Berita Terhangat... |
Senin, 20 Mei 2013 21:11 Demo, Mahasiswa Desa Kadisduk Capil Kampar Dipecat
Senin, 20 Mei 2013 19:34 BUMD Kampar Hadirkan Sejumlah Wahana di Stanum
Senin, 20 Mei 2013 19:26 PT SRL-Dekranasda Meranti Launching Sirup Mangrove Lestari
Senin, 20 Mei 2013 19:25 Keputusan DPP Golkar, Annas-Andi Jago Pilgubri dan Wardan-Rosman Pilbup Inhil
Senin, 20 Mei 2013 19:24 Jon Erizal Hadiri Ulang Tahun Ikatan Mantan Personil Arhanudse 13
Senin, 20 Mei 2013 19:20 Tumpal Hutabarat segera Dikukuhkan Sebagai Ketua IKBR
Senin, 20 Mei 2013 19:18 DRPD Rohil Panggil Inspektorat, Terkait Kades Jarang Ngantor
|
|
|
|
Ahad, 12 Agustus 2012 21:07 PLTMG Mati Total, Inhu Gelap Gulita
Wilayah Inhu gelap gulita sejak kemarin. Kondisi tak menyenangkan tersebut akibat PLTMG di Tanah Merah mati total.
Riauterkini -RENGAT-Pembangit listrik tenaga mesin gas (PLTMG) yang berlokasi di Tanah Merah Kecamatan Pasir Penyu mati total. Hingga berakibat Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) gelap gulita. Ahad (12/8/12).
Matinya PLTMG tersebut akibat rusaknya regulator pasokan gas sebagai bahan bakar penggerak turbin, sebagaimana disampaikan Rubadi manager PLN cabang Rengat yang membawahi tiga Kabupaten Inhu, Inhil dan Kuansing kepada riauterkini.com Ahad (12/8/12) di Rengat. "Kerusakan pada regulator yang berakibat terhentinya pasokan gas ke PLTMG, hingga berakibat PLTMG mati total dari jam 12 siang hari tadi," ujarnya.
Ditambahkanya, pihak PT.Trans Gasindo Indonesia (TGI) dari siang hingga malam ini masih berupaya melakukan perbaikan pada regulator serta mengusahakan pulihnya pasokan gas ke PLTMG. "Pihak TGI sebagai pemasok gas masih berupaya melakukan perbaikan, diupayakan sesegera mungkin pulih kembali dan listrik dapat hidup seperti biasa," tandasnya.
Dengan rusaknya PLTMG Inhu, pihak PLN Cabang Rengat berupaya melakukan pasokan listrik ke pelanggan dengan mengoperasikan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) Kota Lama. "Kita akan upayakan melalui PLTD Kota Lama, namun karena kemampuan beban puncaknya hanya 7 MW tidak semua pelanggan di Inhu dapat terlayani. Hanya sebagian kecil saja yang akan hidup. Beda dengan PLTMG yang beban puncaknya mampu melayani hingga 58 MW," tegasnya.
Dengan kondisi yang terjadi ini pihak PLN meminta maaf kepada pelanggan. "Kita meminta maaf kepada pelanggan, atas ketidaknyamanan akibat matinya listrik di Inhu yang disebabkan mati totalnya PLTMG Inhu. PLN akan tetap berupaya, hingga pasokan listrik ke pelanggan kembali normal," jelasnya.
Sebagaimana diketahui, sejak diresmikan beberapa saat yang lalu PLTMG Inhu beroperasi tidak sempurna dengan seringnya terjadi kerusakan. Bahkan Pemkab Inhu melalui BPPT-PMD akan melakukan tindakan tegas kepada PLTMG Inhu akibat tidak memiliki perijinan daerah.
Namun sebagai BUMN PT.Wika yang mengelola PLTMG Inhu tidak memberikan contoh yang baik, dengan tidak memiliki SIUP, SITU, TDP, Izin pemakaian air bawah tanah, air permukaan, AMDAL serta ijin pengolahan limbah sebagaimana peraturan daerah yang berlaku. *** (guh)
Beri
tanggapan | Baca
tanggapan |
| |
warga banyak cito waang....
Jadi selama ini mata kalian buta apa daerahni terang benderang... Selama itu pulak kalian tidor... Stopkan sajo listriktu agak 3 bulan biar dicari orang besar bualtu solusinyo....
|
|