Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Selasa, 20 Nopember 2018 20:06
Jadwal Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Inhil Dimajukan Sejam

Selasa, 20 Nopember 2018 17:08
Perdana di Pekanbaru,
UMRI Dipercaya sebagai Tuan Rumah Pelatihan Auditor Mutu Internal PTMA


Selasa, 20 Nopember 2018 16:24
Sambut Hari Juang Kartika, Korem 031/WB Bedah Rumah Warga Kurang Mampu

Selasa, 20 Nopember 2018 14:12
Pantai Indah Selatbaru, Bengkalis Akan Berlakukan Tiket Masuk

Selasa, 20 Nopember 2018 13:46
Sekda Lantik 136 Pejabat Eselon III dan IV Pemkab Inhil

Selasa, 20 Nopember 2018 13:31
Rumah diterjang Longsor Warga Benai Telan Kerugian 50 Juta

Selasa, 20 Nopember 2018 10:30
Camat Kuantan Tengah, Kuansing Bantu panti Asuhan dan Lansia Tunanetra

Selasa, 20 Nopember 2018 07:01
Rp1,4 Triliun, Pemkab Meranti Ajukan Nota Keuangan RAPBD 2019 ke DPRD

Selasa, 20 Nopember 2018 06:57
Teken KUA-PPAS 2019 Terkendala Rincian DBH Migas dari Pusat

Selasa, 20 Nopember 2018 06:54
Sekretaris Banggar DPRD Riau Pastikan Usulan Tambah Modal BUMD Rp3 Triliun Dicoret

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 17 Juni 2014 17:22
MUI Riau Nyatakan Bisnis MLM QNET Terindikasi Haram

Bisnis multi level marketing QNET diadukan ke MUI Riau. Hasil kajian dokumen dan barang yang diperjual-belikan, ditemukan bukti kuat adanya unsur penipuan dan ketidakjelasan.

Riauterkini-PEKANBARU- Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau Ustadz Abdurrahman menyampaikan hasil kajian terkait pengaduan bisnis multi level marketing atau MLM QNET, Selasa (17/6/14). MUI Riau menyimpulkan, bahwa bisnis MLM QNET tidak mememuhi syarat MLM halal sebagaimana ditetapkan MUI pusat.

“Kami menerima pengaduan dari masyarakat terkait MLM QNET dan setelah melakukan pengkajian, kami simpulkan bahwa MLM QNET terindikasi kuat haram,” ujarnya kepada riauterkinicom.

Dipaparkan Ustadz Abdurrahman, dari dokumen kontrak atau pernyataan peserta MLM QNET yang dipelajari dan produk yang dijadikan barang bukti, sistem MLM yang dikembangkan QNET mengandung unsur penipuan, sangat berpotensi menimbulkan kerugian salah satu pihak dan ketidakjelasan.

Sebagai contoh, setiap peserta diwajibkan membeli produk berupa Cakra, berupa lempengan kaca bening bulat sebesar telapak tangan atau Simpeden, berupa lempengan logal bundar sebesar uang logal Rp100 lama berbentuk gantungan kalung, seharga Rp8 juta. Barang itu, menurut pihak QNET, mahal karena merupakan benda terapi kesehatan.

“Pembayarannya harus tunai, tetapi barangnya baru diserahkan pada pembeli berbulan-bulan kemudian. Bahkan, ada yang sampai lima bulan baru mendapatkannya,” tuturnya.

Selain membayar tunai, namun tak langsung mendapatkan barang yang dibeli, harga Cakra ataupun Simpeden diyakini sangat jauh dari nilai yang sesungguhnya.

“Kita (masyarakat.red) mungkin disuruh beli barang itu (Cakra ataupun Simpeden.red) limapuluh ribu pun mungkin tak mau,” tuturnya.

Lebih lanjut Ustadz Abdurrahman, selain harus membayar Rp8 juta untuk barang yang dianggap tak bernilai tersebut, peserta MLM QNET wajib mengajak enam peserta baru bertransaksi dengan nilai masing-masing Rp8 juta, baru mendapatkan bonus Rp3,5 juta.

Berangkat dari kesimpulan ketidak-halalan sistem MLM QNET, Ustadz Abdurrahman menghimbau kepada masyarakat Riau, terutama Umat Islam untuk menghindari bisnis tersebut.

Sementara itu, Fery Wibowo, salah seorang pimpinan PT Amuba Intenasional, pemegang lisensi QNET Indonesia, wilayah Riau saat ditemui riauterkinicom di salah satu gang di Jalan Bukitbarisan Pekanbaru, menyebutkan kalau bisnisnya legal dan halal.

“Kami memiliki izin resmi dan juga punya sertifikat halal dari NU Jakarta Selatan,” ujarnya.

Selain itu, Fery Wibowo mengancam akan mempidanakan pihak-pihak yang menuding kegiatan usaha QNET yang berbasis di Hongkong, mengandung unsur penipuan.

“Kalau ada yang berani menyebut QNET merupakan penipuan, saya jamin dalam waktu beberapa jam yang bersangkutan bakal berstatus jadi tersangka,” ancamnya ketika itu.***(mad)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Jadwal Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Inhil Dimajukan Sejam
- Perdana di Pekanbaru,
UMRI Dipercaya sebagai Tuan Rumah Pelatihan Auditor Mutu Internal PTMA

- Sambut Hari Juang Kartika, Korem 031/WB Bedah Rumah Warga Kurang Mampu
- Camat Kuantan Tengah, Kuansing Bantu panti Asuhan dan Lansia Tunanetra
- Sampah Rumah Tangga Berserakan,
Mahasiswa Stikes Hang Tuah Pekanbaru Beri Solusi Pada Warga Pulau Gadang

- Jaga Keamanan Penumpang, Puluhan Kendaraan di Kuansing Dirazia Operasi Uji Petik
- Pelantikan Gubri Definitif, Wan Thamrin Bakal Pakai Baju Lama
- BPBD Riau: Empat Kabupaten Masih Terendam Banjir
- Jadwal Pelantikan Gubri Bersamaan Dengan Gubernur Bengkulu
- Pabrik Pengolah Inti Sawit PT SDS Terbakar di Dumai
- Laga Kambing Sepeda Motor, 1 Korban Tewas di Bengkalis
- ‎Serunya Family Gathering Polres Rohul di Objek Wisata Sipogas
- Baksos, Polsek Cerenti Turun ke Masyarakat Bergotong Royong
- Sempena HKN, Pernakes Bengkalis Taja Jalan Santai dan Donor Darah di Duri
- Disnaker Riau Saksikan Penandatangan PKB Serikat Pekerja di Pelalawan
- Kenalkan Lebih Mendalam Mengani Media Siber, Riauonline.co.id Taja Seminar NuMedia Cyber
- Setelah Kampar, BKD Riau Kembali Gelar Touring Road to Siak
- Reuni Perak Alumni SMPN 4 Pekanbaru, Donor Darah dan ke Panti Asuhan
- Kejaksaan Negeri Teluk Kuantan Menjadi yang Terbaik di Riau
- Baznas Bengkalis Bantah Minta KTP untuk Bagikan Zakat


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com