Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Senin, 23 September 2019 11:53
Besok, Susunan Ketua Fraksi DPRD Kuansing Diumumkan

Senin, 23 September 2019 10:50
Riau Darurat Asap, Pemko dan Pemkab Serta Perusahaan Diminta Bikin Posko Evakuasi

Senin, 23 September 2019 10:46
Asap Tebal, Belum Ada Pesawat Mendarat di SSK

Senin, 23 September 2019 09:58
Gubernur Umumkan Riau Darurat Pencemaran Udara Akibat Asap

Senin, 23 September 2019 09:06
Musim Asap, Libur Sekolah Rohil Tanpa Kepastian

Senin, 23 September 2019 07:57
Dikepung 256 Titik Panas, Asap Masih Pekat Selimuti Riau

Senin, 23 September 2019 07:10
Dilantik Hari ini, Mengenal Ketua dan Dua Wakil Ketua DPRD Pelalawan

Ahad, 22 September 2019 21:04
Riau Dikepung Asap, WCD Riau tetap Lakukan Aksi Bersih-bersih

Ahad, 22 September 2019 20:57
Lanjut di Tengah Kabut Asap,
Pembalap BSP Siak Juarai Etape Akhir di Tour de Siak 2019


Ahad, 22 September 2019 20:13
Asap Kian Pekat, Dua Kali PKKBM dan Masta Umri Ditunda

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 19 Agustus 2019 09:07
Antropolog Dorong Kelurahan Pelalawan Dijadikan Situs Sejarah

Untuk melindungi bukti-bukti keberadaan Kerajaan Pelalawan, antropolog mendorong Kelurahan Pelalawan diusulkan jadi situs sejarah.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI- Dalam rangka melindungi, menjaga dan menggali bukti bukti sejarah yang lebih luas maka sebaiknya kawasan Kelurahan Pelalawan, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten harus di usulkan dan dijadikan kawasan situs sejarah oleh pemerintah.

"Jika daerah ini di tetapkan sebagai kawasan situs sejarah maka daerah ini akan lebih terjaga dari tindakan tindakan pengrusakan yang tidak bertanggung jawab," terang antropolog asal Riau, Sobri, S.IP, MS ketika menanggapi masih banyaknya peninggalan sejarah yang ada di bekas Kerajaan Pelalawan, dan rusaknya areal seperti Sungai Hulubandar yang diyakini begitu banyak memendam barang-barang yang dapat memberi petunjuk lebih lengkap mengenai perkembangan Kerajaan Pelalawan sejak awalnya, Senin (19/8/19).

Bukan saja tindakan pengrusakan tindakan pembangunannya pun harus mrmperhatikan titik-titik tertentu agar benda-benda yang dapat dijadikan bukti sejarah tidak sampai di ciderai.

"Kawasan situs sejarah biasanya akan benar-benar dilindungi, bagi kelurahan Pelalawan hal itu amat mungkin dijadikan kawasan situs sejarah," katanya.

Bukan saja Pelalawan, tetapi beberapa kawasan lain yang ada di Riau sebaiknya di usulkan seperti kawasan benteng tujuh lapis di Rohul, kawasan istana Siak dan yang lainnya.

Sebagaimana di ketahui bahwa dalam catatan tentang berdirinya Kerajaan Pelalawan menyebutkan bahwa Kerajaan Pelalawan baru berdiri di areal Kelurahan Pelalawan sekarang ini baru pada abad ke-17.

Sementara berdasarkan temuan bend-benda terutama dari areal dasar Sungai Hulubandar memberikan gambaran bahwa kawasan ini sudah aktif sebagai kawasan perdagangan sejak abat 12 dan kemungkinan besar jauh sebelum itu.

Berapa temuan masyarakat, seperti peralatan rumah tangga, adanya tiang-tiang bekas bangunan di kiri kanan Hulubandar, seperti di sekitar desa Lalang Kabung, adanya perkuburan di banyak tempat memberikan gambaran pula bahwa kawasan ini dulunya adalah sebuah bandar pemukiman dan juga kawasan perdagangan yang sangat aktif.

Masalahnya hingga hari ini memang belum ada upaya dari pemerintah untuk menggali lebih jauh terhadap berbagai peninggalan sejarah itu untuk dapat mengetahui berbagaihal tentang masa lalu kerajaan ini secara Lebih pasti.

Pada sisi lain, sejumlah kawasan yang menjadi titik sumber informasi sejarah yang masih ada kondisinya semakin lama semakin buruk akibat ulah tindakan berbagai pihak yang tidak mengerti.

Menanggapi kondisi ini, Sobari yang juga dosen kriminolog UIR itu menyebutkan kawasan kerajaan Pelalawan itu sangat memungkinkan untuk dijadikan kawasan situs sejarah.

"Pemda tinggal melakukan kajian akademik, lalu bersama DPRD membuatkan Perda penetapan kawasan situs sejarah," ujarnya.

"Langkah berikutnya mengajukan ke pemerintah pusat untuk dapat pula kawasan situs sejarah yang di ajukan menjadi kawasan situs sejarah nasional," ujarnya.

Kandidat Doktor Universitas Malaya Malaysia ini menegaskan, dengan ditetapkan sebagai kawasan situs sejarah maka,kawasan serta kemungkinan berbagai barang yang masih ada sebagai petunjuk akan lebih dapat terjaga tentunya sambil menggali informasi sebanyak mungkin melalui kerja para arkeolog.

Sobri juga menyarankan langkah untuk penyelamatan itu sebaiknya secepatnya dapat dilakukan, pada konteks yang lain dengan di tetapkannya sebagai kawasan situs sejarah maka orientasi pengembangan pariwisata di kawasan ini akan lebih baik.***(feb)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Riau Dikepung Asap, WCD Riau tetap Lakukan Aksi Bersih-bersih
- Bencana Kabut Asap, Volunteer Earth Hour Pekanbaru Salurkan Bantuan
- Dompet Dhuafa Riau dan Komunitas TDA Beri Layanan Kesehatan Gratis bagi Masyarakat Terdampak Asap
- Berharap Langit Biru,
RT, RW dan LPMK Duri Timur Bagikan Masker

- Gubri Serukan Bupati/Walikota Gelar Salat Istisqo Serentak
- Jika Tak Dapat Partai, Syafril-Sihol Bertekad Maju Jalur Independen di Pilkada Rohil
- Waspada, Kabut Asapdi Riau Kiriman Jambi
- Berbatasan dengan Lahan PT THIP, Polsek Teluk Meranti Baru Kemarin, Segel Lahan Terbakar Didesa Gambut Mutiara
- Pemerhati Sosial Kuansing Menduga Pembakaran Lahan Karena Disengaja
- Ratusan Mahasiswa Dibekali Pengetahuan Cerdas Menggunakan Obat Dinkes Bengkalis
- Jadi Ajang Tingkatkan Kekompakan, TMC Rayakan Hari Jadi Perdananya
- Dirujuk ke Padang, Bayi Arifin Penderita Kelainan Pembuluh Darah Akan Dirawat di RSUD M Jamil
- PT Asian Agri 'All Out' Turunkan RPK Padamkan Karhutlah di KM 10 Koridor Langgam
- Kualitas Udara Semakin Memburuk, PSMTI Bagikan 2000 Masker
- Ikasmansa Pekanbaru Bagi-bagi Paket Masker Berisi Susu dan Vitamin
- Peduli Karlahut, Pertamina EP Lirik Field Inhu Bantu Logistik Pemadam Api
- Bupati Serahkan Bantuan untuk Pembangunan Rumah Warga yang Terbakar
- Untuk Korban Terdampak Asap di Duri,
Ketua DPRD Sementara Bengkalis Terima Donasi Ponpes Terpadu Al Kahfi Bogor

- Bupati Kuansing Bantu Korban Rumah Terbakar
- Ribuan Masyarakat Ikut Istiqosah Kebangsaan di Masjid Raya An-Nur. Pekanbaru


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com