkan pelayanan terhadap kesehatan Masyarakat," ujarnya.

Menurutnya perlombaan ini hanya merupakan pemicu dan cambuk untuk meningkatkan pelayanan semaksimal mungkin, apalagi pemko Dumai mempunyai program pelayanan yang terintegrasi di berbagai bidang.

Direktur Bina Lini Lapangan BKKBN Drs. Wahidin M.Kes menyebut penilaian yang dilakukan di Kota Dumai merupakan penilaian yang terallkhir. Sebelumnya tim sudah memverifikasi 5 daerah lainnya seprti Medan, Lampung, Jogjakarta, Pemalang dan Makassar.

Senada dengan Zul As, Wahidin juga menyebut BKKBN kini bukan hanya urusan kontrasepsi dan pembatasan kelahiran. Masih ada tiga tugas besar menyangkut subtansi dan grand desaign krendudukan yang bermuara pada kesejahteraan penduduk.

Soal peluang sebagai pemenang perlombaan tersebut, Wahidin mengaku, tidak tertutup kemungkinan bagi Kota Dumai untuk menang. Iya meyakinkan bahwa Tim Penilai akan melakukan verifikasi dan penilaian secara fair dan jelas.

ôKehadiran tim hanya melakukan verifikasi berkas yang telah diterima. Verifikasi ini penting dilakukan untuk membuktikan kebenarannya. Setiap nominator punya peluang yang sama. Dan tiap tiap daerah punya kelebihan," ujar Wahidin. *(had)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Dijenguk Anggota DPRD Bengkalis, Ortu Bayi Jantung Bengkak Berharap Bisa Cepat Berobat ke Jakarta
- ‎Sekda Rohul Tinjau Alat Penyebrangan Flying Fox di Tambusai yang Viral di Medsos, Begini Katanya
- Melalui ‎RAT Luar Biasa,
Daman Huri Terpilih Aklamasi Sebagai Ketua Kopsa Perkasa Timur, Rohul

- Blusukan ke Gang Sempit dan Curam, Lurah Duri Timur Dengarkan Keluhan Warganya
- Derita Kelainan Pembuluh Darah, Bayi Warga Duri Timur Butuh Uluran Tangan Donatur
- Penderita Tumor Ganas
ACT Kuansing Galang Donasi untuk Pengobatan Arsih

- Dikeluhkan Pelanggan, PLN Terus Jelaskan Pemadaman Bergilir Setiap Hari di Bengkalis
- Masyarakat Rohul Sholat Istisqa Sambil Bentang Spanduk Protes Karlahut
- Sekda Kuansing Luncurkan Camp Al Qur'an di MTsN 1 Telukkuantan
- Memohon Allah Turunkan Hujan, Ribuan Warga Duri Sholat Istisqa
- Nestapa Wanita dengan Tumor Ganas di Kuansing, Lutut Sebesar Kelapa dan Ditinggal Suami
- Jika Asap Masih Ada, Mahasiswa Riau Janji Akan Demo Lagi dengan Massa Lebih Banyak
- Video Viral Dua Hijaber yang Nyebrang Sungai Pakai Flying Fox Ternyata di Tambusai, Rohul
- Demo Mahasiswa Gabungan di Mapolda Riau Ricuh, 7 Polisi Terluka dan Dirawat di RS Bhayangkara
- Ambruknya Dermaga Buton, Diduga Seorang Honorer Dishub Riau Hilang
- Tahun Ini, DPRD Kuansing Akan Bangun Musala
- Usai Loading Pelabuhan Buton di Siak Ambruk
- Tiga dari 15 Calon Sekdaprov Gagal Seleksi Administrasi
- Buka Posko, Human Initiative Riau Siap Obati Korban Kabut Asap
- Sebelum Tinjau Karlahut Presiden Ikut Sholat Istisqa di Masjid Lanud RSN


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com