Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Senin, 23 Januari 2017 15:16
Pedagang Mengaku Semakin Sensara,
PLaza Sukaramai Pekanbaru Tak Kunjung Dibangun


Senin, 23 Januari 2017 15:11
Kominfo Persantik Inhil Terima Izin Prinsip Penyiaran Radio Gemilang FM

Senin, 23 Januari 2017 15:04
Cabuli Bocah 6 Tahun, Pemuda Rohul Diserahkan Warga ke Polisi

Senin, 23 Januari 2017 15:01
Paket Dinner Imlek,
Grand Elite Hotel Pekanbaru Tawarkan Mulai Rp2,5 Juta


Senin, 23 Januari 2017 13:57
Tingkatkan Kinerja Pegawai, BKD Pekanbaru Buat SKP Disetiap Dinas

Senin, 23 Januari 2017 13:32
Minta Waktu Dua Bulan,
Pansus RTRW Riau Minta Masyarakat untuk Sabar


Senin, 23 Januari 2017 13:04
Korupsi Bansos, Ketua DPRD Bengkalis Mulai Diadili

Senin, 23 Januari 2017 13:02
Usung Konsep Garden Lobby, Evo Hotel Pekanbaru Resmi Beroperasi

Senin, 23 Januari 2017 11:17
Puluhan Rumah Warga Surau Tinggi, Rohul Terendam Banjir

Senin, 23 Januari 2017 11:15
Bupati Meranti Ikuti Rakor Penanggulangan Karlahut 2017 di Istana Presiden



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 10 Januari 2017 15:05
Pekan Ini Harga TBS Sawit Naik Rp24,08 Per Kilogram

Menuruny harga minyak bumi di sesi Asia mendongkrak permintaan CPO. Hal itu berdampak pada naiknya harga TBS sebesar Rp 24,08 per kilogram.

Riauterkini-PEKANBARU-Berdasarkan Rapat Penetapan Harga TBS Riau periode 11- 17 Januari 2017, harga TBS Sawit Riau pekan ini naik. Kenaikan sebesar Rp 24,08 perkilogram.

Untuk TBS sawit umur 3 tahun naik menjadi Rp 1.609,89 perkilogram, TBS sawit umur 4 tahun naik menjadi Rp 1.795,60 perkilogram, TBS sawit umur 3 tahun naik menjadi Rp1.920,54 perkilogram, TBS sawit umur 6 tahun naik menjadi Rp1.978,96 perkilogram.

TBS sawit umur 7 tahun naik menjadi Rp 2.053,93 perkilogram, TBS sawit umur 8 tahun naik menjadi Rp 2.118,09 perkilogram! TBS sawit umur 9 tahun naik menjadi Rp 2.187,31 perkilogram.

"Untuk TBS sawit umur 10-20 tahun naik menjadi Rp 2.247,25 perkilogram," terang Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Riau, Ferry HC Selasa (10/1/17).

Menurutnya, naik turunnya harga minyak bumi di sesi Asia mengalami fluktuasi yang relatif landai dan diperdagangkan di kisaran USD 53 per barrel. Hal ini berdampak terhadap perdagangan CPO di pasar Asia, namun secara kumulatif CPO lebih diuntungkan dengan berkurangnya pasokan ke pasar.

Dampak positif dipengaruhi oleh semakin menguatnya harga kedelai di pasar minyak kedelai Amerika yang mengalami lonjakan dan pada posisi terakhir 9 Januari 2017 sudah menyentuh angka USD 35,46/bushel.

"Kondisi ini membuat harga TBS di Provinsi Riau mengalami kenaikan Rp. 24,08/kg atau 1,08% dan menyentuh angka Rp. 2.247,25 untuk tanaman umur 10-20 tahun. Meskipun terjadi kenaikan harga, belum membuat pekebun tersenyum seiring menurunnya produksi TBS yang dihasilkan," terang Ferry.***(H-we)





Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Cabut Subsidi 40.398 Pelanggan Listrik di Rohul, Ini Alasan PLN
- Aksi Damai, Porter Bandara SSK II Protes Jam Kerja dan Tuntut BPJS
- Razia TKA Asal China,
Kadisnaker Riau: Boleh Kerja Asal Ada Ijin Kerja

- Gandeng Wilmar,
Disnakertrans Dumai Taja Trening Operator Alat Angkat Angkut

- Telan Anggaran Rp140 Miliar, 2017 Unit RLH Dibangun Tahun Ini
- Pekerja China Ilegal di PLTU Tenayan,
Kanwil Kumham Tunggu Perusahaan Tunjukkan Dokumen Keimigrasian

- 98 TKA di Proyek PLN Tenayan Dipastikan Ilegal


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.163.149.151
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com