Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Selasa, 17 September 2019 00:26
Tengku Zulkenedy Yusuf, Anggota DPRD Termuda di Riau dari PKS Resmi di Lantik

Senin, 16 September 2019 21:43
Belum Maksimal Tangani Karhutla,
Presiden Sentil Pejabat Daerah Hingga Perangkat Paling Bawah


Senin, 16 September 2019 21:13
40 Anggota DPRD Siak 2019-2024 Dilantik, Zulkifli Jadi Ketua Sementara

Senin, 16 September 2019 21:09
Terkait Asap Riau, LAM Riau Keluarkan Warkah Untuk Presiden Jokowi

Senin, 16 September 2019 20:17
Wakil Rakyat Kepulauan Meranti Periode 2019-2024 Resmi di Lantik

Senin, 16 September 2019 20:15
Sidang Paripurna Perdana Pasca Pengambilan Sumpah, DPRD Bengkalis Bentuk Fraksi

Senin, 16 September 2019 20:12
Pengurus DPC PDI Perjuangan Tinjau Posko Kesehatan di Pangkalan Kerinci

Senin, 16 September 2019 20:05
Usai Bersumpah Berjanji, Enam Anggota DPRD Bengkalis Ini Langsung Tepuk Tepung Tawar

Senin, 16 September 2019 19:59
Tiba didi Pekanbaru, Presiden Langsung Gelar Rapat Bersama Pejabat Pusat dan Riau di Novotel

Senin, 16 September 2019 19:55
Demo Mahasiswa dan SAPMA PP Warnai Pelantikan Anggota DPRD Kepulauan Meranti Periode 2019-2024

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 11 September 2019 16:31
Cukong Dibiarkan Rakyat Dihukum,
Sindiran Khatib Sholat Istisqa Sindir Penegak Hukum dan Pemerintah


Khatib Sholat Istisqa Ustadz Saidul Amin yang digelar pagi tadi di halaman Kantor Gubernur Riau sindir aparat penegak hukum dan pemerintah dalam penanganan pelaku karhutla.

Riauterkini - PEKANBARU - Khatib Sholat Istisqa Ustadz Saidul Amin yang digelar pagi tadi di halaman Kantor Gubernur Riau sindir aparat penegak hukum dan pemerintah dalam penanganan pelaku Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Diantaranya ketidakadilan dalam memperlakukan hukum disebut menjadi benih yang ditanam untuk mengundang azab Allah SWT.

Dimana cukong-cukong besar itu berada di menara gading. Sementara rakyat kecil sering menjadi sasaran, untuk menghilangkan yang besar.

"Ketidakadilan seperti ini sesungguhnya juga mengundang azab dengan datangnya bencana. Seperti sabda Rasul, sesungguhnya telah hancur, binasa luluh lantak umat sebelum kamu penyebabnya karena ketidak adilan," kata Ustadz Saidul Amin, Rabu (11/9/19).

Menurut ustadz, jika yang melakukan kesalahan kelompok elit, maka kasusnya dipeti eskan. Akan tetapi yang melakukan kesalahan rakyat marjinal, maka hukum cepat-cepat ditegakan.

"Pelajaran ini harusnya dapat kita ambil bagaimana Rasul mengatakan jika anak ku Siti Fatimah mencuri, maka aku sendiri yang akan memotong tangannya. Inilah keadilan, tidak memandang siapa," ungkap ustadz Saidul.

Karena itu menurut Ustadz Saidul, jangan heran pembalakan liar, hutan atau lahan dibakar sepertinya sudah akrab dengan Riau. Tidak ditampikan, faktor lahir sangat erat kaitannya dengan bencana yang menimpa Riau, seperti kabut asap yang terjadi saat ini. Tetapi ada faktor lainnya yang juga tidak kalah penting. Yakni kemaksiatan dimana-mana.

Dicontohkan bagaimana, gempa bumi dan banjir bandang yang terjadi pada zaman Nabi Luth, bukan disebabkan rusaknya hutan menyebabkan rusaknya ekosistem. Atau gunung merapi erupsi karena faktor Alam. Tapi karena Allah murka dengan prilaku homo seksual umat Nabi Luth saat itu.

Banjir besar yang terjadi pada zaman Nabi Nuh bukan disebabkan karena hutan digunduli. Sebab saat itu belum ada alat berat atau pembukaan lahan besar-besaran untuk perkebunan. Penyebabnya tidak lain, Karena dosa-dosa yang dilakukan manusia. Mereka telah ingkar dengan perintah Allah dan rasulnya.

Selain itu, kabut tebal pada zaman Nabi Soleh, bukan Karena lahan yang terbakar atau kebun sawit, Karena saat itu hutan masih 'perawan' dan sawit juga belum ada. Namun asap tebal yang berubah menjadi petir lalu menyambar hingga memusnahkan manusia yang ingkar atas dosa-dosa dilakukan umat Nabi Soleh.

"Artinya, dosa manusia adalah benih yang kita tanam untuk mengundang azab dari Allah," tegas Ustadz Saidul.

Karena itu lanjut ustadz Saidul, timbulnya bencana asap yang terjadi saat ini sudah sangat komplek. Hutan kita bakar, bumi rusak, lalu dosa dan maksiat dipluhara. "Maka dari itu kita hanya menanti azab dari Allah," ujar Ustadz Saidul.*(mok)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Belum Maksimal Tangani Karhutla,
Presiden Sentil Pejabat Daerah Hingga Perangkat Paling Bawah

- Terkait Asap Riau, LAM Riau Keluarkan Warkah Untuk Presiden Jokowi
- Tiba didi Pekanbaru, Presiden Langsung Gelar Rapat Bersama Pejabat Pusat dan Riau di Novotel
- Mahasiswa Duduki Gedung DPRD Riau
- Posko RSUR Terima 60 Pasien Terdampak Asap Perhari
- Tingkatkan Kinerja, Sekwan Kuansing Gelar Rapat Staf
- Tiba Sore, Gubri Siapkan Sejumlah Persoalan Diadukan ke Presiden
- Diikuti Ribuan Warga, Pemkab Kuansing Gelar Sholat Istisqa
- Balai Bahasa Riau Gelar Penyuluhan Bahasa Indonesia
- Baleho Dipasang, Presiden Dijadwalkan Sore Hari Tiba di Pekanbaru
- Kemarau Berlanjut, Bupati Kuansing Himbau Masyarakat Sholat Istisqa
- Udara Pekanbaru Tidak Sehat, TRCI Chapter Riau Bagikan 1500
- Tunggu Arahan Pemegang Saham, Seleksi Empat Jabatan Tinggi BRK Belum Juga Dimulai
- Beri Motivasi Penerima Beasiswa,
Direktur RAPP: Percaya Diri dan Pantang Menyerah Kunci Suksesnya

- Beroperasi 24 Jam, Gubri Tinjau Posko Kesehatan Karhutla
- Gubri Merasa Aneh Saat Memadamkan Karhutla Bersama Panglima TNI di Pelalawan
- Panglima TNI Nginap Lagi,
Besok Presiden Dijadwalkan ke Pekanbaru

- Datangkan Artis Ibukota, PT TPP Gelar Hiburan Karyawan
- Memohon Diturunkan Hujan, Masyarakat Logas Tanah Darat, Kuansing Sholat Istisqa
- Bupati Mursini Hadiri Rakor Penanggulangan Karhutla Bersama Panglima TNI


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com