Untitled Document
Rabu, 12 Rajab 1434 H |
Home > Sosial>>

Berita Terhangat...
Selasa, 21 Mei 2013 19:40
Ahmi Septari Nahkodai Perindo Riau

Selasa, 21 Mei 2013 19:39
Bagai Film Laga, Warga Pelalawan Halau Kawanan Rampok

Selasa, 21 Mei 2013 19:37
Genreasi Ketiga All New Picanto Tampil Lebih Elegan dan Sporty

Selasa, 21 Mei 2013 19:35
JCH Inhu Kembali Gunakan Sky Aviation ke Batam

Selasa, 21 Mei 2013 19:34
Pemprov Riau tak Dapat Deviden Kawasan Wisata Lagoi dan Bintan

Selasa, 21 Mei 2013 19:33
Dishut Dumai Temukan 10 Titik Api

Selasa, 21 Mei 2013 19:29
Dari Perss Corner,
Program Pariwisata di Riau Banyak Kebohongan




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 28 Juni 2012 13:03
Berdemo, F-PABD Tolak Rencana Bakar Diri Aktivis STR

Rencana bakar diri sejumlah aktivis STR terus mendapat reaksi negatif. Pendemo yang menamakan diri F-PABD menolak rencana tersebut.

Riauterkini-PEKANBARU- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forum-Penolakan Aksi Bakar Diri (F-PABD) lakukan aksi damai di depan kantor gubernur Riau, menolak aksi bakar diri terhadap 10 orang warga masyarakat Pulau Padang di Istana Negara, Jakarta.

Aksi bakar diri ini diambil, karena sampai saat ini Pemerintah tidak mengambil langkah konkrit dalam penyelesaian masalah Pulau Padang yang sudah berlangsung hampir tiga tahun.

"Kita memahami aksi bakar diri ini adalah suatu sikap terpaksa yang harus diambil oleh masyarakat Pulau Padang. Walaupun begitu kita menolak aksi bakar diri ini, dan menolak mahasiswa yang ikut bakar diri," kata Koordinator Liputan Wahyu Kurniawan kepada wartawan, Kamis (28/6) disela-sela aksi unjuk rasa.

Wahyu Kurniawan mengatakan, akar persoalannya kasus. Pulau Padang ini bersumber dari kebijakan pemerintah itu sendiri. "Singkatnya, penegakan hukum lingkungan tidak bisa diharapkan masyarakat Riau khususnya warga Pulau Padang," ujarnya.

Untuk itulah, respon dari F-PABD terhadap aksi bakar diri oleh warga dari Pulau Padang harus disikapi Pemerintah. Makanya, F-PABD menuntut, menolak aksi bakar diri oleh masyarakat Pulau Padang dan meminta Pemerintah bertanggung jawab.

"Kita mengecam Pemerintah Pusat dan Derah yang tidak berpihak kepada masyarakat, dan menolak aksi bakar diri terhadap masyarakat Pulau Padang, serta menuntaskan permasalahan agraria khususnya di Pulau Padang," ungkapnya.

Aksi damai F-PABD di kantor gubernur Riau ini terhadap penolakan bakar diri warga masyarakat berlangsung damai dalam pengawalan aparat kepolisian. Selama aksi berlangsung berada dalam kawalan aparat kepolisian, kurang lebih satu jam dan setelah itu mereka membubarkan diri dengan tertip.***(jor)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
orang seberang
mcm mno lh pmerintah prov. mau menyikapi... permasalahn dyo aaje tak terselesaikan mcm mnalah maw mnyelesaikan yg lain....... inilah yg dmnamakan saat kehancuran, dmana pemerintah tdak memikirkan rakyat..


Berita Sosial lainnya ..........
- Ahmi Septari Nahkodai Perindo Riau
- 2013, Permintaan Cerai PNS di Pekanbaru Sebanyak 14 Kasus
- Sensus Pertanian di Inhil,
Kurang Sosisalisasi dan Pencacah Mengarang Data

- Buruh TKBM Dumai Mogok Kerja Menuntut Kenaikan Gaji
- Perdana, BUMD PT. BLJ Bengkalis Umrahkan 11 Warga secara Gratis
- MTQ ke 44 Kabupaten Kampar,
Kecamatan Kampar Tampil Sebagai Juara Umum

- JPO Pekanbaru Tak Penuhi Standar Keselamatan


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 23.22.252.150
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com