Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Kamis, 22 Pebruari 2018 21:38
Kapolres Inhu Resmikan Rukan Bhabinkamtibmas di Batang Peranap

Kamis, 22 Pebruari 2018 21:33
Sidang Pemalsuan Surat Tanah,
Saksi Ngaku Pernah Diminta Batalkan Jual Beli Lahan


Kamis, 22 Pebruari 2018 19:41
Pjs Bupati Inhil Buka Kemah Prestasi Terpadu Gerakan Pramuka

Kamis, 22 Pebruari 2018 19:34
Bupati dan ASN Inhu Teken Pakta Integritas Hindari Suap dan Pungli

Kamis, 22 Pebruari 2018 19:27
Peringati HPSN, DLHK Pekanbaru Gelar Kampanye Peduli Sampah

Kamis, 22 Pebruari 2018 17:46
Bukan untuk Menjatuhkan, LE Laporkan 3 Pesaingnya ke Bawaslu

Kamis, 22 Pebruari 2018 17:24
Ditemui Demonstran dari BEM se-Indonesia,
Legislator Riau Janji Perjuangkan Aspirasi Mahasiswa


Kamis, 22 Pebruari 2018 17:16
Menuju Swasembada Daging,
Cagubri Andi Rachman Bertemu Para Peternak Pejuang di Siak


Kamis, 22 Pebruari 2018 17:11
Warga Arengka Serahkan Siamang Peliharaannya ke BBKSDA Riau

Kamis, 22 Pebruari 2018 17:06
Di Bathin Solapan, Bengkalis
Pipa Bocor, Minyak Mentah Chevron Genangi Pemukiman Warga


loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 29 Mei 2011 18:03
Lounching Film “Batas”:
Potret Kehidupan Masyarakat Dayak di Perbatasan Malaysia


Sebuah film tentang kehidupan di wilayah perbatasan RI dengan Malaysia, berjudul “Batas” kini mulai diputar di bioskop Pekanbaru. Film ini mencoba memberikan alternatif tontonan di saat kerasnya gempuran film horor.

Riauterkini-PEKANBARU- Sebuah potret kehidupan masyarakat suku pedalaman Dayak di perbatasan Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) dengan negara jiran Malaysia diangkat ke layar lebar. Saat ini, film berjudul “Batas” itu sudah bisa dinikmati oleh masyarakat Pekanbaru.

Dalam lounching-nya di Hotel Pangeran, Ahad (29/5/11), sederet artis film BATAS diajak untuk mempromosikan film itu. Di antaranya aktor utama, Arifin Putra dan aktor kawakan Piet Pagau dan Jajang C Noer, serta aktor cilik Alifyandra. Sayangnya, artis utama wanita Marcella Zalianty berhalangan hadir karena kondisinya lagi tidak fit karena sedang hamil.

Aktor Piet Pagau saat sesi tanya jawab dengan wartawan, menyatakan dirinya selaku anak jati Dayak merasa tersanjung dilibatkan dalam produksi film yang disutradarai Rudi Soedjarwo. “Persoalan kehidupan di daerah atau pulau-pulau perbatasan memang hampir sama di setiap daerah. Saya rasa Kalbar dengan Riau hampir sama. Kalau di Kalbar ada Dayak, di sini juga ada Suku Terasing Sakai. Lewat film ini kita ingin sadarkan petinggi negeri ini, tolong lah daerah perbatasan diperhatikan. Jangan sampai dua pulau di perbatasan diklaim dan kini menjadi bagian negara tetangga,” tuturnya.

Sementara itu, Jajang C Noer lebih menyorot suka duka saat syuting di wilayah Entikong yang serba kekurangan dan infrastruktur yang sangat minim. Terlebih lagi, masyarakat di daerah perbatasan itu lebih mengenal budaya Malaysia ketimbang budaya tanah airnya, Indonesia.

“Di daerah itu. Kehidupannya sangat sulit. Sekolah hanya dua kali dalam sepekan itu pun dua jam belajar. Belum lagi lokasi sekolah yang sangat jauh dan mereka jalani dengan telanjang kaki. Yang lebih menyedihkan, kondisi jalan yang berbatuan dan harga satu liter bensin mencapai Rp25 ribu. Belum lagi minimnya air bersih,” tuturnya.

Terlepas soal itu, film ini bercerita tentang tokoh bernama Jaleswari (Marcella Zalianty) yang harus berdiri di antara batas keraguan, dilema, dan keinginan pribadi dengan keharusan untuk beradaptasi di lingkungan yang baru.

Jaleswari sangat memahami Adeus, seorang guru yang dipercaya menjalankan program pendidikan, kini menjadi pribadi pendiam, apatis karena sistem pendidikan yang diinginkan perusahaan di Jakarta tidak sesuai dengan keinginan masyarakat.

Di sisi lain, masyarakat lebih memillih untuk jadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang dijanjikan jadi kaya oleh penjual jasa bernama Otik. Ubuh menjadi korban Otik yang melarikan diri dari negeri tetangga. Oleh masyarakat Dayak, Ubuh tak hanya mendapat perlindungan namun juga kehangatan dan keramahan yang perlahan membuatnya berangsur pulih.

Tragedi kemanusiaan ini mengubah pemikiran Jaleswari. Semua peristiwa terjadi di depan matanya. Jiwanya tergoncang dan Kepala Adayak, Kepala Suku menuntunnya memahami ‘Bahasa Hutan’ yang mengetengahkan rasa hormat dan cinta untuk tidak merusak alam. Mampukah Jaleswari Bangkit?

Jawabannya saksikan saja film “Batas” yang kini diputar di bioskop-bioskop Pekanbaru!*** (son)

PROMO : Sederet artis film ternama seperti Arifin Putra, Piet Pagau, Jajang C Noer dan artis cilik pendatang baru Alifyandra mempromosikan flim terbaru mereka berjudul “Batas”. Louncing film tentang kehidupan daerah perbatasan Malaysia itu berlangsung di Hotel Pangeran Pekanbaru.



Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Kapolres Inhu Resmikan Rukan Bhabinkamtibmas di Batang Peranap
- Bupati dan ASN Inhu Teken Pakta Integritas Hindari Suap dan Pungli
- Peringati HPSN, DLHK Pekanbaru Gelar Kampanye Peduli Sampah
- BEM se Indonesia demo di DPRD Riau,
Arus Lalu Lintas Jalan Sudirman Pekanbaru Dialihkan ke Mekar Sari

- TNI-Polri dan Warga Rambah Hilir Bersihkan Pemakaman Raja-raja Rambah
- Tuan Rumah MTQ Pekanbaru,
Marpoyan Damai Siap Berikan yang Terbaik

- Ipemakusi Sumbar Dukung Pengadaan Mobnas Bupati Kuansing
- Tinjau MDA Terbakar, Bupati Meranti Janji Bantu Bangun Kembali
- Presma UR Siap Maju Sebagai Calon Koordinator Pusat BEM SI
- Diduga Sakit, Pegawai Bapenda Riau Unit Duri Meninggal di Kamar Kos
- ‎Melalui KBM di Desa Koto Ranah, Mahasiswa UPP Rohul Siap Promosikan Puncak Ranah dan Tanjak
- Dua Pesawat F-16 TNI AU Paksa Mendarat Pesawat Asing
- 805 Aparat Gabungan Siap Amankan Aksi,
Besok, BEM se Indonesia Demo Besar-besaran di Pekanbaru

- Diduga Korsleting Kabel, Mobil Karyawan PT Samator di Duri, Bengkalis Terbakar
- Puncak Imlek di Bengkalis,
Ribuan Warga Tionghoa Saksikan Ritual Usir Roh Jahat

- Bantuan Korban Kebakaran Rohil Berdatangan
- Kurang Pengawasan, Fisik PJU di Duri Memprihatinkan
- Aktor Film Angling Dharma Bikin Heboh Malam Imlek di Kota Selatpanjang
- Cabuli Balita,
Seorang Pria di Duri, Bengkalis Diamankan Polisi

- Bupati Kampar Ingatkan Semua Desa Harus Dapat Jatah Pembangunan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.167.75.28
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com