Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Senin, 19 Pebruari 2018 22:16
Berkunjung ke Dumai, Hardianto Bahas Sengketa Lahan Masyarakat

Senin, 19 Pebruari 2018 22:08
LAM Tabalkan Gelar Adat untuk UAS,
Arsyadjuliandi Rachman Sebut UAS Kebanggaan Riau


Senin, 19 Pebruari 2018 22:00
Syamsuar: Jalan Provinsi di Kota Pekanbaru Segera Diaspal

Senin, 19 Pebruari 2018 21:40
Firdaus-Rusli Cagub dan Cawagub Pertama Kampanye di Meranti

Senin, 19 Pebruari 2018 20:46
KLHK Dukung Pemprov Rawan Karhutla Tetapkan Status Siaga

Senin, 19 Pebruari 2018 20:41
Ikut di Kampanye Firdaus-Rusli,
5 ASN dan Oknum Kades 'Diusir' Panwaslu Kepulauan Meranti


Senin, 19 Pebruari 2018 20:37
Premium di Inhu Langka, Pertamina Tegaskan Tidak Ada Kendala

Senin, 19 Pebruari 2018 20:23
Belasan Ribu Siswa di Pelalawan Terancam Belajar tak Pakai Bangku dan Meja

Senin, 19 Pebruari 2018 20:18
Polda Riau Periksa 15 Saksi Korupsi Transmisi PDAM

Senin, 19 Pebruari 2018 20:15
Sebulan, Ustadz Asal Bengkalis Ali Ambar Berdakwah di Hongkong

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 19 Juni 2017 16:53
Mendag Sebut Dukungan Perusahaan Terhadap IKM, Jadi Kail Wirausaha Mandiri

Dalam kunjungannya ke Pelalawan, Mendag mengatakan dukungan perusahaan terhadap indukstri kecil dan menengah telah menjadi 'kail' untuk mengangkat IKM itu menuju kemandirian.

Riauterkini-PANGKALAN KERINCI – Dingandengnya Industri Kecil Menengah (IKM) oleh perusahaan merupakan sangat penting bagi salah satu penopang perekonomian dalam negeri. Menurut Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, IKM telah terbukti menjadi usaha yang tahan krisis dan menjadi salah satu penopang perekonomian nasional. Kontribusi IKM dalam menciptakan lapangan kerja juga tidak dapat dipandang sebelah mata. Untuk itu, semua pihak perlu memberikan dukungan bagi perkembangan IKM, termasuk dunia usaha.

“Pemerintah tidak bisa melakukannya sendiri. Dukungan dari dunia usaha akan menjadi kail yang akan mendorong IKM menjadi wirausaha mandiri,” terang Enggartiasto dalam acara CSR Award kepada Mitra Bina PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) di Pelalawan, Riau, Ahad (18/6/17).

Ia berharap, dukungan terhadap IKM akan terus meningkat agar semakin banyak bermunculan wirausaha. Meskipun memiliki peranan penting, IKM masih menghadapi sejumlah persoalan, seperti dukungan permodalan dan kemampuan mengelola bisnis secara profesional.

"Di sinilah perusahaan diharapkan berperan agar memberikan pendampingan kepada IKM," tandas Enggartiasto.

Direktur Utama PT RAPP, Rudi Fajar mengatakan sebagai perusahaan yang beroperasi di Pangkalan Kerinci, Riau, RAPP berkewajiban untuk merangkul masyarakat sekitar agar mampu berkembang bersama. Hingga saat ini, RAPP telah mencetak sederet IKM sukses dan berpengaruh di daerahnya.

Perusahaan dikatakan berhasil jika masyarakat di sekitarnya sejahtera," kata Rudi.

Berdasarkan kajian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia, selama 1999-2014, RAPP telah berkontribusi dalam pembentukan output terhadap perekononomian nasional Rp 557 triliun, yang mana Rp 498 triliun (89,5%) berada di Riau.

Kontribusi relatif output RAPP terhadap perekonomian Riau menunjukkan pola penurunan sejak 2009 sebagai dampak pertumbuhan output Provinsi Riau yang lebih tinggi ketimbang pertumbuhan penjualan RAPP.

"Ini positif karena ketergantungan secara ekonomi masyarakat di Riau terhadap perusahaan semakin turun, karena tingkat kemandirian mereka meningkat," ujar Rudi.

Pada acara CSR Award tersebut, RAPP memberikan penghargaan kepada delapan mitra bina yang bergerak di berbagai bidang usaha mitra inline (jenis usahanya berhubungan langsung dengan bisnis RAPP) seperti Sulaiman sebagai produsen sabut kelapa (cocopeat), Izwan koperasi Karya Bersama yang menyediakan speed boat 15 K, Robi Cahyadi sebagai penyedia tenaga kerja dan penyedia truk. Kemudian Mujiono sebagai penyedia tenaga kerja pengawas, Ramadhan sebagai meyedia mobil truk.

Sedangkan untuk mitra Offline (jenis usahanya tidak berhubungan langsung dengan bisnis perusahaan) diantaranya Yusmani yang merupakan pengrajin batik di Rumah Batik Andalan, Tukiman dan Mursaldius pengusaha bengkel.***(feb)

Loading...


Berita lainnya..........
- Dukung Percepatan Pembangunan Fly Over,
Pemko Pekanbaru Segera Bongkar JPO Depan Mall SKA

- Fokus Penataan, DPP Pekanbaru Hentikan Pembuatan Pangkalan Gas Bersubsidi
- Baru 18,7 persen Terealisasi,
Pemko Pekanbaru Optimis Pasar Induk Selesai Tepat Waktu

- Dirjen BAK Kemendagri Kunjungi DPM-PTSP Pekanbaru
- Gelar Unjuk Rasa di DPRD Riau,
Massa Tuntut Pencabutan HGU PT Ivo Mas Tunggal Dicabut

- DPD SPSI LEM  Riau Gelar Uji Kompetensi Anggota
- Pemkab Kuansing DiimbauTepat Sasaran Salurkan Bibit Sawit
- Gaikindo Klaim Permintaan Premium Berkurang karena Rekomendasi Industri Otomotif
- Masyarakat Keluhkan Tarif Parkir 'Siluman' di Duri
- Minim Pengawasan, PKL dan Parkir Liar di Pasar Pagi Arengka Kembali Marak
- Gelar Patroli, Satpol PP Meranti Tertibkan Jam Buka Warnet
- Harga Minyak Dunia Turun, Pertumbuhan Ekonomi Bengkalis Turun
- Gandeng Diskes PRiau, DPM-PTSP Pekanbaru Buka Stand Jamu Gratis
- Ditjend Perbendaharaan Puji Realisasi DAK Fisik Pemprov Riau
- Toleransi Pemko Pekanbaru pada Pedagang,
PKL Pasar Cik Puan Hanya Boleh Jualan Sampai Pukul 9 Pagi

- Gandeng Kejari, Bapenda Pekanbaru Segera Tindak WP Nakal
- 2017, Rp1,3 Triliun KUR Dinikmati 56 Ribu UMKM di Riau
- Disperindag Terus Rayu PKL Pindah ke Pasar Higenis
- Sepekan Jelang Imlek, Harga Cabai Berangsir Turun
- Promosikan Objek Wisata Titik Nol Pekanbaru, Dinas Pariwisata Gelar Sejumlah Event


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 50.19.34.255
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com