Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Selasa, 15 Oktober 2019 09:14
Enam Wilayah Termasuk Pekanbaru Malam Nanti Diperkirakan Hujan Diserta Angin Kencang

Selasa, 15 Oktober 2019 07:33
Bupati Kuansing Tinjau Rumah Rusak Diterjang Angin di Air Mas

Senin, 14 Oktober 2019 21:25
Peneliti New Zeland Kuak Keberadan Rel Kereta Api dan Gua Peninggalan Jepang di Kuansing

Senin, 14 Oktober 2019 20:53
2019, BI Kpw Riau Buka 4 Gerai BI Corner

Senin, 14 Oktober 2019 20:51
1.260 Peserta Sudah Mendaftar Gowes Nusantara Inhu

Senin, 14 Oktober 2019 20:45
Demokrat Bengkalis Buka Penjaringan Kepala Daerah

Senin, 14 Oktober 2019 20:12
Pimpinan PD Ramai Tak Hadir, Komisi II DPRD Bengkalis Batalkan Dengar Pendapat

Senin, 14 Oktober 2019 18:27
Bupati Rohul Resmikan Stadion Mini dan Melantik Anggota BPD Sangkir Indah

Senin, 14 Oktober 2019 17:23
Telkomsel Terima Penghargaan Dari Pemerintah Kabupaten Natuna

Senin, 14 Oktober 2019 17:16
Partai Demokrat Buka Penjaringan Balon Bupati dan Wabup Rohul 2020-2025, ini Persyaratannya

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 23 Agustus 2019 14:00
Razia Hiburan Malam, Kasat Pol PP dan Kabid Berantas BNNP Nyaris Adu Jotos

Terjadi ketegangan saat Satpol PP Kota Pekanbaru tengah menggelar razia di Grand Dragon Pekanbaru. Pasalnya Kasat Pol PP Agus Pramono yang saat itu memimpin bersitegang dengan Kabid Penindakan dan Berantas BNNP Roau, Kombes Pol Iwan Eka Putra.

Riauterkini - PEKANBARU - Terjadi ketegangan saat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekanbaru tengah menggelar razia di Grand Dragon Pekanbaru. Pasalnya Kasat Pol PP, Agus Pramono yang saat itu memimpin gekaran bersitegang dengan Kabid Penindakan dan Berantas BNNP Roau, Kombes Pol Iwan Eka Putra. Razia tersebut dilakukan pada Jumat (23/08/19) dini hari.

Agus menjelaskan, razia diawali di beberapa warung remang-remang yang kemudian sampai di tempat hiburan malam Grand Dragon itu. "Kita tengah razia tiba-tiba datang pria sambil marah-marah, saya tidak tahu dia siapa awalnya," katanya.

“Dia tanya ke saya, saya jawab bahwa saya Kasat Pol PP Pekanbaru sedang penertiban di sini. Eh dia malah jawab tidak ada gunanya penertiban yang kami lakukan. Loh dia siapa memangnya, apa sebagai beking atau orang lagi mabuk? Makanya saya tanya dia siapa,” tambah agus.

Ia merinci, Kombes Iwan saat itu juga tidak menjawab pertanyan yang dilontarkan Agus terkait siapa dirinya. Malahan Agus mengaku mendengar ada kalimat ancaman yang keluar dari pria yang saat itu mengenakan kaca mata dan berbaju biru.

“Saya ada dengar, dia mau menembak saya. Wah, itu kan tidak pantas, tembak saja, saya tidak takut. Saya bilang gitu. Dia langsung dibawa sama satpam Dragon ke Hotel Hollywod. Dia tidur di situ,” kata Agus.

Diteranfkan Agus, razia tersebut merupakan bentuk jawaban atas adanya desakan dari masyarakat yang resah dengan tempat hiburan yang beroperasi di Pekanbaru. Sebab, melebihi batas waktu.

“Dalam regulasi, jam 10 harus sudah berhenti dan tutup itu tempat hiburan malam. Bukan Dragon saja, semuanya. Dan saya menggelar penertiban jam 1 dini hari, sudah ada kelonggaran. Eh tiba-tiba Pak Iwan itu datang seolah-olah jadi beking, ngapain dia di situ coba. Kalau undercover, harusnya pergi saja saat kami bertugas, jangan marah-marah. Saya juga pernah tugas di intel," tegasnya.

Sementara, Kombes Iwan saat dikonfirmasi riauterkini.com menjelaskan peristiwa itu hanya sekedar miskomunikasi saja. Ia berada di tempat hiburan itu dalam rangka tugas.

"Hanya miskomunikasi, dan sudah selesai. Memang saya sdg ada target disana," Ujarnya.

Dikatakannya, akibat miskomunikasi itu Ia kehilangan target operasinya yang akan melakukan transaksi narkoba jenis pil ekstasi sebanyak 5000 butir.

"Kami kehilngan 5000 butir ekstasi yang akan tersebar di Riau," Terangnya.

Sementara, terkait kenapa Ia tidak langsung pergi meninggalkan lokasi dengan adanya operasi razia tersebut, Iwan mengaku mau dibawa dan tidak bersedia. Karena Ia tengah mengatur strategi untuk menangkap target yang alan bertransaksi itu.

"Saya atur anggota untuk berpencar di tempat-tempat yang memungkinkan jika pelaku kabur. Pas keluar lift, saya dihentikan (Satpol PP), ditanya ngapain di sini. Tidak mungkin saya jawab lagi penyelidikan, namanya juga undercover," tutupnya.***(rul)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Enam Wilayah Termasuk Pekanbaru Malam Nanti Diperkirakan Hujan Diserta Angin Kencang
- Peneliti New Zeland Kuak Keberadan Rel Kereta Api dan Gua Peninggalan Jepang di Kuansing
- 2019, BI Kpw Riau Buka 4 Gerai BI Corner
- 1.260 Peserta Sudah Mendaftar Gowes Nusantara Inhu
- Pimpinan PD Ramai Tak Hadir, Komisi II DPRD Bengkalis Batalkan Dengar Pendapat
- Usulan Pemekaran Desa di Bengkalis Terus Bertambah
- Siap Bersaing, UMKM di Bengkalis Penting Miliki Sertifikasi
- Perbaikan dan Penggeseran Badan Jalan Lintas Rengat-Tembilahan Masih Terkendala
- Fahmizal Usman Besok Dilantik Sebagai Asisten Deputy Pengembangan Pemasaran Kemenpar RI
- Pengunjung Kecewa, Panitia Pelalawan Expo 2019 Sampaikan Permohonan Maaf 
- Sempena HUT ke-20 Kabupaten, PT RAPP Raih Penghargaan Program Kampung Iklim di Pelalawan dan Siak
- Sound Sistem Buruk Bikin Penampilan Nissa Sabyan di HUT ke-20 Pelalawan Menyebalkan
- Hari Jadi ke-20 Kabupaten Rohul Ditutup dengan Pesta Kembang Api, Hiburan Rakyat dan Wali Band
- "Satu, Dua, Tiga!",
Masyarakat Bengkalis Masih Pertahankan Tradisi Gotong Royong

- MUI Bengkalis Imbau Masyarakat Jaga Persatuan dan Kesatuan
- Riau Sabet Juara Dua dan Tiga Pada PKN 2019
- HUT ke 20 Kuansing, Bupati Ajak Seluruh Elemen Samakan Persepsi Untuk Kemajuan Kuansing
- Tak Ingin Karhutla Terulang, Pemerintah Gencarkan Sosialisasi ke Masyarakat
- Wagubri Bangga dengan Kemajuan Kabupaten Rohul di Usia ke-20 Tahun
- Pa‎ripurna Hari Jadi ke-20 Kabupaten Rohul, Ketua DPRD Rohul: SDM Perlu Ditingkatkan Pemkab


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com