Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Rabu, 16 Oktober 2019 22:53
Terduga Pengedar di Ujung Batu Ditangkap, 18 Paket Sabu dan Mobil Avanza Disita

Rabu, 16 Oktober 2019 22:04
Melalui Rakor, DKP Rohul Susun ‎Peta Ketahanan dan Kerawanan Pangan

Rabu, 16 Oktober 2019 20:43
Ikasmansa Pekanbaru Segera Gelar Rakernas Kedua

Rabu, 16 Oktober 2019 20:05
Putra Sulung Bupati Harris Nyatakan Diri Maju di Pilkada 2020 Pelalawan

Rabu, 16 Oktober 2019 20:00
Diberangkatkan Umroh ACT, Pasutri Lansia di Duri Menangis Bahagia

Rabu, 16 Oktober 2019 17:53
Dukung Pertumbuhan Industri di Riau, Trakindo Gelar Roadshow 2019

Rabu, 16 Oktober 2019 17:39
RPH Pasirpangaraian Sudah Difungsikan, Tapi Masih Ada Pemilik TPH Tanpa Izin yang Bandel

Rabu, 16 Oktober 2019 17:04
Seorang Germo Ditangkap, Polisi Ungkap Prostitusi Anak di Mandau, Bengkalis

Rabu, 16 Oktober 2019 16:43
Peringati Hari Pangan Sedunia, BEM Fakultas Pertanian UPP Gelar Lomba Masak‎ di Kebun Sawit

Rabu, 16 Oktober 2019 15:22
Tim Unri Raih Medali Emas di Macau

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 18 September 2019 23:30
‎Sekda Rohul Tinjau Alat Penyebrangan Flying Fox di Tambusai yang Viral di Medsos, Begini Katanya

Pemkab Rohul cepat menanggapi alat penyebrangan di Kecamatan Tambusai yang viral di media sosial. Sampai-sampai, Sekda Rohul ikut turun meninjau langsung lokasinya.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Alat penyebrangan yang hanya memakai kawat sling, seperti wahana flying fox di Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) mendadak viral di media sosial (Medsos).

Alat penyebrangan tak biasa dan dianggap unik ini viral di Medsos, setelah sebuah video dua remaja putri berjilbab sedang berboncengan diatas sepeda motor menyebrang Sungai Batang Kumu seperti sedang bermain wahana flying fox menyebar.

‎ Setelah viral di Medsos, bukan hanya Camat Tambusai Muammer Ghadafi saja yang turun dan meninjau lokasi ini, sampai-sampai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rokan Hulu H. Abdul Haris juga turun ke lokasi pada Rabu siang (18/9/2019).

‎ ‎Didampingi sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Rokan Hulu dan Camat Tambusai Muammer Ghadafi, Sekda Rokan Hulu bukan hanya sekedar meninjau, namun ia juga sempat mencoba alat penyebrangan seperti flying fox yang biasa disebut katrol oleh warga setempat.

‎Abdul Haris mengaku Pemkab Rokan Hulu selama ini tidak tinggal diam menyikapi persoalan infrastruktur, sama halnya alat penyebrangan yang menghubungkan dua desa di Kecamatan Tambusai tersebut, yakni antara Desa Sei Kumango dengan Dusun Marubi Desa Batang Kumu.

Haris mengatakan Pemkab Rokan Hulu sulit membangun jembatan untuk akses warga dua desa di Tambusai areal digunakan untuk menyeberang, masuk areal perusahaan PT. Marihat untuk penelitian, serta berbatasan dengan kawasan hutan lindung Mahato.

Bukan hanya berbatasan dengan lahan perusahaan dan hutan lindung saja, ternyata jalan dilalui warga untuk menuju tempat penyebrangan ini juga masih milik PT. Marihat.

"Jadi pertama kita harus ada izin dari perusahaan. Kedua dan yang sangat sulit, di seberang Sungai Batang Kumu merupakan kawasan hutan lindung Mahato yang tidak boleh dibuka," ungkap Abdul Haris.

"Seandainya Pemkab Rokan Hulu memfasilitasi pembukaan jalan, tentunya akan mengancam keberadaan hutan lindung," tambahnya.

Abdul Haris menuturkan Pemkab Rokan Hulu sulit mencarikan solusi untuk warga di Dusun Marubi, karena terbentur soal status lahan yang ditempati juga masih masuk kawasan hutan lindung Mahato, dan pemerintah daerah tidak punya kewenangan mengalihkan status hutan lindung.

Dianggap berbahaya dan mengancam keselamatan warga, Haris mengaku Pemkab segera menyurati Pemerintah Kecamatan Tambusai dan Pemerintah Desa, untuk mengimbau warganya agar tidak lagi menggunakan alat penyebrangan tersebut.

Selain itu, Abdul Haris juga meminta warga Tambusai untuk melewati jalan yang sudah disiapkan pemerintah, meski jarak tempuhnya lebih jauh, karena harus memutar dan melewati Simpang LKA Tambusai.‎***(zal)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Ikasmansa Pekanbaru Segera Gelar Rakernas Kedua
- Diberangkatkan Umroh ACT, Pasutri Lansia di Duri Menangis Bahagia
- RPH Pasirpangaraian Sudah Difungsikan, Tapi Masih Ada Pemilik TPH Tanpa Izin yang Bandel
- Tim Unri Raih Medali Emas di Macau
- Laluntas Terganggu Akibat Pohon Tumbang Karena Angin Kencang
- Bupati Mursini Buka KLHS Bahas RTRW Kuansing 2019-2039
- Kabupaten Rohul Kembali Terima 475 RLH dari Kemenpera‎ untuk 17 Desa
- Hari Pertama, 1.648 Wajib Pajak Peroleh Penghapusan Denda PKB/BBNKB II
- 34 Desa di Bengkalis Deklarasikan Stop BABS
- Ini Tanggapan Gubri Soal Kisruh Pembentukan AKD DPRD Riau
- Dihadiri Komisi IV, BI Perwakilan Riau Sediakan Pojok Baca di Bengkalis
- Siap-siap Diganti, Gubri Warning OPD Lambat Bekerja
- Kepala Kesbangpol Pekanbaru Himbau Seluruh Elemen Jaga Keamanan Jelang Pelantikan Presiden
- Pasca Mundurnya Fahmizal, Raja Yoserizal Jadi Plt Kadis Pariwisata?
- Enam Wilayah Termasuk Pekanbaru Malam Nanti Diperkirakan Hujan Diserta Angin Kencang
- Peneliti New Zeland Kuak Keberadan Rel Kereta Api dan Gua Peninggalan Jepang di Kuansing
- 2019, BI Kpw Riau Buka 4 Gerai BI Corner
- 1.260 Peserta Sudah Mendaftar Gowes Nusantara Inhu
- Pimpinan PD Ramai Tak Hadir, Komisi II DPRD Bengkalis Batalkan Dengar Pendapat
- Usulan Pemekaran Desa di Bengkalis Terus Bertambah


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com