Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Senin, 20 Pebruari 2017 22:10
Danrem 031 Wirabima Jabat Dantim Satgas Karlahut Riau

Senin, 20 Pebruari 2017 21:31
Siak Optimis Pertahankan Piala Adipura Kota Kecil Terbersih

Senin, 20 Pebruari 2017 20:26
Penyegelan Kantor DPW PAN Riau Dinilai Memalukan

Senin, 20 Pebruari 2017 20:20
Polisi Amankan Pelaku Pencurian di Kotabaru, Inhil

Senin, 20 Pebruari 2017 19:08
Tekan Laka Lantas, Satlantas Polres Inhil Bentuk Komunitas Korban

Senin, 20 Pebruari 2017 18:46
Dihadiri Wabup Padang Pariaman,
Bupati Harris Hadiri Pengukuhan Pengurus DPD PKDP Pelalawan


Senin, 20 Pebruari 2017 18:42
Wabup Kuansing Kunjungi Bazar UKM Benai

Senin, 20 Pebruari 2017 18:37
Tatib Pemilihan Gubri, Pansus DPRD Riau Coret Poin Kearifan Lokal

Senin, 20 Pebruari 2017 18:10
Pasca Dilantik Plt Bupati Rohul, Kades Terpilih dan Camat Mulai Jalani Sertijab

Senin, 20 Pebruari 2017 17:45
Pukat Hela Kembali Resahkan Nelayan Rohil



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 9 Januari 2017 21:07
BI Prediksi Pertumbuhan Riau 2017 Hanya 2,9 Persen

Naiknya beberapa tarief membuat perekonomian Riau stag di 2,9 persen. Perlu aturan pemerintah tentang eksport hanya barang jadi.

Riauterkini-PEKANBARU-Bank Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi di Riau sepanjang 2017 hanya di kisaran 2,2 - 2,9 persen saja. Hal itu dikatakan Kepala Kantor Bank Indonesia Perwakilan Riau, Ismet Inono Senin (9/1/17).

Menurutnya, banyak indikator yang menjadi pertimbangan prediksi itu. Salah satunya adalah kenaikan harga barang kebutuhan, kenaikan tarief listrik, kenaikan BBM, kenaikan tarief pajak motor serta masih belum selesainya RTRWP Riau.

"Beberapa komponen ekonomi membuat Riau khususnya terjadi perlambatan pertumbuhan perekonomian di Riau," terangnya.

Menurutnya, yang membantu pertumbuhan ekonomi Riau adalah naiknya harga minyak bumi dan minyak sawit (CPO). Eksport juga menjadi sektor yang membantu pertumbuhan perekonomian di Riau kendati kecil.

"Yang perlu dilakukan adalah pemerintah membuat aturan mengenai eksport. Dimana eksportir hanya mengeksport barang jadi. Hal itu mendorong industri dalam negeri mengolah barang mentah menjadi barang jadi yang memiliki nilai ekonomis. Hal itu akan menggeliatkan perekonomian dalam negeri termasuk Riau," urainya.***(H-we)





Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- PLN-Angkasa Pura II Teken MoU, Jamin Pasokan Listrik Bandara SSK II
- Aset Pemprov Riau Naik Rp7 Triliuan
- Gubri Buka Rakornis Ketenagakerjaan Provinsi Riau di Dumai
- Rekrut Naker Tak Lapor, Disnakertrans Dumai Panggil PT. ESM
- Money Laundring di Bisnis KUPVA, Negara Dirugikan Rp60 Triliun
- Maling Berkeliaran, Petani Karet di Bengkalis Resah
- 79 Iklan Illegal di Pekanbaru Dibongkar Satpol PP


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.163.158.163
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com