Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Ahad, 22 Januari 2017 20:31
Selamatkan Anak dari Bahaya Ngelem,
Pemuda Pancasila Inhil Dukung dan Siap Bersinergi dengan KOMPAK


Ahad, 22 Januari 2017 19:46
Dibongkar Polsek Pelabuhan,
Pak Haji Mantan Polisi Dalangi Sindikat Penggelapan Mobil di Pekanbaru


Ahad, 22 Januari 2017 19:42
Dua Kasus Kecelakaan di Rohul, 1 Nyawa Melayang dan 6 Korban Luka

Ahad, 22 Januari 2017 19:13
Polda Riau Himbau Warga Waspada Terhadap Tembakau Gorila

Ahad, 22 Januari 2017 18:55
Besok Penyerahan Hibah Lahan ke BNNK Kuansing

Ahad, 22 Januari 2017 17:59
Rem Blong, Rumah Komaruddin di Desa Kasang, Kuansing Ditabrak Truk

Ahad, 22 Januari 2017 17:36
Para Ibu di Pelalawan Kembangkan Kreativitas Lewat Bazar IWARA

Ahad, 22 Januari 2017 17:29
Besok, SAPMA dan Srikandi Pemuda Pancasila Inhil Dilantik

Ahad, 22 Januari 2017 17:24
Tiga Perampok dan Begal Remaja di Pekanbaru Diringkus Polisi

Ahad, 22 Januari 2017 17:22
Istana Masih Kokoh Berdiri, Data dan Fakta Kerajaan Rantau Kampar Kiri



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 11 Januari 2017 11:50
Antisipasi Krisis Cabai Berlanjut, Distanak Pekanbaru Bagikan 20 Ribu Bibit

Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Pekanbaru membagikan 20 ribu bibit cabai secara cuma-cuma pada masyarakat. Langkah mengantisipasi krisis harga cabai berkelanjutan.

Riauterkini - PEKANBARU - Untuk meminimalisir terjadinya kenaikan harga cabai dipasaran, Dinas Pertanian (Distan) kota Pekanbaru mendorong warga yang memiliki perkarangan untuk menanam cabai denganmenggunakan Polybag. Saat ini, Distan menyediakan 20 bibit cabai kepada masyarkat di 10 Kecamatan yang ada di Kota Pekanbaru.

Pemberian bibit cabai tersebut sebagai tahap awal untuk pengoptimakan lahan pekarangan rumah, sekolah, kantor dan gedung, sehingga bisa jaga ketahanan dan kemandirian pangan khususnya cabe.

Kecamatan Rumbai dan Rumbai Pesisir tak menjadi target Distan dalam rangka menanam Cabai di perkarangan rumah. Hal tersebut disebabkan, dua kecamatan ini memiliki lahan pertanian yang dikelolah oleh kelompok tani dalam menanam cabai, dimana para kelompok tani tersebut binaan Distankota Pekanbaru.

Apalagi, selama ini diketahui Pekanbaru hanya mampu memenuhi 20 persen dari kebutuhan cabai di Pekanbaru yakni 4 ton perharinya. Dengan langkah mendorong masyarakat dengan memanam cabai diperkarangan rumah sebagai langkah efektif untuk mengatasi melonjaknya harga yang selama ini terus terjadi, apalagi Riau merupakan daerah konsumen cabe.

Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura, M Nasir menjelaskan dari 20 Ribu pokok bibit cabai ini diserahkan secara bertahap. Dimana bulan Januari 2017, pihaknya menyerahkan 5000 pokok bibit cabai yang akan diserahkan di dua kecamatan yakni Kecamatan Lima Puluh dan Kecamatan Bukit Raya. Dengan rincian 4 ribu pokok bibit cabai di Kecamatan Lima Puluh dan Seribu bibit cabai dikecamatan Bukit Raya.

Nasir juga menjelaskan pihaknya menyasar 10 kecamatan yang berada di kota, bukan dipinggiran sebab mereka sudah punyalahan sendiri. Apalagi, memasuki musim hujan harga cabai keriting di Riau diluar dugaan naiknya. Padahal cabai secara sumbangan pembentuk inflasi tidaksebesar beras. Namun lonjakannya melebihi enam kali lipat dari Rp20.000 perkilogram menjadi Rp120.000 perkilogram. Lonjakan cabai keriting jauh dari perkiraan. Hal itu yang membuat angka inflasi terkerek

“Untuk jumlah penerima pokokbibit cabai didua kecamatan tersebut ada sekitar 267 KK. Upaya penanaman pokokbibit cabai sendiri sebagai upaya kita dalam meminimalisir kenaikan hargaicabai saat ini,”kata Nasir, Rabu (11/1).

Ia juga menjelaskan cabai yang dijadwalkan penanamannya bulan Januari ini diprediksi panennya secara serentak pada akhir bulan Maret 2017 mendatang.

“Ya kita harapkan dengan panen yangdilakukan serentak oleh masyarakat tak ada lagi keluhan akan kenaikan hargacabe di pasaran. Karena masyarakat bisa menikmati hasil panennya dengan menanamdi perkarangan masing-masing,”pungkasnya. *** (dan)





Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Cabut Subsidi 40.398 Pelanggan Listrik di Rohul, Ini Alasan PLN
- Aksi Damai, Porter Bandara SSK II Protes Jam Kerja dan Tuntut BPJS
- Razia TKA Asal China,
Kadisnaker Riau: Boleh Kerja Asal Ada Ijin Kerja

- Gandeng Wilmar,
Disnakertrans Dumai Taja Trening Operator Alat Angkat Angkut

- Telan Anggaran Rp140 Miliar, 2017 Unit RLH Dibangun Tahun Ini
- Pekerja China Ilegal di PLTU Tenayan,
Kanwil Kumham Tunggu Perusahaan Tunjukkan Dokumen Keimigrasian

- 98 TKA di Proyek PLN Tenayan Dipastikan Ilegal


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.161.155.6
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com