Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Rabu, 23 Agustus 2017 22:30
Bupati Kampar Teken MoU dengan BPK Riau

Rabu, 23 Agustus 2017 20:07
REI Riau Baru Bangun 58 Persen dari Target

Rabu, 23 Agustus 2017 19:42
Sempat Divideokan Warga,
Kecelakaan Mengerikan dengan Kondisi Korban Terpotong Terjadi di Pelalawan


Rabu, 23 Agustus 2017 19:38
Harga TBS Sawit Riau Pekan Ini Naik

Rabu, 23 Agustus 2017 19:15
3 Pengurus DPD dan 7 PK KNPI Inhu Diberhentikan

Rabu, 23 Agustus 2017 19:11
Mendagri Minta RSUD Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Publik

Rabu, 23 Agustus 2017 19:10
Pengembangan Kasus di Pergudangan Angkasa II, Tiga Perampok Bersenpi Ditangkap di Palembang

Rabu, 23 Agustus 2017 17:12
Antisipasi Penyalahgunaan,
BPKAD Pekanbaru Pasang Stiker di Kendaraan Operasional


Rabu, 23 Agustus 2017 16:57
Warga Pekanbaru Protes Ada Tower di Taman Kota

Rabu, 23 Agustus 2017 16:52
Lakukan Penelitian di Inhil,
Bupati Paparkan Potensi daerah Kepada Mahasiswa Universitas Kobe Jepang




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Senin, 9 Januari 2017 21:07
BI Prediksi Pertumbuhan Riau 2017 Hanya 2,9 Persen

Naiknya beberapa tarief membuat perekonomian Riau stag di 2,9 persen. Perlu aturan pemerintah tentang eksport hanya barang jadi.

Riauterkini-PEKANBARU-Bank Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi di Riau sepanjang 2017 hanya di kisaran 2,2 - 2,9 persen saja. Hal itu dikatakan Kepala Kantor Bank Indonesia Perwakilan Riau, Ismet Inono Senin (9/1/17).

Menurutnya, banyak indikator yang menjadi pertimbangan prediksi itu. Salah satunya adalah kenaikan harga barang kebutuhan, kenaikan tarief listrik, kenaikan BBM, kenaikan tarief pajak motor serta masih belum selesainya RTRWP Riau.

"Beberapa komponen ekonomi membuat Riau khususnya terjadi perlambatan pertumbuhan perekonomian di Riau," terangnya.

Menurutnya, yang membantu pertumbuhan ekonomi Riau adalah naiknya harga minyak bumi dan minyak sawit (CPO). Eksport juga menjadi sektor yang membantu pertumbuhan perekonomian di Riau kendati kecil.

"Yang perlu dilakukan adalah pemerintah membuat aturan mengenai eksport. Dimana eksportir hanya mengeksport barang jadi. Hal itu mendorong industri dalam negeri mengolah barang mentah menjadi barang jadi yang memiliki nilai ekonomis. Hal itu akan menggeliatkan perekonomian dalam negeri termasuk Riau," urainya.***(H-we)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- REI Riau Baru Bangun 58 Persen dari Target
- Harga TBS Sawit Riau Pekan Ini Naik
- Pertengahan 2017, Peserta BPJS Kesehatan Pekanbaru Tembus Angka 1,7 Juta Jiwa
- Angkutan Online Hadir di Pekanbaru, Pejabat Pemko Jadi Galau
- Gubri Resmikan Mulainya Pembangunan Spam Durolis Resmi Dimulai
- MCM Production Gandeng Parjo Gelar Unity Pitstop
- Pemko Pekanbaru Cap Angkutan Sewa Online Sama dengan Travel Ilegal


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.159.71.232
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com