Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Rabu, 16 Oktober 2019 22:53
Terduga Pengedar di Ujung Batu Ditangkap, 18 Paket Sabu dan Mobil Avanza Disita

Rabu, 16 Oktober 2019 22:04
Melalui Rakor, DKP Rohul Susun ‎Peta Ketahanan dan Kerawanan Pangan

Rabu, 16 Oktober 2019 20:43
Ikasmansa Pekanbaru Segera Gelar Rakernas Kedua

Rabu, 16 Oktober 2019 20:05
Putra Sulung Bupati Harris Nyatakan Diri Maju di Pilkada 2020 Pelalawan

Rabu, 16 Oktober 2019 20:00
Diberangkatkan Umroh ACT, Pasutri Lansia di Duri Menangis Bahagia

Rabu, 16 Oktober 2019 17:53
Dukung Pertumbuhan Industri di Riau, Trakindo Gelar Roadshow 2019

Rabu, 16 Oktober 2019 17:39
RPH Pasirpangaraian Sudah Difungsikan, Tapi Masih Ada Pemilik TPH Tanpa Izin yang Bandel

Rabu, 16 Oktober 2019 17:04
Seorang Germo Ditangkap, Polisi Ungkap Prostitusi Anak di Mandau, Bengkalis

Rabu, 16 Oktober 2019 16:43
Peringati Hari Pangan Sedunia, BEM Fakultas Pertanian UPP Gelar Lomba Masak‎ di Kebun Sawit

Rabu, 16 Oktober 2019 15:22
Tim Unri Raih Medali Emas di Macau

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 18 September 2019 07:29
Nestapa Wanita dengan Tumor Ganas di Kuansing, Lutut Sebesar Kelapa dan Ditinggal Suami

Kisah pilu dari seorang ibu di Kuansing. Lututnya sebesar kelapa karena tumor. Deritanya kian berat setelah suaminya minggat.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Arsih Janda beranak satu asal Desa Sungai Buluh Kecamatan Singingi penderita tumor ganas membutuhkan uluran tangan dermawan untuk berobat.

Bantuan ini sangat diharapkan Arsih, karena kondisi ekonominya yang tidak berkecukupan untuk biaya pengobatan penyakit yang dideritanya.

Sebab, jangankan untuk biaya berobat memenuhi kebutuhan sehari-hari saja ia masih kesulitan, karena pendapatannya yang tidak seberapa dari hasil berjualan pop ice dan sosis goreng.

Pendapatannya kadang tidak menentu, jika lagi ramai penghasilannya hanya ia peroleh sekitar 50 ribu rupiah kalau sunyi ia hanya mendapatkan uang sekitar 10 ribu rupiah.

Ia sendiri berjualan di rumah hibah pemberian dari masyarakat, sekaligus menjadi tempat tinggal bersama anaknya. Rumah ini hanya memiliki satu kamar tanpa sumur.

Semenjak ditinggal suami, ia berjuang seorang diri mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup serta biaya sekolah untuk putra semata wayangnya yang masih berusia 12 tahun saat ini sudah kelas 5 SD.

Karena himpitan ekonomi ini, sehingga ia tak mempedulikan penyakitnya, bahkan ia rela menanggung rasa sakit, asalkan ia bisa memberi makan untuk anaknya guna menyambung hidup.

Saat ini, ia hanya bisa pasrah sambil menanggung rasa sakit yang dideritanya, yang ia nanti hanya uluran tangan orang dermawan untuk mengurangi bebannya, baik penyakit dan himpitan ekonomi.

Arsih, diketahui sudah menderita penyakit ini semenjak 26 Agustus tahun 2016 lalu, saat itu dokter memvonis sakit yang diidapnya ini adalah tumor ganas dan dokter menyarankan agar diamputasi.

Namun, karena keterbatasan biaya Buk Arsih ini tidak ada melakukan konsultasi lebih lanjut, ketika merasakan sakit ia hanya berobat ke klinik dengan biaya BPJS serta bantuan tetangga dekat rumahnya.

Sebelumnya, ia juga pernah berupaya dengan pengobatan kemoterapi tapi berefek ke tubuhnya dan merasakan kondisi badan tidak stabil. Tidak hanya berefek pada tubuhnya, bahkan dari kemoterapi yang pernah ia lakukan dirinya sempat mengalami muntah darah.

"Ya begini lah kondisi saya, kalau sakitnya datang saya hanya bisa menahan dan berobat seadanya ke Puskesmas terdekat, tidak ada tindak lanjut ke Rumah Sakit labih bagus, karena saya tak punya biaya. Saya hanya bisa pasra sambil berjuang untuk anak saya," ungkapnya dengan nada lirih.***(jok)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Ikasmansa Pekanbaru Segera Gelar Rakernas Kedua
- Diberangkatkan Umroh ACT, Pasutri Lansia di Duri Menangis Bahagia
- RPH Pasirpangaraian Sudah Difungsikan, Tapi Masih Ada Pemilik TPH Tanpa Izin yang Bandel
- Tim Unri Raih Medali Emas di Macau
- Laluntas Terganggu Akibat Pohon Tumbang Karena Angin Kencang
- Bupati Mursini Buka KLHS Bahas RTRW Kuansing 2019-2039
- Kabupaten Rohul Kembali Terima 475 RLH dari Kemenpera‎ untuk 17 Desa
- Hari Pertama, 1.648 Wajib Pajak Peroleh Penghapusan Denda PKB/BBNKB II
- 34 Desa di Bengkalis Deklarasikan Stop BABS
- Ini Tanggapan Gubri Soal Kisruh Pembentukan AKD DPRD Riau
- Dihadiri Komisi IV, BI Perwakilan Riau Sediakan Pojok Baca di Bengkalis
- Siap-siap Diganti, Gubri Warning OPD Lambat Bekerja
- Kepala Kesbangpol Pekanbaru Himbau Seluruh Elemen Jaga Keamanan Jelang Pelantikan Presiden
- Pasca Mundurnya Fahmizal, Raja Yoserizal Jadi Plt Kadis Pariwisata?
- Enam Wilayah Termasuk Pekanbaru Malam Nanti Diperkirakan Hujan Diserta Angin Kencang
- Peneliti New Zeland Kuak Keberadan Rel Kereta Api dan Gua Peninggalan Jepang di Kuansing
- 2019, BI Kpw Riau Buka 4 Gerai BI Corner
- 1.260 Peserta Sudah Mendaftar Gowes Nusantara Inhu
- Pimpinan PD Ramai Tak Hadir, Komisi II DPRD Bengkalis Batalkan Dengar Pendapat
- Usulan Pemekaran Desa di Bengkalis Terus Bertambah


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com