Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Senin, 14 Oktober 2019 11:03
Pengunjung Kecewa, Panitia Pelalawan Expo 2019 Sampaikan Permohonan Maaf 

Senin, 14 Oktober 2019 10:49
Puncak Peringatan HUT ke-20 Kabupaten Rohul Meriah, Berikut Foto-fotonya

Senin, 14 Oktober 2019 09:39
Angin Kencang Rusak 10 Rumah di Singingi Hilir, Kuansing

Senin, 14 Oktober 2019 07:57
Pilkada Bengkalis 2020,
14 Balon Bupati dan Wakil Kembalikan Berkas ke PAN


Senin, 14 Oktober 2019 07:35
Sempena HUT ke-20 Kabupaten, PT RAPP Raih Penghargaan Program Kampung Iklim di Pelalawan dan Siak

Senin, 14 Oktober 2019 07:22
Sound Sistem Buruk Bikin Penampilan Nissa Sabyan di HUT ke-20 Pelalawan Menyebalkan

Ahad, 13 Oktober 2019 21:06
Hari Jadi ke-20 Kabupaten Rohul Ditutup dengan Pesta Kembang Api, Hiburan Rakyat dan Wali Band

Ahad, 13 Oktober 2019 16:59
Tingkatkan Pemahaman Terkait Pemeriksaan Genomik, Prodia Gelar Seminar Prodia Genomik

Ahad, 13 Oktober 2019 15:12
"Satu, Dua, Tiga!",
Masyarakat Bengkalis Masih Pertahankan Tradisi Gotong Royong


Ahad, 13 Oktober 2019 14:34
MUI Bengkalis Imbau Masyarakat Jaga Persatuan dan Kesatuan

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 18 Juni 2019 07:41
24 Pemenang LKJ PWI Riau- KLHK Kantongi Hadiah Rp115 Juta

LKJ tajaan PWI Riau bersama KLHK tuntas. 24 pemenang berhak mengantongi hadiah Rp115 juta.

Riauterkini-PEKANBARU - Lomba karya jurnalistik (LKJ) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah usai.

Dimana karya jurnalistik bertemakan "Kerja Nyata Manggala Agni Untuk Negeri" yang diterima panitia dengan total hadiah Rp115 juta berjumlah sebanyak 128 karya.

128 karya jurnalistik ini selanjutnya dinilai oleh dewan juri profesional yang sesuai dengan bidangnya masing-masing. Al hasil dari 128 karya yang dinilai oleh dewan juri ini, sebanyak 24 karya terpilih sebagai pemenang. Dan dari 24 karya, 4 karya dinyatakan sebagai pemenang terbaik dan 20 pemenang lagi sebagai pemenang nominator.

Ke-24 karya yang dinyatakan lolos sebagai pemenang itu terdiri dari 4 kategori yakni lomba karya tulis media cetak, lomba karya tulis media online, lomba karya foto jurnalistik dan lomba karya video jurnalistik.

Para pemenang terbaik untuk kategori lomba karya tulis cetak, online dan video memperoleh uang tunai masing-masing Rp15 juta, piagam dan wisata ke Raja Ampat, Papua. Sedangkan untuk pemenang nominator memperoleh uang tunai masing-masing Rp3 juta plus piagam.

Dan seluruh pemenang ditetapkan melalui Surat Keputusan Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian LHK RI nomor: SK 30/PKHL/PKHK/Dik.3/5/2019 tentang penetapan penerima apresiasi pemenang lomba karya jurnalistik dalam rangka kampanye pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau. SK tersebut ditandatangani langsung oleh Plt Direktur Ir Rafles B Panjaitan MSc pada tanggal 29 Mei 2019 di Jakarta.

"Kami dari Manggala Agni Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera yaitu salah satu urusan teknis Kementerian LHK Provinsi Riau, mengucapkan ribuan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada rekan-rekan pers khususnya panitia dari PWI Riau untuk melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan kita. Sehingga kita sampai di garis akhirakhir (finish) pada hari ini, yaitu pengumuman pemenang Lomba Karya Jurnalistik dengan tema "Kerja Nyata Manggala Agni Untuk Negeri". Dan pimpinan juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh rekan-rekan wartawan yang telah memberikan hasil karya jurnalistiknya dan mengirimkan semua hasil kunjungan lapangannya, kemudian juga hasil pemikirannya tentang Manggala Agni dan tentunya telah dinilai oleh panitia dan dewan juri yang telah ditentukan," tutur Korwil Manggala Agni Riau Edwin Putra dalam sambutannya pada acara pengumuman hasil Lomba Karya Jurnalistik (LKJ) "Kerja Nyata Manggala Agni Untuk Negeri" kerjasama PWI Riau-KLHK yang berlangsung di Halaman Kantor PWI Riau Jalan Arifin Achmad, Pekanbaru, Senin (17/06/2019) sore.

Edwin berharap kegiatan ini tidak hanya sampai disini saja. Tapi diharapkan menjadi langkah awal atau awal mula untuk kerjasama kedepannya.

"Kami Manggala Agni sebagai salah satu pelaku atau pelaksana upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau mungkin sedikit mendapat tempat di media cetak, elektronik dan lain-lain. Mungkin nama Manggala Agni tidak terdengar lantang di Provinsi Riau. Tetapi bagi kami itu tidak menjadi masalah. Karena selama ini kami berprinsip lebih banyak bekerja, sedikit bicara. Ternyata motto itu tidak berlaku lagi sekarang. Jadi katanya, banyak bekerja dan banyak juga bicara. Tetapi harapan kami, kami bicara tidak dibuat-dibuat, kami bicara tidak dibesar-besarkan. Jadi kami mohon nanti rekan-rekan wartawan/insan pers bisa mempublikasikan dan menginformasikan kegiatan kami di lapangan," papar Edwin.

Menurut Edwin, Manggala Agni tidak hanya berkutat di bidang pemadaman. Tapi Manggala Agni juga bertugas untuk pengendalian kebakaran hutan dan lahan.

"Ada 3 kegiatan penting yakni pencegahan kebakaran hutan dan lahan, pemadaman dan pasca kebakaran. Jadi dengan adanya kegiatan lomba karya jurnalistik ini, menjadi gerbang pembuka bagi kita untuk saling bekerjasama ke depannya. Jadi kami mohon kedepannya wartawan tidak sungkan-sungkan mampir berkomunikasi dengan kami di lapangan. Dan perlu kami informasikan, bahwa kami ada 4 daops di Provinsi Riau yaitu Daops Pekanbaru, Daops Rengat posisinya di Pematang Reba, Daops Siak posisinya di Koto Ringin dan Daops Dumai posisinya di wilayah Kota DumaiDumai," ungkap Edwin.

Dikesempatan itu, Edwin menyampaikan permohonan maaf selama kegiatan LKJ ini tidak semua rekan-rekan wartawan bisa difasilitasi ke lapangan. Dimana pada saat turun ke lapangan kemarin hanya bisa memfasilitasi sebanyak 30 orang wartawan saja.

"Hanya 30 wartawan yang bisa kita fasilitasi ke lapangan. Tapi kami yakin, tanpa fasilitasi pun rekan-rekan wartawan sudah duluan ke lapangan dan sudah meliput kegiatan kami di lapangan. Untuk itu, kami mohon maaf jika ada yang kurang berkenan dalam pelaksanaan kegiatab lomba karya jurnalistik ini. Karena ini merupakan kegiatan perdana bagi kami Manggala Agni. Dan di Indonesia, ini kali pertama di Provinsi Riau. Jadi mari beri aplaus untuk Provinsi RiauRiau," ulas Edwin.

Dan kegiatan LKJ ini, sebut Edwin, juga menjadi patokan bagi rekan-rekan wartawan di Jakarta nantinya. Bahkan kegiatan LKJ ini akan dikembangkan di beberapa provinsi rawan di Indonesia.

"Banyak sekali rekan-rekan kami di tempat merasa iri dengan kegiatan LKJ ini, kenapa kok di Riau. Kita harapkan juga nanti bisa berkembang se Indonesia, sehingga nama Manggala Agni bisa bersuara dalam upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Untuk itu kami mohon ke depan kami siap berkomunikasi dengan seluruh rekan-rekan wartawan," ujar Edwin.

Sementara itu, Ketua PWI Riau H Zulmansyah Sekedang menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI yang sudah berkenan bermitra dengan PWI Riau menggelar kegiatan Lomba Karya Jurnalistik. Jadi ada empat perlombaan yakni lomba karya tulis untuk media cetak dan online, kemudian ada lomba karya foto jurnalistik serta lomba karya video.

"Jumlah pesertanya target kita 100, ternyata melebihi daripada seratus. Kita bersyukur ternyata antusias peserta untuk mengikuti lomba ini luar biasa. Dan tadi saya berbincang dengan salah seorang Manggala Agni, ternyata hadiahnya langsung dibawa kes. Jadi hari ini, sore ini langsung dibawa Rp115 juta. Jadi hadiah Rp115 juta itu dibawa kes. Jadi pemenangnya yang dapat jangan lupa langsung beli sate. Setidak-tidaknya mie Aceh. Karena ini momentum bersejarah juga bagi PWI, pertama sekali bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan langsung dapat hadiah Rp115 juta. Teman-teman PWI Pusat juga tanya, kok bisa ya PWI Riau bisa langsung berhubungan dengan Kementerian di Jakarta. Kita bilang, bisa lah. Orang kita PWI Riau HEBAT. Kalau PWI HEBAT kayak Markues, sering motong ditikungan. Tentu kami berterima kasih Pak Edwin, mohon disampaikan salam kami ke Pak Rafles dan khusus kepada Ibu Menteri, bahwa teman-teman di Riau berterima kasih dengan digelarnya perlombaan ini," beber Zulmansyah yang akrab disapa Zum ini.

Dikatakan Zulmansyah, memang bukan hanya sebagian masyarakat awam dengan Manggala Agni. Tapi bukan hanya masyarakat, teman-teman wartawan juga awam dengan Manggala Agni. Tapi begitu ada kompetisi ini, Manggala Agni bahasa lainnya Ksatria Penakluk Api. Mereka ini para penakluk api.

"Jadi kalau di lapangan, pemadam kebakaran itu katanya pantang pulang sebelum padam. Jadi mereka ini kalau orang Batak bilang Simatupang. Siang Malam Tunggu Panggilan. Dimana ada kebakaran, kontak, mereka langsung wuu...wuu..wuang," ujar Zulmansyah.

Bukan hanya laki-laki, sebut Zulmansyah, tetapi juga ada perempuan.

"Jadi salah satu tulisan bercerita para perempuan penakluk api, saya lihat masuk juga sebagai juara yang akan diumumkan. Apakah juara atau nominator, ndak tahu juga saya. Yang tahu dewan juri. Tapi intinya, dengan karya tulis kawan-kawan, dengan karya foto kawan-kawan dan dengan karya video kawan-kawan-kawan, masyarakat semakin kenal Manggala Agni ini sangat diperlukan," ucap Zulmansyah.

Apalagi, ulas Zulmansyah, tugas mereka di Riau ini terutama di bulan Januari sampai Maret merupakan musim kemarau di Riau sering kali terjadi kebakaran. Tapi dengan kerja keras mereka, khusus tahun 2019 kayaknya kebakaran turun drastis.

"Terima kasih kami setulusnya kepada Manggala Agni dan semua jajarannya yang sudah bersusah payah menaklukkan api dan bahkan kadang-kadang sampai terluka kena terbakar. Dan saya berterima kasih kepada teman-teman yang sudah mengabarkan kerja keras mereka di lapangan ke masyarakat luas bahwa Manggala Agni ini sangat diperlukandiperlukan dan sangat penting untuk Riau yang sejak 20 tahun lalu terus terbakar," tutur Zulmansyah.

Terakhir kepada pemenang, sambung Zulmansyah, ini bukan lomba terakhir yang diselenggarakan PWI. Tapi PWI juga akan melakukan kerjasama dengan pihak lain.

"PWI sekarang banyak menjalin dengan mitra-mitra untuk menggelar berbagai acara dan kompetisi dalam rangka kita memang menyalurkan bakat-bakat menulis, bakat-bakat foto dan bakat-bakat merekam videovideo untuk kawan-kawan wartawan. Mudah-mudahan seperti ini membawa manfaat untuk kita semua. Sekali lagi terima kasih kepada Manggala Agni, terkhusus kepada Ibu Menteri dan jajaran nanti tolong disampaikan serta terima kasih kepada seluruh kawan-kawan yang sudah berpartisipasi. Karena yang namanya kompetisi tentu ada pemenang. Yang menang ada 24 orang. Jadi dari seratusan peserta itu, yang menang 24 orang. Tentu yang kalah jangan kecewa, nanti akan ada kompetisi lagi, ikut lagi. Jadi kita ini sama kayak Manggala Agni. Kalau mereka pantang menyerah memadamkan api. Kalau kita pantang menyerah sebelum juara.***(rls)

Pemenang LKJ Kerja Nyata Manggala Agni Untuk Negeri:

Kategori Lomba Karya Jurnalistik Media Cetak

Terbaik : Henny Eliyati (Riau Pos)
Nominator:
1. Eka Kurnia (Surat Kabar Genta)
2. Erwin Syah Putra (Pekanbaru Pos)
3. Helfizon Asyafei (Riau Pos)
4. Jinto Lumban Gaol (Tabloid Intermezo) 5. Herlina (Metro Riau)


Kategori Lomba Karya Jurnalistik Media Online

Terbaik: Harry B Kori'un (Riaupos.co) Nominator:

1. Muhammad Amin (Riaupos.co)
2. Andi Indrayanto (Halloriau.com)
3. Anggi Romadhoni (LKBN Antara)
4. Apon Hadiwijaya (Riaubernas.com)
5. Zulfadhli (Riaupos.co)


Kategori Lomba Karya Foto Jurnalistik

Terbaik: MHD Akhwan (Riaupos.co)
Nominator:

1. Theo Rizky (Tribunpekanbaru.com)
2. Wahyudi (Halloriau.com)
3. Azhar Saputra (Riauonline.co.id)
4. Jonathan Surbakti (Spiritriau.com)
5. Aswady Hamid (LKBN Antara)


Kategori Lomba Karya Video Jurnalistik

Terbaik: Arif Budiman (TV One)
Nominator:

1. Tim Rajawali TV Jakarta (RTV Jakarta)
2. Theo Rizky (Tribunepekanbaru Official)
3. Cahya Ici (Siak TV)
4. Citra Indriani (Kompas TV)
5. M Yusuf (MNC TV)
Sumber: Panitia LKJ PWI Riau-KLHK

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Pengunjung Kecewa, Panitia Pelalawan Expo 2019 Sampaikan Permohonan Maaf 
- Sempena HUT ke-20 Kabupaten, PT RAPP Raih Penghargaan Program Kampung Iklim di Pelalawan dan Siak
- Sound Sistem Buruk Bikin Penampilan Nissa Sabyan di HUT ke-20 Pelalawan Menyebalkan
- Hari Jadi ke-20 Kabupaten Rohul Ditutup dengan Pesta Kembang Api, Hiburan Rakyat dan Wali Band
- "Satu, Dua, Tiga!",
Masyarakat Bengkalis Masih Pertahankan Tradisi Gotong Royong

- MUI Bengkalis Imbau Masyarakat Jaga Persatuan dan Kesatuan
- Riau Sabet Juara Dua dan Tiga Pada PKN 2019
- HUT ke 20 Kuansing, Bupati Ajak Seluruh Elemen Samakan Persepsi Untuk Kemajuan Kuansing
- Tak Ingin Karhutla Terulang, Pemerintah Gencarkan Sosialisasi ke Masyarakat
- Wagubri Bangga dengan Kemajuan Kabupaten Rohul di Usia ke-20 Tahun
- Pa‎ripurna Hari Jadi ke-20 Kabupaten Rohul, Ketua DPRD Rohul: SDM Perlu Ditingkatkan Pemkab
- Bayi Terlantar dari Desa Tambusai Barat Meninggal di RSUD Rohul
- 20 Tahun Kabupaten Kuansing, Saatnya Maju dan Sejahtera
- Dua Tahun tak Masuk Kerja, ASN Pemprov Riau Dipecat
- Undang Seluruh Bupati dan Walikota,
KI Riau Paparkan Keterbukaan Informasi Publik

- Puluhan Sekolah Dasar di Siak Antusias Ikuti Pameran Pendidikan
- Kesadaran Rendah, Picu Tingginya Anak 0-18 di Bengkalis Belum Memiliki Akta Kelahiran
- SK Pengangkatan 275 CPNS Pemkab Rohul Masih Menunggu Kebijakan Pemerintah Pusat
- LAM Riau Segera Kumpulan Elemen Masyarakat Terkait Blok Rokan
- Diterima Anaknya, Almarhum Tenas Effendi Dapat Lencana Emas


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com