Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Rabu, 16 Oktober 2019 22:53
Terduga Pengedar di Ujung Batu Ditangkap, 18 Paket Sabu dan Mobil Avanza Disita

Rabu, 16 Oktober 2019 22:04
Melalui Rakor, DKP Rohul Susun ‎Peta Ketahanan dan Kerawanan Pangan

Rabu, 16 Oktober 2019 20:43
Ikasmansa Pekanbaru Segera Gelar Rakernas Kedua

Rabu, 16 Oktober 2019 20:05
Putra Sulung Bupati Harris Nyatakan Diri Maju di Pilkada 2020 Pelalawan

Rabu, 16 Oktober 2019 20:00
Diberangkatkan Umroh ACT, Pasutri Lansia di Duri Menangis Bahagia

Rabu, 16 Oktober 2019 17:53
Dukung Pertumbuhan Industri di Riau, Trakindo Gelar Roadshow 2019

Rabu, 16 Oktober 2019 17:39
RPH Pasirpangaraian Sudah Difungsikan, Tapi Masih Ada Pemilik TPH Tanpa Izin yang Bandel

Rabu, 16 Oktober 2019 17:04
Seorang Germo Ditangkap, Polisi Ungkap Prostitusi Anak di Mandau, Bengkalis

Rabu, 16 Oktober 2019 16:43
Peringati Hari Pangan Sedunia, BEM Fakultas Pertanian UPP Gelar Lomba Masak‎ di Kebun Sawit

Rabu, 16 Oktober 2019 15:22
Tim Unri Raih Medali Emas di Macau

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 16 September 2019 10:33
Balai Bahasa Riau Gelar Penyuluhan Bahasa Indonesia

Untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Indinesia sesuai kaidahnya, Balai Bahasa memberikan penyuluhan bahasa bagi jurnalis Riau.

Riauterkini-PEKANBARU- Untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia yang baik, Balai Bahasa Riau menggelar penyuluhan bahasa Indonesia bagi wartawan di Riau Senin (16/9/19). Puluhan wartawan dari berbagai media massa di Riau mengikuti kegiatan penyuluhan bahasa Indonesia.

Tujuan yang diharapkan dari kegiatan ini ialah agar dapat meningkatkan sikap positif terhadap penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar oleh wartawan dalam penulisan berita, dapat menambah wawasan wartawan terhadap permasalahan kaidah-kaidah kebahasaan dan dapat menularkan pengetahuan yang diperoleh wartawan kroada masyarakat luas melalui tulisan tulisannya yang di publis secara luas di medianya masing masing.

Kepala Balai Bahasa Riau, Songgo A Siruah mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan agar kaidah bahasa Indonesia menjadi bagian yang tidak terpisahkan di kalangan jurnalis di Riau. Diharapkan juga para jurnalis bisa memberikan pendidikan tentang kaidah berbahasa Indonesia bagi masyarakat luas.

"Di Indonesia hanya ada 3 bahasa. Bahasa daerah, bahasa asing dan bahasa Indonesia. Jadi tidak ada bahasa jurnalistik, baasa hukum, bahasa politik dan lainnya. Jadi dalam penulisannya, harus menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan ejaan yang di sempurnakan (EYD)," terangnya.

Menurutnya, ada dua sisi yang bertentangan dalam industri media massa. Dalam prakteknya, media massa sebagai alat kontrol, sebagai salah satu lembaga pendidikan seringkali tidak memaksimalkan kaidah berbahasa Indonesia. Alasannya, bahasa Indonesia kaku dan kurang diminati pembaca. Di sisi lain, industri media massa mengacu kepada keuntungan untuk membiayai keberlangsungan media.

"Kita berharap dengan hadirnya 2 pejabat yang juga tokoh pers, Ahmad Fitri dan Yoserizal Zein akan membawa pencerahan bagi kalangan jurnalis dalam penggunaan kaidah bahasa Indonesia di media massanya tetapi tetap diminati oleh pembaca," terangnya.

Kadis Kebudayaan Yoserizal Zein yang menjadi salah satu pembicara mengatakan bahwa banyak peraturan yang saling terkait yang mengatur perbahasa Indonesia. Namun pada prakteknya di lapangan, masih banyak yang tidak sesuai dalam aturannya.

"Seperti pada anugerah Adi Bahasa yang diperuntukkan bagi kepala dinas yang menggunakan bahasa Indonesia dan berbahasa sesuai dengan kaidahnya. Provinsi Jawa Tengah yang mendapatkan penghargaan tersebut. Riau yang konon kabarnya sebagai penyumbang kosa kata terbanyak di bahasa Indonesia, masuk dalam nominasi Adi Bahasa saja tidak. Saya jadi malu," katanya.

Ia menambahkan, terkait hal itu, ia sudah membicarakannya dengan pimpinan di Riau. Ia berharap ke depannya, semua pihak dapat berbahasa Indonesia sesuai dengan kaidahnya.

Ahmad Fitri dari Ombusdman sebagai salah satu pembicara mengatakan bahwa sebagai mantan wartawan, ada kerisauan yang muncul ketika ada kosa kata asing yang muncul di ruang publik. Seringkali kosa kata asing sulit dipahami oleh pembaca/konsumen media massa.

"Dalam UU no 24 pasal 30 mengatakan bahwa bahasa Indonesia wajib digunakan dalam pelayanan administrasi publik di instansi pemerintah. Saya sebagai ombudsman juga menjadi pengguna pelayanan publik sering mendapatkan adanya penggunaan istilah istilah bahasa asing di ruang publik," terangnya.*(H-we)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Ikasmansa Pekanbaru Segera Gelar Rakernas Kedua
- Diberangkatkan Umroh ACT, Pasutri Lansia di Duri Menangis Bahagia
- RPH Pasirpangaraian Sudah Difungsikan, Tapi Masih Ada Pemilik TPH Tanpa Izin yang Bandel
- Tim Unri Raih Medali Emas di Macau
- Laluntas Terganggu Akibat Pohon Tumbang Karena Angin Kencang
- Bupati Mursini Buka KLHS Bahas RTRW Kuansing 2019-2039
- Kabupaten Rohul Kembali Terima 475 RLH dari Kemenpera‎ untuk 17 Desa
- Hari Pertama, 1.648 Wajib Pajak Peroleh Penghapusan Denda PKB/BBNKB II
- 34 Desa di Bengkalis Deklarasikan Stop BABS
- Ini Tanggapan Gubri Soal Kisruh Pembentukan AKD DPRD Riau
- Dihadiri Komisi IV, BI Perwakilan Riau Sediakan Pojok Baca di Bengkalis
- Siap-siap Diganti, Gubri Warning OPD Lambat Bekerja
- Kepala Kesbangpol Pekanbaru Himbau Seluruh Elemen Jaga Keamanan Jelang Pelantikan Presiden
- Pasca Mundurnya Fahmizal, Raja Yoserizal Jadi Plt Kadis Pariwisata?
- Enam Wilayah Termasuk Pekanbaru Malam Nanti Diperkirakan Hujan Diserta Angin Kencang
- Peneliti New Zeland Kuak Keberadan Rel Kereta Api dan Gua Peninggalan Jepang di Kuansing
- 2019, BI Kpw Riau Buka 4 Gerai BI Corner
- 1.260 Peserta Sudah Mendaftar Gowes Nusantara Inhu
- Pimpinan PD Ramai Tak Hadir, Komisi II DPRD Bengkalis Batalkan Dengar Pendapat
- Usulan Pemekaran Desa di Bengkalis Terus Bertambah


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com