Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Rabu, 26 Juni 2019 11:13
Warga Cerenti, Kuansing Resah, Kawanan Gajah Berkeliaran di Ladang

Rabu, 26 Juni 2019 10:13
Bupati Harris Bertekad Bangun Pelabuhan Sokoi di Kuala Kampar

Rabu, 26 Juni 2019 10:03
Kebakaran di Panipahan, Rohil Ludeskan Puluhan Rumah dan Kios

Rabu, 26 Juni 2019 09:13
APBD-P 2019 Terus Digesa, MTQ dan Pelaksanaan Visi Misi Gubri Jadi Prioritas

Rabu, 26 Juni 2019 06:56
Dandim 0313/KPR Tutup Turnamen Idul Fitri Persatuan Pemuda Pulau Balai

Selasa, 25 Juni 2019 21:14
10 Tahun Tanpa ADD, 14 Desa di Rohil Segera Diberi Kode Registrasi

Selasa, 25 Juni 2019 21:11
Aliansi Suporter PSPS Usulkan Perombakan Manajemen

Selasa, 25 Juni 2019 21:06
PPDB Kembali Terapkan Sistem Zonasi, Masyarakat Mandau Harap Harap Cemas

Selasa, 25 Juni 2019 21:01
Mesin PKS Alami Kendala Teknis, Sebabkan PT MUP tak Terima TBS Masyarakat

Selasa, 25 Juni 2019 20:58
Pelayanan Hemodialisa di RSUD Rohul Akan Dibuka Juli 2019

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 12 Juni 2019 16:44
Tim Penilai Nasional Verifikasi Lapangan ke Kampung KB Keberkahan Bersama Dumai

Walikota dan Wakil Walikota Dumai mendampingi Tim Penilai Pusat Lomba PKK KKBPK KES 2019 di Kampung KB Keberkahan Bersama di Jalan Cenderawasih, Kelurahan Laksemana.

Riauterkini-DUMAI - Walikota Dumai H Zulkifli As dan Wakil Walikota Dumai Eko Suharjo menerima Kunjungan tim Penilai Pusat Lomba Pembinaan Kesejahteraan Keluarga Kependudukan Keluarga Berencana & Pembangunan Keluarga dan Kesehatan (PKK KKBPK KES) Tingkat Nasional 2019 di Kampung KB Keberkahan Bersama yang terletak di Jalan Cendrawasih Kelurahan Laksemana Kecamatan Dumai Kota, Rabu (12/6/19).

Verifikasi diisi dengan pencocokan data yang dikirim, peninjauan pelayanan kesehatan dan KB. Juga memantau kawasan hutan wisata mangrove dan budidaya kepiting.

Kampung KB Keberkahan Bersama sebelumnya dikenal sebagai kampung narkoba. Namun setelah dicanangkan sebagai Kampung KB pada tanggal 29 Agustus 2017 oleh Walikota Dumai Drs. H. Zulkifli As, stigma yang melekat sebagai kawasan hitam peredaran narkotika berangsur pudar. Namanya kini lebih baik berkat upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia lewat program Kampung KB. Begitu juga setelah kawsan ini ditetapkan sebagai Kawasan Kampung Wisata Pesisir.

Keberhasilan ini mengantarkan Kampung KB Keberkahan Bersama masuk enam besar nasional lomba PKK KKBPK KES. Sebelum masuk babak enam besar, Kampung KB Keberkahan Bersama telah bersaing dengan 7 Kampung KB di tingkat Kota Dumai dan Provinsi Riau. Selanjutnya bertarung dengam perwakilan Provinsi se-Indonesia.

"Selangkah lagi, RT 03 Kelurahan Laksemana ini akan meraih prestasi membanggakan tingkat nasional. Saya berharap doa dan dukungan agar kampung KB kita ini keluar sebagai pemenang," harap Zulkifli As saat menyampaikan sambutan selamat datang kepada tim verifikasi.

Tim diipimpin Direktur Bina Lini Lapangan BKKBN Drs. Wahidin M.Kes dengan tim berjumlah 5 orang. Terdiri dari 4 orang staf BKKBN dan 1 orang dari Pengurus PKK pusat drg Laksmi. Sementara itu, selain Wakil Walikota Eko Suharjo, walikota juga didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kota Dumai Hj Haslinar, sejumlah asisten, kepala badan dan dinas, kepala bagian dan sejumlah camat dan lurah.

Menurut Zul As, untuk merubah wajah kampung KB Keberkahan Bersama dari wajah "seram" ke kondisi sekarang ini memerlukan waktu yang lama dan tenaga ekstra. Mulai dari menata kawasan dan kampung kumuh menjadi kawasan layak lingkungan melalui program KOTAKU. Peningkatan infraatruktur jalan dan penerangan hingga rumah layak huni.

"Banyak pihak yang terlibat. Mulai dari Polres dan TNI, BNK, Dinas Pariwisata, Dinas Koperasi dan UKM, Perikanan, Dinas Pemuda dan Olah raga dan lain-lain. Kedepan sinergi ini saya harap bisa terus ditingkatkan," harap Zul As.

Pembentukan Kampung KB bukan hanya semata-mata fokus kepada pelayanan keluarga berencana. Dengan keterlibatan masyarakat melalui kader militan diharapkan ada nilai tambah lain dalam upaya peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan keluarga.

"Tidak ada pilihan utk meningkatkan perbaikan kecuali melalui peningkatan kualitas hidup keluarga yang sehat, sejahtera dan harmonis. Untuk sampai kesana, perlu kontinutas dan sinergitas," lanjut mantan Camat Dumai Barat ini.

Walikota mengingatkan bahwa masalah kependudukan merupakan masalah pelik. Gagal mengelola bukan saja berbahaya pada terjadinya ledakan penduduk. Juga berdampak pada menurunnya kualitas SDM. Dan mau tidak mau, penanganan kependudukan harus dilakukab sejak dini.

Ia minta agar semua pihak merubah mindset tentang KB. "KB bukan hanya pembatasan angka kelahiran. Lebih penting masalah kualitas hidup penduduk. Dari verifikasi ini yang harus kita catat adalah juara itu bonus. Tujuan utamanya adalah meningkatkan pelayanan terhadap kesehatan Masyarakat," ujarnya.

Menurutnya perlombaan ini hanya merupakan pemicu dan cambuk untuk meningkatkan pelayanan semaksimal mungkin, apalagi pemko Dumai mempunyai program pelayanan yang terintegrasi di berbagai bidang.

Direktur Bina Lini Lapangan BKKBN Drs. Wahidin M.Kes menyebut penilaian yang dilakukan di Kota Dumai merupakan penilaian yang terallkhir. Sebelumnya tim sudah memverifikasi 5 daerah lainnya seprti Medan, Lampung, Jogjakarta, Pemalang dan Makassar.

Senada dengan Zul As, Wahidin juga menyebut BKKBN kini bukan hanya urusan kontrasepsi dan pembatasan kelahiran. Masih ada tiga tugas besar menyangkut subtansi dan grand desaign krendudukan yang bermuara pada kesejahteraan penduduk.

Soal peluang sebagai pemenang perlombaan tersebut, Wahidin mengaku, tidak tertutup kemungkinan bagi Kota Dumai untuk menang. Iya meyakinkan bahwa Tim Penilai akan melakukan verifikasi dan penilaian secara fair dan jelas.

ôKehadiran tim hanya melakukan verifikasi berkas yang telah diterima. Verifikasi ini penting dilakukan untuk membuktikan kebenarannya. Setiap nominator punya peluang yang sama. Dan tiap tiap daerah punya kelebihan," ujar Wahidin. *(had)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Bupati Harris Bertekad Bangun Pelabuhan Sokoi di Kuala Kampar
- APBD-P 2019 Terus Digesa, MTQ dan Pelaksanaan Visi Misi Gubri Jadi Prioritas
- 10 Tahun Tanpa ADD, 14 Desa di Rohil Segera Diberi Kode Registrasi
- Aliansi Suporter PSPS Usulkan Perombakan Manajemen
- PPDB Kembali Terapkan Sistem Zonasi, Masyarakat Mandau Harap Harap Cemas
- Mesin PKS Alami Kendala Teknis, Sebabkan PT MUP tak Terima TBS Masyarakat
- Pelayanan Hemodialisa di RSUD Rohul Akan Dibuka Juli 2019
- Bebaskan Denda PBB, Kado HUT ke-235 Pekanbaru dari Bapenda
- DPD Astindo Riau Gelar Sertifikasi Profesi Tenaga Pariwisata
- HUT ke 73 Bhayangkara, Polres Kuansing Taja Donor Darah
- Faktor Umur dan Resiko Tinggi, 60 Persen Lebih JCH Bengkalis Perlu Pendampingan Alat dan Orang
- Wagubri: PSPS Harus Berkaca Kenapa Perusahaan Enggak Beri Bantuan
- Desak Tingkatkan Pengawasan, Ampera Datangi Kantor DPRD Bengkalis
- Merga Silima Tampilkan Warisan Budaya Karo untuk Generasi Muda
- Perekonomian Terus Menurun, Pemkab Kuansing Disarankan Gunakan Anggaran pada Pos Primer
- Mulai Dikerjakan, Dinas PUPR Kuansing Janji Jalan ke Pasar Modern Tiga Hari Tuntas
- Bocor Penyebab Speed Boat Pemkab Pelalawan Tenggelam Saat Sandar di Kuala Kampar
- Terkendala Dana, Camat Mandau Kabulkan Mimpi Tahfidzul Qur'an Asal Mandau
- Gedung Parkir di Duri Jadi Tempat Pacaran, Warga Sesalkan Sikap Dishub Bengkalis
- Malaysia Tawarkan Green City Riau dan Air Bersih Kepada Gubri


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com