Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Rabu, 22 Nopember 2017 18:45
Todongkan Senpi, Satriandi si Penjahat Kakap Kasus Pembunuhan Kabur dari Lapas Pekanbaru

Rabu, 22 Nopember 2017 18:38
Perkosa Nenek 61 Tahun, Pria di Bengkalis Dituntut 6 Tahun Penjara

Rabu, 22 Nopember 2017 17:57
Galeri Foto Bupati dan Wakil Bupati Kuansing Memonitoring Pilkades Serentak

Rabu, 22 Nopember 2017 17:20
Supir Mengantuk, Mobil Avanza Seruduk Tugu Songket Pekanbaru

Rabu, 22 Nopember 2017 17:14
Pelaku Utama Prmbunuhan Disertai Mutilasi di Rupat Divonis Hukuman Mati

Rabu, 22 Nopember 2017 17:10
Kotban Rugi Rp117 Juta, Polresta Pekanbaru Tangkap Dua Penipu Modus Merah Delima

Rabu, 22 Nopember 2017 17:01
Petikan Putusan MA, Johar dan Suparman Divonis 6 Tahun Penjara

Rabu, 22 Nopember 2017 16:20
Perusahaan Wajib Laksanakan,
UMK 2018 Sudah Diteken Gubri


Rabu, 22 Nopember 2017 16:13
Syamsuar Optimis Dapatkan Dukungan Partai di Pilgubri 2018

Rabu, 22 Nopember 2017 16:02
Batas Pembayaran 29 Desember,
Sekdaprov Ingatkan Kontraktor Tuntaskan Administrasi Secepatnya


 
loading...



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Sabtu, 21 Oktober 2017 12:02
Oktober 2017, Realisasi PADi Bapenda Pekanbaru Tembus Rp 375 Miliyar

Badan Pendapatan Daerah Kota Pekanbaru kinerjanya cukup memuaskan. Hingga Oktober, PAD sudah tembus rp375 miliar.

Riauterkini - PEKANBARU - Terhitung Oktober 2017, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pekanbaru berhasil mengumpulkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sebelas objek pajak senilai Rp 375 Miliyar. Hal ini langsung diungkapkan Sekretaris Bapenda, Syoffaizal kepada Riauterkini.com di ruang kerjanya, Sabtu (21/10/2017).

Berdasarkan data yang dihimpun tim dari Bapenda Pekanbaru dari sebelas objek pajak tersebut terlihat pajak BPHTB menempati urutan yang paling besar menyumbang PAD Kota Pekanbaru dengan besaran mencapai Rp 111 Milyar, kemudian disusul pajak PJU senilai Rp 77 miliyar di peringkat kedua dan peringkat ketiga Pajak Restoran senilai Rp 61 Milyar.

Sementara urutan paling minim memberikan pemasukan pajak ada dua objek yakni pajak sarang burung walet yang hanya memberikan pemasukan Rp 23 juta dan pajak mineral bukan logam dan batuan dengan nilai Rp253.950.

"Dari data tersebut ada dua objek pajak yang menjadi perhatian khusus kita, yakni pajak sarang burung walet dan pajak mineral bukan logam dan batuan atau lebih akrab dengan sebutan galian C. kedepan untuk menggenjot PAD dua objek pajak ini akan kita tingkatkan lagi pengawasannya," papar Syoffaizal.

Kemudian, pihak Bapenda Pekanbaru optimis jelang akhir tahun 2017 bisa memperoleh PAD senilai Rp 503 Miliyar dari seluruh objek pajak tersebut.

Untuk masukkan gambar biasa... Ada beberapa trik yang akan dilakukan Bapenda Pekanbaru dalam peningkatan PAD diantaranya membuka layanan pada hari libur jika itu bertepatan dengan jatuh tempo pembayaran pajak, memasang stiker/spanduk terhadap pengusaha yang tidak taat bayar pajak dan terus mensosialisaskan kepada masyarakat untuk taat dalam mebayarkan pajak demi percepatan pembangunan.

"Intinya beberapa bulan kedepan kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengejar target PAD yang telah ditetapkan," ujarnya lagi.

Ketika disinggung mengenai besaran denda terhadap wajib pajak yang membandel, Syoffaizal mengungkapkan bahwa pihaknya tegas dan komit dalam menegakkan aturan.

Jika si wajib pajak telah bayar pajak maka akan didenda dua persen setiap harinya dari total pajak yang harus dia bayar, dan sanksi denda ini terus bejalan sampai yang bersangkutan membayarnya.

"Berdasarkan catatan kam, total PAD yang terkumpul dari sanksi denda sebesar Rp 3,8 Miliyar.

Angka ini tentu akan terus bertambah jika semakin banyak WP yang bandel bayar pajak. Tapi kita terus berupaya mengedukasi masyarakat untuk taat bayar pajak, " singkatnya. *** (dan)



Berita lainnya..........
- Perusahaan Wajib Laksanakan,
UMK 2018 Sudah Diteken Gubri

- Batas Pembayaran 29 Desember,
Sekdaprov Ingatkan Kontraktor Tuntaskan Administrasi Secepatnya

- Didukung PT RAPP, Peternak Madu Kelulut di Siak Belajar ke Malaysia
- Mitra Bina Antusias Ikuti Pelatihan Service Excellent oleh PT RAPP
- Rp50 Miliar, Target Transaksi Kadin Riau di MEA Expo 2017
- Tak Kunjung Usai dan Telan Korban Jiwa,
Camat Bathin Solapan, Bengkalis Ultimatum Penanggung Jawab Pengerjaan Jalan Negara di Duri

- Di HUT PGRI, Gubri Kenalkan Salak Pusaka dari Rohul
- Empat Pangkalan Gas 3 Kg di Pelalawan Ditutup
- Kendalikan Inflasi, BI-Pemerintah Tekan Jumlah Warga Miskin
- Pelatihan Wartawan Daerah BI 2017,
Bank Indonesia-Pemerintah Berhasil Kendalikan Inflasi

- UPT Bapenda Riau Wilayah Bengkalis Incar Pajak Alat Berat
- 150 Guru dan Dekorator Pelaminan Ikuti Seminar Lancang Kuning
- Bangun Tower Pendeteksi Kecelakaan, Diskes Riau Ajukan Rp5 Miliar
- Masyarakat Taat Pajak Kendaraan di Bengkalis Cukup Tinggi
- 180 Peserta Ikuti workshop Desain Kreasi Pakaian Tradisional
- Dishub Dumai Segera Tertibkan Travel Ilegal
- Petani di Rohul Terima 47 Hand Tractor dari Kementrian Pertanian
- Cairkan Dana, Rekanan Luar Bengkalis Wajib Miliki NPWP Cabang Bengkalis
- Bapenda Dumai Sebut Realisasi PAD dari PBB Sudah 94 Persen
- Harga Sayuran Naik, Disperindag Klaim Turun


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.196.2.131
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com