Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Senin, 21 Oktober 2019 21:52
Balon Bupati Ikut Diundang di Musancab Demokrat Rohul Sabtu Pekan ini

Senin, 21 Oktober 2019 20:57
Hibah Rp39 M, Akan Dibangun Pipa Distribusi Air Bersih di Bengkalis dan Bukitbatu

Senin, 21 Oktober 2019 20:37
Konsolidasi Pembangunan, Gubri Temui Anggota DPR RI Asal Riau

Senin, 21 Oktober 2019 20:18
Mendaftar ke Nasdem, Masuri akan Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat

Senin, 21 Oktober 2019 19:28
Pendaftaran Jabatan BRK Cuma Ada Empat Pelamar

Senin, 21 Oktober 2019 19:22
Predikat Penduduk Miskin Tertinggi di Riau,
BMRB Rohul Menilai Pemerintahan Bupati Sukiman Gagal Mengatasi Kemiskinan


Senin, 21 Oktober 2019 18:26
Ambil Formulir di Demokrat dan NasDem, ini Motivasi Murnis Mansyur Maju Pilkada Rohul 2020

Senin, 21 Oktober 2019 17:28
Pasca Diresmikan, BLK Komunitas YP Muhammad Abduh Rohul Langsung Beri Pelatihan Kerja

Senin, 21 Oktober 2019 16:16
Bupati Kuansing Hadiri Rapat Koordinasi dan Teken MoU JKN-KIS 2020

Senin, 21 Oktober 2019 16:14
Wagubri Sampaikan Lima Arahan Jokowi

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 17 Juni 2019 20:16
Pertamina RU II Dumai Produksi Green Diesel Berkualitas

Pertamina RU II Dumai hasilkan Green Diesel. Minyak dengan tingkat pembakaran diesel yang lebih bersih dengan emisi atau polusi udara yang lebih sedikit.

Riauterkini-DUMAI - PT Pertamina Refinery Unit (RU) II Dumai berhasil melakukan inovasi baru dengan memproduksi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) menjadi solar nabati atau green diesel menggunakan katalis produksi dalam negeri dengan teknologi co-processing.

Dengan begitu, Indonesia dapat menghemat solar dari minyak bumi yang mayoritas diimpor. Minyak bumi tersebut digantikan dengan minyak sawit yang sudah diolah hingga mencapai RBDPO atau Minyak Sawit Tersuling, Cerah, dan Tak Berbau.

Green diesel D10 itu memiliki kandungan 87,5 persen solar minyak bumi dan 12,5 persen minyak sawit. Sedangkan katalis yang digunakan merupakan adalah Katalis Merah Putih yang dikembangkan Laboratorium Teknik Reaksi Kimia dan Katalis Institut Teknologi Bandung (TRKK ITB) dan diproduksi oleh PT Pupuk Kujang.

Green diesel atau solar nabati yang diproduksi Pertamina dengan Katalis Merah Putih dari ITB ini tidak hanya menghemat anggaran impor bahan bakar dari fosil, tetapi juga memiliki cetane atau tingkat pembakaran diesel yang lebih bersih dengan emisi atau polusi udara yang lebih sedikit.

General Manager Pertamina Refinery Unit (RU) II Dumai Nandang Kurnaedi mengungkapkan kepada awak media, Kamis (16/5) lalu, bahwa Pertamina Dumai telah berhasil dan mampu memproduksi green diesel dan kualitasnya cuku baik. Sejauh ini, lanjutnya, Kilang Dumai baru mampu menghasilkan 12.000 barel per hari.

"Kalau sepuluh persennya dari sawit, kita hemat 1.200 barel per hari. Sekarang (komposisi sawitnya) di angka 12,5 persen. Ini harus kita tingkatkan terus supaya menjadi lebih baik di angka 20 persen atau 30 persen. Maka dari itu Pertamina Dumai sedang mempertimbangkan untuk memproduksi lebih banyak green diesel D-10," ungkapnya.

Dijelaskan Nandang Kurnaedi, kedepannya untuk swasembada energi dan ini akan jadi prospek yang lebih bagus lagi. Untuk target, belum bisa tentukan, perlu koordinasi dengan Jakarta, tapi dengan hasil yang diproduksi dari Kilang Dumai ini kemungkinan pada 2020 engineeringnya bisa dimulai.

"Hasilnya juga lebih baik dari sisi kualitas. Kalau dengan fosil murni, cetane number-nya 51 persen. Kalau dari hasil Katalis Merah Putih ini, cetane-nya 58 persen, jauh lebih baik dan lebih bersih. Nanti pembakarannya lebih sempurna. Ini yang belum pernah ada di Indonesia, bahkan di dunia. Maka berbanggalah masyarakat Kota Dumai dengan hasil yang telah dilahirkan Pertamina Dumai," jelas Nandang.

Dengan katalis merah putih, kata Nandang, Indonesia kini mampu memproduksi zat kimia yang sangat menguntungkan bagi dunia industri minyak tersebut. Katalis merah putih mampu menghemat 12 persen kebutuhan bahan baku. Dan diharapkan pada 2020 produksi katalis merah putih sudah berjalan. Persiapan selanjutnya adalah membangun penyimpanan RPDPO untuk konsumsi hidrogen.

Dari data yang diperoleh menyebutkan, sepanjang kuartal I 2019, ekspor minyak sawit, berupa minyak sawit mentah (CPO), biodiesel, oleochemical, dan produk turunannya, mencapai 9,1 juta ton pada kuartal I 2019, tumbuh 16 persen (year-on-year/yoy). Jumlah tersebut akan lebih tinggi lagi bila industri sawit tidak dihadang diskriminasi sawit Uni Eropa melalui rencana penerapan Renewable Energy Directive II (RED II).

Pada Maret 2019, Gapki mencatat ekspor CPO dan turunannya dari Indonesia ke India turun 62% menjadi 194,41 ribu ton, dibandingkan 516,53 ribu ton per Februari. Yang disebabkan perlambatan pertumbuhan ekonomi di India. Penurunan permintaan juga diikuti negara Afrika 38 persen, Amerika Serikat 10 persen, Tiongkok 4 persen dan Uni Eropa 2 persen.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, di luar dugaan, ekspor minyak sawit ke negara lain naik 60% dibandingkan bulan sebelumnya. Peningkatan permintaan CPO dan produk turunannya dari Indonesia yang cukup signifikan datang dari Asia khususnya Korea Selatan, Jepang, dan Malaysia.

Juga, penyerapan biodiesel di dalam negeri tercatat turun. Sepanjang Maret lalu penyerapan biodiesel di dalam negeri mencapai lebih dari 527 ribu ton atau turun 19 persen dibandingkan Februari lalu sebesar 648 ribu ton. Oleh karena itu Pemerintah tengah menyiapkan formula harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) untuk bahan bakar nabati (BBN) jenis biodiesel 100%, atau B100.

Saat ini, upaya pemerintah mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM) dengan cara meningkatkan pemanfaatan BBN hingga 100% menghadapi kendala harga CPO yang cukup tinggi, sehingga harga jual produk B100 tinggi.

Menurut hitungan Kementerian ESDM, harga jual solar hijau (green diesel), yang 100 persen bahan bakunya dari CPO tanpa ada campuran minyak dari fosil, bisa mencapai Rp14.000 per liter. Artinya, bahan bakar ramah lingkungan ini hanya dapat dibeli oleh konsumen Pertamina Dex, yang tak lain masyarakat mampu.

Indonesia masih konsisten untuk mengejar target bauran energi baru terbarukan (EBT) sebesar 23 persen pada 2025, dari posisi saat ini 13 persen. Di sektor transportasi, pemerintah telah menjalankan pencampuran solar dengan biodiesel 20% (B20). Konsumsi solar tercatat 2/3 dari total konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di Tanah Air.

Sesuai kebijakan, menerapkan penggunaan campuran BBM jenis solar dengan minyak nabati atau Fatty Acid Methyl Ester (FAME) sebesar 20 persen. Sedangkan konsumsi minyak diesel atau minyak solar kita 2/3 dari semua konsumsi BBM. Pemerintah, juga akan memperluas pemanfaatan CPO untuk BBM jenis bahan bakar lainnya.

Karena itu, pemerintah mendorong PT Pertamina (Persero) untuk mengubah Kilang Plaju dan Dumai dengan total kapasitas sekitar 300 ribu barel per hari (bph), agar bisa membuat green diesel. Pemakaian biodiesel untuk campuran BBM akan terus ditingkatkan dari B20 ke B100.

Ini dengan harapan 30% dari total produksi kelapa sawit sekitar 46 juta ton setahun akan terserap untuk program bauran BBN dalam BBM. Pada tahun ini, pengolahan CPO dengan metode co-processing berhasil dilakukan di Kilang Dumai dengan hasil 12.000 barel per hari.*(had)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Hibah Rp39 M, Akan Dibangun Pipa Distribusi Air Bersih di Bengkalis dan Bukitbatu
- Konsolidasi Pembangunan, Gubri Temui Anggota DPR RI Asal Riau
- Pendaftaran Jabatan BRK Cuma Ada Empat Pelamar
- Predikat Penduduk Miskin Tertinggi di Riau,
BMRB Rohul Menilai Pemerintahan Bupati Sukiman Gagal Mengatasi Kemiskinan

- Bupati Kuansing Hadiri Rapat Koordinasi dan Teken MoU JKN-KIS 2020
- Wagubri Sampaikan Lima Arahan Jokowi
- Pembangunan Kebudayaan Riau di Atas Angka Nasional
- Tunggangi Trail, Bupati Kuansing Pimpin Parade Kebangsaan dan Merah Putih
- DPRD Desak Pemkab Bengkalis Sampaikan RAPBD 2020
- Gelar Konferensi IV, Ini Nama-Nama Calon Ketua PWI Rohil
- Tingkatkan Ekonomi,
Ratusan Petani di Bengkalis Belajar Budi Daya Labu Madu Hana

- Bupati Mursini Buka Gebyar Fisika Tingkat Kabupaten
- Tak Kunjung Bayar Pesangon, Mantan Karyawan Ancam Duduki Kantor PT SRK di Inhu
- Bupati Kuansing Hadiri Karnaval Budaya Dalam Rangka Peringatan Sumpah Pemuda
- Pengelolaan SMA, DPRD Bengkalis Pertanyakan Kewenangan Disdik Riau
- BLP Barang/Jasa Setdakab Rohul Adakan Bimtek Persiapan Uji Kompetensi untuk PPK, Pokja, dan PP
- Ada Apa Calon Dirut PD Rohul Jaya dan Dewan Pengawas‎ Belum juga Diumumkan
- All Biker Bengkalis Anti Unras Anarkis dan Terorisme
- Kolaborasi Dengan SD Islam As Shofa,
ACT dan Yayasan Fajar Imran Azzahra Galang Dana Untuk Korban Bencana

- Azan Berkumandang, Dandim Inhil Spontan Hentikan Sambutan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com