Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Rabu, 25 April 2018 21:28
Diduga Curi Uang Infaq Masjid, 2 Remaja di Rohul Ditangkap Warga

Rabu, 25 April 2018 21:10
Pilgubri Juni 2018, Anggota DPRD Siak Minta ASN Jaga Netralitas

Rabu, 25 April 2018 21:06
Wako Firdaus Mangkir, Sidang Gugatan Pedagang Plaza Sukaramai Pekanbaru Ditunda

Rabu, 25 April 2018 20:53
Bupati Rohul Dukung Tradisi Adat Mandai Ulu Taon Jadi Agenda Tahunan

Rabu, 25 April 2018 19:35
Wardan Silaturrahmi Dengan Pimpinan Ponpes Tebu Ireng 3 di Petalongan, Inhil

Rabu, 25 April 2018 19:31
Agar Selalu GCG, Bank Riau Kepri Berkoordinasi dengan KPK

Rabu, 25 April 2018 19:20
Puluhan Personel Polres Bengkalis Jadi Sasaran Razia Pra Operasi Patuh Muara Takus

Rabu, 25 April 2018 19:13
Jalan Provinsi Masih Putus, Bupati Kuansing Tinjau Banjir di Pucuk Rantau

Rabu, 25 April 2018 18:55
Asisten I Inhil Buka Tatap Muka Tim Pengawasan Evaluasi TMMD ke-101

Rabu, 25 April 2018 18:52
Dugaan Politik Uang di Pilgubri,
Sentra Gakkumdu Bengkalis Tuntaskan Pemeriksaan 16 Saksi


 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 17 April 2018 07:35
Eksportir Kopra Akui Turunnya Harga Kelapa Disebabkan Siklus Sepuluh Tahunan

Petani kelapa di Inhil sedang galau menyusul melemahnya harga jual komoditas pertanian mereka. Menurut importir kopra, harga turun merupakan siklus sepuluh tahunan.

Riauterkini-KEMPAS-Turunnya harga kelapa yang dikeluhkan sebagian besar petani kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir, ternyata bukanlah kesalahan Pemerintah Kabupaten Inhil. Hal ini ditegaskan langsung oleh Direktur Utama CV Amarta, Setya Tuhu, eksportir kopra putih ke Bangladesh.

"Turunnya harga kelapa saat ini bukan kesalahan Pemkab Inhil melalui bupatinya. Jangankan bupati, presiden saja tak kan bisa mengatur harga kelapa ini. Jadi kalau saat ini ada yang menyalahkan Pak Wardan, ini sangat keliru," tegas pengusaha muda yang akrab disapa Tio, Senin (16/4/18).

Dijelaskannya, sebab utama turunnya harga kelapa saat ini karena efek siklus sepuluh tahunan yang menyebabkan harga minyak kelapa dunia merosot drastis. Hal ini, kata Tio, sangat dipahami oleh para pengusaha menengah dan besar di bidang kelapa seluruh Indonesia.

"Hal ini dimulai sejak 1998 lalu 2008 dan kini 2018. Ini siklus sepuluh tahunan yang memang bukan hanya kelapa bahkan dibidang ekonomi lainnya sedang menghadapi gejolak. Kalau untuk kelapa sendiri, inti turunnya harga kelapa seiring dengan turunnya harga minyak kelapa dunia. Dan ini sedang menjadi pembicaraan pengusaha besar di bidang kelapa baik nasional bahkan internasional," terang Tio.

Sebagai pengusaha, Tio bahkan memuji upaya yang dilakukan oleh Pemkab Inhil beberapa tahun terakhir ini dalam mengenalkan potensi kelapanya yang memang menjadi tulang punggung 75 persen masyarakat Inhil. Salah satu yang diberi aplaus olehnya adalah festival kelapa dunia yang diselenggarakan di Inhil.

"Saya pribadi sebagai eksportir sangat terbantu dari helat itu. Kita menjadi lebih mudah untuk mencari penampung di luar negeri. Acara itukan upaya dari Pemkab Inhil untuk mempromosikan dan memperkenalkan kelapa Inhil ini pada dunia," kata Tio.

Sebagai pengusaha, dijabarkan Tio bahwa tanpa adanya upaya promosi dan pengenalan potensi kelapa Inhil ini keluar, adalah suatu hal yang mustahil untuk dapat meningkatkan harga sebagaimana yang diharapkan para petani.

"Makanya kita sangat mendukung berbagai upaya Pemkab Inhil beberapa tahun terakhir ini dalam memperkenalkan kelapanya. Baik Festival Kelapa Dunia, Hari Pers Nasional yang mengundang awak media untuk menulis kelapa, maupun juga melalui upaya presentasi langsung oleh Pemkab Inhil pada berbagai kesempatan. Maka yakinlah, jika ini terus fokus dilakukan, harga kelapa di Inhil pasti dapat mencapai harapan," pungkas Tio.***(mar).

Loading...


Berita lainnya..........
- Wabup Halim Kembali Tinjau Standar Pelayanan Publik
- Pekan Ini, Harga TBS Sawit Riau Turun
- Pariwisata Riau Jadi Sektor Baru Penggerak Perekonomian Riau
- Jelang Puasa Harga Barang Kebutuhan Merambat Naik
- Januari - April, ULP Pekanbaru Lelang 50 Paket Senilai Rp 300 Miliar
- Beroperasi Tanpa Izin, Toko Modern di Bengkalis Ini Diancam Tutup Paksa
- Jelang Ramadhan, Jalinnsu di Duri Makin Memprihatinkan
- Kerjasama Camat dan Lurah, Disdukcapil Bagikan KTP-el Sistem Door to door
- BRK Syariah Sukseskan MTQ Expo Kota Tanjungpinang
- Kuliah Umum Pakar Kurma Asal Irak, UIR Siap jadi Kampus Riset Kurma di Indonesia
- AHM Hadirkan Beragam Gaya Hidup Berkendara di IIMS 2018
- Panen Raya Cabe Kriting,
Wabup Zardewan Apresiasi Bantuan PT Arara Abadi untuk Desa Terbangiang

- Rahma Selviawati Resmi Menjabat External Affair Manager BOB PT BSP Pertamina Hulu
- Harga Terigu Merangkak Naik, Bulog Datangkan Tepung Kita
- Sambut Hari Kartini, Tjokro Hotel Pekanbaru Gelar Baksos dan Donor Darah
- Bangun Dua Fly Over, Pemprov Riau Gelontorkan Rp689,5 Miliar
- Jalan Rusak di Jembatan SSK II Tualang, Siak,
Ini Action dan Janji Dinas PUPR Riau melalui UPT III

- Pemilk Swalayan Top 99 Selatpanjang Ini Diduga Peras Karyawan
- Jelang Distribusi SPPT PBB, Bapenda Pekanbaru Sosialisasi Juknis ke UPTB
- Jalan Poros Provinsi Rantau Kasai-Mahato Putus, Ketua DPRD Rohul Meradang


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.224.44.168
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com