Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Senin, 21 Oktober 2019 07:16
Tunggangi Trail, Bupati Kuansing Pimpin Parade Kebangsaan dan Merah Putih

Ahad, 20 Oktober 2019 18:00
DPRD Desak Pemkab Bengkalis Sampaikan RAPBD 2020

Ahad, 20 Oktober 2019 17:15
Gelar Konferensi IV, Ini Nama-Nama Calon Ketua PWI Rohil

Ahad, 20 Oktober 2019 17:12
Terkesan Diskriminasi,
Kalangan di Bengkalis Kecewa Beasiswa Pemprov Riau Abaikan PT di Pesisir


Ahad, 20 Oktober 2019 13:41
Bupati Kuansing Lepas Peserta Jelajah Alam Kota Jalur 6

Ahad, 20 Oktober 2019 12:47
Dihadiri Ratusan Kader Baru, DPD PKS Bengkalis Gelar TO

Ahad, 20 Oktober 2019 11:12
Setelah Dilaporkan, Rektor UIN Suska Bakal Hadapi Gelombang Protes Mahasiswanya Pekan Ini

Ahad, 20 Oktober 2019 11:07
Bupati Kuansing Hadiri Apel Pengamanan Jelang Pelantikan Presiden

Ahad, 20 Oktober 2019 09:25
Terjatuh dari Rakit Penyeberangan di Pulau Kijang, Mahasiswi UNISI Ditemukan Tewas

Sabtu, 19 Oktober 2019 19:50
Tingkatkan Ekonomi,
Ratusan Petani di Bengkalis Belajar Budi Daya Labu Madu Hana


loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 12 Juli 2019 16:42
GAMK Kembali Desak Kejati Periksa Mursini Bupati Kuansing

Diduga terlibat kasus gratifikasi internet Icon+, anak-anak muda Kuansing yang tergabung dalam GAMK, mendesak Kejati Riau memanggil Bupati Mursini untuk diperiksa.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Gerakan Anak Muda Kuansing (GAMK) kembali menggelar aksi di Kejati Riau, mendesak agar dilakukan pemanggilan terhadap Mursini Bupati Kuansing terkait dugaan gratifikasi internet Icon+.

Diaksi kali ini, Robi Priatama, selaku Kordum dalam orasinya kembali menanyakan perkembangan demo sebelumnya yang digelar, Jum'at (5/7/201) lalu.

< "Tadi kita kembali mendesak Kejati agar menangani dan memanggil Bupati Kuansing dan Dinas PMD terkait gratifikasi uang oleh icon+," ujar Robi Jum'at (12/7/2019) sore kepada riauterkini.com.

Kemudian, GAMK kata Robi, juga meminta Kejati memanggil sejumlah Kades untuk dimintai keterangan mengenai pengadaan jaringan optik icon+ ini.

Mengenai pengadaan icon+ ini kepada Kejati pihak GAMK dalam aksi tadi siang juga menyampaikan adanya dugaan intervensi Dinas PMD terhadap Kades untuk mengubah APBDES tanpa harus dimusyawarahkan, agar program jaringan icon+ ini bisa berjalan.

"Selain itu kita juga menanyakan adanya dugaan intervensi Bupati ke Desa untuk penandatanganan kontrak MoU dengan perusahaan icon+ di SMA Pintar tahun 2017 lalu," jelasya.

Lebih lanjut Robi mengatakan, berdasarkan info yang terima dari berbagai sumber bahwasanya apa yang di persentase kan oleh icon+ tidak sesuai setelah pemasangan.

"Contoh nya jaringan lelet, website tidak ada, dan icon+ ini akan mengadakan pelatihan akan tetapi pelatihan tersebut juga tidak ada, sedangkan pembayaran dibebankan kepada Desa begitu besar sementara Desa tidak puas menikmati fasilitas dari icon+ dan anggaran icon+ ini juga diduga mark up," terangnya.

Dari pernyataan sikap GAMK yang di sampaikan Robi Priatama selaku Kordum aksi pihaknya mendesak Kejati untuk memanggil Bupati Kuansing H. Mursini, Dinas PMD dan Kepala Desa.

Melalui pemberitaan sebelumnya, Robi Priatama, meminta Plt. Kadis Dinsos PMD Napisman untuk tidak ikut-ikutan membela Mursini, sebab menurutnya lebih baik menerangkan kepada publik terkait dugaan kasus penyelewengan icon+ ini.

"Bukan malahan unjuk diri di publik lalu bicara bahwa mahasiswa bohong. Kalau begini justru kami menduga bahwa Napisman Plt. Kadis Dinsos PMD ikut bermain dalam putaran uang kotor yang dikutip pertahun dari dana Desa," cocor Robi.

Sementara, Plt. Kadis PMD sebelumnya ketika dikonfirmasi terkait masalah ini, merasa heran dan mempertanyakan legalitas seperti apa yang dimaksud GAMK. "Ndak faham saya apa yang disebut bodong oleh adik-adibtuh. Tidak ada yang bodong penyediaan internet jelas ada: ICON+," jelasnya.

Menurutnya, siapa saja punya hak untuk menyampaikan pendapat, namun apa yang disampaikan itu kata dia tidak benar sama sekali.

"Soal angka 3 juta, kemungkinan itu adalah harga yang tertuang dlm MoU antara desa dengan penyedia jaringan," terangnya.

Untuk MoU ini kata Nafisman berlaku 3 tahun, penyedia memasang jaringan internet fiber optik dan desa berlangganan dengan harga tertentu selama 3 tahun. Untuk biaya tahun ke empatnya kata dia akan dibicarakan lagi oleh kedua belah pihak.

"Sayangnya dipertengahan jalan MoU itu tidak berjalan dengan mulus, ICON+ belum dapat memberikan layanan sesuai rencana, lalu kemudian desa banyak yang mengundurkan diri dari kerjasama tersebut," pungkasnya.* (Jok)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Tunggangi Trail, Bupati Kuansing Pimpin Parade Kebangsaan dan Merah Putih
- DPRD Desak Pemkab Bengkalis Sampaikan RAPBD 2020
- Gelar Konferensi IV, Ini Nama-Nama Calon Ketua PWI Rohil
- Tingkatkan Ekonomi,
Ratusan Petani di Bengkalis Belajar Budi Daya Labu Madu Hana

- Bupati Mursini Buka Gebyar Fisika Tingkat Kabupaten
- Tak Kunjung Bayar Pesangon, Mantan Karyawan Ancam Duduki Kantor PT SRK di Inhu
- Bupati Kuansing Hadiri Karnaval Budaya Dalam Rangka Peringatan Sumpah Pemuda
- Pengelolaan SMA, DPRD Bengkalis Pertanyakan Kewenangan Disdik Riau
- BLP Barang/Jasa Setdakab Rohul Adakan Bimtek Persiapan Uji Kompetensi untuk PPK, Pokja, dan PP
- Ada Apa Calon Dirut PD Rohul Jaya dan Dewan Pengawas‎ Belum juga Diumumkan
- All Biker Bengkalis Anti Unras Anarkis dan Terorisme
- Kolaborasi Dengan SD Islam As Shofa,
ACT dan Yayasan Fajar Imran Azzahra Galang Dana Untuk Korban Bencana

- Azan Berkumandang, Dandim Inhil Spontan Hentikan Sambutan
- Azan Berkumandang, Dandim Inhil Spontan Hentikan Sambutan
- Harapkan Saran, Dandim Inhil Silaturrami Bersama Insan Pers
- Jaga Kamtibmas Jelang Pelantikan Presiden, TNI dan Polri di Rohul Kompak Patroli Bersama
- Penyiar Agama Imbau Warga Bengkalis Tidak Terpancing Isu Menyesatkan
- Tujuh Orang BEM UR Gelar Aksi Keprihatinan KPK
- Mantan Dara Riau 2007 Pimpin IKK DPRD Kuansing
- Pelantikan Pengurus STM Riau Kompleks PT RAPP


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com