Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 21 September 2018 07:49
Undang Ustadz Derry Sulaiman, Ribuan Masyarakat Inhil Hadiri Gema Muharram 1440 H

Jum’at, 21 September 2018 01:06
RUPS Batalkan Hasil Pansel Calon Anggota Komisaris dan Direksi BRK

Jum’at, 21 September 2018 00:58
KPU Inhu Tetapkan 2 Mantan Napi Korupsi Dalam DCT

Kamis, 20 September 2018 22:18
BUMDes di Kampar Diminta Berinovasi Kembangkan Usaha

Kamis, 20 September 2018 22:10
Pria Setengah Abad di Duri, Bengkalis Ditemukan Tewas Tergantung

Kamis, 20 September 2018 20:18
Wagubri Sempat Menangis Ceritakan Pertama Kenal Andi Rachman

Kamis, 20 September 2018 20:03
KPU Kampar Umumkan DCT Pileg DPRD Kampar 2019

Kamis, 20 September 2018 19:59
Soal GP Anshor, LAM Riau Tetap Inginkan Harmonisasi

Kamis, 20 September 2018 19:55
KPU Kuansing Tetapkan 431 DCT Pileg 2019

Kamis, 20 September 2018 19:19
KPU Bengkalis Tetapkan 638 DCT Caleg 2019

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 12 April 2018 14:51
Kemenkop dan UKM Dukung Asian Agri Dampingi Lebih Banyak Koperasi Petani Sawit

Untuk upaya pengentasan kemiskinan, Kemenkop dan UKM RI mendukung Asian Agri untuk mendampingi semua koperasi petani sawit.

Riauterkini-PEKANBARU- Kelapa  sawit  sebagai  salah  satu  komoditas  penyumbang  devisa  negara terbesar,  juga  menjadi  solusi  dalam  pengentasan  kemiskinan  di  Indonesia.  Dukungan  Asian  Agri  untuk kesejahteraan petani dilakukan dengan  menyerahkan  premi hasil penjualan minyak sawit berkelanjutan kepada  para  petani  plasma  yang  tergabung  dalam  wadah  koperasi.  Hari  ini  (10/4/18),  Asian  Agri menyerahkan  secara  simbolis  premi  minyak  sawit  berkelanjutan  kepada  12  ketua  Koperasi  Unit  Desa (KUD) yang menaungi para petani plasma binaan Asian Agri.  

  Sekretaris Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Ir. Agus Muharam, M.SP hadir menyaksikan penyerahan premi secara simbolis kepada petani. 

Keberadaan  kelapa  sawit  di  Indonesia  mendukung  peningkatan  pendapatan  masyarakat,  khususnya  di daerah-daerah  yang  dekat  dengan  perkebunan  kelapa  sawit.  Industri  kelapa  sawit  mendukung  usaha pemerintah  dalam  meningkatkan  kualitas  hidup  masyarakat,  khususnya  pedesaan  dan  di  sekitar perkebunan  kelapa  sawit.  Hal  ini  juga  turut  mendukung  poin  ke-3  dari  Nawa  Cita  Presiden  Republik Indonesia, Joko Widodo perihal membangun Indonesia dari desa, yang juga menjadi fokus kami melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.  

Penyerahan Premi Minyak Sawit Berkelanjutan

Dana yang merupakan premi selama tahun penjualan 2016 sebesar Rp. 3.690.062.357, dibagikan kepada 72 KUD mitra Asian Agri yang menaungi 30.000 petani plasma di Provinsi Riau dan Jambi.

“Pembagian hasil penjualan minyak sawit ini merupakan contoh yang baik dari hubungan kemitraan antara perusahaan dengan mitranya, dimana dalam hal ini diterapkan oleh Asian Agri kepada para petani binaan,” ujar Agus.

Senada  dengan  Kementerian  Koperasi  &  UKM,  Direktur  Jenderal  Perkebunan,  Kementerian  Pertanian Republik Indonesia Ir. Bambang, MM turut menegaskan dukungan pemerintah dalam penerapan praktik agronomi berkelanjutan melalui kemitraan petani dan perusahaan sebagai pendamping.

“Indonesia harus menghadapi tantangan pasar internasional terhadap sumber pasokan kelapa sawit yang jelas dan memiliki sertifikasi keberlanjutan,” tegas Bambang saat menyampaikan arahan di hadapan para petani hari ini.  

Kementerian  Pertanian  mendorong  semua  petani  kelapa  sawit  untuk  memperoleh  sertifikasi keberlanjutan  termasuk  ISPO  dan  RSPO  sehingga  produk  sawit  Indonesia  diterima  oleh  pasar internasional dan petani berkesempatan mendapat insentif atas penjualan minyak sawit berkelanjutan.

Penyerahan premi kepada petani  merupakan bentuk apresiasi dari hubungan kemitraan  Asian Agri dan para petani, atas usaha petani yang konsisten menerapkan praktik-praktik berkelanjutan dalam mengelola perkebunan  kelapa  sawit.  Penerapan  praktik  berkelanjutan  yang  dilakukan  oleh  para  petani  menjamin kualitas buah dan minyak kelapa sawit yang dihasilkan, yang lebih diminati oleh pasar domestik maupun internasional.

Direktur Corporate Affairs Asian Agri, Dr. M. Fadhil Hasan mengungkapkan, hubungan kemitraan Asian Agri dengan petani melalui koperasi berfokus pada intensifikasi dan transfer pengetahuan akan praktik-praktik terbaik pengelolaan kelapa sawit untuk dapat turut diterapkan oleh para petani.

“Kami  menempatkan  kemitraan  dengan  petani  sebagai  model  bisnis  utama  perusahaan,  dimana  peran petani tidak dapat terpisahkan dari Asian Agri dan kesejahteraan petani merupakan bagian dari tanggung jawab kami,” ujar Fadhil.

Selain telah mencapai usia 30 tahun kemitraan, di tahun 2018 ini hubungan kemitraan Asian Agri dengan para  petani  plasma  juga  menorehkan  prestasi  positif,  dimana  seluruh  petani  plasma  binaan  Asian  Agri telah tersertifikasi oleh RSPO, setelah sebelumnya tersertifikasi oleh ISCC.

“Tahun  ini  merupakan  penanda  pencapaian  positif  bagi  kemitraan  Asian  Agri  dengan  petani  plasma, dimana seluruh petani mitra Asian Agri telah berhasil memperoleh sertifikasi, dan hal ini memungkinkan para petani untuk mendapatkan nilai lebih dari buah yang dihasilkannya,” lanjutnya.

 “Kami berharap premi ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kepentingan petani secara kolektif melalui koperasi, untuk pengelolaan kebun sawit, maupun hal lain yang dapat meningkatkan kualitas hidup petani dan desa,” ujar Fadhil.

Pawito  Saring,  petani  plasma  binaan  Asian  Agri  yang  turut  hadir  pada  acara  tersebut  menjelaskan kemitraan bersama Asian Agri menjadi jawaban atas permasalahannya pada awal menjadi petani.

“Kemitraan  kami  dengan  Asian  Agri  dari  awal  tidak  hanya  sebatas  pada  mengarahkan,  namun  juga memberikan pendampingan dan pembinaan untuk mempraktikan pengelolaan sawit yang baik dan benar. Kami difasilitasi dan dipacu  untuk mengembangkan kemampuan dan wawasan mengenai praktik-praktik pengelolaan  berkelanjutan  dan  berwawasan  lingkungan  melalui  berbagai  pelatihan  dan  fasilitas  yang diberikan.  Hasilnya,  kini  kami  berhasil  mendapatkan  sertifikasi  dan  premi  ini  adalah  salah  satu  manfaat yang kami rasakan sangat menguntungkan bagi kami dan koperasi dimana kami bernaung,” ujar Saring.  *(rilis)

Loading...


Berita lainnya..........
- Tingkatkan Kualitas,
30 Petugas RSUD Bengkalis Digembleng Pelatihan Komunikasi Efektif

- Turlap, Bapenda Pekanbaru Temukan Banyak Tunggakan Pajak Restoran
- Tata Tapal Batas, PMD Bengkalis Gandeng BIG 
- Pengangguran di Kuansing Meningkat di Era Bupati Mursini
- Genjot Pencapaian PAD 2018, Bapenda Pekanbaru Turlap Datangi WP
- Pekan Ini, Harga TBS Sawit Riau Turun 
- Menggunakan Dana DAK, PDAM Bengkalis akan Bangun 100 SR
- Perkuat Bergaining, Bupati Kampar Ingin Tingkatkan Modal di PT Bank Riaukepri
- LPG 3 Kg Langka, Ketua DPRD Rohul Minta Bupati Tak Tinggal Diam
- Sulit Dapatkan LPG 3 Kg,
Seorang ‎Warga Tandun Mengamuk di Pangkalan, Disperindag Rohul "Turun Gunung"

- Iropin Riau Gelar Pemeriksaan dan Edukasi Gratis Mata
- Jaga Kemitraan dan Tingkatkan Kesejahteraan Petani, Aspekpir Indonesia Lantik dan Kukuhkan DPP
- Menhub dan Gubri Tinjau Pelabuhan Sungai Duku
- ‎Pemkab Rohul Buka 278 Formasi CPNS 2018, Pendaftaran Online Mulai 26 September
- Masih Banyak ‎Kontraktor di Rohul Belum Daftarkan Pekerja ke BPJS Ketengakerjaan
- Bisa Membaca Kapasitas di RS,
BPJS Kesehatan Lakukan Uji Coba Rujukan Online Tahap Ketiga bagi Peserta JKN-KIS

- Peran NGO dalam Pertumbuhan Perkebunan Sawit
- Komisi V DPRD Riau Sayangkan Tunggakan Utang BPJS ke RSUD Arifin Ahmad
- Bapenda Pekanbaru Lakukan Penilaian Individual PBB di TransMart
- Pekan ini Harga Bahan Pokok Stabil di Pasar Rakyat Telukkuantan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com