Untitled Document
Rabu, 30 Ramadhan 1431 H |
Home > Sosial>>

Berita Terhangat...
Rabu, 8 September 2010 18:05
Diduga Akibat Konselting, 14 Pintu Los Pasar di Tambusai Terbakar

Rabu, 8 September 2010 18:03
Polres Rohul Musnahkan 10.445 Botol Miras dan Ribuan Petasan

Rabu, 8 September 2010 17:42
Pos PAM Operasi Ketupat Siak 2010 Masih Sepi Pengaduan

Rabu, 8 September 2010 16:01
PLN Pastikan Lebaran Tampa Pemadaman Bergilir

Rabu, 8 September 2010 15:57
11 Langsung Bebas,
280 Napi dan Terpidana Anak di Inhil Peroleh Remisi Lebaran


Rabu, 8 September 2010 14:19
Pembunuhan Sadis di Tenayan Raya,
Penjual Lontong Disabet Pedang dan Anaknya Tewas Dimartil


Rabu, 8 September 2010 13:34
RTB Dituding Hanya Habiskan Anggaran



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 8 Pebruari 2010 16:26
Disbudpar Riau Buat Database Elektronik Benda Cagar Budaya

Sebuah database elektronik mengenai benda cagar budaya (BCB) dibuat Disbudpar Riau. Langkah diharapkan bisa memudahkan masyarakat tahu seputar BCB.

Riauterkini-PEKANBARU- Kepala Bidang Sejarah dan Kepurbakalaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Riau Arsaprani Rahman mengungkapkan pembuatan database berbasis elektronik mengenai benda cagar budaya (BCB) yang ada di Riau. Database elektronik tersebut memuat seluruh data seputar BCB dengan tujuan memudahkan masyarakat mendapatkan informasi seputar BCB yang ada di Riau.

“Pembuatan database elektronik untuk benda cagar budaya sudah dilakukan pada tahun lalu dan sudah bisa diakses melalui internet,” tuturnya kepada riauterkini di Pekanbaru, Senin (8/2/10).

Database elektronik seputar BCB Riau, disebutkan Arsapraini bisa diakses melalui internet dengan alamat www.bcb-riau.web.id.

Dipaparkan Arsaprani, tujuan pembuatan database elektronik BCB ada lima. Pertama, mendukung upaya Bidang Sejarah dan Kepurbakalaan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Riau dalam mendata peninggalan sejarah dan purbakala, kedua, menginventarisasi dan dokumentasi untuk keperluan pengembangan BCB tidak bergerak.

Kemudian, untuk meningkatkan penyelamatan atau perlindungan dan pemanfaatan peninggalan sejarah dan purbakala khususnya BCB tidak bergerak dengan dilakukannya pendokumentasian BCB itu sendiri, keempat, memudahkan masyarakat untuk melakukan inventarisasi dan update informasi mengenai BCB tidak bergerak yang ada di Riau, dan kelima dalah dalam rangka memberikan kemudahan kepada masyarakat umum untuk mengakses informasi mengenai BCB tidak bergerak yang ada di Riau.

Lebih lanjut Arsapraini menjelaskan, bahwa jumlah BCB yang tersebar di 13 kabupaten dan kota di seluruh Riau adalah 106 buah, seperti Candi Muara Takus dan Rumah Adat Lontiok di Kampar.***(mad)




Berita Sosial lainnya ..........
- RTB Dituding Hanya Habiskan Anggaran
- H-3, Penumpang di Bandara SSK II Hanya 3.550
- Gubri Tinjau Kesiapan Pelayanan Mudik Lebaran
- Protes Penertiban,
Puluhan Pengemis Datangi Dinsos Pekanbaru

- BKD Pekanbaru Ingatkan PNS tak Perpanjang Libur Lebaran
- Demi Kelancaran Pemudik,
Mulai Besok Truk Balak Dilarang Lewat Jalan Lintas Timur

- Lampu Colok Merahkan Langit Kota Pasirpangaraian


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 38.107.191.88
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com