Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Ahad, 22 Oktober 2017 17:26
Fikri Wahyudi Hamdani Pimpin Ketua IKA SMA Negeri 10 Pekanbaru

Ahad, 22 Oktober 2017 17:11
Sukses Konsolidasi, Keanggotaan dan Program, MPC PP Bengkalis Juara III Riau

Ahad, 22 Oktober 2017 17:03
Peserta Seminar Edukasi Uang Digital Bitconnect Coin Membludak

Ahad, 22 Oktober 2017 16:15
Hari Santri Nasional,
Bank Indonesia Gelar Sarasehan Pesantren se-Riau


Ahad, 22 Oktober 2017 15:28
Ulama Asal Bengkalis,
Nama Tuan Guru Ahmad Diabadikan sebagai Nama Perpustakaan


Ahad, 22 Oktober 2017 15:22
Disdalduk KB Pekanbaru Fokus Bina 12 Kampung KB

Ahad, 22 Oktober 2017 14:20
Meja Belajar dan Plafon Rusak, SDN 056 Bengkalis Harus Segera Diperbaiki

Ahad, 22 Oktober 2017 10:11
Tim Gabungan Padamkan Kebakaran Lahan 35 Hektar di Rangsang, Meranti

Ahad, 22 Oktober 2017 10:07
Sekdaprov Lepas Kontingen Kwarda Riau ke Lomba Nasional

Sabtu, 21 Oktober 2017 22:47
Ratusan Guru di Bengkalis Siap-siap Dimutasi

 
loading...



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Rabu, 11 Oktober 2017 13:48
Harga Lapak Resmi di Pasar Arengka Lebih Murah dari Lapak Liar

Para pedagang yang terkena penertiban di Pasar Arengka dihimbau berjualan di dalam, Harga lapak resmi dipastikan lebih murah.

Riauterkini - PEKANBARU -Harga sewa lapak di dalam Pasar Pagi Arengka cuma Rp3,7 juta setahun jika dihitung perhari hanya Rp 10.500. Ini terungkap saat mediasi yang digelar pasca bentrok antara petugas Satpol PP Pekanbaru dengan para pedagang kaki lima akibat miskominikasi.



Demikian diungkapkan Kepala Bidang Pasar Dinas Perinduatrian, Perdagangan dan Pasar (DPP) Pekanbaru T Firdaus, Rabu (11/10/17).

"Ini jauh lebih murah jika dibandingkan harga setoran diluar yang berkisar Rp 30.000 setiap harinya," jelas Firdaus lagi.

Para pedagang yang biasanya berdagang di jalur lambat menolak untuk dipindahkan ke dalam pasar karena menurut mereka biaya yang dikeluarkan untuk membuka lapak disana sangatlah mahal dan sepi pembeli. Tapi pihak tim yustisi Pemko tetap mengusir mereka masuk ke dalam karena kawasan itu bukan untuk berdagang tapi untuk publik makanya terjadi gesekan dan aksi bakar bakar antar kedua belah pihak.

"Situasi seperti itu tidak berlangsung lama dan sekarang sudah kondusif. Setalah dimediasi ternyata ini cuma miskomunikasi, " ungkap T Firdaus kepada Wartawan, Rabu (11/10/2017).

Untuk kapasitas daya tampung pasar, Firdaus mengatakan sangat cukup untuk menerima seluruh Pkl yang ada di luar.

"Dari data kita daya tampung ada 300 lapak lagi, dan Pkl di luar yang tetap ada sekitaran 300. Pedagang yang punya lapak di dalam tapi berjualan diluar ada juga dan pedagang musiman juga ada. Itu tinggal diatur saja. Maka dari itu kita himbau pengelola pasar pagi Arengka untuk bersama sama mencarikan solusi masalah ini. Intinya tidak ada Pkl yang diluar lagi," singkat Firdaus. *** (dan)



loading...

Berita lainnya..........
- Oktober 2017, Realisasi PADi Bapenda Pekanbaru Tembus Rp 375 Miliyar
- Tolak PHK Buruh HTI, K-SPSI Riau Rencanakan Demo Pekan Depan
- Nursyafry Tanjung Pimpin REI Riau Periode 2017-2020
- OJK  Dujung Program Global Anti Serangan Siber
- Kadisperindag Pekanbaru Kelangkaan Gas Elpiji Juga Tanggung Jawab Camat dan Lurah
- Permintaan CPO Naik,  Harga TBS di Riau Pekan Ini Ikut Naik
- OJK Gandeng MUI Riau Kembangkan Bwnk Syariah


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.224.203.224
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com