Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Selasa, 23 Juli 2019 17:29
Diguyur Hujan Lebat, Karla di Pulau Rupat Dilaporkan Padam

Selasa, 23 Juli 2019 17:10
"Anak Kami Bisa Bekerja Pak"
Masyarakat Sangat Menyayangkan Jika AKN Bengkalis Ditutup


Selasa, 23 Juli 2019 16:31
Lebarkan Sayap, The Daily Wash Laundromat Kembali Buka Dua Cabang di Pekanbaru

Selasa, 23 Juli 2019 16:26
Hasil Pleno Penetapan KPU, Ini 45 Nama Calon Anggota DPRD Rohul yang akan Dilantik

Selasa, 23 Juli 2019 16:21
Tertembak Saat Grebek Buron Pecatan Polisi, Bripka Lius Bakal Diganjar Penghargaan

Selasa, 23 Juli 2019 16:17
KPPBC Dumai Tangkap 2 Pelaku Penyelundupan Narkotika dari Malaysia

Selasa, 23 Juli 2019 15:48
Ada Granat, Berikut Barang Bukti Pengrebekan Bandar Sabu di Pekanbaru

Selasa, 23 Juli 2019 15:44
Dalam 4 Jam, 10 Pelaku Pengedar Narkoba Ditangkap Polres Inhu

Selasa, 23 Juli 2019 15:36
Mahasiswa Kukerta UR di Desa Ranah Sungkai Ini Berhasil Membuat Pestisida dari Daun Sirih

Selasa, 23 Juli 2019 15:32
Sudah Ditetapkan KPU Kampar,
Ini Dia 45 Calon Terpilih Anggota DPRD Kabupaten Kampar Periode 2019-2024


loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 17 Juni 2019 20:16
Pertamina RU II Dumai Produksi Green Diesel Berkualitas

Pertamina RU II Dumai hasilkan Green Diesel. Minyak dengan tingkat pembakaran diesel yang lebih bersih dengan emisi atau polusi udara yang lebih sedikit.

Riauterkini-DUMAI - PT Pertamina Refinery Unit (RU) II Dumai berhasil melakukan inovasi baru dengan memproduksi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) menjadi solar nabati atau green diesel menggunakan katalis produksi dalam negeri dengan teknologi co-processing.

Dengan begitu, Indonesia dapat menghemat solar dari minyak bumi yang mayoritas diimpor. Minyak bumi tersebut digantikan dengan minyak sawit yang sudah diolah hingga mencapai RBDPO atau Minyak Sawit Tersuling, Cerah, dan Tak Berbau.

Green diesel D10 itu memiliki kandungan 87,5 persen solar minyak bumi dan 12,5 persen minyak sawit. Sedangkan katalis yang digunakan merupakan adalah Katalis Merah Putih yang dikembangkan Laboratorium Teknik Reaksi Kimia dan Katalis Institut Teknologi Bandung (TRKK ITB) dan diproduksi oleh PT Pupuk Kujang.

Green diesel atau solar nabati yang diproduksi Pertamina dengan Katalis Merah Putih dari ITB ini tidak hanya menghemat anggaran impor bahan bakar dari fosil, tetapi juga memiliki cetane atau tingkat pembakaran diesel yang lebih bersih dengan emisi atau polusi udara yang lebih sedikit.

General Manager Pertamina Refinery Unit (RU) II Dumai Nandang Kurnaedi mengungkapkan kepada awak media, Kamis (16/5) lalu, bahwa Pertamina Dumai telah berhasil dan mampu memproduksi green diesel dan kualitasnya cuku baik. Sejauh ini, lanjutnya, Kilang Dumai baru mampu menghasilkan 12.000 barel per hari.

"Kalau sepuluh persennya dari sawit, kita hemat 1.200 barel per hari. Sekarang (komposisi sawitnya) di angka 12,5 persen. Ini harus kita tingkatkan terus supaya menjadi lebih baik di angka 20 persen atau 30 persen. Maka dari itu Pertamina Dumai sedang mempertimbangkan untuk memproduksi lebih banyak green diesel D-10," ungkapnya.

Dijelaskan Nandang Kurnaedi, kedepannya untuk swasembada energi dan ini akan jadi prospek yang lebih bagus lagi. Untuk target, belum bisa tentukan, perlu koordinasi dengan Jakarta, tapi dengan hasil yang diproduksi dari Kilang Dumai ini kemungkinan pada 2020 engineeringnya bisa dimulai.

"Hasilnya juga lebih baik dari sisi kualitas. Kalau dengan fosil murni, cetane number-nya 51 persen. Kalau dari hasil Katalis Merah Putih ini, cetane-nya 58 persen, jauh lebih baik dan lebih bersih. Nanti pembakarannya lebih sempurna. Ini yang belum pernah ada di Indonesia, bahkan di dunia. Maka berbanggalah masyarakat Kota Dumai dengan hasil yang telah dilahirkan Pertamina Dumai," jelas Nandang.

Dengan katalis merah putih, kata Nandang, Indonesia kini mampu memproduksi zat kimia yang sangat menguntungkan bagi dunia industri minyak tersebut. Katalis merah putih mampu menghemat 12 persen kebutuhan bahan baku. Dan diharapkan pada 2020 produksi katalis merah putih sudah berjalan. Persiapan selanjutnya adalah membangun penyimpanan RPDPO untuk konsumsi hidrogen.

Dari data yang diperoleh menyebutkan, sepanjang kuartal I 2019, ekspor minyak sawit, berupa minyak sawit mentah (CPO), biodiesel, oleochemical, dan produk turunannya, mencapai 9,1 juta ton pada kuartal I 2019, tumbuh 16 persen (year-on-year/yoy). Jumlah tersebut akan lebih tinggi lagi bila industri sawit tidak dihadang diskriminasi sawit Uni Eropa melalui rencana penerapan Renewable Energy Directive II (RED II).

Pada Maret 2019, Gapki mencatat ekspor CPO dan turunannya dari Indonesia ke India turun 62% menjadi 194,41 ribu ton, dibandingkan 516,53 ribu ton per Februari. Yang disebabkan perlambatan pertumbuhan ekonomi di India. Penurunan permintaan juga diikuti negara Afrika 38 persen, Amerika Serikat 10 persen, Tiongkok 4 persen dan Uni Eropa 2 persen.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, di luar dugaan, ekspor minyak sawit ke negara lain naik 60% dibandingkan bulan sebelumnya. Peningkatan permintaan CPO dan produk turunannya dari Indonesia yang cukup signifikan datang dari Asia khususnya Korea Selatan, Jepang, dan Malaysia.

Juga, penyerapan biodiesel di dalam negeri tercatat turun. Sepanjang Maret lalu penyerapan biodiesel di dalam negeri mencapai lebih dari 527 ribu ton atau turun 19 persen dibandingkan Februari lalu sebesar 648 ribu ton. Oleh karena itu Pemerintah tengah menyiapkan formula harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) untuk bahan bakar nabati (BBN) jenis biodiesel 100%, atau B100.

Saat ini, upaya pemerintah mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM) dengan cara meningkatkan pemanfaatan BBN hingga 100% menghadapi kendala harga CPO yang cukup tinggi, sehingga harga jual produk B100 tinggi.

Menurut hitungan Kementerian ESDM, harga jual solar hijau (green diesel), yang 100 persen bahan bakunya dari CPO tanpa ada campuran minyak dari fosil, bisa mencapai Rp14.000 per liter. Artinya, bahan bakar ramah lingkungan ini hanya dapat dibeli oleh konsumen Pertamina Dex, yang tak lain masyarakat mampu.

Indonesia masih konsisten untuk mengejar target bauran energi baru terbarukan (EBT) sebesar 23 persen pada 2025, dari posisi saat ini 13 persen. Di sektor transportasi, pemerintah telah menjalankan pencampuran solar dengan biodiesel 20% (B20). Konsumsi solar tercatat 2/3 dari total konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di Tanah Air.

Sesuai kebijakan, menerapkan penggunaan campuran BBM jenis solar dengan minyak nabati atau Fatty Acid Methyl Ester (FAME) sebesar 20 persen. Sedangkan konsumsi minyak diesel atau minyak solar kita 2/3 dari semua konsumsi BBM. Pemerintah, juga akan memperluas pemanfaatan CPO untuk BBM jenis bahan bakar lainnya.

Karena itu, pemerintah mendorong PT Pertamina (Persero) untuk mengubah Kilang Plaju dan Dumai dengan total kapasitas sekitar 300 ribu barel per hari (bph), agar bisa membuat green diesel. Pemakaian biodiesel untuk campuran BBM akan terus ditingkatkan dari B20 ke B100.

Ini dengan harapan 30% dari total produksi kelapa sawit sekitar 46 juta ton setahun akan terserap untuk program bauran BBN dalam BBM. Pada tahun ini, pengolahan CPO dengan metode co-processing berhasil dilakukan di Kilang Dumai dengan hasil 12.000 barel per hari.*(had)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- "Anak Kami Bisa Bekerja Pak"
Masyarakat Sangat Menyayangkan Jika AKN Bengkalis Ditutup

- Sembilan Pelamar Calon Dirut dan Dewan Pengawas Perusda Rohul Jaya Lolos Administrasi
- Rohul Terbanyak Gunakan Anggaran dan Bengkalis Nol,
2019, Pemprov Riau Bangun Jalan dan Jembatan Rp496,4 Miliar

- Perwira Tinggi Staf Khusus KASAD Kunjungi Rohil
- JCH Kuansing, Termuda 29 Tahun dan Tertua 84 Tahun
- Perbaiki Jalan dan Jembatan, PUPR Riau Siapkan dana Rp123,5 Miliar
- Hendak Ambil Wudhu, Jamaah Mushola Simpang Tiga Pekanbaru Geger Temukan Mayat Pria di Kamar Mandi
- DPRD Pekanbaru Sahkan Perda Kota Layak Anak
- RAPP dan Pemerintah Pelalawan Bersinergi Wujudkan Kabupaten Ramah Anak
- Jaksa Masih Buru 21 Buronan Korupsi di Riau
- Plt Ketum PSSI Lantik Exco Riau
- 5 ASN Kejari Bengkalis Raih Penghargaan Karya Satya Lencana Perunggu
- Dua Kecamatan di Kuansing Nihil Warganya Berhaji Tahun ini
- RSUD Madani Pekanbaru Ditargetkan Terakreditasi Tahun Depan
- Pekanbaru Akan Raih Dua Penghargaan Nasional
- ‎Peringati HBA ke-59, Kejari Rohul Gelar Upacara, Lomba dan Anjangsana ke Panti Asuhan
- Sudah di Embarkasi Batam, Siang ini Bupati Kuansing Terbang ke Tanah Suci untuk Berhaji
- Jelang Subuh, Sebuah Mobil dan Sepeda Motor Terbakar Misterius di Lintas Duri - Dumai
- Gubernur Buka Liga Berjenjang U-16 Menpora 2019 Seri Provinsi Riau di Rohul
- Hancurkan Galaxi Hitam 6 Gol Tanpa Balas, Galaxi Merah Wakili Bengkalis di Menpora Cup U -12 2019 


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com