Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Selasa, 17 Oktober 2017 16:17
Ada Diskon 28 Persen,
Pelanggan PLN Bengkalis DiimbauuUntuk Tambah Daya


Selasa, 17 Oktober 2017 16:13
Kejari Pekanbaru Terima Berkas dan Tersangka Kasus Saracen

Selasa, 17 Oktober 2017 15:13
Bakal Berduet Dengan Andi Rachman,
Baleho Suyatno Mulai Terlihat di Simpang Tiga Pekanbaru


Selasa, 17 Oktober 2017 14:55
September 2017 Lalu, Penjualan Suzuki Kembali Duduki Peringkat Tertinggi

Selasa, 17 Oktober 2017 14:39
16 Parpol di Bengkalis Siap untuk Diteliti Administrasi

Selasa, 17 Oktober 2017 14:04
Triwulan Tiga 2017, PAD Parkir Tembus Angka Rp6,7 Miliar

Selasa, 17 Oktober 2017 13:23
KLHK Bingung Ditanyak Izin Operasional RAPP Dicabut

Selasa, 17 Oktober 2017 13:15
Hasilkan Anggota Polri Terbaik, Polres Inhil dan Pemkab Inhil Teken MoU

Selasa, 17 Oktober 2017 12:37
Letkol Pnb Jajang Setiawan Jabat Kadisops Lanud RSN Pekanbaru

Selasa, 17 Oktober 2017 12:31
Gugat Kejati Riau, Dua Terdakwa Lampu PJR Pekanbaru Serahkan Nota Praperadilan

 
loading...



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Jum’at, 11 Agustus 2017 13:44
Waspada, Garam Mulai Mahal dan Menghilang di Riau

Krisis garam yang terjadi di Jawa mulai menyebar ke seluruh Indonesia. Riau juga terimbas. Kini bumbu utama tersebut harganya melonjak dan kian sulit didapat.

Riauterkini-PEKANBARU- Masyarakat Kecamatan Kampar Kiri dan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar sejak sepekan terakhir tidak bisa mendapatkan garam. Hampir seluruh kedai harian tak lagi memilik stok garam untuk dijual. Sisa sedikit dipergunakan sendiri pemilik kedai untuk bumbu di dapur.

Bahkan saat hari pasar yang digelar sepekan sekali pun, tak seorang pun pedagang yang membawa garam. Seperti di Pasar Jum’at Desa Kuntu, Kecamatan Kampar Kiri, Jumat (11/8/17) tidak ada seorang pun pedagang yang menjual garam.

“Sudah tidak ada lagi kedai yang menjual garam. Bahkan, hari ini di Pasar Jum’at pun tidak ada yang menjual garam. Entah macam manalah kami ini mau masak tanpa garam,” keluh Yesi, seorang ibu rumah tangga di Kuntu saat dihubungi riauterkinicom.

Kondisi nyaris serupa ternyata juga mulai terjadi di Pekanbaru. Garam sudah hampir sebulan pasokannya tersendat. Stok yang tersisa jumlahnya sangat terbatas dan harganya melonjak. Menurut Nasuha, seorang distributor kecil yang memasuk sejumlah bumbu ke kedai-kedai di sejumlah pasar di Pekanbaru, dari empat gudang kebutuhan pokok yang jadi langganannya di Pekanbaru, hanya satu yang masih punya stok garam.

“Sudah sebulan ini pasokan garam seret. Sekarang dari empat gudang yang saya tahu di Pekanbaru, hanya tinggal satu yang masih punya garam. Itu pun berebut mendapatnnya,” tutur Nasuha pada riauterkinicom.

Selain sulit didapat, Nasuha juga mengatakan kalau harga garam kini mulai mahal. Misalnya untuk garam kasar kemasan 10 bungkus yang normalnya seharga Rp10 ribu, kini jadi Rp14 ribu. Lonjakan lebih tinggi terjadi pada garam halus kemasan 40 bungkus. Biasanya hanya Rp40 ribu, kini Rp70 ribu. Naik hampir 100 persen.

“Kalau garam halus, selain sangat mahal juga sudah tak ada lagi. Saya sudah sepekan ini tak dapat pasokan garam halus,” keluh Nasuha.***(mad)



loading...

Berita lainnya..........
- Ada Diskon 28 Persen,
Pelanggan PLN Bengkalis DiimbauuUntuk Tambah Daya

- Triwulan Tiga 2017, PAD Parkir Tembus Angka Rp6,7 Miliar
- Bapenda Pekanbaru Bakal Tempeli Stiker Mal dan Hotel Telat Bayar Pajak
- Bupati Rohil Minta Pemprov dan Pusat Bantu Kembangkan Pulau Jemur
- Jelang Perubahan SID jadi SLIK, 90 Juta Debitur Perbankan Indonesia Tidak Aktif
- Ancaman PHK, SP RAPP dan Pagayuban Pelalawan Curhat ke Gubri
- Ancaman PHK, SP RAPP dan Pagayuban Pelalawan Curhat ke Gubri


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.80.211.135
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com