Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 22 Juli 2017 19:15
Sahril Dilantik Sebagai Ketua Golkar Pekanbaru 2017-2022

Sabtu, 22 Juli 2017 19:10
Target Indonesia Layak Anak Tahun 2030

Sabtu, 22 Juli 2017 18:24
Bupati Inhil Hadiri Halal Bihalal Forum RT/RW Kelurahan Sungai Beringin

Sabtu, 22 Juli 2017 18:19
Ledakan TNT di Rohul, Dua dari Empat Korban Dirawat di RSUD Sudah Pulang

Sabtu, 22 Juli 2017 18:04
Balai Monitoring Riau Evaluasi Uji Coba Siaran Gemilang FM

Sabtu, 22 Juli 2017 18:01
Penyediaan Solusi Jasa Keuangan,
MNC Capital Indonesia Gandeng Bank Riau Kepri


Sabtu, 22 Juli 2017 17:48
Sahril Dilantik sebagai Ketua Golkar Pekanbaru

Sabtu, 22 Juli 2017 17:44
Jelang Pilgubri 2018,
Syamsuar Ambil Formulir di PAN


Sabtu, 22 Juli 2017 17:38
Pendukung Balon Gubri Khairuddin Al-Young Riau Siap Bentuk Tim Relawan di Bengkalis

Sabtu, 22 Juli 2017 16:47
Banggakan Nama Riau,
Utusan Garda Bangsa Riau Masuk Final Musabaqoh Kitab Kuning Tingkat Nasional




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Senin, 9 Januari 2017 20:13
Pasokan Cabe Dialihkan, BI Minta Potong Rantai Distribusi

Disperindag nyatakan pasokan cabe dialihkan ke Sumut dan Jambi. Sementara BI minta pemerintah potong jalur distribusi.

Riauterkini-PEKANBARU-Harga cabe di Pekanbaru mulai merangkak naik. Pekan ini harga cabe merah keriting mencapai Rp 60 ribu perkilogram. Sementara, cabe rawit sudah melejit hingga Rp 75 ribu perkilogram.

Di sisi lain, harga ayam potong sudah mencapai Rp 29-30 ribu perkilogram. Harga telur ayam ras perpapan sudah mencapai Rp 43-45 ribu.

Terkait hal itu, Kepala Bidang Perdagangan Disperindag dan Pasar Pekanbaru, Mas Irba Sulaiman Senin (9/1/17) membenarkannya. Menurutnya, cabe merah naik 10-15 persen.

“Kenaikan harga cabe merah karena pasokan dari Sumbar ke Pekanbaru berkurang. Cabe dibeli warga Sumut dan Jambi. Sedangkan naiknya harga ayam potong karena naiknya harga pakan,” jelas Irba.

Sementara, Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Riau, Ismet Inono mengatakan bahwa jalur distribusi yang panjang, membuat harga barang kebutuhan menjadi mahal.

“Rantai distribusi yang masih panjang ini, membuat harga tidak terkendali. Untuk itu, perlu ada pemangkasan jalur distribusi oleh pemerintah," terangnya.

Ia menambahkan, saat ini beberapa pemerintah daerah sudah mulai bekerjasama dengan pemerintah daerah produsen barang kebutuhan. Termasuk Riau.

"Kita berharap ke depan kerjasama itu akan dapat mengendalikan harga barang kebutuhan sebagai upaya meredam geolak harga barang kebutuhan," terangnya. ***(H-we)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- MNC Buka Kantor Jasa Keuangan Terpadu di Pekanbaru
- Tinjau Pembangunan Tol Pekanbaru-Dumai,
Gubri Sebut Seksi I Diaspal Desember mendatang

- Seluruh Pasar Swasta di Pekanbaru Adalah Ilegal
- Server Terganggu, Pelanggan Telkomsel di Bengkalis Mengeluh
- Agustus, Bulog Launching Minyak Goreng Kita
- PTPN V Dituding Halangi Pembangunan Tapak Tower Tol Listrik Sumatera
- Sepanjang Ramadan dan Lebaran,
Penjualan PT Greentech Cakrawala Motorindo, Alami Peningkatan Hingga 50 Persen



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.162.126.136
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com