Untitled Document
Sabtu, 15 Rajab 1434 H |
Home > Sosial>>

Berita Terhangat...
Jum’at, 24 Mei 2013 19:36
Dibuka Ketua KONI Rohul,
630 Karatedo Ikut Kejurda FORKI Riau ke-7 di Pasirpangaraian


Jum’at, 24 Mei 2013 19:34
Prihatin, KPU tak Diundang Paripurna Pelantikan 5 PAW DPRD Riau

Jum’at, 24 Mei 2013 19:32
Didukung 4 Parpol,
Zainal Abidin Optimis Maju di Pilkada Inhil


Jum’at, 24 Mei 2013 17:29
RAPP Bakti Sosial Bersama Warga Desa Kuala Terusan

Jum’at, 24 Mei 2013 17:12
Dua Pengedar Sabu Melawan Saat Ditangkap Aparat

Jum’at, 24 Mei 2013 17:09
Jago Demokrat di Pilgubri Diharap Tuntas Awal Pekan

Jum’at, 24 Mei 2013 16:47
Pemko Programkan Pasar Higinis



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 26 Juli 2012 15:15
Catatan Safari Ramadhan Wagubri,
Selalu Mendapat Keluhan Masyarakat Soal Infrastruktur Jalan


Wagubri Raja Mambang Mit menyudahi Safari Ramadhan 1433 Hijriyah ke Kepulauan Meranti dan Bengkalis. Dari dua daerah tersebut ditemukan fakta kondisi infrastruktur jalan yang buruk.

Riauterkini-PEKANBARU- Berdasarkan hasil safari Ramadhan Wakil Gubernur Riau, HR Mambang Mit ke beberapa kabupaten/kota di Riau. Masalah infrastruktur masih menjadi keluhan warga masyarakat, seperti banyaknya jalan yang rusak, listrik dan air bersih dan rumah ibadah yang masih perlu ditingkatkan.

"Berdasarkan hasil kunjungan saya ke daerah, masalah kerusakan jalan, listrik, air bersih dan mesjid masih menjadi kendala utama warga masyarakat di daerah. Khususnya di daerah kecamatan-kecamatan," kata Wagubri HR Mambang Mit kepada wartawan, (26/7) di Kantor Gubernur Riau.

Wagubri mengatakan, dari perjalanannya dia menerima masukan dari pemerintah daerah dan masyarakat. Seperti di Kabupaten Meranti, Wagub mendapat masukan. Dimana kata Wagub, Pemkab Meranti berencana membangun pasar modern dan saat ini Pemkab Meranti sudah mendapat anggaran Rp 17 miliar dari APBN dan Pemkab sudah menyiapkan Rp 20 miliar sedangkan anggaran pembangunanya Rp 40 miliar.

"Dan Pemkab Meranti menginginkan butget shering dengan Pemprov Riau, dan kita akan mencoba menampung aspirasi mereka," sebut Wagubri.

Terkait masalah kerusakan jalan di beberapa kabupaten/kota perlu ada pengawasan yang intensif dari pihak yang berwenang. Karena selama ini banyak kenderaan yang mengangkut CPO dan truk-truk yang melebihi tonase belum terawasi.

"Selama ini banyak kenderaan pengangkut CPO dan Membawa truk-truk yang melakukan tranportasi banyak melebihi tonase, sehingga ini akan menjadi perhatian kita nanti. Dan panjang dan kualitas jalan harus ditingkatkan," ungkapnya.

Disamping itu juga, Wagubri juga mengatakan, masalah listrik dan air bersih menjadi kendala bagi warga masyarakat di daerah-daerah. "Kita lihat persentasi elektrifikasi kita hanya 47 persen, dan ini dibawah rata-rata nasional. Dan begitu juga dengan air bersih, masih kurang memadai," kata Wagubri.***(jor) Wagubri mengatakan, dari perjalanannya dia menerima masukan dari pemerintah daerah dan masyarakat. Seperti di Kabupaten Meranti, Wagub mendapat masukan. Dimana Pemkab Meranti berencana membangun pasar modern dan saat ini Pemkab Meranti sudah mendapat anggaran Rp 17 miliar dari APBN dan Pemkab sudah menyiapkan Rp 20 miliar sedangkan anggaran pembangunanya Rp 40 miliar. "Dan Pemkab Meranti menginginkan butget shering dengan Pemprov Riau, dan kita akan mencoba menampung aspirasi mereka," sebut Wagubri. Terkait masalah kerusakan jalan di beberapa kabupaten/kota perlu ada pengawasan yang intensif dari pihak yang berwenang. Karena selama ini banyak kenderaan yang mengangkut CPO dan truk-truk yang melebihi tonase belum terawasi. "Selama ini banyak kenderaan pengangkut CPO dan Memabwa truk-truk yang melakukan tranportasi banyak melebihi tonase, sehingga ini akan menjadi perhatian kita nanti. Dan panjang dan kualitas jalan harus ditingkatkan," ungkapnya. Disamping itu juga, Wagubri juga mengatakan, masalah listrik dan air bersih menjadi kendala bagi warga masyarakat di daerah-daerah. "Kita lihat persentasi elektrifikasi kita hanya 47 persen, dan ini dibawah rata-rata nasional. Dan begitu juga dengan air bersih, masih kurang memadai," kata Wagubri.***(jor)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya ..........
- RAPP Bakti Sosial Bersama Warga Desa Kuala Terusan
- Diskominfo Riau Lepas 'Pulau Si Caram' Inhu ke PIN di Medan
- Riau Tertinggi Imput Data SDDKN
- RAPP Taja Pelatihan Para Da'i Pulau Padang
- IKBR Inhu Tuding Forlet Timbulkan Konflik
- 1.892 Warga Riau Terinfeksi HIV/AIDS
- Jelang Pengukuhan, IKBR Kubu Tumpal Hutabarat Tutai Tudingan


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 107.20.129.212
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com