Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 22 Juni 2018 22:49
Debat Kandidat, Cagubri Zaman Now Tetap Unggulkan Program Satu Desa Rp1 Miliar

Jum’at, 22 Juni 2018 22:39
‎Apel Siaga Jelang Pilgubri 2018,
Ribuan Kader Demokrat Rohul Diajak Menangkan Firli


Jum’at, 22 Juni 2018 22:35
Debat Kandidat, Cagubri Nomor Urut Satu Keluhkan Kualitas Mikrofon Tak Jernih

Jum’at, 22 Juni 2018 22:27
Debat Kandidat, Cagubri Zaman Now Kritisi Pengolahan Sagu Riau

Jum’at, 22 Juni 2018 21:57
‎4 SMA dan 4 SMK,
Pemprov Resmi Dirikan 8 Sekolah Baru di Riau


Jum’at, 22 Juni 2018 21:52
Debat Kandidat, Syamsuar-Edy Nasution Punya Program Gratis Biaya Sekolah

Jum’at, 22 Juni 2018 21:21
Segmen Pertama, 
Paslon 3 Kembangkan Budaya Melayu Paslon 4 Dorong Pembangunan Semua Pihak


Jum’at, 22 Juni 2018 20:52
Dibuka Ketua KPU Riau, Debat Kandidat, Diharapkan Berjalan Santun

Jum’at, 22 Juni 2018 20:21
Debat Belum Dimulai, Perang Yel-yel Antar Pendukung Cagubri Sudah Ramai

Jum’at, 22 Juni 2018 19:35
Polres Bengkalis dan Wartawan Berbagi Sembako

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 21 Oktober 2017 12:02
Oktober 2017, Realisasi PADi Bapenda Pekanbaru Tembus Rp 375 Miliyar

Badan Pendapatan Daerah Kota Pekanbaru kinerjanya cukup memuaskan. Hingga Oktober, PAD sudah tembus rp375 miliar.

Riauterkini - PEKANBARU - Terhitung Oktober 2017, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pekanbaru berhasil mengumpulkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sebelas objek pajak senilai Rp 375 Miliyar. Hal ini langsung diungkapkan Sekretaris Bapenda, Syoffaizal kepada Riauterkini.com di ruang kerjanya, Sabtu (21/10/2017).

Berdasarkan data yang dihimpun tim dari Bapenda Pekanbaru dari sebelas objek pajak tersebut terlihat pajak BPHTB menempati urutan yang paling besar menyumbang PAD Kota Pekanbaru dengan besaran mencapai Rp 111 Milyar, kemudian disusul pajak PJU senilai Rp 77 miliyar di peringkat kedua dan peringkat ketiga Pajak Restoran senilai Rp 61 Milyar.

Sementara urutan paling minim memberikan pemasukan pajak ada dua objek yakni pajak sarang burung walet yang hanya memberikan pemasukan Rp 23 juta dan pajak mineral bukan logam dan batuan dengan nilai Rp253.950.

"Dari data tersebut ada dua objek pajak yang menjadi perhatian khusus kita, yakni pajak sarang burung walet dan pajak mineral bukan logam dan batuan atau lebih akrab dengan sebutan galian C. kedepan untuk menggenjot PAD dua objek pajak ini akan kita tingkatkan lagi pengawasannya," papar Syoffaizal.

Kemudian, pihak Bapenda Pekanbaru optimis jelang akhir tahun 2017 bisa memperoleh PAD senilai Rp 503 Miliyar dari seluruh objek pajak tersebut.

Untuk masukkan gambar biasa... Ada beberapa trik yang akan dilakukan Bapenda Pekanbaru dalam peningkatan PAD diantaranya membuka layanan pada hari libur jika itu bertepatan dengan jatuh tempo pembayaran pajak, memasang stiker/spanduk terhadap pengusaha yang tidak taat bayar pajak dan terus mensosialisaskan kepada masyarakat untuk taat dalam mebayarkan pajak demi percepatan pembangunan.

"Intinya beberapa bulan kedepan kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengejar target PAD yang telah ditetapkan," ujarnya lagi.

Ketika disinggung mengenai besaran denda terhadap wajib pajak yang membandel, Syoffaizal mengungkapkan bahwa pihaknya tegas dan komit dalam menegakkan aturan.

Jika si wajib pajak telah bayar pajak maka akan didenda dua persen setiap harinya dari total pajak yang harus dia bayar, dan sanksi denda ini terus bejalan sampai yang bersangkutan membayarnya.

"Berdasarkan catatan kam, total PAD yang terkumpul dari sanksi denda sebesar Rp 3,8 Miliyar.

Angka ini tentu akan terus bertambah jika semakin banyak WP yang bandel bayar pajak. Tapi kita terus berupaya mengedukasi masyarakat untuk taat bayar pajak, " singkatnya. *** (dan)

Loading...


Berita lainnya..........
- PT. MAI Dituding Serobot Lahan,
Petani Kalikapuk Tambusai Minta Pemkab dan DPRD Rohul Segera Turun Tangan

- Pastikan Distribusi Logistik Aman, Polres Bengkalis Kerahkan Ratusan Personel
- RTRWP Riau, Efek Dominonya ke UMKM
- Puncak Arus Balik ke Pekanbaru Diprediksi Terjadi Besok dan Lusa
- Nyaris Amblaskan Jalan Nasional,
PUPR Riau Langsung Berkoordinasi dengan PJN Atasi Longsor Tembilahan

- Sampah Menumpuk, DLH Bengkalis Lemburkan Petugas Pengangkut
- Jelang Lebaran, Warga di Bengkalis "Rebutan" Bensin
- Anggaran Kas Tak Cukup,
Sebulan Gaji Honorer RSUD Bengkalis Belum Bisa Dibayar

- 3.750 AHASS Siap Berikan Layanan Ekstra di Bulan Ramadhan
- Dilayani 4 Armada Roro, Arus Mudik ke Pulau Bengkalis Meningkat Lancar
- Sambut Lebaran, Warung Koffie Batavia Santuni 25 Anak Panti Asuhan
- Puncak Mudik Lebaran Diprediksi Besok, Bandara SSK II Bakal Disesaki 15 Ribu Penumpang
- Perusahaan Penyedia Bahan Pokok "Lalai",
Pasar Murah Ramadhan Bengkalis di 10 Kecamatan Gagal Digelar

- FKIJK Riau Berbagi 200 Paket Sembako di Kelurahan Tangkerang Tengah, Pekanbaru
- IMA Chapter Pekanbaru Bagikan 1000 Paket Sembako untuk Warga Pekanbaru dan Sekitarnya
- Program Kemitraan,
Pertamina Salurkan Bantuan Rp5 Miliar kepada Pengusaha Kecil Menengah

- Bantu Warga di 19 Desa dan Kelurahan,
RAPP Gelar Operasi Pasar Murah Ramadhan di Lima Kabupaten

- Sambut Idul Fitri 2018,
Mal SKA Pekanbaru Gelar Event Lebaran Night Sale

- Kopkar RAPP Bagikan Bingkisan untuk 8000 Anggota
- Rp 51,7 Juta Disalurkan,
PLN Pasirpangaraian Berbagi Kebahagiaan Ramadhan Bersama Anak Yatim dan Dhuafa



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com