Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Rabu, 18 Juli 2018 22:45
Kejurda Pelajar di Pekanbaru, Atlet Takraw Bengkalis Raih Pintar Emas

Rabu, 18 Juli 2018 22:34
Sidang Praperadilan, Hakim Pertegas Pengamanan Alat Berat Seorang Warga tak Dilengkapi Izin Penyitaan

Rabu, 18 Juli 2018 22:22
Coba Perkosa Janda Anak Tiga, Mantan Napi Dibekuk Polsek Sei Apit

Rabu, 18 Juli 2018 22:00
Partai PSI Tak Ikut Pileg di Inhu

Rabu, 18 Juli 2018 21:30
Kecelakaan Maut di Simpang Empat Pasar Baru Pangean, Kuansing

Rabu, 18 Juli 2018 21:25
658 Bacaleg dari 16 Parpol Daftar ke KPU Bengkalis

Rabu, 18 Juli 2018 21:22
Bupati Inhil Sampaikan Pidato Pengantar Terhadap 5 Ranperda Tahun 2018

Rabu, 18 Juli 2018 21:15
Barak Komplek PT. RAPP Dilalap Sijago Merah

Rabu, 18 Juli 2018 20:55
FSPPB Dumai Demo Tolak Akuisisi Pertagas oleh PGN

Rabu, 18 Juli 2018 20:16
Wanita Cantik 'Selundup' Sabu ke Lapas Bengkalis Divonis 11 Tahun Penjara

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 11 Agustus 2017 13:44
Waspada, Garam Mulai Mahal dan Menghilang di Riau

Krisis garam yang terjadi di Jawa mulai menyebar ke seluruh Indonesia. Riau juga terimbas. Kini bumbu utama tersebut harganya melonjak dan kian sulit didapat.

Riauterkini-PEKANBARU- Masyarakat Kecamatan Kampar Kiri dan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar sejak sepekan terakhir tidak bisa mendapatkan garam. Hampir seluruh kedai harian tak lagi memilik stok garam untuk dijual. Sisa sedikit dipergunakan sendiri pemilik kedai untuk bumbu di dapur.

Bahkan saat hari pasar yang digelar sepekan sekali pun, tak seorang pun pedagang yang membawa garam. Seperti di Pasar Jum’at Desa Kuntu, Kecamatan Kampar Kiri, Jumat (11/8/17) tidak ada seorang pun pedagang yang menjual garam.

“Sudah tidak ada lagi kedai yang menjual garam. Bahkan, hari ini di Pasar Jum’at pun tidak ada yang menjual garam. Entah macam manalah kami ini mau masak tanpa garam,” keluh Yesi, seorang ibu rumah tangga di Kuntu saat dihubungi riauterkinicom.

Kondisi nyaris serupa ternyata juga mulai terjadi di Pekanbaru. Garam sudah hampir sebulan pasokannya tersendat. Stok yang tersisa jumlahnya sangat terbatas dan harganya melonjak. Menurut Nasuha, seorang distributor kecil yang memasuk sejumlah bumbu ke kedai-kedai di sejumlah pasar di Pekanbaru, dari empat gudang kebutuhan pokok yang jadi langganannya di Pekanbaru, hanya satu yang masih punya stok garam.

“Sudah sebulan ini pasokan garam seret. Sekarang dari empat gudang yang saya tahu di Pekanbaru, hanya tinggal satu yang masih punya garam. Itu pun berebut mendapatnnya,” tutur Nasuha pada riauterkinicom.

Selain sulit didapat, Nasuha juga mengatakan kalau harga garam kini mulai mahal. Misalnya untuk garam kasar kemasan 10 bungkus yang normalnya seharga Rp10 ribu, kini jadi Rp14 ribu. Lonjakan lebih tinggi terjadi pada garam halus kemasan 40 bungkus. Biasanya hanya Rp40 ribu, kini Rp70 ribu. Naik hampir 100 persen.

“Kalau garam halus, selain sangat mahal juga sudah tak ada lagi. Saya sudah sepekan ini tak dapat pasokan garam halus,” keluh Nasuha.***(mad)

Loading...


Berita lainnya..........
- UKM Riau Belum Leading di Ekonomi Syariah
- Pemerintah Turunkan Tarif Pajak Penghasilan Final 0,5% Bagi UMKM 
- Terlibat Polemik,
Pengelola Pasar 'Modern' Sorek Pelalawan Lempar Handuk

- Tiga Perusahaan Di-blacklist, Tahun Ini Pasar Murah di 10 Kecamatan di Bengkalis Gagal Total
- Banyak Warga Pelalawan Enggan Konsumsi Ikan Emas
- Sejumlah Proyek di PUPR Kuansing Mulai Dilakukan Rekayasa Lapangan
- Maksimalkan Layanan Perbankan, BNI Buka KCP di Pinggir Bengkalis
- Bank Indonesia Gelar FESyar 2018
- RUPS-LB PT BSP Rekomendasikan Efesiensi
- Gantikan Bismantoro, Iskandar Jabat Dirut PT BSP yang Baru
- Pengundian Program Telkomsel Siaga 2018 Masih Berlanjut Hingga Agustus Nanti
- Bertindak, Dishub Pekanbaru Tertibkan Parkir di Jalur Lambat Pasar Pagi Arengka
- Desa Airpanas Ditargetkan Wakili Provinsi Riau di Lomba Desa Tingkat Nasional Tahun 2018
- Hotel Penyumbang Tebesar PAD,
Dewan Kuansing Akui, Bukittinggi Bagus Kelola Pariwisata

- 2018, RFB Optimis Target 1 Juta Lot Tercapai
- Bapenda Pekanbaru Gelar Monitoring Pajak Restoran
- Pemko Pekanbaru Raih Juara Pertama PTSP Terbaik se Indonesia
- Bahayakan Keselamatan Penumpang, KRI Pulau Rusa Amankan KM Jelatik
- Tak Kunjung Diperbaiki,
Warga Bengkalis Sayangkan Lampu Penerangan Jembatan Banyak Padam

- Tuntut Gaji, Ratusan Karyawan PT Ricry Gelar Aksi Demo


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com