Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Selasa, 17 September 2019 13:07
6.500l TNI- Polri Amankan Kunjungan Presiden di Riau

Selasa, 17 September 2019 11:24
Darurat Asap, Polsek Pangean di Kuansing Bagikan Masker Gratis

Selasa, 17 September 2019 10:45
Dinkes Bengkalis Bentuk 30 Posko Penanggulangan Kabut Asap

Selasa, 17 September 2019 10:37
Penambang Emas Liar di Kuansing Keruk Sungai Dekat Tiang Jembatan

Selasa, 17 September 2019 09:56
Buka Posko, Human Initiative Riau Siap Obati Korban Kabut Asap

Selasa, 17 September 2019 08:56
Sebelum Tinjau Karlahut Presiden Ikut Sholat Istisqa di Masjid Lanud RSN

Selasa, 17 September 2019 08:32
Asap Kian Pekat, Jarak Pandang di Riau Umumnya tak Sampai Sekilo Meter

Selasa, 17 September 2019 07:10
Ditutup, 15 Pendaftar Siap Jalani Seleksi jadi Sekdaprov Riau

Selasa, 17 September 2019 00:26
Tengku Zulkenedy Yusuf, Anggota DPRD Termuda di Riau dari PKS Resmi di Lantik

Senin, 16 September 2019 21:43
Belum Maksimal Tangani Karhutla,
Presiden Sentil Pejabat Daerah Hingga Perangkat Paling Bawah


loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 24 Agustus 2019 21:16
Festival Mangonang Kampuong Lamo,
Kisah Pilu Masyarakat Pulau Godang, Kampar Meniggalkan Tanah Leluhur untuk Listrik Negara


Ribuan asyarakat Kenagarian Pulau Godang di Desa Pulau Gadang, kampar gelar Festival Mangonang Kampuong Lamo. Acara ini digelar untuk merayakan HUT pemindahan pemukiman yang kini telah tenggelam menjadi waduk PLTA.

Koto Masojik Kampuong Suboghang
Tompek Suluok Anak Nagoghi
Adonyo PLTA Koto Panjang
Bontuok sumbangsih kami untuok ibu pertiwi


Begitulah cuplikan pantun yang dibacakan oleh pembawa acara pada rangkaian Festival Mangonang Kampuong Lamo yang dihadiri ribuan masyarakat Kenagarian Pulau Godang di Desa Pulau Gadang, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Sabtu (24/8/2019). Festival ini digelar untuk merayakan hari ulang tahun pemindahan pemukiman Desa Pulau Gadang ke pemukiman baru yang ke-27 tahun.

Cuplikan pantun yang telah membuat banyak orang meneteskan air mata hari ini karena mengingat kampung lama yang kini telah tenggelam menjadi waduk akibat dampak pembangunan bendungan sebagai sumber Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang. Bagi masyarakat di desa ini, menggelar festival ini bukanlah hanya sekedar hura-hura namun kegiatan ini penuh makna. Bagi generasi yang lahir sebelum tahun 1990 pasti merasakan bagaimana suasana kehidupan di kampung lama saat pemukiman berada di sepanjang aliran Sungai Kampar. Saat ini betapa rindunya masyarakat akan tanah kelahiran.

Tokoh masyarakat Pulau Gadang Syofian,SH, MH Datuk Majo Sati didampingi Kepala Desa Pulau Gadang Abdul Razak Datuk Majo Kampau kepada wartawan usai pelaksanaan upacara hari ulang tahun pemindahan Desa Pulau Gadang mengatakan, diacara ini tersirat makna filosofis bahwa masyarakat Pulau Gadang pindah ke pemukiman baru saat ini bukan sembarang pindah sebab pindah ini tetap membawa adat istiadat budaya lokal yang telah tertanam sejak zaman dahulu beserta ajaran agama yang begitu kental. "Diacara ini kami manifestasikan dalam bentuk drama kolosal, pawai budaya, atraksi-atraksi bahwa itulah kehidupan masyarakat kita di kampung lama dulu," beber Syofian.

Hal senada juga dikatakan Pucuk Adat Kenagarian Pulau Godang H Sawir, SP, MSi. Ia mengatakan, hari ini adalah momen yang kuar biasa karena mengingatkan kembali kehidupan dimasa lampau dan semangat untuk bersatu dimasa mendatang. "Masyarakat tumpah ruah. Di sini alim ulama, ninik mamak, cerdik pandai, pemerintahan dan masyarakat bersatu padu. Ini juga ditandai tegaknya tonggue, bendera kebesaran empat suku (Domo, Pitopang, Melayu dan Piliang,," beber Sawir.

Camat XIII Koto Kampar Rahmat Fajri, S.STP,MSi yang didaulat menjadi inspektur upacara berharap warga desa ini memanfaatkan segala potensi yang ada agar menjadi desa yang semakin maju. Ia berpesan seluruh elemen bersatu sehingga tak ada masalah yang tak bisa diselesaikan.

Mewakili pemerintah daerah, camat berjanji akan memberikan perhatian yang lebih untuk acara ini dan acara ini bisa dikemas lebih baik lagi.

Dari pantauan, sekitar tiga ribuan masuarakat telah memadati Jalan Poros Pulau Gadang untuk mengikuti rangkaian acara yang dimulai dengan pawai budaya dari halaman MTs Syekh H Jaafar menuju lokasi acara inti di Lapangan Kusuma Bantolo.

Sebagian besar peserta pawai menggunakan pakaian jadul atau pakaian lama era tahun 1970 hingga 1990an. Diantara mereka juga tampak membawa perbagai peralatan rumah tangga masa lalu, peralatan membuka hutan untuk membuat ladang, peralatan menangkap ikan tradisional dan lainnya.

Alat-alat ini juga digunakan sebagai pendukung pada pementasan drama yang dibawakan keempat dusun. Dusun I membawakan drama tentang kehidupan menangkap ikan dimasa lalu saat masih bersentuhan dengan Sungai Kampar. Dusun II membawakan drama tentang tata cara meminang dan mengantarkan pengantin pria ke rumah mempelai wanita. Dusun III menceritakan kehidupan membuka hutan untuk membuat ladang kasang. Sedangkan Dusun IV membawakan drama tentang kehidupan masyarakat mencari uang dengan cara menjadi pemecah batu atau menokok batu.

Saat pertunjukan berlangsung banyak masyarakat yang meneteskan air mata dan ada kalanya masyarakat serta para tamu undangan tertawa terpingkal-pingkal melihat adegan yang lucu dari para pemain drama.

Atraksi lainnya juga berasal dari berbagai sekolah di Desa Pulau Gadang yang dimulai dari TK Harapan Pulau Gadang, SDN 006 Pulau Gadang, SDN 007 Pulau Gadang, MTs Syekh H Jaafar, SMPN 3XIII Koto Kampar dan SMAN 2 XIII Koto Kampar.*(man)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Buka Posko, Human Initiative Riau Siap Obati Korban Kabut Asap
- Sebelum Tinjau Karlahut Presiden Ikut Sholat Istisqa di Masjid Lanud RSN
- Ditutup, 15 Pendaftar Siap Jalani Seleksi jadi Sekdaprov Riau
- Belum Maksimal Tangani Karhutla,
Presiden Sentil Pejabat Daerah Hingga Perangkat Paling Bawah

- Terkait Asap Riau, LAM Riau Keluarkan Warkah Untuk Presiden Jokowi
- Tiba didi Pekanbaru, Presiden Langsung Gelar Rapat Bersama Pejabat Pusat dan Riau di Novotel
- Mahasiswa Duduki Gedung DPRD Riau
- Posko RSUR Terima 60 Pasien Terdampak Asap Perhari
- Tingkatkan Kinerja, Sekwan Kuansing Gelar Rapat Staf
- Tiba Sore, Gubri Siapkan Sejumlah Persoalan Diadukan ke Presiden
- Diikuti Ribuan Warga, Pemkab Kuansing Gelar Sholat Istisqa
- Balai Bahasa Riau Gelar Penyuluhan Bahasa Indonesia
- Baleho Dipasang, Presiden Dijadwalkan Sore Hari Tiba di Pekanbaru
- Kemarau Berlanjut, Bupati Kuansing Himbau Masyarakat Sholat Istisqa
- Udara Pekanbaru Tidak Sehat, TRCI Chapter Riau Bagikan 1500
- Tunggu Arahan Pemegang Saham, Seleksi Empat Jabatan Tinggi BRK Belum Juga Dimulai
- Beri Motivasi Penerima Beasiswa,
Direktur RAPP: Percaya Diri dan Pantang Menyerah Kunci Suksesnya

- Beroperasi 24 Jam, Gubri Tinjau Posko Kesehatan Karhutla
- Gubri Merasa Aneh Saat Memadamkan Karhutla Bersama Panglima TNI di Pelalawan
- Panglima TNI Nginap Lagi,
Besok Presiden Dijadwalkan ke Pekanbaru



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com