Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Selasa, 27 Juni 2017 06:57
Seorang Bayi Tewas Terpanggang,
Dua Rumah di Rambah, Rohul Ludes Terbakar


Senin, 26 Juni 2017 21:22
Hari ke Dua Lebaran,
Bupati Harris Hadiri Acara Adat Gunung Sahilan dan 'Open House' Wagubri


Senin, 26 Juni 2017 21:06
Liburan Lebaran, Masjid Agung Islamic Center Rohul Masih Favorit

Senin, 26 Juni 2017 20:54
Bupati Kampar Silahturrahmi ke Gubernur dan Forkopimda Riau

Senin, 26 Juni 2017 19:22
Tanpa Identitas, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Pinggir Jalan Desa Kuala Sebatu, Inhil

Senin, 26 Juni 2017 19:00
Atasi Sampah di Idul Fitri,
12 Armada dan 150 Personil Disiapkan UPT Persampahan di Duri, Bengkalis


Ahad, 25 Juni 2017 21:17
Polres Inhil Sebut Kebakaran Ludeskan 60 Perumahan Karyawan PT Pulau Sambu

Ahad, 25 Juni 2017 16:13
Usai Sholat Ied, Gubri Ajak Masyarakat Hadiri Open House

Ahad, 25 Juni 2017 15:51
Meriahnya Pawai Obor Sambut Idul Fitri dan Open House di Rumdis Bupati Rohul

Ahad, 25 Juni 2017 15:16
Bupati Inhil Khotib Sholat Idul Firi 1438 Hijriyah di Tembilahan



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Selasa, 18 April 2017 15:20
Disdagprin Bengkalis Akui Terjadi Kelangkaan Elpiji 3 Kg

Disdagprin Bengkalis mengakui telah terjadi kelangkaan gas elpiji 3 kg di sejumlh wilayah. Salah satu penyebabnya, pembatasn jumlah pasokan ke pihak pangkalan.

Riauterkini-BENGKALIS- Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagprin) Kabupaten Bengkalis mengakui terjadinya kelangkaan gas elpiji khusus 3 kilogram (Kg) di sejumlah wilayah di daerah ini.

Kelangkaan terparah di wilayah perkotaan dipicu beberapa faktor di antaranya, pembatasan jumlah pasokan gas elpiji 3 Kg kepada pangkalan yang selama ini melebihi batas maksimal atau mencapai hingga 12 ribu tabung dari agen, akan menjadi antara 5 ribu hingga 6 ribu tabung perbulan.

Kemudian,kelangkaan juga dipicu berkembangnya usaha-usaha kecil yang menggunakan tabung gas 3 Kg, serta peningkatan jumlah penduduk secara otomatis berdampak pada penggunaan tabung gas khusus masyarakat miskin itu.

Demikian diungkapkan Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Disdagprin Kabupaten Bengkalis Burhanuddin kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Senin (17/4/17) kemarin.

“Seperti untuk jatah pangkalan itu saat ini bisa mencapai 12 ribu tabung perbulan, harus dibagi menjadi dua pangkalan. Kemudian adanya penambahan jumlah penduduk otomatis juga meningkatkan penggunaan gas elpiji 3 Kg ini terutama di wilayah perkotaan,” ungkapnya.

Ditambahkan Burhanuddin, seperti di wilayah Duri, Kecamatan Mandau dampak pemberhentian kepada tenaga kerja juga mempengaruhi meningkatnya penggunaan gas elpiji 3 Kg tersebut.

“Untuk informasi di Duri bahwa terjadinya kelangkaan karena berkembangnya usaha-usaha kecil menengah, kemudian di sana adanya pemberhentian atau pengurangan tenaga dari perusahaan besar. Nah, tenaga kerja yang berhenti tersebut kemudian membuka usaha yang menggunakan gas elpiji 3 Kg,” katanya lagi.***(dik)






Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- PLN WRKR Usahakan Tak Ada Pemadaman di Hari Lebaran
- Satgas Pangan Pemkab Kampar Pantau Harga Sembako di Pasar Kuok
- Sepanjang Ramadan, PT Nusantara Berlian Motor Alami Peningkatan Penjualan 25 Persen
- Masyarakat Bengkalis Diimbau Jeli Membeli Makanan
- Gubri Optimis Pertumbuhan Ekonomi Riau Terus Membaik
- Tinjau Pasar, Kapolres Bengkalis Temukan Ikan Busuk Dijual
- Mendag Sebut Dukungan Perusahaan Terhadap IKM, Jadi Kail Wirausaha Mandiri


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.198.196.102
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com