Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 26 April 2019 22:13
Polisi Jamin Aman, Logistik PSU dan PSL di Bengkalis Belum Tersedia

Jum’at, 26 April 2019 21:05
‎Peringatan Hari Kartini ke-55, Dinsos P3A Rohul Gelar Lomba Baca Puisi dan Fashion Show

Jum’at, 26 April 2019 20:56
Diguyur Hujan, Duri Timur, Bengkalis Kebanjiran

Jum’at, 26 April 2019 20:02
Dilepas Bupati Rohul, Pawai Ta'aruf Semarak Ramadhan 1440 H di Pasirpangaraian Diguyur Hujan

Jum’at, 26 April 2019 19:36
Simulasi Evakuasi Bencana, Gedung RSUD Petala Bumi Terbakar, Pasien Melahirkan Turut Dievakuasi

Jum’at, 26 April 2019 18:54
Diduga Cabuli ABG, Kades Pedekik dan Barang Bukti Dilimpahkan ke JPU

Jum’at, 26 April 2019 17:30
Ketua Bawaslu Pelalawan: Pengalihan Suara Antar Caleg Adalah Pidana Pemilu

Jum’at, 26 April 2019 16:54
Dorong Kemandirian, Keterampilan Teknis dan Mental,
200 Warga Ikuti Kelas Orientasi dan Kewirausahaan Tajaan PT CPI


Jum’at, 26 April 2019 16:34
99 Mahasiswa dan 14 Dosen Asal Pekanbaru Blusukan ke Hutan Mangrove di Bengkalis

Jum’at, 26 April 2019 15:42
Gubri Harap PSU dan PSL Besok Berjalan Damai

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 17 Juni 2014 17:22
MUI Riau Nyatakan Bisnis MLM QNET Terindikasi Haram

Bisnis multi level marketing QNET diadukan ke MUI Riau. Hasil kajian dokumen dan barang yang diperjual-belikan, ditemukan bukti kuat adanya unsur penipuan dan ketidakjelasan.

Riauterkini-PEKANBARU- Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau Ustadz Abdurrahman menyampaikan hasil kajian terkait pengaduan bisnis multi level marketing atau MLM QNET, Selasa (17/6/14). MUI Riau menyimpulkan, bahwa bisnis MLM QNET tidak mememuhi syarat MLM halal sebagaimana ditetapkan MUI pusat.

“Kami menerima pengaduan dari masyarakat terkait MLM QNET dan setelah melakukan pengkajian, kami simpulkan bahwa MLM QNET terindikasi kuat haram,” ujarnya kepada riauterkinicom.

Dipaparkan Ustadz Abdurrahman, dari dokumen kontrak atau pernyataan peserta MLM QNET yang dipelajari dan produk yang dijadikan barang bukti, sistem MLM yang dikembangkan QNET mengandung unsur penipuan, sangat berpotensi menimbulkan kerugian salah satu pihak dan ketidakjelasan.

Sebagai contoh, setiap peserta diwajibkan membeli produk berupa Cakra, berupa lempengan kaca bening bulat sebesar telapak tangan atau Simpeden, berupa lempengan logal bundar sebesar uang logal Rp100 lama berbentuk gantungan kalung, seharga Rp8 juta. Barang itu, menurut pihak QNET, mahal karena merupakan benda terapi kesehatan.

“Pembayarannya harus tunai, tetapi barangnya baru diserahkan pada pembeli berbulan-bulan kemudian. Bahkan, ada yang sampai lima bulan baru mendapatkannya,” tuturnya.

Selain membayar tunai, namun tak langsung mendapatkan barang yang dibeli, harga Cakra ataupun Simpeden diyakini sangat jauh dari nilai yang sesungguhnya.

“Kita (masyarakat.red) mungkin disuruh beli barang itu (Cakra ataupun Simpeden.red) limapuluh ribu pun mungkin tak mau,” tuturnya.

Lebih lanjut Ustadz Abdurrahman, selain harus membayar Rp8 juta untuk barang yang dianggap tak bernilai tersebut, peserta MLM QNET wajib mengajak enam peserta baru bertransaksi dengan nilai masing-masing Rp8 juta, baru mendapatkan bonus Rp3,5 juta.

Berangkat dari kesimpulan ketidak-halalan sistem MLM QNET, Ustadz Abdurrahman menghimbau kepada masyarakat Riau, terutama Umat Islam untuk menghindari bisnis tersebut.

Sementara itu, Fery Wibowo, salah seorang pimpinan PT Amuba Intenasional, pemegang lisensi QNET Indonesia, wilayah Riau saat ditemui riauterkinicom di salah satu gang di Jalan Bukitbarisan Pekanbaru, menyebutkan kalau bisnisnya legal dan halal.

“Kami memiliki izin resmi dan juga punya sertifikat halal dari NU Jakarta Selatan,” ujarnya.

Selain itu, Fery Wibowo mengancam akan mempidanakan pihak-pihak yang menuding kegiatan usaha QNET yang berbasis di Hongkong, mengandung unsur penipuan.

“Kalau ada yang berani menyebut QNET merupakan penipuan, saya jamin dalam waktu beberapa jam yang bersangkutan bakal berstatus jadi tersangka,” ancamnya ketika itu.***(mad)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- ‎Peringatan Hari Kartini ke-55, Dinsos P3A Rohul Gelar Lomba Baca Puisi dan Fashion Show
- Simulasi Evakuasi Bencana, Gedung RSUD Petala Bumi Terbakar, Pasien Melahirkan Turut Dievakuasi
- Ditanya Soal Pilpres, Syamsuar Sebut Wartawan Kompas TV Bongak
- RAPP Kembali Serahkan Beasiswa Pendidikan
- Atasi Jalan Rusak,
Pemprov Riau Segera Bangun Jembatan Kaki Seribu di Siak Senilai Rp28 Miliar

- 2019, 300 Ekor Sapi Betina di Bengkalis Dapat Asuransi 
- Dinkes Bengkalis Kerahkan Tenaga Medis dan Ambulance 'Kawal' Pleno Pemilu di PPK
- Tingkatkan Kemanunggalan TNI-Rakyat, Kodim 0303/Bengkalis Gelar Komsos Komponen Masyarakat
- Sirine Mampet, Kesiapan Panpel MTQ ke II Kecamatan Bathin Solapan Dipertanyakan
- Bupati Bengkalis Buka MTQ ke II Kecamatan Bathin Solapan
- Bekukan MPC PP Kuansing, MPW PP Riau Bentuk Caretaker
- Gubri Langsung ke Rumah Sakit, Kabag Kesra Kuansing Meninggal Mendadak Saat Ikuti Rakor
- Wabup Inhil Aktif di Medsos, untuk Ketahui Permasalahan dan Serap Aspirasi Masyarakat
- Sertifikat Diterima Gubri, Riau Resmi jadi Embarkasi Haji Antara
- 49 Pegawai Imigrasi Bengkalis Cek Kesehatan dan Tes Urine 
- Pasca Penetapan BRK Syariah, Dibentuk Tim Transisi Konvensional ke Syariah
- Dijadikan Lokasi Mesum Remaja, Pengamanan Kantor UPT Capilduk Mandau Harus Dibenahi
- Diwakili Sekda, Bupati Kampar Sampaikan LKPj Tahun 2018
- Pemkab Kampar Pemegang Saham Ketiga di Bank Riaukepri, Ini Kata Bupati Kampar pada RUPS
- Berasal dari Internal, OJK Serahkan Dua Nama Calon Direksi BRK ke Pemprov Riau


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com