Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Senin, 21 Januari 2019 10:59
11 Item Pajak Pemko Pekanbaru Bisa Dibayar di Bank dan Gerai Ritel

Senin, 21 Januari 2019 07:24
Ketua PSSI Meranti Sebut Turnamen Futsal Sago Old Star 2019 Bergengsi

Senin, 21 Januari 2019 07:19
Tim Polres Meranti Juara di Turnamen Futsal Sago Old Star 2019

Ahad, 20 Januari 2019 22:28
Nestapa Gadis Belia di Kampar, Diperkosa dan Dirampas HP-nya

Ahad, 20 Januari 2019 22:09
Bedah Rumah Kuli Pendorong Gerobak, Ini Apresiasi dari Plt Bupati Kampar kepada Dandim 0313/KPR

Ahad, 20 Januari 2019 18:31
Dinilai Ada Penyimpangan, Warga Air Jernih, Inhu Blokir Pembuatan Jalan Desa

Ahad, 20 Januari 2019 17:25
Camat Bangko Pusako-PT SRL Blok III Sosialisasikan Pencegahan Karlahut

Ahad, 20 Januari 2019 16:29
Silaturrahmi ke Warga Duri, Septian Nugraha Tegaskan Nyaleg Demi Kepentingan Publik

Ahad, 20 Januari 2019 16:25
PT PHE Kampar DideadlineMulai Aspal Jalan Poros Kerumutan Awal Februari

Ahad, 20 Januari 2019 14:39
Serap Aspirasi, Caleg DPR RI Ini Blusukan hingga ke Pelosok Pelalawan

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 17 Juni 2014 17:22
MUI Riau Nyatakan Bisnis MLM QNET Terindikasi Haram

Bisnis multi level marketing QNET diadukan ke MUI Riau. Hasil kajian dokumen dan barang yang diperjual-belikan, ditemukan bukti kuat adanya unsur penipuan dan ketidakjelasan.

Riauterkini-PEKANBARU- Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau Ustadz Abdurrahman menyampaikan hasil kajian terkait pengaduan bisnis multi level marketing atau MLM QNET, Selasa (17/6/14). MUI Riau menyimpulkan, bahwa bisnis MLM QNET tidak mememuhi syarat MLM halal sebagaimana ditetapkan MUI pusat.

“Kami menerima pengaduan dari masyarakat terkait MLM QNET dan setelah melakukan pengkajian, kami simpulkan bahwa MLM QNET terindikasi kuat haram,” ujarnya kepada riauterkinicom.

Dipaparkan Ustadz Abdurrahman, dari dokumen kontrak atau pernyataan peserta MLM QNET yang dipelajari dan produk yang dijadikan barang bukti, sistem MLM yang dikembangkan QNET mengandung unsur penipuan, sangat berpotensi menimbulkan kerugian salah satu pihak dan ketidakjelasan.

Sebagai contoh, setiap peserta diwajibkan membeli produk berupa Cakra, berupa lempengan kaca bening bulat sebesar telapak tangan atau Simpeden, berupa lempengan logal bundar sebesar uang logal Rp100 lama berbentuk gantungan kalung, seharga Rp8 juta. Barang itu, menurut pihak QNET, mahal karena merupakan benda terapi kesehatan.

“Pembayarannya harus tunai, tetapi barangnya baru diserahkan pada pembeli berbulan-bulan kemudian. Bahkan, ada yang sampai lima bulan baru mendapatkannya,” tuturnya.

Selain membayar tunai, namun tak langsung mendapatkan barang yang dibeli, harga Cakra ataupun Simpeden diyakini sangat jauh dari nilai yang sesungguhnya.

“Kita (masyarakat.red) mungkin disuruh beli barang itu (Cakra ataupun Simpeden.red) limapuluh ribu pun mungkin tak mau,” tuturnya.

Lebih lanjut Ustadz Abdurrahman, selain harus membayar Rp8 juta untuk barang yang dianggap tak bernilai tersebut, peserta MLM QNET wajib mengajak enam peserta baru bertransaksi dengan nilai masing-masing Rp8 juta, baru mendapatkan bonus Rp3,5 juta.

Berangkat dari kesimpulan ketidak-halalan sistem MLM QNET, Ustadz Abdurrahman menghimbau kepada masyarakat Riau, terutama Umat Islam untuk menghindari bisnis tersebut.

Sementara itu, Fery Wibowo, salah seorang pimpinan PT Amuba Intenasional, pemegang lisensi QNET Indonesia, wilayah Riau saat ditemui riauterkinicom di salah satu gang di Jalan Bukitbarisan Pekanbaru, menyebutkan kalau bisnisnya legal dan halal.

“Kami memiliki izin resmi dan juga punya sertifikat halal dari NU Jakarta Selatan,” ujarnya.

Selain itu, Fery Wibowo mengancam akan mempidanakan pihak-pihak yang menuding kegiatan usaha QNET yang berbasis di Hongkong, mengandung unsur penipuan.

“Kalau ada yang berani menyebut QNET merupakan penipuan, saya jamin dalam waktu beberapa jam yang bersangkutan bakal berstatus jadi tersangka,” ancamnya ketika itu.***(mad)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Bedah Rumah Kuli Pendorong Gerobak, Ini Apresiasi dari Plt Bupati Kampar kepada Dandim 0313/KPR
- Dinilai Ada Penyimpangan, Warga Air Jernih, Inhu Blokir Pembuatan Jalan Desa
- Serunya Mararua, Rame-rame Tangkap Ikan Masyarakat Kuansing
- Plt Bupati Kampar dan Banyak Bejabat Hadiri Pengukuhan Lembaga Adat Kenegerian Tapung
- Disaksikan Wagub Terpilih, Sekdaprov Kukuhkan Ketua LAKTA
- Adipura Bengkalis Kota Kecil Terbersih Akan Diarak Keliling dan Gelar Syukuran
- Satlantas Polres Kuansing Deklarasikan MRSF
- Polres Rohil Hadiri Pertemuan Silarurrahmi PWI Rohil
- Pemkab Kuansing Jajaki Kerjasama Membatik ke Balai Industri Padang
- Belum Miliki Identitas, Seribuan Napi Lapas Bengkalis Jadi Target Rekam KTP El
- Plt Bupati Kampar Serahkan DPA 2019 kepada Seluruh OPD
- Sambut Hari Bhakti ke-69,
Imigrasi Bengkalis Bersihkan dan Cat Museum

- Bernasib Lebih Miris dari Andini,
Begini Kata Kades tentang Naufal yang Mengurusi Empat Adiknya

- Masuki Masa Pensiun, Mantan Kaban Penghubung Riau Ingin Terus Mengabdi
- Andini tak Terviralkan Muncul Lagi di Pekan Tua, Pelalawan
- Satlantas Polres Kuansing Matangkan Persiapan MRSF
- Lantik Tiga Kajari, Kajati Riau Minta Tingkatkan Kinerja
- Desa Banjar Baru Layurkan Jalur Sumbangan Bupati Kuansing
- Dilaporkan Sejumlah Pihak, Penista Agama di Duri, Bengkalis Ditangkap Polisi
- Lusa, Kepengurusan IKA Hubdat Provinsi Riau Dikukuhkan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com