Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Selasa, 15 Oktober 2019 19:26
Hari Pertama, 1.648 Wajib Pajak Peroleh Penghapusan Denda PKB/BBNKB II

Selasa, 15 Oktober 2019 18:43
Indosat Ooredoo dan Facebook Luncurkan Kampanye “Internet 1O1”

Selasa, 15 Oktober 2019 16:47
34 Desa di Bengkalis Deklarasikan Stop BABS

Selasa, 15 Oktober 2019 16:02
Penanggulangan Stunting, DKPP Rohul Ajak Masyarakat Konsumsi Ikan Melalui Safari Gemarikan

Selasa, 15 Oktober 2019 15:11
BI-Walikota Pekanbaru Serahkan Kartu Madani dan KIA

Selasa, 15 Oktober 2019 14:44
Ini Tanggapan Gubri Soal Kisruh Pembentukan AKD DPRD Riau

Selasa, 15 Oktober 2019 14:25
Pemuda Kunto Darussalam Menilai Khairul Zaman Layak Maju Pilkada Rohul 2020

Selasa, 15 Oktober 2019 14:12
Dihadiri Komisi IV, BI Perwakilan Riau Sediakan Pojok Baca di Bengkalis

Selasa, 15 Oktober 2019 13:18
Siap-siap Diganti, Gubri Warning OPD Lambat Bekerja

Selasa, 15 Oktober 2019 13:12
Kredit Macet, Mantan Kacab BRK Dalu-dalu Dituntut 13,5 Tahun Penjara

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 9 Oktober 2019 22:16
Hebat! Pria Tamatan SD di Bengkalis Ini Mampu Ciptakan Sembilan Pesawat Tanpa Awak

Meskipun tamatan SD tidak menghalangi seseorang berkarya luar biasa. Autodidak Andi, mampu menciptakan pesawat tanpa awak untuk pemotretan dan pemetaan wilayah.

Riauterkini-BENGKALIS- "Ada niat, ada minat, jadi!" Inilah moto yang diucapkan Mariandi (35), warga Desa Air Putih, Kecamatan Bengkalis, ketika ditanya mengapa bisa menciptakan pesawat tanpa awak dengan teknologi canggih.  "Habibie" asal Bengkalis.

Tidak tanggung-tanggung pria yang akrab disapa Andi ini, mengaku hanya lulusan sekolah dasar (SD) di Bengkalis dan putus sekolah ketika melanjutkan ke madrasah tsanawiyah (MTs). Tangannya sudah mampu merakit sebanyak sembilan unit pesawat tanpa awak dengan berbagai ukuran dan model.

Karya yang ke sembilan Andi berukuran lebar dua meter, dengan sebutan "Capung Air" telah mengudara dan digunakan untuk memotret gambar serta melakukan pemetaan. 

Keinginan yang kuat Andi menciptakan pesawat tanpa awak sendiri ini, berawal dari menyalurkan hobi dan rasa penasaran. Sebagai pekerja buruh dan mencari rezeki di negeri jiran Malaysia beberapa tahun lalu, Andi menyaksikan pengoperasian pesawat tanpa awak digunakan untuk menyirami tanaman.

"Bekerja di Malaysia saya melihat ada yang menggunakan pesawat tanpa awak untuk menyirami tanaman di kebun. Dari sanalah timbul niat dan minat dan penasaran untuk mengetahui teknologi seperti itu dengan belajar sendiri," terangnya.

Setelah pulang ke Bengkalis, ayah dari satu orang anak ini kemudian belajar secara autodidak atau belajar sendiri dengan melihat video-video tutorial di media sosial (medsos) pembuatan pesawat tanpa awak. Kemudian dengan secara bertahap mulai membeli peralatan satu-persatu untuk dirakit menjadi pesawat tanpa awak.

"Ketika itu mulai ada keinginan, belajar sendiri, beli mesin dan alatnya," ungkap Andi.

Hasil kerja kerasnya mulai membuahkan hasil sekitar lima tahun lalu. Andi mampu menciptakan satu pesawat tanpa awak dengan rakitan tangannya sendiri dan mengudara masih dengan bantuan remote kontrol. Hingga karyanya yang terakhirnya saat ini sudah ada sembilan unit.

Luar biasanya, dari autodidaknya itu, Andi juga sudah mampu "menjual" hasil karyanya ke Kalimantan dan Jakarta.

Pesawat tanpa awak miliknya, "Capung Air" yang dibuat terakhir Andi, sudah dirakit sejak dua tahun lalu bahkan sudah terbang puluhan kilometer di langit Pulau Bengkalis melakukan pemotretan dan pemetaan sejumlah desa.

"Bahannya seperti mesin dan alat lainnya kami beli dari luar negeri, paling dekat dari Malaysia. Yang paling jauh biasanya langsung pesan dari China. Sementara untuk body dan sayap pesawat dibuat dengan mengunakan styrofoam atau busa yang dilapisi bahan khusus lain yang dibuat sendiri," sebutnya.

Menciptakan pesawat tanpa awak ini Andi juga sempat mengalami kegagalan. Namun dia terus berusaha dan akhirnya berhasil terbang. Terus mengembangkan ilmunya untuk mengembangkan pesawat tanpa awaknya. Sekitar dua tahun terakhir berhasil membuat pesawat yang bisa dimanfaatkan untuk memotret dan pemetaan wilayah.

Menurut dia, pesawat untuk foto pemetaan ini diciptakannya saat dipercaya untuk membuat melakukan pemetaan desa. Setelah mendapat tawaran untuk memetakan desa dengan mengunakan pesawat lewat udara.

"Tawaran inilah kami manfaatkan buat pesawat pemetaan, dengan modal dari desa yang menawarkan pembuatan pemetaan ini," jelasnya turut didampingi Ahli Teknik Sipil, Hendra Saputra.

Dirinya belajar sendiri sampai paham dan mulai membuat pesawat pemetaan ini. Dengan ukuran pesawat sekitar dua meter ini, Andi melengkapi semua peralatan mesin dan kamera serta alat navigasi khusus. 

Baterai yang digunakan untuk "Capung Air" berkapasitas 16.000 MAH mampu menerbangkan pesawat lebih dari satu jam.

"Sampai hari ini dirinya sudah memetakan tiga desa melalui udara dengan alat ini.  Diantaranya pemetaan Desa Sederak, Kecamatan Bengkalis,  Desa Sebauk dan Desa Sungai Alam. Ini dalam waktu dekat kita juga akan lakukan pemetaan untuk Desa Air Putih," jelasnya.

Selain untuk pemetaan, dirinya berharap pesawat ciptaannya bisa bermanfaat lain untuk kepentingan umum. Terutama untuk pemantauan udara titik panas maupun titik api kebakaran lahan dan lain-lain. 

"Kalau pihak terkait mau memanfaatkan untuk pemantauan kebakaran kita mau membantunya," imbuhnya.***(dik)

Foto : Andi, tamatan SD memperlihatkan pesawat tanpa awak ciptaannya sendiri hasil autodidak dari tutorial medsos.

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Hari Pertama, 1.648 Wajib Pajak Peroleh Penghapusan Denda PKB/BBNKB II
- 34 Desa di Bengkalis Deklarasikan Stop BABS
- Ini Tanggapan Gubri Soal Kisruh Pembentukan AKD DPRD Riau
- Dihadiri Komisi IV, BI Perwakilan Riau Sediakan Pojok Baca di Bengkalis
- Siap-siap Diganti, Gubri Warning OPD Lambat Bekerja
- Kepala Kesbangpol Pekanbaru Himbau Seluruh Elemen Jaga Keamanan Jelang Pelantikan Presiden
- Pasca Mundurnya Fahmizal, Raja Yoserizal Jadi Plt Kadis Pariwisata?
- Enam Wilayah Termasuk Pekanbaru Malam Nanti Diperkirakan Hujan Diserta Angin Kencang
- Peneliti New Zeland Kuak Keberadan Rel Kereta Api dan Gua Peninggalan Jepang di Kuansing
- 2019, BI Kpw Riau Buka 4 Gerai BI Corner
- 1.260 Peserta Sudah Mendaftar Gowes Nusantara Inhu
- Pimpinan PD Ramai Tak Hadir, Komisi II DPRD Bengkalis Batalkan Dengar Pendapat
- Usulan Pemekaran Desa di Bengkalis Terus Bertambah
- Siap Bersaing, UMKM di Bengkalis Penting Miliki Sertifikasi
- Perbaikan dan Penggeseran Badan Jalan Lintas Rengat-Tembilahan Masih Terkendala
- Fahmizal Usman Besok Dilantik Sebagai Asisten Deputy Pengembangan Pemasaran Kemenpar RI
- Pengunjung Kecewa, Panitia Pelalawan Expo 2019 Sampaikan Permohonan Maaf 
- Sempena HUT ke-20 Kabupaten, PT RAPP Raih Penghargaan Program Kampung Iklim di Pelalawan dan Siak
- Sound Sistem Buruk Bikin Penampilan Nissa Sabyan di HUT ke-20 Pelalawan Menyebalkan
- Hari Jadi ke-20 Kabupaten Rohul Ditutup dengan Pesta Kembang Api, Hiburan Rakyat dan Wali Band


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com