Berita Terhangat... |
Rabu, 8 September 2010 18:05 Diduga Akibat Konselting, 14 Pintu Los Pasar di Tambusai Terbakar
Rabu, 8 September 2010 18:03 Polres Rohul Musnahkan 10.445 Botol Miras dan Ribuan Petasan
Rabu, 8 September 2010 17:42 Pos PAM Operasi Ketupat Siak 2010 Masih Sepi Pengaduan
Rabu, 8 September 2010 16:01 PLN Pastikan Lebaran Tampa Pemadaman Bergilir
Rabu, 8 September 2010 15:57 11 Langsung Bebas, 280 Napi dan Terpidana Anak di Inhil Peroleh Remisi Lebaran
Rabu, 8 September 2010 14:19 Pembunuhan Sadis di Tenayan Raya, Penjual Lontong Disabet Pedang dan Anaknya Tewas Dimartil
Rabu, 8 September 2010 13:34 RTB Dituding Hanya Habiskan Anggaran
|
|
|
|
Selasa, 9 Pebruari 2010 11:32 Ternyata Hanya 6 Daerah Dukung Program Kebun K2i
Meskipun bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, namun ternyata tak seluruh daerah di Riau mendukung. Sampai saat ini hanya 6 kabupaten sediakan lahan.
Riauterkini-PEKANBARU- Realisasi program pembangunan kebun kelapa sawit untuk masyarakat miskin atau yang lebih dikenal dengan sebutan kebun K2i tak berjalan sesuai dengan harapan. Salah satu kendalanya adalah dukungan daerah yang minim. Sampai saat ini baruada 6 kabupaten yang secara nyata memberikan dukungan dengan menyediakan lahan. Sementara 6 daerah lainnya tak ambil bagian.
“Hanya ada enam daerah yang menyediakan lahan. Daerah lainnya tidak ikut program ini,” ujar Kepala Dinas Perkebunan Riau M Yafiz kepada riauterkini di Pekanbaru,. Selasa (9/2/10).
Keenam daerah yang telah menyediakan lahan adalah Kabupaten Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Kuantan Sengingi, Kampar, Rokan Hilir dan Bengkalis. Dari keenam daerah tersebut, Bengkalis menyediakan lahan paling luas.
Ketika ditanya alasan keenam daerah yang tidak ambil bagian pada program Pemprov Riau dengan tujuan mengentaskan kemiskinan tersebut, Yafiz menolak menjawab. “Kalau itu, jangan tanyakan kepada saya. Tanyakan langsung kepada daerah bersangkutan,” tuturnya.
Sebagai data tambahan, program yang digulirkan sejak 2005 silam tersebut ditargetkan akan membukan kebun untuk masyarakat miskin seluas 10.200 hektar. Namun sampai saat ini yang tertanam baru 2.200 hektar. Ditargetkan tahun ini PT. Gerbang Eka Plamina sebagai kontraktor ditargetkan mampu menanan sawit di 8.000 hektar lahan.***(mad)
|
|