Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 19 Januari 2018 08:09
Jelang Dini Hari, SMPN 4 Pekanbaru Terbakar

Jum’at, 19 Januari 2018 07:40
Bersepeda Ontel, Bupati Siak Resmikan Agrowisata di Persawahan Bungaraya

Jum’at, 19 Januari 2018 07:37
Puluhan Pedagang Pasar Panglima Gedang Protes Kebijakan Wako Dumai

Jum’at, 19 Januari 2018 07:34
Masyarakat Bukit Nenas, Dumai Resahkan Beruang Hutan Berkeliaran

Kamis, 18 Januari 2018 23:24
Senin, Perindo Disidang Bawaslu Riau

Kamis, 18 Januari 2018 23:19
‎Terbaik, Polda Riau Sabet Juara I Lomba Polmas Kapolri Cup 2017-2018

Kamis, 18 Januari 2018 20:47
Terjerat Pungli Pengurusan Izin Usaha, Kadis PUPR Pekanbaru dan Tiga Bawahan Dituntut Jaksa 1,5 Tahun

Kamis, 18 Januari 2018 19:37
Jualan Sabu dan Miliki Senpi,
Honorer Kominfo Pelalawan Terancam Hukuman Berlapis


Kamis, 18 Januari 2018 19:04
Bupati Ikut Shalat Jenazah dan Pemakaman Tokoh Agama dan Pendidikan di Kecamatan GAS

Kamis, 18 Januari 2018 18:11
Sebagian Dikomersialkan, RSUD Selasi Mampu Produksi Oksigen

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 11 September 2017 12:56
Telusuri Kelangkaan Gas Melon, Disperindag Pekanbaru Beri SP Sejumlah Warung Pengecer

Sejumlah warung di Sukjadi mendapat Surat Peringatan atau SP dari Disperindag Pekanbaru. Mereka dianggap melanggar karena mengecer gas kemasan 3 kilogram yang mestinya tugas pangkalan.

Riauterkini - PEKANBARU - Keberadaan gas Elpigi tiga kilogram langka dan harganya melambung tinggi dipasaran membuat Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar menggelar inspeksi mendadak (sidak) dikawasan Kecamatan Sukajadi. Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Perdagangan, Mas Irba Sulaiman kepada Riauterkini.com, Senin (11/9).

"Benar hari ini kami melakukan sidak kedai-kedai yang menjual gas 3 kilogram di jalan Dagang, Kh Ahmad Dahlan, Rajawali, Nangka dan sekitaranya. Hasilnya kita menjumpai pedagang yang jual gas diatas HET. Kisarannya antara Rp 22 ribu hingga Rp 24 Ribu, " ujar Irba.

Sayangnya sidak yang dilakukan Disprindag hari ini terkesan gantung karena hasil yang didapat tidak sesuai dengan yang diinginkan.

" Kita sudah tanyai semua kedai kedai yang jual Gas Melon, mereka mengaku bukan mengambil dari pangkalan. Tapi mereka dititipi oleh motor keranjang yang mengambil gas dari pangkalan. Saat ini kita tidak mengetahui pangkalan mana yang berbuat seperti ini. Ini akan kita telusuri sampai tuntas," tegas Irba.

Ditanya soal sanksi, Irba menegaskan berdasarkan intruksi Walikota Pekanbaru jika menemui pangkalan yang bermain sanksinya ditutup dan izinnya dicabut.

"Khusus untuk pemilik kedai yang menjual gas 3 kg, pihaknya memberikan surat peringatan keras untuk tidak menjual gas lagi karena itu pidana. Ingat distribusi gas 3kg itu hanya sampai di pangkalan, " singkatnya. *** (dan)

Loading...


Berita lainnya..........
- Gubernur Riau Wajibkan Semua Perusahaan Terapkan K3
- Mulai Lelang Kegiatan 2018,,
BLP Setdakab Rohul Sudah Tuntaskan Pengumuman RUP

- Jadi Atasan,
Perempuan Ini Selalu Tempatkan Diri sebagai Teman dan Ibu

- Baru 50 Persen ASN Pekanbaru Miliki Smart Card
- Utang Obat RSUD Rohul Rp5,3 Miliar Akan Diaudit Inspektorat
- Sebagian ADK 2016-2017 di Siak Masih Belum Dibayar
- Tuntut Pembayaran Kerja,
Sekdako Pekanbaru Temui Belasan Kontraktor

- Belajar Trik Jitu Tingkatkan PAD,
Anggota Dewan Kampar Kunjungi Bapenda Pekanbaru

- 21 Sub Kontraktor Alat Berat di IKPP Diduga Tak Bayar Pajak
- 4 Proyek di Dinas PUPR Pelalawan 2017 tak Tuntas
- Berlaga di Liga Dangdut Indonesia,
Alfarizi Si Putra Tandun Ini Promosikan Wisata Rohul

- Sejumlah Karyawan EMP Bentu Desak Manajemen Bayarkan Hak Mereka
- Pelaksanaan Kurang Pas,
DPMD Bengkalis Evaluasi Pelaksanaan Rakordes

- Ambil Peran Tingkatkan Ekonomi Masyarakat, PT RAPP Lakukan Banyak Terobosan
- Momen Natal dan Tahun Baru, Trafik Layanan Data Telkomsel Naik 42 Persen
- 2017, UPT Disnaker Bengkalis Terima Tiga Pengaduan Fatal dari Pekerja
- Ratusan PKL Diminta Pindah,
Pasar Higinis Pekanbaru Siap Difungsikan

- Uang Jasa Medis ‎Terlambat Dibayar,
Komite Dokter dan Perawat RSUD Rohul Sempat Ancam Mogok

- Rp65 Miliar ADD untuk 136 Desa di Bengkalis TA 2017 Tunda Bayar
- Pembayaran Denda E-Tilang Harus di BRI, Kejari Rohul Akan Sediakan Ruangan Petugas dan EDC


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.227.104.40
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com