Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Ahad, 25 Pebruari 2018 22:01
Ditabrak Truck Balak, Anggota Damkar Mandau, Bengkalis Tewas Ditempat

Ahad, 25 Pebruari 2018 21:42
Seorang Suami di Inhu Tega Bunuh Istrinya

Ahad, 25 Pebruari 2018 19:45
LE Mulai Kampanyekan Prabowo-Cak Imin untuk Pilpres 2019

Ahad, 25 Pebruari 2018 16:38
Pasangan AYO Sambangi Sentra Nenas di Rokan Hilir

Ahad, 25 Pebruari 2018 15:48
Capella Honda Serahkan Unit PCX150 Kepada 10 Konsumen Pembeli Perdana

Ahad, 25 Pebruari 2018 15:43
Ini Rencana Besar Pasangan AYO untuk Kota Dumai

Ahad, 25 Pebruari 2018 14:56
KBM di Desa Koto Ranah, Mahasiswa UPP Rohul Merasa Pulang Kampung

Ahad, 25 Pebruari 2018 14:53
Arminareka Perdana Berangkatkan Ratusan Jemaah Umroh Asal Rohul Maret 2018

Ahad, 25 Pebruari 2018 13:22
Puluhan Tokoh Masyarakat Tenayan Dukung dan Siap Menangkan Firdaus-Rusli

Ahad, 25 Pebruari 2018 10:19
Sudah Diikuti 1.600 Murid, Diluncurkan Didikan Subuh Quran di Bengkalis

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 9 Januari 2017 21:07
BI Prediksi Pertumbuhan Riau 2017 Hanya 2,9 Persen

Naiknya beberapa tarief membuat perekonomian Riau stag di 2,9 persen. Perlu aturan pemerintah tentang eksport hanya barang jadi.

Riauterkini-PEKANBARU-Bank Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi di Riau sepanjang 2017 hanya di kisaran 2,2 - 2,9 persen saja. Hal itu dikatakan Kepala Kantor Bank Indonesia Perwakilan Riau, Ismet Inono Senin (9/1/17).

Menurutnya, banyak indikator yang menjadi pertimbangan prediksi itu. Salah satunya adalah kenaikan harga barang kebutuhan, kenaikan tarief listrik, kenaikan BBM, kenaikan tarief pajak motor serta masih belum selesainya RTRWP Riau.

"Beberapa komponen ekonomi membuat Riau khususnya terjadi perlambatan pertumbuhan perekonomian di Riau," terangnya.

Menurutnya, yang membantu pertumbuhan ekonomi Riau adalah naiknya harga minyak bumi dan minyak sawit (CPO). Eksport juga menjadi sektor yang membantu pertumbuhan perekonomian di Riau kendati kecil.

"Yang perlu dilakukan adalah pemerintah membuat aturan mengenai eksport. Dimana eksportir hanya mengeksport barang jadi. Hal itu mendorong industri dalam negeri mengolah barang mentah menjadi barang jadi yang memiliki nilai ekonomis. Hal itu akan menggeliatkan perekonomian dalam negeri termasuk Riau," urainya.***(H-we)

Loading...


Berita lainnya..........
- Arminareka Perdana Berangkatkan Ratusan Jemaah Umroh Asal Rohul Maret 2018
- Pertumbuhan Ekonomi Melambat,
Riau dan Kepri Harus Turunkan PBBKB Pertalite

- Pusat Berlakukan Moratorium Proyek Konstruksi, PSN di Riau Masih Tetap Jalan
- 14 Sumur Beroperasi,
BOB PT. BSP Dituding Tidak Pernah Perhatikan Desa di Bengkalis

- Terlibat Konflik, Polres Bengkalis Mediasi Nelayan Jaring Batu dan Rawai
- Truk Sawit Nyaris Nyemplung ke Laut, Hebohkan Warga Rupat
- Maret, Bapenda Pekanbaru Cetak Masal 236. 560 Tagihan PBB
- Proyek Waduk Serba Guna Lompatan Harimau di Rohul Baru Sebatas Perencanaan
- Kasatpol PP Pekanbaru Minta Warga Laporkan Jika Ada Anggotanya Lakukan Pungli
- Stuband, Anggota Dewan Inhil Sambangi Bapenda Pekanbaru
- Baru Enam OPD Pemko Pekanbaru Berikan Laporan Keuangan 2017
- Agustus, MPP Pekanbaru Resmi Beroperasi
- Swastanisasi Sampah,
DLHK Pekanbaru Optimis Bisa Angkut Sampah 750 Ton Perhari

- Berupa Gerobak dan Modal Usaha,
Belasan Pedagang di Rohul Terima Bantuan dari YBM BRI Pasirpangaraian

- Dukung Percepatan Pembangunan Fly Over,
Pemko Pekanbaru Segera Bongkar JPO Depan Mall SKA

- Fokus Penataan, DPP Pekanbaru Hentikan Pembuatan Pangkalan Gas Bersubsidi
- Baru 18,7 persen Terealisasi,
Pemko Pekanbaru Optimis Pasar Induk Selesai Tepat Waktu

- Dirjen BAK Kemendagri Kunjungi DPM-PTSP Pekanbaru
- Gelar Unjuk Rasa di DPRD Riau,
Massa Tuntut Pencabutan HGU PT Ivo Mas Tunggal Dicabut

- DPD SPSI LEM  Riau Gelar Uji Kompetensi Anggota


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.167.29.208
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com