Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 23 Agustus 2019 11:01
Hasil.Cek Lapangan, Kapolda Pastikan Kebakaran Lahan Disengaja

Jum’at, 23 Agustus 2019 10:53
Puluhan Staf Bawaslu Bengkalis Ikuti Diklat Kapasitas SDM

Jum’at, 23 Agustus 2019 10:50
Panitera PN Bengkalis Dimutasi

Jum’at, 23 Agustus 2019 10:42
Digelar Besok, Festival Mangonang Kampuong Lamo di Pulau Gadang Kampar Akan Dihadiri Ribuan Peserta

Jum’at, 23 Agustus 2019 09:31
Saran KPK, Disdik Riau Sebar Edaran Larangan Pungutan Komite Sekolah

Jum’at, 23 Agustus 2019 08:47
Pedayung Asal Kuansing Bersama Tim Indonesia Juara Dunia di Thailand

Kamis, 22 Agustus 2019 21:37
Resah dengan Konflik di Perbatasan,
Nelayan Panipahan Rencanakan Pertemuan dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI


Kamis, 22 Agustus 2019 21:32
Sah, AMSI Wilayah Riau Terverifikasi Faktual!

Kamis, 22 Agustus 2019 21:06
Terjerat Korupsi Pengadaan Alkes,
Banding Dikabulkan, Pengadilan Tinggi Riau Bebaskan Tiga Dokter RSUD Arifin Achmad


Kamis, 22 Agustus 2019 18:17
Walau Titik Api Bertambah Jumlah Penderita ISPA di Inhu Justru Menurun

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 15 Agustus 2019 09:47
Pelaksana Proyek Perpustakaan Kuansing Ternyata Pernah Bermasalah di Sumbar

Pelaksana proyek Pustaka Daerah Kuansing PT. Arindo Jayatama Raya tidak hanya di Kuansing diduga pernah gagal beton membangun proyek. Ternyata di Sumbar tahun 2016 juga pernah bermasalah.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Pelaksana proyek Pustaka Daerah Kuansing PT. Arindo Jayatama Raya tidak hanya di Kuansing diduga pernah gagal beton membangun proyek. Ternyata di Sumbar tahun 2016 juga pernah bermasalah.

Seperti dilansir dari Dirgantara online perusahaan ini bermasalah mengerjakan beberapa item pembangunan turap Sekeliling Air Dingin Lubuk Minturun Kota Padang tahun 2016 disebutkan sarat akan penyimpangan.

Proyek ini dikelola Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Disosnaker) Kota Padang dengan pagu dana Rp3.032.080.500 bersumber dari APBN. Pelaksananya saat itu adalah PT. Arindo Jayatama Raya, yang saat ini jadi pelaksana proyek Perpustakaan Daerah Kuansing.

Sarat penyimpangan proyek turap ini dijelaskan media tersebut, semestinya galian menggunakan alat berat dan dilakukan pemancangan cerucuk, pasang batu, pasang ijuk, pasang wife hole, bekisting, pembesian, cor beton k-225 beyon k-175, siaran, acian beton dan timbunan bekas galian.

Akan tetapi kenyataan di lapangan, galian tanah berbatu dilakukan secara manual dan mutu beton untuk k-225 dan k-175 diragukan.

Kemudian gambar kerja juga menyebutkan, untuk pasangan batu menggunakan semen, 1 semen portland (Pc): 3 pasir (Ps) atau 1 semen portland (Pc) 4 pasir. Pekerjaan untuk pagar/turap dan pondasi sekeliling meliputi pekerjaan pendahuluan terdiri dari mob-demobilasi, pembersihan lapangan dan pemasangan bowplank.

Kenyataan di lapangan, semua item pekerjaan yang tertera dalam gambar kerja, banyak yang dimainkan, bahkan ada yang tak dipasang sama sekali. Misalnya, tak ada ijuk untuk pekerjaan pasangan batu untuk turap.

Begitu juga ada adukan semen tak sesuai takaran, terbukti semen yang melekat pada pasangan batu terlihat rapuh dan kurang daya perekat. Begitu juga pasangan batu, untuk material menggunakan batu setempat dalam kondisi berbalut lumpur. Artinya, batu yang dipasang dan belum dibersihkan itu, berakibat tak punya daya perekat dan rentan ambruk.

Sementara di Kuansing pada tahun 2018 perusahaan ini juga diduga pernah gagal beton membangun SDN 018 Koto Taluk Kecamatan Kuantan Tengah. Hal ini juga diakui Kadis Pendidikan Kuansing Jupirman. Menurutnya memang awalnya beton tak mau kering. Namun, akhirnya dilakukan perbaikan tanpa mengganti besi akan tetapi dilakukan penambahan.

Kini perusahaan yang sama ini kembali menjadi pelaksana proyek, sehingga mendapat kritikan dari praktisi hukum Kuansing Zubirman, SH. Menurutnya, jelas perusahaan ini bermasalah dalam melaksanakan pekerjaan. Namun, masih tetap dimenangkan dalam lelang.

Untuk itu, ia minta aparat pemegak hukum menelisik masalah ini, mengapa perusahaan ini bisa dimenangkan. "Dalam hal ini kita minta aparat memeriksa dokumen-dokumen proses lelang biar ada titik terang, agar tidak menggelinding menjadi bola panas. Maka kita minta aparat bertindak," tegasnya, Kamis (15/8/19).

Terkait pemenangan tender proyek ini, Kabag Pembangunan Kuansing Andre Yama, selaku penangggungjawab ULP sebelumnya memastikan tidak ada permainan dalam pemenangan proyek ini.

Karena menurutnya, evaluasi berdasarkan dokumen penawaran yang disampaikan rekanan sehingga perusahaan yang memenuhi syaratlah yang ditetapkan sebagai pemenang.

Sementara pelaksana proyek Jondri Sahwana, dikonfirmasi Senin (12/8/2019) via WhatsApp terkait perusahaan yang sama memenangkan proyek Perpustakaan dan SDN 018 Koto Taluk Kecamatan Kuantan Tengah, hingga kini belum memberikan jawaban. * (Jok)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Puluhan Staf Bawaslu Bengkalis Ikuti Diklat Kapasitas SDM
- Panitera PN Bengkalis Dimutasi
- Digelar Besok, Festival Mangonang Kampuong Lamo di Pulau Gadang Kampar Akan Dihadiri Ribuan Peserta
- Resah dengan Konflik di Perbatasan,
Nelayan Panipahan Rencanakan Pertemuan dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI

- Sah, AMSI Wilayah Riau Terverifikasi Faktual!
- Walau Titik Api Bertambah Jumlah Penderita ISPA di Inhu Justru Menurun
- Mahasiswa Dua PT di Bengkalis Wakili Riau Lomba Mengelas Nasional
- 558 Mahasiswa UPP Rohul Diwisuda, Irsadul Halim Sebagai Pemuncak
- Dianggarkan 10,6 Miliar, Pengadaan Meubelair Kantor Polda Mulai Dilelang
- Rio Akbar Bersama Tim Persembahkan Medali Emas Untuk Negara
- Kunker ke Bengkalis, Ini Pesan Danrem 031/WB ke Prajurit Kodim 0303
- Tahun Depan, 235 PNS Pemkab Bengkalis Pensiun
- Dewan Pers-Kementrian PPPA RI Sosialisasikan Standar Berita Ramah Anak
- Danrem 031/Wirabima Kunker ke Bengkalis
- Ngopi Saat Jam Kerja, Empat ASN dan Dua Honorer Pemkab Inhu Diamankan Satpol PP
- Batas Akhir Persiapan Pilkada 2020 Bengkalis September 2019
- Tugas Panitia Rayon IV Tuntas, Hadiah pacu Jalur Masih Terkendala di Dinas Pariwisata
- 2020 FPJ Masuk Kalender Pariwisata Nasional, Ketua DPRD Apresiasi Menteri Pariwisata RI
- Pembukaan FPJ Tahun 2019 Catat Dua Rekor MURI Sekaligus
- Terkait Permasalahan Sungai Hulubandar, Lurah Pelalawan Akan Kumpulkan Para Tokoh


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com