Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Selasa, 15 Oktober 2019 09:14
Enam Wilayah Termasuk Pekanbaru Malam Nanti Diperkirakan Hujan Diserta Angin Kencang

Selasa, 15 Oktober 2019 07:33
Bupati Kuansing Tinjau Rumah Rusak Diterjang Angin di Air Mas

Senin, 14 Oktober 2019 21:25
Peneliti New Zeland Kuak Keberadan Rel Kereta Api dan Gua Peninggalan Jepang di Kuansing

Senin, 14 Oktober 2019 20:53
2019, BI Kpw Riau Buka 4 Gerai BI Corner

Senin, 14 Oktober 2019 20:51
1.260 Peserta Sudah Mendaftar Gowes Nusantara Inhu

Senin, 14 Oktober 2019 20:45
Demokrat Bengkalis Buka Penjaringan Kepala Daerah

Senin, 14 Oktober 2019 20:12
Pimpinan PD Ramai Tak Hadir, Komisi II DPRD Bengkalis Batalkan Dengar Pendapat

Senin, 14 Oktober 2019 18:27
Bupati Rohul Resmikan Stadion Mini dan Melantik Anggota BPD Sangkir Indah

Senin, 14 Oktober 2019 17:23
Telkomsel Terima Penghargaan Dari Pemerintah Kabupaten Natuna

Senin, 14 Oktober 2019 17:16
Partai Demokrat Buka Penjaringan Balon Bupati dan Wabup Rohul 2020-2025, ini Persyaratannya

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 17 September 2019 18:17
Video Viral Dua Hijaber yang Nyebrang Sungai Pakai Flying Fox Ternyata di Tambusai, Rohul

Heboh video dua perempuan berjibab menyeberang sungai dengan flying fox ternyata di Tambusai, Rohul. Aksi dilakukan sepulang bekerja sebagai akses alternatif lebih dekat.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Video viral dua perempuan berjilbab yang menyebrang sungai, sedang berada diatas sepeda motor pakai flying fox ternyata ada di Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu, Riau.

Belakangan diketahui, salah seorang wanita berhijab yang sedang berada diatas sepeda motor, tengah menyebrang Sungai Batang Kumu tersebut bernama Purnama Sari, warga Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu.

Dihubungi riauterkinicom, Purnama mengaku ia dan temannya nekat menyebrang Sungai Batang Kumu pakai flying fox‎ dan masih diatas sepeda motor sepulang kerja dari Desa Batang Kumu. Mereka menyebrang ke areal perkebunan Marihat untuk penelitian di Desa Mondang Kumango, Kecamatan Tambusai.

Ia dan temannya terpaksa menyebrang pakai flying fox dan menantang maut, karena akses alternatif ini lebih dekat sampai ke Marihat Desa Mondang Kumango. Sedangkan untuk balik ke jalan lintas jauh, harus balik dulu ke Kota Bangun Desa Batang Kumu.

‎Purnama mengaku lokasi flying fox ini lebih dekat masuk dari Simpang Marihat Desa Mondang Kumango, atau memerlukan waktu sekira setengah jam perjalanan dengan sepeda motor. Sedangkan dari Desa Batang Kumu memerlukan cukup lama untuk sampai ke Desa Mondang Kumango, sebab harus lewat jalan raya.

"Kita kan lewatnya dari KUD Kota Bangun, daripada kita pulangnya jauh kali kesana makanya kita cari jalan pintasnya dari katrol itu (flying fox)," ungkap Purnama dihubungi riauterkinicom, Selasa (17/9/2019).

Pengendara Pernah Nyebur ke Sungai

Sementara itu, Mamora, Ketua RT 06‎ Dusun Sei Napal Tepi Batas Marubi Desa Batang Kumu mengatakan flying fox yang berada didusunnya ini menghubungkan Desa Batang Kumu dengan Desa Mondang Kumango.

Diakui Mamora, flying fox ini dibangun dana pribadi Budiman, mantan Kades Mondang Kumango‎. Alat penyebrangan ini pernah diganti, ketika ada seorang pengendara beserta sepeda motornya nyebur ke aliran Sungai Batang Kumu dengan lebar 40 meter karena sling putus.

Mamora mengaku flying fox ini dipakai warga RT 06‎ Dusun Sei Napal Tepi Batas Marubi Desa Batang Kumu sekira 100 kepala keluarga (KK) menuju Marihat Desa Mondang Kumango.

"Yang mengelola katrolnya pak Budiman, mantan Kades (Mondang Kumango). Kalau nyebrang disitu lima ribu (berlaku pulang pergi)," jelas Mamora dihubungi riauterkinicom, Selasa.

‎Mamora menuturkan flying fox atau katrol ini memang lebih dijangkau dari Simpang Marihat, sedangkan dari KUD Kota Bangun lebih jauh lagi, membutuhkan waktu sekira 1 jam.

Diakuinya, flying fox ini menjadi akses alternatif warga dua desa setiap hari karena jarak tempuh lebih dekat, dibandingkan melewati jalan umum atau jalan provinsi, harus memutar cukup jauh dari Desa Batang Kumu ke Desa Mondang Kumango atau sebaliknya.

Sebelum ada flying fox yang dibuat mantan Kades Mondang Kumango menggunakan dana pribadi, alat penyebrangan disana masih menggunakan sampan. Karena sampan sering hanyut, maka diganti dengan sling dan dikelola pribadi oleh mantan Kades.

Mamora mengaku 15 tahun lalu, mantan Kades Batang Kumu pernah berniat membangun jembatan ini, namun manajemen perusahaan Marihat yang khusus untuk penelitian ini tidak setuju, karena maraknya pencurian TBS kelapa sawit yang harganya mahal, sekira Rp 15 juta per tandannya.

"Kalau masyarakat yang mau nyebrang ya harus menggantung, atau yang naik kereta (sepeda motor) ya duduk di atas keretanya sendiri," pungkas Mamora.***(zal)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Enam Wilayah Termasuk Pekanbaru Malam Nanti Diperkirakan Hujan Diserta Angin Kencang
- Peneliti New Zeland Kuak Keberadan Rel Kereta Api dan Gua Peninggalan Jepang di Kuansing
- 2019, BI Kpw Riau Buka 4 Gerai BI Corner
- 1.260 Peserta Sudah Mendaftar Gowes Nusantara Inhu
- Pimpinan PD Ramai Tak Hadir, Komisi II DPRD Bengkalis Batalkan Dengar Pendapat
- Usulan Pemekaran Desa di Bengkalis Terus Bertambah
- Siap Bersaing, UMKM di Bengkalis Penting Miliki Sertifikasi
- Perbaikan dan Penggeseran Badan Jalan Lintas Rengat-Tembilahan Masih Terkendala
- Fahmizal Usman Besok Dilantik Sebagai Asisten Deputy Pengembangan Pemasaran Kemenpar RI
- Pengunjung Kecewa, Panitia Pelalawan Expo 2019 Sampaikan Permohonan Maaf 
- Sempena HUT ke-20 Kabupaten, PT RAPP Raih Penghargaan Program Kampung Iklim di Pelalawan dan Siak
- Sound Sistem Buruk Bikin Penampilan Nissa Sabyan di HUT ke-20 Pelalawan Menyebalkan
- Hari Jadi ke-20 Kabupaten Rohul Ditutup dengan Pesta Kembang Api, Hiburan Rakyat dan Wali Band
- "Satu, Dua, Tiga!",
Masyarakat Bengkalis Masih Pertahankan Tradisi Gotong Royong

- MUI Bengkalis Imbau Masyarakat Jaga Persatuan dan Kesatuan
- Riau Sabet Juara Dua dan Tiga Pada PKN 2019
- HUT ke 20 Kuansing, Bupati Ajak Seluruh Elemen Samakan Persepsi Untuk Kemajuan Kuansing
- Tak Ingin Karhutla Terulang, Pemerintah Gencarkan Sosialisasi ke Masyarakat
- Wagubri Bangga dengan Kemajuan Kabupaten Rohul di Usia ke-20 Tahun
- Pa‎ripurna Hari Jadi ke-20 Kabupaten Rohul, Ketua DPRD Rohul: SDM Perlu Ditingkatkan Pemkab


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com