Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 22 September 2018 22:37
Batal Digelar di Depan Istana Siak, Kirab Satu Negeri GP Ansor Pindah ke Islamic Center

Sabtu, 22 September 2018 21:20
Milad ke 109 H Muhammadiyah, PDM Pekanbaru Gelar Tabligh Akbar

Sabtu, 22 September 2018 20:45
Warga Sambut Gembira Peresmian Sumur Ke 17 dari LAZnas Chevron

Sabtu, 22 September 2018 20:42
Pemkab Inhil Apresiasi Kapolres Inhil Cup I Open Drag Bike 2018

Sabtu, 22 September 2018 16:52
Golkar Klaim Siap Jadi Pemenang Pileg 2019 di Kuansing

Sabtu, 22 September 2018 16:32
Ratusan Mahasiswa Belajar Persatuan dan Kesatuan di Riau Kompleks

Sabtu, 22 September 2018 16:23
Warga Sambut Gembira Peresmian Sumur ke-17 dari LAZnas Chevron

Sabtu, 22 September 2018 16:16
Atasi Kecemasan Kades, JE Berhasil Carikan Solusi Pengelolaan Dana Desa

Sabtu, 22 September 2018 15:08
Keluhan PNS Kuansing,
Libur Tetap Kerja, tapi Tunjangan Tak Memadai


Sabtu, 22 September 2018 14:07
Kadis PUPR Pekanbaru Sebut Kesdaran Warga Masih Minim Lindungi Sungai

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 21 Oktober 2017 12:02
Oktober 2017, Realisasi PADi Bapenda Pekanbaru Tembus Rp 375 Miliyar

Badan Pendapatan Daerah Kota Pekanbaru kinerjanya cukup memuaskan. Hingga Oktober, PAD sudah tembus rp375 miliar.

Riauterkini - PEKANBARU - Terhitung Oktober 2017, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pekanbaru berhasil mengumpulkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sebelas objek pajak senilai Rp 375 Miliyar. Hal ini langsung diungkapkan Sekretaris Bapenda, Syoffaizal kepada Riauterkini.com di ruang kerjanya, Sabtu (21/10/2017).

Berdasarkan data yang dihimpun tim dari Bapenda Pekanbaru dari sebelas objek pajak tersebut terlihat pajak BPHTB menempati urutan yang paling besar menyumbang PAD Kota Pekanbaru dengan besaran mencapai Rp 111 Milyar, kemudian disusul pajak PJU senilai Rp 77 miliyar di peringkat kedua dan peringkat ketiga Pajak Restoran senilai Rp 61 Milyar.

Sementara urutan paling minim memberikan pemasukan pajak ada dua objek yakni pajak sarang burung walet yang hanya memberikan pemasukan Rp 23 juta dan pajak mineral bukan logam dan batuan dengan nilai Rp253.950.

"Dari data tersebut ada dua objek pajak yang menjadi perhatian khusus kita, yakni pajak sarang burung walet dan pajak mineral bukan logam dan batuan atau lebih akrab dengan sebutan galian C. kedepan untuk menggenjot PAD dua objek pajak ini akan kita tingkatkan lagi pengawasannya," papar Syoffaizal.

Kemudian, pihak Bapenda Pekanbaru optimis jelang akhir tahun 2017 bisa memperoleh PAD senilai Rp 503 Miliyar dari seluruh objek pajak tersebut.

Untuk masukkan gambar biasa... Ada beberapa trik yang akan dilakukan Bapenda Pekanbaru dalam peningkatan PAD diantaranya membuka layanan pada hari libur jika itu bertepatan dengan jatuh tempo pembayaran pajak, memasang stiker/spanduk terhadap pengusaha yang tidak taat bayar pajak dan terus mensosialisaskan kepada masyarakat untuk taat dalam mebayarkan pajak demi percepatan pembangunan.

"Intinya beberapa bulan kedepan kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengejar target PAD yang telah ditetapkan," ujarnya lagi.

Ketika disinggung mengenai besaran denda terhadap wajib pajak yang membandel, Syoffaizal mengungkapkan bahwa pihaknya tegas dan komit dalam menegakkan aturan.

Jika si wajib pajak telah bayar pajak maka akan didenda dua persen setiap harinya dari total pajak yang harus dia bayar, dan sanksi denda ini terus bejalan sampai yang bersangkutan membayarnya.

"Berdasarkan catatan kam, total PAD yang terkumpul dari sanksi denda sebesar Rp 3,8 Miliyar.

Angka ini tentu akan terus bertambah jika semakin banyak WP yang bandel bayar pajak. Tapi kita terus berupaya mengedukasi masyarakat untuk taat bayar pajak, " singkatnya. *** (dan)

Loading...


Berita lainnya..........
- Warga Sambut Gembira Peresmian Sumur ke-17 dari LAZnas Chevron
- Tingkatkan Kualitas,
30 Petugas RSUD Bengkalis Digembleng Pelatihan Komunikasi Efektif

- Turlap, Bapenda Pekanbaru Temukan Banyak Tunggakan Pajak Restoran
- Tata Tapal Batas, PMD Bengkalis Gandeng BIG 
- Pengangguran di Kuansing Meningkat di Era Bupati Mursini
- Genjot Pencapaian PAD 2018, Bapenda Pekanbaru Turlap Datangi WP
- Pekan Ini, Harga TBS Sawit Riau Turun 
- Menggunakan Dana DAK, PDAM Bengkalis akan Bangun 100 SR
- Perkuat Bergaining, Bupati Kampar Ingin Tingkatkan Modal di PT Bank Riaukepri
- LPG 3 Kg Langka, Ketua DPRD Rohul Minta Bupati Tak Tinggal Diam
- Sulit Dapatkan LPG 3 Kg,
Seorang ‎Warga Tandun Mengamuk di Pangkalan, Disperindag Rohul "Turun Gunung"

- Iropin Riau Gelar Pemeriksaan dan Edukasi Gratis Mata
- Jaga Kemitraan dan Tingkatkan Kesejahteraan Petani, Aspekpir Indonesia Lantik dan Kukuhkan DPP
- Menhub dan Gubri Tinjau Pelabuhan Sungai Duku
- ‎Pemkab Rohul Buka 278 Formasi CPNS 2018, Pendaftaran Online Mulai 26 September
- Masih Banyak ‎Kontraktor di Rohul Belum Daftarkan Pekerja ke BPJS Ketengakerjaan
- Bisa Membaca Kapasitas di RS,
BPJS Kesehatan Lakukan Uji Coba Rujukan Online Tahap Ketiga bagi Peserta JKN-KIS

- Peran NGO dalam Pertumbuhan Perkebunan Sawit
- Komisi V DPRD Riau Sayangkan Tunggakan Utang BPJS ke RSUD Arifin Ahmad
- Bapenda Pekanbaru Lakukan Penilaian Individual PBB di TransMart


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com