Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 20 Januari 2017 16:30
Sepanjang Januari 2017, Honda PCX Ditawarkan dengan Berbagai Bonus Spesial

Jum’at, 20 Januari 2017 16:27
Bupati Inhil Senang, Jamaah Shalat Subuh di Masjid Makin Bertambah

Jum’at, 20 Januari 2017 15:45
Kamis Nanti Edwar Sanger Dilantik Jadi Pj Walikota Pekanbaru

Jum’at, 20 Januari 2017 15:15
Pekerjakan Naker China Ilegal, Komisi D DPRD Riau Anggap PLN Sudah Buat Kesalahan

Jum’at, 20 Januari 2017 15:01
Marugame Udon and Tempura,
Hadir Ramaikan Ragam Kuliner Japanese di Pekanbaru


Jum’at, 20 Januari 2017 14:39
Polsek KSKP Tembilahan Limpahkan Kasus Kepabeanan ke Bea dan Cukai Tembilahan

Jum’at, 20 Januari 2017 14:37
Kepala UPT DKP Bantah Kedekatan Honorer Z Dengan Bupati Bengkalis

Jum’at, 20 Januari 2017 14:33
Bupati Bengkalis Hadiri Paripurna ke-37 TMMD di Jakarta

Jum’at, 20 Januari 2017 14:29
Revisi RPJMD Riau 2014-2019 Masukkan Sejumlah Pembangunan Perkantoran di Kabupaten/Kota

Jum’at, 20 Januari 2017 14:25
Pencuri Sepeda Motor Milik Petani Rohil Akhirnya Ditangkap



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 5 Januari 2017 06:53
Pemprov Riau Segera Tuntut Pusat Lunasi Hutang Rp553 M

Sampai saat ini masih banyak kewajiban pemerintah pusat terhadap Pemprov Riau belum dituntaskan. Salah satunya kurang transfer sebesar Rp553 miliar.

Riauterkini - PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau terus melakukan kalkulasi terhadap alokasi dana dari pusat. Ini dilakukan untuk memastikan dana tahun 2016 tersalurkan secara maksimal.

Asisten II Setdaprov Riau Masperi mengatakan, untuk tahun 2016 lalu masih ada dana pusat yang belum tuntas ditransfer ke daerah. Untuk itu, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak pusat untuk menuntaskan hal tersebut.

Berdasarkan hasil kalkulasi, sisa kurang bayar pemerintah pusat ke Pemprov Riau pada 2016 sebesar Rp553 miliar. Hal itu sudah dilakukan pencicilan pembayaran sebesar Rp318 miliar dan sisanya Rp235 miliar dibayarkan pada 2017.

“Ya masih ada lagi yang akan dibayarkan pada 2017. Jadi dana transfer pusat tersebut tidak dimasukkan dalam pendapatan sehingga itulah yang menambah APBD Riau dari Rp10,4 triliun lebih jadi Rp11 triliun lebih,” tuturnya, Rabu (4/1/17).

Selain itu dari sisa kekurangan yang belum dibayarkan pemerintah pusat sebesar Rp235 miliar, akan dibayarkan pusat pada 2017. Angka tersebut belum termasuk pendapatan Riau sebesar Rp4,8 triliun.

"Makanya untuk memaksimalkan hal tersebut, potensi pendapatan akan dimaksimalkan. Itu baru pendapatan Provinsi Riau dan belum termasuk pendapatan kabupaten/kota. Kita harapkan PAD di 2017 dapat lebih maksimal lagi,'' ujarnya.***(mok)





Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Cabut Subsidi 40.398 Pelanggan Listrik di Rohul, Ini Alasan PLN
- Aksi Damai, Porter Bandara SSK II Protes Jam Kerja dan Tuntut BPJS
- Razia TKA Asal China,
Kadisnaker Riau: Boleh Kerja Asal Ada Ijin Kerja

- Gandeng Wilmar,
Disnakertrans Dumai Taja Trening Operator Alat Angkat Angkut

- Telan Anggaran Rp140 Miliar, 2017 Unit RLH Dibangun Tahun Ini
- Pekerja China Ilegal di PLTU Tenayan,
Kanwil Kumham Tunggu Perusahaan Tunjukkan Dokumen Keimigrasian

- 98 TKA di Proyek PLN Tenayan Dipastikan Ilegal


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.204.104.49
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com