Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Selasa, 22 Oktober 2019 21:42
Wagub Harap Lima Tahun Tercapai 100 Desa Mandiri di Riau

Selasa, 22 Oktober 2019 20:25
Hadirkan Penampilan 120 Musisi, Bono Jazz Festival 2019 Semarakkan HUT ke 14 Mal SKA

Selasa, 22 Oktober 2019 19:55
Tiang Listrik Bertumbangan di Desa Gambut Mutiara,
Manajer PLN Pangkalan Kerinci Sebut Itu Proyek Kantor Pusat Pekanbaru


Selasa, 22 Oktober 2019 19:41
Tahun Ini Bengkalis Dijatah 83 Formasi CPNS

Selasa, 22 Oktober 2019 17:51
Calon Dirut dan Dewan Pengawas Perusda Rokan Hulu Jaya Segera Diumumkan

Selasa, 22 Oktober 2019 17:22
Wabup Kuansing Sumbang Rp 10 Juta untuk Jalur Desa Pulau Godang Kari

Selasa, 22 Oktober 2019 16:49
Lepas Tim Hoki Putri Rohul‎ Ikuti Pra PON di Jakarta, Bupati Sukiman Berharap Tim Lolos Seleksi

Selasa, 22 Oktober 2019 16:01
Ketua Pimpin Paripurna Pengesahan Alat Kelengkapan DPRD Riau

Selasa, 22 Oktober 2019 15:35
Ini Tanggapan Sekda Terkait Jumlah Penduduk Miskin di Rohul Tertinggi di Riau

Selasa, 22 Oktober 2019 15:07
Bupati Kuansing Apresiasi Aparat Jaga Keamanan Kondusif Selama Pelantikan Presiden

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 19 Juni 2019 17:30
DPPPA Pekanbaru Tegaskan Perlindungan Anak Adalah Tugas Bersama

Perlindungan terhadap anak bukanlah tugas pemerintah semata. Ini kerja semua pihak, agar anak-anak dapat hidup dan tumbuh dengan nyaman dan aman.

Riauterkini - PEKANBARU-Anak merupakan pribadi yang sangat rentan menjadi sasaran kekerasan. Jiwanya yang masih polos dan belum mengerti apa-apa, terkadang dimanfaatkan orang-orang tak bertanggung jawab sebagai bentuk untuk melampiaskan emosinya, termasuk orangtuanya sendiri bahkan keluarga dekatnya.

Melihat fenomena ini, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Pekanbaru menghimbau dan menekankan bahwa pentingnya melindungi anak adalah tugas kita bersama di masyarakat.

"Orangtua harus jadi tameng pertama sebagai perlindungan dari kekerasan hingga dapat menjadi guru untuk mengedukasinya. Yang kedua, lingkungan atau masyarakatnya yang harus wajib memberikan perlindungan terhadap anak," ujar Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak DPPPA Kota Pekanbaru, H Sarkawi MM, Rabu (19/6).

Dirinya mengatakan, orangtua merupakan rumah pertama bagi sang anak. Sebelum memberikan pemahaman kepada sang anak, orangtua dihimbau terlebih dahulu harus paham bagaimana pola mengasuh anak yang baik dan benar.

"Sebagai guru pertama bagi sang anak, orangtua harus mengajarkan berbagai pengetahuan-pengetahuan dasar. Dalam prosesnya, sering kali orangtua mungkin kurang sabar, atau bahkan mendidik dengan cara yang salah yakni dengan kekerasan. Padahal, ajaran orangtua tersebut merupakan dasar bagi pembentukkan karakter si anak yang nantinya terbawa hingga ia dewasa," kata Sarkawi.

Selain itu, tak hanya harus paham dengan cara mendidik, di era yang serba digital seperti sekarang ini, DPPPA juga menghimbau kepada orangtua agar semestinya turut mengawasi anak-anaknya dalam penggunaan gadget.

"Maka dari itu, orangtua pun juga harus turun tangan untuk mengawasi, jangan sampai anak menjadi korban kejahatan siber yang kini sedang marak di tanah air. Ada baiknya pula orangtua pandai menjelaskan dan memberi pemahaman tentang fungsi tubuh, serta bagian tubuh mana yang tidak boleh disentuh oleh orang lain.

Kekerasan pada anak lanjut Sarkawi bukanlah hanya satu atau dua kali terjadi di Indonesia. Bahkan, tak jarang pelakunya adalah orang-orang terdekat. Maka dari itu, jika kita melihat adanya korban kekerasan anak di lingkungan sekitar, maka masyarakat dihimbau untuk jangan ragu melaporkan ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak yang ada di komplek Masjid Paripurna Arrahmah Jalan Jenderal Sudirman.

"Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam mengatasi kasus kekerasan pada anak. Maka dari itu, sebagai warga negara, kita juga harus aktif melindungi anak kita dari tindak kekerasan," ungkapnya. (dan)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Wagub Harap Lima Tahun Tercapai 100 Desa Mandiri di Riau
- Tiang Listrik Bertumbangan di Desa Gambut Mutiara,
Manajer PLN Pangkalan Kerinci Sebut Itu Proyek Kantor Pusat Pekanbaru

- Tahun Ini Bengkalis Dijatah 83 Formasi CPNS
- Calon Dirut dan Dewan Pengawas Perusda Rokan Hulu Jaya Segera Diumumkan
- Wabup Kuansing Sumbang Rp 10 Juta untuk Jalur Desa Pulau Godang Kari
- Ini Tanggapan Sekda Terkait Jumlah Penduduk Miskin di Rohul Tertinggi di Riau
- Bupati Kuansing Apresiasi Aparat Jaga Keamanan Kondusif Selama Pelantikan Presiden
- Bukan di Kuala Kampar, Tiang Listrik Bertumbangan Ternyata di Teluk Meranti
- Polres Bengkalis Serahkan Zakat Rp87,4 Juta ke Baznas
- Nama Calon Sekdaprov Ngendap di Kemendagri, Transisi Kabinet Jadi Alasan
- Bupati Kuansing Hadiri Tradisi Melayur Jalur di Kuantan Tengah
- Rakor di Thailand, Pengurus Wayatim Asean Kompak Percepat Pembangunan Univeraitas di Pekanbaru
- Besok, Polisi Incar Pengendara Bandel di Bengkalis
- Sebanyak 23 Pelamar Jabatan di BRK Berasal dari Tujuh Kota di Indonesia
- Realisasi Anggaran, Komisi IV Panggil Disdik Bengkalis
- Dijatah 260, Pemkab Kuansing Bersiap Buka Pendaftaran CPNS
- Hibah Rp39 M, Akan Dibangun Pipa Distribusi Air Bersih di Bengkalis dan Bukitbatu
- Konsolidasi Pembangunan, Gubri Temui Anggota DPR RI Asal Riau
- Pendaftaran Jabatan BRK Cuma Ada Empat Pelamar
- Predikat Penduduk Miskin Tertinggi di Riau,
BMRB Rohul Menilai Pemerintahan Bupati Sukiman Gagal Mengatasi Kemiskinan



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com