Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Ahad, 17 Desember 2017 18:04
Hindari Macet, Andi Jemput SK DPP PDIP Naik Ojek

Ahad, 17 Desember 2017 18:01
Puluhan Tim Pemadam Kebakaran RAPP Tambah Kompetensi di Situgal

Ahad, 17 Desember 2017 16:51
Kerancuan Regulasi Gambut Ancaman Serius Iklim Investasi Indonesia

Ahad, 17 Desember 2017 16:34
Andi-Suyatno Dapat Dukungan Resmi PDIP di Pilgubri 2018, Yopi Langsung 'Merapat'

Ahad, 17 Desember 2017 15:34
Gelorakan Ajaran Bung Karno, Repdem Rekrut Kader Muda di Siak

Ahad, 17 Desember 2017 15:28
4 Sepeda Motor Jadi Doorprize Gerak Jalan HUT ke-9 Kabupaten Kepulauan Meranti

Ahad, 17 Desember 2017 15:15
Kecam Pernyataan Trump, Ratusan Muslim di Duri Gelar Aksi Damai

Ahad, 17 Desember 2017 14:48
Resmi Diusung PDIP, Suyatno Ajak Kader Partainya dan Masyarakat Menangkan Pilgubri 2018

Ahad, 17 Desember 2017 14:24
Ditutup Wagubri, Pekanbaru Juara Umum MTQ ke-36 Riau di Dumai

Ahad, 17 Desember 2017 14:03
Dewan Bengkalis Tekankan RT dan Dinsos Tak Persulit Masyarakat Kurang Mampu

 
loading...



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Senin, 9 Januari 2017 21:07
BI Prediksi Pertumbuhan Riau 2017 Hanya 2,9 Persen

Naiknya beberapa tarief membuat perekonomian Riau stag di 2,9 persen. Perlu aturan pemerintah tentang eksport hanya barang jadi.

Riauterkini-PEKANBARU-Bank Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi di Riau sepanjang 2017 hanya di kisaran 2,2 - 2,9 persen saja. Hal itu dikatakan Kepala Kantor Bank Indonesia Perwakilan Riau, Ismet Inono Senin (9/1/17).

Menurutnya, banyak indikator yang menjadi pertimbangan prediksi itu. Salah satunya adalah kenaikan harga barang kebutuhan, kenaikan tarief listrik, kenaikan BBM, kenaikan tarief pajak motor serta masih belum selesainya RTRWP Riau.

"Beberapa komponen ekonomi membuat Riau khususnya terjadi perlambatan pertumbuhan perekonomian di Riau," terangnya.

Menurutnya, yang membantu pertumbuhan ekonomi Riau adalah naiknya harga minyak bumi dan minyak sawit (CPO). Eksport juga menjadi sektor yang membantu pertumbuhan perekonomian di Riau kendati kecil.

"Yang perlu dilakukan adalah pemerintah membuat aturan mengenai eksport. Dimana eksportir hanya mengeksport barang jadi. Hal itu mendorong industri dalam negeri mengolah barang mentah menjadi barang jadi yang memiliki nilai ekonomis. Hal itu akan menggeliatkan perekonomian dalam negeri termasuk Riau," urainya.***(H-we)



Berita lainnya..........
- Ratusan Triliun Disumbangkan ke Negara, Apkasindo Dorong Riau Rebut DBH CPO
- 2017 Terjadi 436 Lakalantas Kendaraan Barang,
Hino Dutro Gelar Safety Driving Competition

- Demi Kepastian Hukum,
RAPP Ajukan Permohonan Pembatalan SK 5322 ke PTUN

- 2018, BI Sebut Perekonomian Riau Membaik
- RSI Ibnu Sina Akan Gelar Khitanan Massal
- Pemdes Petapahan Gandeng PT TYE Kelola TKD Jadi Kebun Sawit
- Dituding Perlakukan Karyawan Tak Manusiawi,
PT LIH Selalu Terapkan Tata Kelola Karyawan dan Lingkungan Secara Baik

- Operasi Pasar LPG 3 Kilogram Perdana di Duri Diserbu Warga
- PT LIH Pelalawan Dianggap Pekejakan Karyawannya Secara Tidak Manusiawi
- Tingkatkan Peran sebagai APEX BPR, Bank Riau Kepri Gelar Workshop Sinergitas
- Tingkat Kesadaran Wajib Pajak, Pemko Pekanbaru Gelar Edukasi Kepatuhan
- 2 Pekan Jelang Natal, Harga Barang Kebutuhan Merangkak Naik
- Walikota Pekanbaru Optimis Pambangunan Pasar Induk Selesai Tepat Waktu
- Tingkatkan PAD, Bapenda Pekanbaru Revisi Empat Perda Pajak
- Bupati Bengkalis Hadiri Grand Opening Surya Daya Residence
- Revitalisasi Pasar Higienis Selesai, Siap-siap PKL Jalan Teratai Segera Digusur
- DPMPTS Dumai Sosialisasikan SOP Perizinan dan Non Perizinan Tahun 2017
- Telat Gelar RAT, Koperasi di Bengkalis Diminta Siap-siap Terima Sanksi
- Sembako di Bengkalis Terpantau Aman Hingga Tiga Bulan
- Walikota Pekanbaru Janji, Tahun Depan DPM-PTS Jadi Mall Pelayanan Publik


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.196.182.102
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com