Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Senin, 23 Oktober 2017 21:12
ASN Pemkab Bengkalis Sudah Sebulan Tak Begaji

Senin, 23 Oktober 2017 21:02
Tak Pulang Sejak Ahad Kemarin,
Seorang Supir Gocar di Pekanbaru Dilaporkan Hilang


Senin, 23 Oktober 2017 20:50
Bupati Inhil Pimpin Apel Besar Peringatan HUT ke-56 Pramuka

Senin, 23 Oktober 2017 20:45
Polres dan Pemkab Pelalawan Teken MoU Penerimaan Anggota Polri

Senin, 23 Oktober 2017 20:41
Bupati Syamsuar Buka Bimtek Siak Smart City

Senin, 23 Oktober 2017 20:33
Tujuh Pelaku Jaringan Narkoba Lintas Negara,
Terdakwa Dituntut Hukuman Mati dan Seumur Hidup


Senin, 23 Oktober 2017 20:28
Indonesia Darurat Demokrasi,
BEM UR Sindir Pemerintah Lewat Musikalisasi Puisi dan Nyanyian


Senin, 23 Oktober 2017 20:14
Dua Maling Habisi Nyawa Penjual Martabak di Dumai

Senin, 23 Oktober 2017 19:55
Polres dan Pemkab Bengkalis Teken MoU Penerimaan Anggota Polri Jalur Prestasi

Senin, 23 Oktober 2017 19:48
Polres Dumai Tangkap Sindikat Prostitusi Online

 
loading...



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Rabu, 9 Agustus 2017 19:31
Ditolak Warga, Raskin Tak Layak Konsumsi Diganti Bulog Inhu

Dinilai tak layak dikonsumsi, raskin yang ditolak warga Desa Air Jernih Kecamatan Rengat Barat, segera diganti Bulog Rengat.

Riauterkini-RENGAT-Dinilai tak layak dikonsumsi Beras Miskin (Raskin) yang ditolak warga Desa Air Jernih Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), segera diganti Badan Urusan Logistik (Bulog) Rengat.

Digantinya Raskin yang dinilai tak layak konsumsi pasca ditolak warga Desa Air Jernih Kecamatan Rengat Barat, Inhu disampaikan Parningotan Panjaitan Kepala Bulog Rengat, Rabu (9/8/17).

"Dari 1.024 Kg Raskin yang telah disalurkan ke Desa Air Jernih Kecamatan Rengat Barat, Inhu, diketahui sebanyak 930 Kg Raskin berdebu. Itulah yang kami ganti. Jadi 930 Kg Raskin yang berdebu kami tarik kembali," ujarnya.

Diungkapkanya, 930 Kg Raskin berdebu tersebut bukanya tidak layak konsumsi, namun karena sejak Januari 2017 sudah masuk ke gudang Bulog di Rengat dan baru saat ini disalurkan, maka Raskin tersebut menjadi kering dan berdebu.

"Jadi bukan tak layak dikonsumsi, beras itu masih bisa diolah kembali dengan memasukan kembali ke penggilingan untuk menghilangkan debunya. Ini terjadi akibat keterlambatan penyaluran, seharusnya dari Januari sudah disalurkan. Namun karena datanya terlambat turun dari pusat, makanya baru bulan ini disalurkan," ungkapnya.

Ditambahkanya, bagi masyarakat yang menerima Raskin yang dinilai kurang bagus dapat segera melaporkan pada Bulog Rengat, untuk selanjutnya dapat dilakukan penggantian.

"Kalau memang Raskin yang diterima tidak bagus atau berdebu masyarakat dapat melaporkan pada Bulog Rengat, untuk diganti. Seperti yang di Desa Air Jernih ini, setelah mendapat informasi dari bagian ekonomi Pemkab Inhu tentang Raskin yang diterima kurang bagus, saya langsung turun kelapangan dan mengganti Raskin tersebut," jelasnya. *** (guh)



loading...

Berita lainnya..........
- Cegah Prediabetes kepada Masyarakat, Prodia Gelar Roadshow Talkshow
- BRI Pasirpangaraian Siap Dukung Program Pemkab Rohul untuk Transaksi Non Tunai Mulai 2018
- Bandara Japura Inhu Segera Layani Penerbangan Komersial
- Oktober 2017, Realisasi PADi Bapenda Pekanbaru Tembus Rp 375 Miliyar
- Tolak PHK Buruh HTI, K-SPSI Riau Rencanakan Demo Pekan Depan
- Nursyafry Tanjung Pimpin REI Riau Periode 2017-2020
- OJK  Dujung Program Global Anti Serangan Siber


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.80.236.48
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com