Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Senin, 11 Desember 2017 14:01
Lapor ke Polda Riau, BUI Desak Pelaku Persekusi UAS di Bali Ditangkap

Senin, 11 Desember 2017 13:53
Demo di Hari Anti Korupsi, AMAK Desak Kejari Rohul Eksekusi Teddy Mirza Dal

Senin, 11 Desember 2017 12:53
Korupsi.Cetak.Sawah di Pelalawan, Ketua Poktan dab Kontraktor Mulai Disidang

Senin, 11 Desember 2017 10:41
Polres Pelalawan Terus Buru Perampok Dua Pedagang Emas Asal Pekanbaru

Senin, 11 Desember 2017 10:35
Perayaan Natal Oikumene Wartawan Riau Diagendakan 26 Desember

Senin, 11 Desember 2017 06:51
Buka MTQ ke-36 Riau di Dumai, Gubri Motivasi Peserta dengan Hadiah Haji

Ahad, 10 Desember 2017 21:05
Soal Industri Kertas & Pulp, SPSI Riau Tuding Jikalahari Mengada-ada

Ahad, 10 Desember 2017 20:57
Gubri Lepas Pawai Taaruf dan Pembukaan Bazar MTQ XXXVI Riau

Ahad, 10 Desember 2017 20:23
Gubri Lepas Peserta Pawai Taaruf MTQ XXXVI Riau di Dumai

Ahad, 10 Desember 2017 20:19
Masyarakat Soroti Baliho MTQ Riau Milik Kesra Bengkalis di Dumai

loading...



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Ahad, 29 Mei 2011 18:03
Lounching Film “Batas”:
Potret Kehidupan Masyarakat Dayak di Perbatasan Malaysia


Sebuah film tentang kehidupan di wilayah perbatasan RI dengan Malaysia, berjudul “Batas” kini mulai diputar di bioskop Pekanbaru. Film ini mencoba memberikan alternatif tontonan di saat kerasnya gempuran film horor.

Riauterkini-PEKANBARU- Sebuah potret kehidupan masyarakat suku pedalaman Dayak di perbatasan Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) dengan negara jiran Malaysia diangkat ke layar lebar. Saat ini, film berjudul “Batas” itu sudah bisa dinikmati oleh masyarakat Pekanbaru.

Dalam lounching-nya di Hotel Pangeran, Ahad (29/5/11), sederet artis film BATAS diajak untuk mempromosikan film itu. Di antaranya aktor utama, Arifin Putra dan aktor kawakan Piet Pagau dan Jajang C Noer, serta aktor cilik Alifyandra. Sayangnya, artis utama wanita Marcella Zalianty berhalangan hadir karena kondisinya lagi tidak fit karena sedang hamil.

Aktor Piet Pagau saat sesi tanya jawab dengan wartawan, menyatakan dirinya selaku anak jati Dayak merasa tersanjung dilibatkan dalam produksi film yang disutradarai Rudi Soedjarwo. “Persoalan kehidupan di daerah atau pulau-pulau perbatasan memang hampir sama di setiap daerah. Saya rasa Kalbar dengan Riau hampir sama. Kalau di Kalbar ada Dayak, di sini juga ada Suku Terasing Sakai. Lewat film ini kita ingin sadarkan petinggi negeri ini, tolong lah daerah perbatasan diperhatikan. Jangan sampai dua pulau di perbatasan diklaim dan kini menjadi bagian negara tetangga,” tuturnya.

Sementara itu, Jajang C Noer lebih menyorot suka duka saat syuting di wilayah Entikong yang serba kekurangan dan infrastruktur yang sangat minim. Terlebih lagi, masyarakat di daerah perbatasan itu lebih mengenal budaya Malaysia ketimbang budaya tanah airnya, Indonesia.

“Di daerah itu. Kehidupannya sangat sulit. Sekolah hanya dua kali dalam sepekan itu pun dua jam belajar. Belum lagi lokasi sekolah yang sangat jauh dan mereka jalani dengan telanjang kaki. Yang lebih menyedihkan, kondisi jalan yang berbatuan dan harga satu liter bensin mencapai Rp25 ribu. Belum lagi minimnya air bersih,” tuturnya.

Terlepas soal itu, film ini bercerita tentang tokoh bernama Jaleswari (Marcella Zalianty) yang harus berdiri di antara batas keraguan, dilema, dan keinginan pribadi dengan keharusan untuk beradaptasi di lingkungan yang baru.

Jaleswari sangat memahami Adeus, seorang guru yang dipercaya menjalankan program pendidikan, kini menjadi pribadi pendiam, apatis karena sistem pendidikan yang diinginkan perusahaan di Jakarta tidak sesuai dengan keinginan masyarakat.

Di sisi lain, masyarakat lebih memillih untuk jadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang dijanjikan jadi kaya oleh penjual jasa bernama Otik. Ubuh menjadi korban Otik yang melarikan diri dari negeri tetangga. Oleh masyarakat Dayak, Ubuh tak hanya mendapat perlindungan namun juga kehangatan dan keramahan yang perlahan membuatnya berangsur pulih.

Tragedi kemanusiaan ini mengubah pemikiran Jaleswari. Semua peristiwa terjadi di depan matanya. Jiwanya tergoncang dan Kepala Adayak, Kepala Suku menuntunnya memahami ‘Bahasa Hutan’ yang mengetengahkan rasa hormat dan cinta untuk tidak merusak alam. Mampukah Jaleswari Bangkit?

Jawabannya saksikan saja film “Batas” yang kini diputar di bioskop-bioskop Pekanbaru!*** (son)

PROMO : Sederet artis film ternama seperti Arifin Putra, Piet Pagau, Jajang C Noer dan artis cilik pendatang baru Alifyandra mempromosikan flim terbaru mereka berjudul “Batas”. Louncing film tentang kehidupan daerah perbatasan Malaysia itu berlangsung di Hotel Pangeran Pekanbaru.





Berita Sosial lainnya..........
- Perayaan Natal Oikumene Wartawan Riau Diagendakan 26 Desember
- Buka MTQ ke-36 Riau di Dumai, Gubri Motivasi Peserta dengan Hadiah Haji
- Gubri Lepas Peserta Pawai Taaruf MTQ XXXVI Riau di Dumai
- Masyarakat Soroti Baliho MTQ Riau Milik Kesra Bengkalis di Dumai
- Hadiri UndanganMakan Bajambau,
Gubri Puji Pesona Wisata Alam Teluk Jering

- RAPP Perkenalkan Khazanah Lokal,
Pekan Rantau Melayu Diminati Warga Pekanbaru

- Wabup Inhil: Maulid Nabi Muhammad SAW Sebagai Media Silaturrahmi dan Ukhuwah Islamiyah
- Ratusan Kader PKS Riau Protes Trump Soal Yerusalem
- Macet Horor Jalur Duri-Minas di Samsam tak Jelas Sebabnya
- Seorang Pelajar Meninggal‎,
Bus Kafilah MTQ Rohul Tabrakan dengan Dump Truk

- Bupati Inhil Tinjau Sejumlah Kegiatan Pembangunan
- Sekdakab Lepas Kafilah Kampar ke MTQ Provinsi Riau
- Viral di Medsos, TNKB "15IS" Jadi Perbincangan Warga Duri, Bengkalis
- KPK Sosialisasi Program Maruah di Kampar
- Kemendikbud Dukung Riau Jadi Pusat Kebudayaan Melayu di Asia Tenggara
- International Day of Disability,
GenBI Riau Kampanyekan Peduli Anak Disabilitas

- Proyek Pipa Transmisi Gas Duri-Dumai,
Bupati Bengkalis Berharap Berdayakan SDM Tempatan

- Gratis dari Pemerintah,
Poktan Koto Inuman Kuansing Tolak Bibit Sawit Rusak

- Elpiji 3 Kg Langka, Pangkalan di Bengkalis Naikkan HET Diancam Blacklist
- Firdaus Dapat Penghargaan Walikota Entrepreneur Award 2017


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.196.182.102
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com