Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Rabu, 18 Januari 2017 14:21
Polemik Wagubri, Dewan Mengaku Hanya Bisa Menunggu

Rabu, 18 Januari 2017 14:17
Dewan Minta Pemkab Kuansing Kerjakan Kembali Tenaga Honorer

Rabu, 18 Januari 2017 14:12
Pemuda Ansor dan Banser Meranti Segera Gelar Diklat

Rabu, 18 Januari 2017 14:04
Ketua LAK: Lembaga Adat Jangan Diseret Keranah Politik

Rabu, 18 Januari 2017 13:52
Pengacara Tak Hadir,
Sidang Perdana Ketua DPRD Bengkalis Ditunda


Rabu, 18 Januari 2017 13:49
Lihat Dampak Perkebunan Sawit,
Empat Pemkab di Papua Barat Kunjungi Inhil


Rabu, 18 Januari 2017 13:38
11 Personel Polres Meranti Positf Narkoba

Rabu, 18 Januari 2017 13:27
Lewat "Halo Kick",
‎ Telkomsel Berikan Benefit Premium bagi Pelanggan Kartu Halo


Rabu, 18 Januari 2017 13:03
Bermodal Mesin Las, Komplotan Maling Tower Seluler Dibekuk Polres Pelalawan

Rabu, 18 Januari 2017 13:01
Meski Disegel Pemkab Inhil, Warga Kerintang Sebut PT IP Tetap Beroperasi



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 9 Januari 2017 20:13
Pasokan Cabe Dialihkan, BI Minta Potong Rantai Distribusi

Disperindag nyatakan pasokan cabe dialihkan ke Sumut dan Jambi. Sementara BI minta pemerintah potong jalur distribusi.

Riauterkini-PEKANBARU-Harga cabe di Pekanbaru mulai merangkak naik. Pekan ini harga cabe merah keriting mencapai Rp 60 ribu perkilogram. Sementara, cabe rawit sudah melejit hingga Rp 75 ribu perkilogram.

Di sisi lain, harga ayam potong sudah mencapai Rp 29-30 ribu perkilogram. Harga telur ayam ras perpapan sudah mencapai Rp 43-45 ribu.

Terkait hal itu, Kepala Bidang Perdagangan Disperindag dan Pasar Pekanbaru, Mas Irba Sulaiman Senin (9/1/17) membenarkannya. Menurutnya, cabe merah naik 10-15 persen.

“Kenaikan harga cabe merah karena pasokan dari Sumbar ke Pekanbaru berkurang. Cabe dibeli warga Sumut dan Jambi. Sedangkan naiknya harga ayam potong karena naiknya harga pakan,” jelas Irba.

Sementara, Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Riau, Ismet Inono mengatakan bahwa jalur distribusi yang panjang, membuat harga barang kebutuhan menjadi mahal.

“Rantai distribusi yang masih panjang ini, membuat harga tidak terkendali. Untuk itu, perlu ada pemangkasan jalur distribusi oleh pemerintah," terangnya.

Ia menambahkan, saat ini beberapa pemerintah daerah sudah mulai bekerjasama dengan pemerintah daerah produsen barang kebutuhan. Termasuk Riau.

"Kita berharap ke depan kerjasama itu akan dapat mengendalikan harga barang kebutuhan sebagai upaya meredam geolak harga barang kebutuhan," terangnya. ***(H-we)





Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- 98 TKA di Proyek PLN Tenayan Dipastikan Ilegal
- PLN Pastikan Tenaga Kerja China di PLTU Tenayan Legal
- Sawit Naik Tipis, Harga Karet di Rohul Naik Rp 300 Per Kg
- Bacakan Pidato Tertulis Menaker, Gubri Pimpin Upacara Peringatan Hari K3 Nasional
- Taja MKPT 2016,
Keuntungan UEK Kelurahan Batang Serosa, Bengkalis Capai Rp190 Juta

- Diduga Korsleting,
Ruko "Sumatera Seluler" Dipenuhi Asap

- Antisipasi Krisis Cabai Berlanjut, Distanak Pekanbaru Bagikan 20 Ribu Bibit


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.205.13.200
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com