Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Rabu, 23 Oktober 2019 09:24
Dibuka Wagubri, Pekan Seni Budaya Riau Komplek 2019 Kian Menarik

Rabu, 23 Oktober 2019 07:27
Bupati Kuansing Buka Penilaian Sayang Ibu di Singingi Hilir

Rabu, 23 Oktober 2019 07:09
Wakil Ketua dan Komisi IV DPRD Bengkalis Hadiri HSN

Rabu, 23 Oktober 2019 06:37
Lomba Kebersihan Riau, Kota Bengkalis Dikabarkan "Hanya" Peringkat Harapan

Selasa, 22 Oktober 2019 21:42
Wagub Harap Lima Tahun Tercapai 100 Desa Mandiri di Riau

Selasa, 22 Oktober 2019 20:25
Hadirkan Penampilan 120 Musisi, Bono Jazz Festival 2019 Semarakkan HUT ke 14 Mal SKA

Selasa, 22 Oktober 2019 19:55
Tiang Listrik Bertumbangan di Desa Gambut Mutiara,
Manajer PLN Pangkalan Kerinci Sebut Itu Proyek Kantor Pusat Pekanbaru


Selasa, 22 Oktober 2019 19:41
Tahun Ini Bengkalis Dijatah 83 Formasi CPNS

Selasa, 22 Oktober 2019 17:51
Calon Dirut dan Dewan Pengawas Perusda Rokan Hulu Jaya Segera Diumumkan

Selasa, 22 Oktober 2019 17:22
Wabup Kuansing Sumbang Rp 10 Juta untuk Jalur Desa Pulau Godang Kari

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 17 September 2019 18:17
Video Viral Dua Hijaber yang Nyebrang Sungai Pakai Flying Fox Ternyata di Tambusai, Rohul

Heboh video dua perempuan berjibab menyeberang sungai dengan flying fox ternyata di Tambusai, Rohul. Aksi dilakukan sepulang bekerja sebagai akses alternatif lebih dekat.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Video viral dua perempuan berjilbab yang menyebrang sungai, sedang berada diatas sepeda motor pakai flying fox ternyata ada di Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu, Riau.

Belakangan diketahui, salah seorang wanita berhijab yang sedang berada diatas sepeda motor, tengah menyebrang Sungai Batang Kumu tersebut bernama Purnama Sari, warga Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu.

Dihubungi riauterkinicom, Purnama mengaku ia dan temannya nekat menyebrang Sungai Batang Kumu pakai flying fox‎ dan masih diatas sepeda motor sepulang kerja dari Desa Batang Kumu. Mereka menyebrang ke areal perkebunan Marihat untuk penelitian di Desa Mondang Kumango, Kecamatan Tambusai.

Ia dan temannya terpaksa menyebrang pakai flying fox dan menantang maut, karena akses alternatif ini lebih dekat sampai ke Marihat Desa Mondang Kumango. Sedangkan untuk balik ke jalan lintas jauh, harus balik dulu ke Kota Bangun Desa Batang Kumu.

‎Purnama mengaku lokasi flying fox ini lebih dekat masuk dari Simpang Marihat Desa Mondang Kumango, atau memerlukan waktu sekira setengah jam perjalanan dengan sepeda motor. Sedangkan dari Desa Batang Kumu memerlukan cukup lama untuk sampai ke Desa Mondang Kumango, sebab harus lewat jalan raya.

"Kita kan lewatnya dari KUD Kota Bangun, daripada kita pulangnya jauh kali kesana makanya kita cari jalan pintasnya dari katrol itu (flying fox)," ungkap Purnama dihubungi riauterkinicom, Selasa (17/9/2019).

Pengendara Pernah Nyebur ke Sungai

Sementara itu, Mamora, Ketua RT 06‎ Dusun Sei Napal Tepi Batas Marubi Desa Batang Kumu mengatakan flying fox yang berada didusunnya ini menghubungkan Desa Batang Kumu dengan Desa Mondang Kumango.

Diakui Mamora, flying fox ini dibangun dana pribadi Budiman, mantan Kades Mondang Kumango‎. Alat penyebrangan ini pernah diganti, ketika ada seorang pengendara beserta sepeda motornya nyebur ke aliran Sungai Batang Kumu dengan lebar 40 meter karena sling putus.

Mamora mengaku flying fox ini dipakai warga RT 06‎ Dusun Sei Napal Tepi Batas Marubi Desa Batang Kumu sekira 100 kepala keluarga (KK) menuju Marihat Desa Mondang Kumango.

"Yang mengelola katrolnya pak Budiman, mantan Kades (Mondang Kumango). Kalau nyebrang disitu lima ribu (berlaku pulang pergi)," jelas Mamora dihubungi riauterkinicom, Selasa.

‎Mamora menuturkan flying fox atau katrol ini memang lebih dijangkau dari Simpang Marihat, sedangkan dari KUD Kota Bangun lebih jauh lagi, membutuhkan waktu sekira 1 jam.

Diakuinya, flying fox ini menjadi akses alternatif warga dua desa setiap hari karena jarak tempuh lebih dekat, dibandingkan melewati jalan umum atau jalan provinsi, harus memutar cukup jauh dari Desa Batang Kumu ke Desa Mondang Kumango atau sebaliknya.

Sebelum ada flying fox yang dibuat mantan Kades Mondang Kumango menggunakan dana pribadi, alat penyebrangan disana masih menggunakan sampan. Karena sampan sering hanyut, maka diganti dengan sling dan dikelola pribadi oleh mantan Kades.

Mamora mengaku 15 tahun lalu, mantan Kades Batang Kumu pernah berniat membangun jembatan ini, namun manajemen perusahaan Marihat yang khusus untuk penelitian ini tidak setuju, karena maraknya pencurian TBS kelapa sawit yang harganya mahal, sekira Rp 15 juta per tandannya.

"Kalau masyarakat yang mau nyebrang ya harus menggantung, atau yang naik kereta (sepeda motor) ya duduk di atas keretanya sendiri," pungkas Mamora.***(zal)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Dibuka Wagubri, Pekan Seni Budaya Riau Komplek 2019 Kian Menarik
- Bupati Kuansing Buka Penilaian Sayang Ibu di Singingi Hilir
- Wakil Ketua dan Komisi IV DPRD Bengkalis Hadiri HSN
- Lomba Kebersihan Riau, Kota Bengkalis Dikabarkan "Hanya" Peringkat Harapan
- Wagub Harap Lima Tahun Tercapai 100 Desa Mandiri di Riau
- Tiang Listrik Bertumbangan di Desa Gambut Mutiara,
Manajer PLN Pangkalan Kerinci Sebut Itu Proyek Kantor Pusat Pekanbaru

- Tahun Ini Bengkalis Dijatah 83 Formasi CPNS
- Calon Dirut dan Dewan Pengawas Perusda Rokan Hulu Jaya Segera Diumumkan
- Wabup Kuansing Sumbang Rp 10 Juta untuk Jalur Desa Pulau Godang Kari
- Ini Tanggapan Sekda Terkait Jumlah Penduduk Miskin di Rohul Tertinggi di Riau
- Bupati Kuansing Apresiasi Aparat Jaga Keamanan Kondusif Selama Pelantikan Presiden
- Bukan di Kuala Kampar, Tiang Listrik Bertumbangan Ternyata di Teluk Meranti
- Polres Bengkalis Serahkan Zakat Rp87,4 Juta ke Baznas
- Nama Calon Sekdaprov Ngendap di Kemendagri, Transisi Kabinet Jadi Alasan
- Bupati Kuansing Hadiri Tradisi Melayur Jalur di Kuantan Tengah
- Rakor di Thailand, Pengurus Wayatim Asean Kompak Percepat Pembangunan Univeraitas di Pekanbaru
- Besok, Polisi Incar Pengendara Bandel di Bengkalis
- Sebanyak 23 Pelamar Jabatan di BRK Berasal dari Tujuh Kota di Indonesia
- Realisasi Anggaran, Komisi IV Panggil Disdik Bengkalis
- Dijatah 260, Pemkab Kuansing Bersiap Buka Pendaftaran CPNS


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com