Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 24 Maret 2017 17:06
Targetkan Ribuan Bidang, BPN Bengkalis Sosialisasikan PTSL ke Masyarakat Desa

Jum’at, 24 Maret 2017 16:43
Kasus Penistaan Agama, Dewan Minta Kepolisian Ambil Sikap Tegas

Jum’at, 24 Maret 2017 16:29
PT Nusantara Berlian Motor Sandang Dialer Berbintang Lima

Jum’at, 24 Maret 2017 16:26
Jelang Pilgubri 2018,
Sejumlah Balon Datangi Rakorwil PKS


Jum’at, 24 Maret 2017 16:17
Sepanjang Maret, SBT Torehkan 267 SPK

Jum’at, 24 Maret 2017 16:15
Bhabinkamtibmas Polres Inhil Aktif Counter Isu Penculikan Anak

Jum’at, 24 Maret 2017 16:12
Dewan Sorot Belum Assessment Pejabat Pemkab Bengkalis

Jum’at, 24 Maret 2017 16:06
Kunker ke Tangerang, Komisi III DPRD Pelalawan Bahas Pembangunan Rel Kereta Api

Jum’at, 24 Maret 2017 15:51
Polda Riau Amankan Pemilik 1 Kg Sabu dan 8.000 Ekstasi

Jum’at, 24 Maret 2017 15:46
Bupati Inhil Tayang Perdana Paket Lelang Pekerjaan Pembangunan 2017



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 9 Januari 2017 20:13
Pasokan Cabe Dialihkan, BI Minta Potong Rantai Distribusi

Disperindag nyatakan pasokan cabe dialihkan ke Sumut dan Jambi. Sementara BI minta pemerintah potong jalur distribusi.

Riauterkini-PEKANBARU-Harga cabe di Pekanbaru mulai merangkak naik. Pekan ini harga cabe merah keriting mencapai Rp 60 ribu perkilogram. Sementara, cabe rawit sudah melejit hingga Rp 75 ribu perkilogram.

Di sisi lain, harga ayam potong sudah mencapai Rp 29-30 ribu perkilogram. Harga telur ayam ras perpapan sudah mencapai Rp 43-45 ribu.

Terkait hal itu, Kepala Bidang Perdagangan Disperindag dan Pasar Pekanbaru, Mas Irba Sulaiman Senin (9/1/17) membenarkannya. Menurutnya, cabe merah naik 10-15 persen.

“Kenaikan harga cabe merah karena pasokan dari Sumbar ke Pekanbaru berkurang. Cabe dibeli warga Sumut dan Jambi. Sedangkan naiknya harga ayam potong karena naiknya harga pakan,” jelas Irba.

Sementara, Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Riau, Ismet Inono mengatakan bahwa jalur distribusi yang panjang, membuat harga barang kebutuhan menjadi mahal.

“Rantai distribusi yang masih panjang ini, membuat harga tidak terkendali. Untuk itu, perlu ada pemangkasan jalur distribusi oleh pemerintah," terangnya.

Ia menambahkan, saat ini beberapa pemerintah daerah sudah mulai bekerjasama dengan pemerintah daerah produsen barang kebutuhan. Termasuk Riau.

"Kita berharap ke depan kerjasama itu akan dapat mengendalikan harga barang kebutuhan sebagai upaya meredam geolak harga barang kebutuhan," terangnya. ***(H-we)





Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- RS Petala Bumi Siapkan Layanan Khusus Cek Kesehatan Calon TNI Polri
- Eksekusi Toko Modern Waralaba Ilegal di Bengkalis Tak Perlu Tunggu Perintah Sekda
- Berikut Tiga Kesepakatan PLN-PT Padasa,
Jalur Transmisi GI Bangkinang-Rohul Segera Dibangun

- Soal Operasional Pasar Modern Taluk Kuantan, Dua Pejabat Terkait Beda Pendapat
- Kadin Nilai Pulau Bengkalis Belum Layak Miliki Toko Modern Waralaba
- Penumpang Keluhkan Jasa Bongkar Muat di Pelabuhan BSL Bengkalis
- Kementrian ESDM Anggarkan Rp1,3 M,
20 Maret, PLTBG Rantau Sakti Rohul Mulai Direvitalisasi



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.166.31.252
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com