Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 28 April 2017 08:23
Kepala ULP Pemprov Riau Bantah Tudingan Keluarga Gubri Pungli Proyek

Jum’at, 28 April 2017 08:22
Bank Riau Kepri Serahkan CSR 6 RKB dan 10 Hektar Tambak di Kabupaten Lingga, Kepri

Jum’at, 28 April 2017 07:48
Tak Sampai Dua Jam, Dua Pedagang Ganja dan Sabu Ditangkap Polisi di Inhil

Jum’at, 28 April 2017 07:46
Ditlantas Polda Riau Gandeng UMRI Seminarkan Keselamatan Lalu-lintas

Kamis, 27 April 2017 22:32
Transaksi Sabu di Rohul, Warga Padang Lawas Sumut Ditangkap Polisi

Kamis, 27 April 2017 22:20
Hingga Juli, NAM Air Hadirkan Promo Spesial

Kamis, 27 April 2017 21:58
Nakhodai PGRI Rohul, Adolf Bastian Upayakan Sejahterakan Nasib Guru

Kamis, 27 April 2017 21:50
Bupati Meranti 'Beri' Uang Rp 2 Miliar dan 5 Unit Ambulance kepada Baznas

Kamis, 27 April 2017 21:10
Bupati Siak Syamsuar Menerima Gelar Kanjeng Raden Tumenggung

Kamis, 27 April 2017 21:00
Walikota Dumai Ajak Wujudkan Kota Pintar, Makmur dan Madani



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 18 April 2017 15:20
Disdagprin Bengkalis Akui Terjadi Kelangkaan Elpiji 3 Kg

Disdagprin Bengkalis mengakui telah terjadi kelangkaan gas elpiji 3 kg di sejumlh wilayah. Salah satu penyebabnya, pembatasn jumlah pasokan ke pihak pangkalan.

Riauterkini-BENGKALIS- Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagprin) Kabupaten Bengkalis mengakui terjadinya kelangkaan gas elpiji khusus 3 kilogram (Kg) di sejumlah wilayah di daerah ini.

Kelangkaan terparah di wilayah perkotaan dipicu beberapa faktor di antaranya, pembatasan jumlah pasokan gas elpiji 3 Kg kepada pangkalan yang selama ini melebihi batas maksimal atau mencapai hingga 12 ribu tabung dari agen, akan menjadi antara 5 ribu hingga 6 ribu tabung perbulan.

Kemudian,kelangkaan juga dipicu berkembangnya usaha-usaha kecil yang menggunakan tabung gas 3 Kg, serta peningkatan jumlah penduduk secara otomatis berdampak pada penggunaan tabung gas khusus masyarakat miskin itu.

Demikian diungkapkan Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Disdagprin Kabupaten Bengkalis Burhanuddin kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Senin (17/4/17) kemarin.

“Seperti untuk jatah pangkalan itu saat ini bisa mencapai 12 ribu tabung perbulan, harus dibagi menjadi dua pangkalan. Kemudian adanya penambahan jumlah penduduk otomatis juga meningkatkan penggunaan gas elpiji 3 Kg ini terutama di wilayah perkotaan,” ungkapnya.

Ditambahkan Burhanuddin, seperti di wilayah Duri, Kecamatan Mandau dampak pemberhentian kepada tenaga kerja juga mempengaruhi meningkatnya penggunaan gas elpiji 3 Kg tersebut.

“Untuk informasi di Duri bahwa terjadinya kelangkaan karena berkembangnya usaha-usaha kecil menengah, kemudian di sana adanya pemberhentian atau pengurangan tenaga dari perusahaan besar. Nah, tenaga kerja yang berhenti tersebut kemudian membuka usaha yang menggunakan gas elpiji 3 Kg,” katanya lagi.***(dik)







Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Sekda Inhil Hadiri Konferensi Usaha Sabut Kelapa di Bogor
- Sekda Meranti Berharap Pihak Perbankan Bantu Pemda Sejahterakan Rakyat
- DPD IPK Rohil Launching Produk Kopi dan Gelar Dialog
- Tiga Jenis Pupuk Bersubsidi Didistribusikan PT Petrokimia Gresik di Riau
- Izin Berkantor Sudah Keluar,
Izin Operasi Gojek Tunggu Rekom Instansi Terkait

- Rayakan Hari Kartini, Telkomsel Gelar Kartini Digital Competition 2017
- Retribusi IMB Tower Bocor, Pekanbaru Rugi Ratusan Juta Rupiah


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.81.72.117
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com