Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Selasa, 16 Juli 2019 11:33
Total 140 Kios Pasar Sungai Salak, Inhil Ludes Terbakar

Selasa, 16 Juli 2019 11:14
Gantikan Indra Pomi, Kadis Dalduk KB Ditunjuk jadi Plt Kadiskes Pekanbaru

Selasa, 16 Juli 2019 10:41
Ketua DPRD Kuansing Puji Aparat Kompak Layani Masyarakat

Selasa, 16 Juli 2019 09:16
Dua Terdakwa Korupsi Sarpras Dispora Riau Dituntut 7,5 Tahun dan 5,5 Tahun Penjara.

Selasa, 16 Juli 2019 08:48
Gondol Tropi Bupati Kampar, SMK Kehutanan Juarai Junggle Track Road to HKAN 2019

Selasa, 16 Juli 2019 08:45
Pantau Kinerja Petugas Kampung KB, Disdalduk KB Pekanbaru Launcing Website SRA

Selasa, 16 Juli 2019 08:35
Puluhan Kios Pasar Sungai Salak, Inhil Ludes Terbakar

Senin, 15 Juli 2019 21:39
Dugaan Korupsi Cuci Danau, SY Anggota DPRD Kampar tak Bisa Dimintai Pertanggungjawaban Materil

Senin, 15 Juli 2019 20:23
Konflik Bongkar Muat di PKS PT MIS Tambusai Utara Dimediasi‎ Diskop UKM Transnaker Rohul

Senin, 15 Juli 2019 20:15
Perbaikan Jalan Lintas Rengat-Tembilahan Terkendala Proses Lelang

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 12 Juli 2019 16:42
GAMK Kembali Desak Kejati Periksa Mursini Bupati Kuansing

Diduga terlibat kasus gratifikasi internet Icon+, anak-anak muda Kuansing yang tergabung dalam GAMK, mendesak Kejati Riau memanggil Bupati Mursini untuk diperiksa.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Gerakan Anak Muda Kuansing (GAMK) kembali menggelar aksi di Kejati Riau, mendesak agar dilakukan pemanggilan terhadap Mursini Bupati Kuansing terkait dugaan gratifikasi internet Icon+.

Diaksi kali ini, Robi Priatama, selaku Kordum dalam orasinya kembali menanyakan perkembangan demo sebelumnya yang digelar, Jum'at (5/7/201) lalu.

< "Tadi kita kembali mendesak Kejati agar menangani dan memanggil Bupati Kuansing dan Dinas PMD terkait gratifikasi uang oleh icon+," ujar Robi Jum'at (12/7/2019) sore kepada riauterkini.com.

Kemudian, GAMK kata Robi, juga meminta Kejati memanggil sejumlah Kades untuk dimintai keterangan mengenai pengadaan jaringan optik icon+ ini.

Mengenai pengadaan icon+ ini kepada Kejati pihak GAMK dalam aksi tadi siang juga menyampaikan adanya dugaan intervensi Dinas PMD terhadap Kades untuk mengubah APBDES tanpa harus dimusyawarahkan, agar program jaringan icon+ ini bisa berjalan.

"Selain itu kita juga menanyakan adanya dugaan intervensi Bupati ke Desa untuk penandatanganan kontrak MoU dengan perusahaan icon+ di SMA Pintar tahun 2017 lalu," jelasya.

Lebih lanjut Robi mengatakan, berdasarkan info yang terima dari berbagai sumber bahwasanya apa yang di persentase kan oleh icon+ tidak sesuai setelah pemasangan.

"Contoh nya jaringan lelet, website tidak ada, dan icon+ ini akan mengadakan pelatihan akan tetapi pelatihan tersebut juga tidak ada, sedangkan pembayaran dibebankan kepada Desa begitu besar sementara Desa tidak puas menikmati fasilitas dari icon+ dan anggaran icon+ ini juga diduga mark up," terangnya.

Dari pernyataan sikap GAMK yang di sampaikan Robi Priatama selaku Kordum aksi pihaknya mendesak Kejati untuk memanggil Bupati Kuansing H. Mursini, Dinas PMD dan Kepala Desa.

Melalui pemberitaan sebelumnya, Robi Priatama, meminta Plt. Kadis Dinsos PMD Napisman untuk tidak ikut-ikutan membela Mursini, sebab menurutnya lebih baik menerangkan kepada publik terkait dugaan kasus penyelewengan icon+ ini.

"Bukan malahan unjuk diri di publik lalu bicara bahwa mahasiswa bohong. Kalau begini justru kami menduga bahwa Napisman Plt. Kadis Dinsos PMD ikut bermain dalam putaran uang kotor yang dikutip pertahun dari dana Desa," cocor Robi.

Sementara, Plt. Kadis PMD sebelumnya ketika dikonfirmasi terkait masalah ini, merasa heran dan mempertanyakan legalitas seperti apa yang dimaksud GAMK. "Ndak faham saya apa yang disebut bodong oleh adik-adibtuh. Tidak ada yang bodong penyediaan internet jelas ada: ICON+," jelasnya.

Menurutnya, siapa saja punya hak untuk menyampaikan pendapat, namun apa yang disampaikan itu kata dia tidak benar sama sekali.

"Soal angka 3 juta, kemungkinan itu adalah harga yang tertuang dlm MoU antara desa dengan penyedia jaringan," terangnya.

Untuk MoU ini kata Nafisman berlaku 3 tahun, penyedia memasang jaringan internet fiber optik dan desa berlangganan dengan harga tertentu selama 3 tahun. Untuk biaya tahun ke empatnya kata dia akan dibicarakan lagi oleh kedua belah pihak.

"Sayangnya dipertengahan jalan MoU itu tidak berjalan dengan mulus, ICON+ belum dapat memberikan layanan sesuai rencana, lalu kemudian desa banyak yang mengundurkan diri dari kerjasama tersebut," pungkasnya.* (Jok)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Gantikan Indra Pomi, Kadis Dalduk KB Ditunjuk jadi Plt Kadiskes Pekanbaru
- Pantau Kinerja Petugas Kampung KB, Disdalduk KB Pekanbaru Launcing Website SRA
- Konflik Bongkar Muat di PKS PT MIS Tambusai Utara Dimediasi‎ Diskop UKM Transnaker Rohul
- Perbaikan Jalan Lintas Rengat-Tembilahan Terkendala Proses Lelang
- PLN Rohul Lakukan Pemadaman Simpang Kumu-Tambusai Selasa Besok, ini Daerah yang Terdampak
- Izin Pelantikan Pejabat Pemprov Sudah Diajukan ke Kemendagri
- Belum Jadi Tujuan Wisata, Kuansing Masih Perlu Banyak Berbenah Soal Pariwisata
- 449 ‎JCH Rohul Diberangkatkan ke Pekanbaru 20 Juli 2019, Berikut Jadwal Lengkapnya
- Nahas, Penonton Kejurda Balap Motor di Bengkalis Meninggal Dunia Setelah Tertabrak Crash Pembalap
- Tiga Besar API 2019, Ayo SMS Dukung Suligi Hill Aliantan Rohul
- Terpilih Secara Aklamasi, Stephen Sanjaya Pimpin PSMTI Riau Hingga 2023 Mendatang
- TNI AD Tanam Padi Hingga Bersihkan Jalan Desa di Riau
- Usaha Tambak Menjamur, Kalangan di Bengkalis Usul Diberlakukan Moratorium Pemberian Izin Baru
- HUT ke 73 Bhayangkara, Warga Kuansing Bisa Ikut Lomba Fotografi
- Tiga Ton Ikan Patin Dipanen KEM Batu Bersurat
- Pekan LHK 2019, APP Sinar Mas Group Tampilkan Produk UMKM dan Produk Ramah Lingkungan
- Cari Nahkoda Baru, Besok PSMTI Riau Taja Musprov IV
- Dinilai Berhasil, Ahmad Hijazi Diminta Melamar Jadi Sekda DKI Jakarta
- Mesra Saat Nonton Pacu Jalur, Pertanda Angin Segar Untuk Kepala BPKAD Dari Bupati Kuansing
- RAPP Bekali JCH Pelalawan dengan Perlengkapan Pribadi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com