Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 20 Juli 2018 22:22
Satlantas Polsek Pangkalan Kuras, Pelalawan Berikan Bantuan buat Korban Laka

Jum’at, 20 Juli 2018 22:17
Dilantik Menteri PUPR, SF Hariyanto Jabat Eselon II di Kementerian PUPR

Jum’at, 20 Juli 2018 21:19
Tingkatkan Tata Kelola Aset Daerah, BPKAD Pakanbaru Susun RKBMD 2018

Jum’at, 20 Juli 2018 21:15
Semua Parpol di Kampar Belum Penuhi Administrasi Bacaleg

Jum’at, 20 Juli 2018 21:11
Jadwal Keberangkatan 850 JCH Asal Kampar ke Tanah Suci

Jum’at, 20 Juli 2018 20:37
Diduga Keracunan Pecal, Puluhan Warga Kemuning, Inhil Dirawat di Puskesmas

Jum’at, 20 Juli 2018 20:21
Pasca Libur Panjang, Tiket Pesawat Ogah Turun

Jum’at, 20 Juli 2018 18:37
Bupati Inhil Lepas Keberangkatan 445 JCH Kloter 3 Embarkasi Batam

Jum’at, 20 Juli 2018 18:33
Maksimalkan Peran BUMDes, Pemkab Meranti Gelar Rakor Bersama Kades

Jum’at, 20 Juli 2018 18:19
Mudah Terbakar, BRG Pasang Alat Pengukur Air di Lahan Gambut

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 12 April 2018 14:51
Kemenkop dan UKM Dukung Asian Agri Dampingi Lebih Banyak Koperasi Petani Sawit

Untuk upaya pengentasan kemiskinan, Kemenkop dan UKM RI mendukung Asian Agri untuk mendampingi semua koperasi petani sawit.

Riauterkini-PEKANBARU- Kelapa  sawit  sebagai  salah  satu  komoditas  penyumbang  devisa  negara terbesar,  juga  menjadi  solusi  dalam  pengentasan  kemiskinan  di  Indonesia.  Dukungan  Asian  Agri  untuk kesejahteraan petani dilakukan dengan  menyerahkan  premi hasil penjualan minyak sawit berkelanjutan kepada  para  petani  plasma  yang  tergabung  dalam  wadah  koperasi.  Hari  ini  (10/4/18),  Asian  Agri menyerahkan  secara  simbolis  premi  minyak  sawit  berkelanjutan  kepada  12  ketua  Koperasi  Unit  Desa (KUD) yang menaungi para petani plasma binaan Asian Agri.  

  Sekretaris Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Ir. Agus Muharam, M.SP hadir menyaksikan penyerahan premi secara simbolis kepada petani. 

Keberadaan  kelapa  sawit  di  Indonesia  mendukung  peningkatan  pendapatan  masyarakat,  khususnya  di daerah-daerah  yang  dekat  dengan  perkebunan  kelapa  sawit.  Industri  kelapa  sawit  mendukung  usaha pemerintah  dalam  meningkatkan  kualitas  hidup  masyarakat,  khususnya  pedesaan  dan  di  sekitar perkebunan  kelapa  sawit.  Hal  ini  juga  turut  mendukung  poin  ke-3  dari  Nawa  Cita  Presiden  Republik Indonesia, Joko Widodo perihal membangun Indonesia dari desa, yang juga menjadi fokus kami melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.  

Penyerahan Premi Minyak Sawit Berkelanjutan

Dana yang merupakan premi selama tahun penjualan 2016 sebesar Rp. 3.690.062.357, dibagikan kepada 72 KUD mitra Asian Agri yang menaungi 30.000 petani plasma di Provinsi Riau dan Jambi.

“Pembagian hasil penjualan minyak sawit ini merupakan contoh yang baik dari hubungan kemitraan antara perusahaan dengan mitranya, dimana dalam hal ini diterapkan oleh Asian Agri kepada para petani binaan,” ujar Agus.

Senada  dengan  Kementerian  Koperasi  &  UKM,  Direktur  Jenderal  Perkebunan,  Kementerian  Pertanian Republik Indonesia Ir. Bambang, MM turut menegaskan dukungan pemerintah dalam penerapan praktik agronomi berkelanjutan melalui kemitraan petani dan perusahaan sebagai pendamping.

“Indonesia harus menghadapi tantangan pasar internasional terhadap sumber pasokan kelapa sawit yang jelas dan memiliki sertifikasi keberlanjutan,” tegas Bambang saat menyampaikan arahan di hadapan para petani hari ini.  

Kementerian  Pertanian  mendorong  semua  petani  kelapa  sawit  untuk  memperoleh  sertifikasi keberlanjutan  termasuk  ISPO  dan  RSPO  sehingga  produk  sawit  Indonesia  diterima  oleh  pasar internasional dan petani berkesempatan mendapat insentif atas penjualan minyak sawit berkelanjutan.

Penyerahan premi kepada petani  merupakan bentuk apresiasi dari hubungan kemitraan  Asian Agri dan para petani, atas usaha petani yang konsisten menerapkan praktik-praktik berkelanjutan dalam mengelola perkebunan  kelapa  sawit.  Penerapan  praktik  berkelanjutan  yang  dilakukan  oleh  para  petani  menjamin kualitas buah dan minyak kelapa sawit yang dihasilkan, yang lebih diminati oleh pasar domestik maupun internasional.

Direktur Corporate Affairs Asian Agri, Dr. M. Fadhil Hasan mengungkapkan, hubungan kemitraan Asian Agri dengan petani melalui koperasi berfokus pada intensifikasi dan transfer pengetahuan akan praktik-praktik terbaik pengelolaan kelapa sawit untuk dapat turut diterapkan oleh para petani.

“Kami  menempatkan  kemitraan  dengan  petani  sebagai  model  bisnis  utama  perusahaan,  dimana  peran petani tidak dapat terpisahkan dari Asian Agri dan kesejahteraan petani merupakan bagian dari tanggung jawab kami,” ujar Fadhil.

Selain telah mencapai usia 30 tahun kemitraan, di tahun 2018 ini hubungan kemitraan Asian Agri dengan para  petani  plasma  juga  menorehkan  prestasi  positif,  dimana  seluruh  petani  plasma  binaan  Asian  Agri telah tersertifikasi oleh RSPO, setelah sebelumnya tersertifikasi oleh ISCC.

“Tahun  ini  merupakan  penanda  pencapaian  positif  bagi  kemitraan  Asian  Agri  dengan  petani  plasma, dimana seluruh petani mitra Asian Agri telah berhasil memperoleh sertifikasi, dan hal ini memungkinkan para petani untuk mendapatkan nilai lebih dari buah yang dihasilkannya,” lanjutnya.

 “Kami berharap premi ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kepentingan petani secara kolektif melalui koperasi, untuk pengelolaan kebun sawit, maupun hal lain yang dapat meningkatkan kualitas hidup petani dan desa,” ujar Fadhil.

Pawito  Saring,  petani  plasma  binaan  Asian  Agri  yang  turut  hadir  pada  acara  tersebut  menjelaskan kemitraan bersama Asian Agri menjadi jawaban atas permasalahannya pada awal menjadi petani.

“Kemitraan  kami  dengan  Asian  Agri  dari  awal  tidak  hanya  sebatas  pada  mengarahkan,  namun  juga memberikan pendampingan dan pembinaan untuk mempraktikan pengelolaan sawit yang baik dan benar. Kami difasilitasi dan dipacu  untuk mengembangkan kemampuan dan wawasan mengenai praktik-praktik pengelolaan  berkelanjutan  dan  berwawasan  lingkungan  melalui  berbagai  pelatihan  dan  fasilitas  yang diberikan.  Hasilnya,  kini  kami  berhasil  mendapatkan  sertifikasi  dan  premi  ini  adalah  salah  satu  manfaat yang kami rasakan sangat menguntungkan bagi kami dan koperasi dimana kami bernaung,” ujar Saring.  *(rilis)

Loading...


Berita lainnya..........
- Pasca Libur Panjang, Tiket Pesawat Ogah Turun
- Tentang UMP Sektor Migas, Chevron Klaim Sudah Laksanakan Aturan 
- Di Riau, Sistem Subkontraktor Dianggap Merugikan Buruh Kecil
- Manfaat bagi Masyarakat dan Pendapatan Negara,
Kemitraan PT CPI dengan Indonesia Berkontribusi terhadap Lapangan Kerja

- Panasnya Hearing Masalah Tenaga RTK di Kampar Belum Buahkan Kesepakatan
- ‎Jangan Curangi Masyarakat,
Pedagang di Bengkalis Diminta Lakukan Tera Timbangan

- Maksimalkan Layanan Musim Haji 2018, Pertamina Amankan Pasokan Avtur
- Bulan Depan Giliran Pesantren se-Riau,
Kongregasi FCJM Belajar Sawit ke Apkasindo

- Upah Tak Naik, Pekerja Chevron Demo SKK Migas
- Jemput Bola Pembayaran PBB, Bapenda Pekanbaru Buka Layanan Keliling
- UKM Riau Belum Leading di Ekonomi Syariah
- Pemerintah Turunkan Tarif Pajak Penghasilan Final 0,5% Bagi UMKM 
- Terlibat Polemik,
Pengelola Pasar 'Modern' Sorek Pelalawan Lempar Handuk

- Tiga Perusahaan Di-blacklist, Tahun Ini Pasar Murah di 10 Kecamatan di Bengkalis Gagal Total
- Banyak Warga Pelalawan Enggan Konsumsi Ikan Emas
- Sejumlah Proyek di PUPR Kuansing Mulai Dilakukan Rekayasa Lapangan
- Maksimalkan Layanan Perbankan, BNI Buka KCP di Pinggir Bengkalis
- Bank Indonesia Gelar FESyar 2018
- RUPS-LB PT BSP Rekomendasikan Efesiensi
- Gantikan Bismantoro, Iskandar Jabat Dirut PT BSP yang Baru


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com