Untitled Document
Selasa, 11 Rajab 1434 H |
Home > Sosial>>

Berita Terhangat...
Selasa, 21 Mei 2013 19:40
Ahmi Septari Nahkodai Perindo Riau

Selasa, 21 Mei 2013 19:39
Bagai Film Laga, Warga Pelalawan Halau Kawanan Rampok

Selasa, 21 Mei 2013 19:37
Genreasi Ketiga All New Picanto Tampil Lebih Elegan dan Sporty

Selasa, 21 Mei 2013 19:35
JCH Inhu Kembali Gunakan Sky Aviation ke Batam

Selasa, 21 Mei 2013 19:34
Pemprov Riau tak Dapat Deviden Kawasan Wisata Lagoi dan Bintan

Selasa, 21 Mei 2013 19:33
Dishut Dumai Temukan 10 Titik Api

Selasa, 21 Mei 2013 19:29
Dari Perss Corner,
Program Pariwisata di Riau Banyak Kebohongan




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 13 Juli 2012 18:17
Diizinkan Buka di Siang Ramadhan,
Pengelola Rumah Makan di Pekanbaru Umumnya Keberatan


Rencana Walikota Firdaus mengizinkan rumah makan di Pekanbaru buka di siang Ramadhan tak direspon positif. Umumnya pengelola rumah makan keberatan.

Riauterkini-PEKANBARU-Wacana Walikota pekanbaru Firdaus, yang memperbolehkan rumah makan buka disiang hari selama bulan puasa. Ternyata terus menui protes dan penolakkan, setelah sebelumnya penolakan wacana tersebut datang dari pihak MUI, kalangan anggota dewan hingga Wakil Walikota Ayat Cahyadi. Kini giliran Rumah makan yang ikut menolak wacana diatas, justru mereka menyayangkan sikap walikota yang dinilai tidak menjaga perasaan umat muslim.

Menurut mereka tidak seharusnya walikota melemparkan wacana yang dapat menimbulkan polemik. “ Ini aneh ada walikota dia muslim, tetapi mengeluarkan wacana memperbolehkan rumah makan buka disiang hari selama puasa. Sama saja halnya walikota tidak pandai menjaga perasaan umat muslim, serta menjaga nilai-nilai agama. Yang jelas kita menolak dengan tegas wacana atau kebijakkan tersebut, jangan kita malah yang dikambing hitamkan, “ tutur Endang pengelola Rumah Makan Batipuh Jalan Adi Sucipto.

Sedana dengan Endang, Fadli pengelola Rumah Makan Lumbung Mas Jalan Arifin Ahmad juga berpendapat sama. Menurutnya Perwako yang selama ini dikeluarkan oleh mantan Walikota Herman Abdullah, sudah tepat dan tidak perlu diubah lagi. “ Kita sangat tidak setuju namanya juga puasa, masak kita harus jualan melayani dan memberikan fasilitas terhadap orang yang tidak puasa. Kita berharap walikota baru tidak mengeluarkan kebijakkan yang salah, justru kita menilai Perwako tahun-tahun lalu sudah bagus dan tidak perlu diubah lagi, “ ujarnya.

Pendapat yang sama juga diutarakan oleh pengelola Rumah Makan Sederhana Jalan Subrantas Farhat, serta pengelola Rumah Makan Tenda Biru Jalan Arifin Ahmad Hamdan. Mereka berpendapat tidak seharusnya alasan rejeki dijadikan pembolehan rumah makan buka disiang hari. “ Kita sudah biasa dan tidak mempersoalkan kalau rumah makan harus tutup disiang hari, hal itu wajar saja sebab saat itu kita sedang berpuasa. Jangan justru kebijakkan itu dibuat seolah-olah kita yang menginginkan, sebaliknya kita menolak dan jangan juga urusan rejeki dibuat alasan, “ terang mereka.

Ditambahkan mereka justru selama ini setiap bulan puasa, omset penjualan mereka berlipat dari bulan-bulan biasa. Meski rumah makan mereka tutup disiang hari, tidak menimbulkan penurunan omset penjualan. Sebab pada sore dan malam harinya mereka buka dan berjualan seperti biasanya, “ Siapa bilang kalau tutup siang hari akan mempengaruhi kurangnya rejeki kita, itu tidak benar dan tidak berdasar, “ ujar mereka sedana.***(yunk)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
ocu-kuok
heheheheeee cuuuuuuu ocu !!!

ocu kampar
fidau dak tontu dosa ang do,,,,,,,,,,,,,,,,,, urang bapuaso ang suruh buka rumah makan dak malu ang samo buya tarmizi.astagfirullah fiduuuuuuuuuuuuuuu istigfar fidau banyak kesalahan lah ng buek.ang lantik tersangka ilog jadi kadis pu kini ang buek pulo yang indak2 fidau,pekn baru ko ado tuan nyo fidau

irwan siregar
dalam Alquran jelas2 disebutkan diwajibkan puasa selama ramadan kpd org2 beriman...itu pun msh banyak kecualinya...spt org sakit...org uzur...pekerja berat...musafir...dsbnya....Repotnya, kita sering berpedoman hanya kepada perintah puasa tersebut saja...kita lalu sering mengabaikan pengecualian tersebut... meskipun msh berada dlm satu ayat....

abah kalif
Kawan2... wacana \wako tu harus kita sambut sebagai sebuah kemajuan dalam berpikir... jangan negatif thingking dong... bagi yang mau puasa silahkan puasa,,, bagi yg tidak puasa silahkan hormati yang puasa. \begitu juga rumah makan.. klo emang pemilik rumah makan merasa perlu menutup rumah makannya... tutup aja jangan ribut.... kan masih banyak saudara kita yg perlu makan... bukan kita aja.... disinilah diuji... keislaman seseorang... apakah dia benar2 puasa atau hanya karena ikut2 an... biarkan wako membuat kebijakan.... tak perlu diributkan....

DPC Demokrat
Jangan kalian salahkan kami, dia cuma rental Demokrat saja kok..INi karena Tim Suksesnya banyak yang Kristem, pendukung dananya aja Mafia Lendir di Pekanbaru yang punya tarian telanjang. Bagaimana mungkin Firdaus yang dipilih masyarakat itu berani melawan pemilik dunia malam dan restoran ysng umumnys Cina semua? Lantak lah dikau Di Firdaus. Engkau tau tak? ini negeri %@!*uu !! berambus kau dari %@!* ini.. Kasi makan anak bini mudo dari uang lendir, bini tuo uang gaji..

ANTO
Inilah kebrilianan wacana Wako. Melemparkan wacana agar bnyk yg merespon nya. Krn walaupun selama ini ada perwako ttg larangan buka bg RM namun tak dipungkiri bnyk jg yg membandel dgn tetap kucing2 membuka warungnya dgn bermain mata dgn aparat. Nah jika nanti bnyk yg kontra dan tlh mnjd kesepakatan bersama maka saya yakin Wako akan ttp memberlakukan perwako lama dan bg yg melanggarnya sudah barang tentu tegas ditindak krn telah jelas2 mndpt penolakan. Dan yg saat ini ikut menantang wacana tsb sebaiknya nanti hrs terlibat mengawasi dan menindak yg melanggar, jgn hny asbun mencari popularitas dgn ikut2 berbicara. Betulkan MUI...

fren
fren jangan bagaya, contoh negeri jiran malaysia, puasa rumah makan mau tutup atau buka biasso biaso ajohh, jangan di polemikkan, dasar otak kurang jalan, kasihan umat lainnya, gara ggra hati sempit, pikiran kayak katak, di kira dunia itu luasnya seperti di makknnaan ajahhh, tobat wahai pikiran picit, bersatulah pasti kota kita aakan aman dan tentram, jangan di %@!*inn oleh provokator. Sip


Berita Sosial lainnya ..........
- Ahmi Septari Nahkodai Perindo Riau
- 2013, Permintaan Cerai PNS di Pekanbaru Sebanyak 14 Kasus
- Sensus Pertanian di Inhil,
Kurang Sosisalisasi dan Pencacah Mengarang Data

- Buruh TKBM Dumai Mogok Kerja Menuntut Kenaikan Gaji
- Perdana, BUMD PT. BLJ Bengkalis Umrahkan 11 Warga secara Gratis
- MTQ ke 44 Kabupaten Kampar,
Kecamatan Kampar Tampil Sebagai Juara Umum

- JPO Pekanbaru Tak Penuhi Standar Keselamatan


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 50.19.155.235
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com