Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Rabu, 23 Januari 2019 21:07
Dugaan Perselingkuhan Oknm DPRD Kuansing,
Keluarga Terlapor Sempat Minta Mencabut Pengaduan


Rabu, 23 Januari 2019 20:58
Berbagai Gelaran Disiapkan Panitia Imlek Bersama Sambut Perayaan Imlek 2019

Rabu, 23 Januari 2019 20:53
Polsek Ukui Gagalkan Mobil Truk Pengangkut 'Illog'

Rabu, 23 Januari 2019 19:32
Sinergitas TNI-Polri, Polres Inhu Sosialisasi Bahaya Narkoba di Kodim 0302

Rabu, 23 Januari 2019 19:13
Yowan Terpilih Menjadi Ketua LPM Kecamatan Rumbai Pesisir, Pekanbaru

Rabu, 23 Januari 2019 17:04
Ratusan Prajurit Kodim 0313/KPR se-Rohul‎ Jalani Minggu Militer di Pasirpangaraian

Rabu, 23 Januari 2019 16:53
Kadis PUPR Rohul Turun Tangan,
‎Jalan Provinsi di Rambah Hilir Rusak tarena tak Ada Drainese


Rabu, 23 Januari 2019 16:48
Peredaran Narkoba di LP Kelas II B Bangkinang Kembali Terungkap

Rabu, 23 Januari 2019 16:44
Bandara Sepi, Porter Andalkan Penerbangan Internasional

Rabu, 23 Januari 2019 16:34
Gubri Ingin Jembatan Siak IV Diberi Nama Pendiri Kota Pekanbaru

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 17 April 2018 07:35
Eksportir Kopra Akui Turunnya Harga Kelapa Disebabkan Siklus Sepuluh Tahunan

Petani kelapa di Inhil sedang galau menyusul melemahnya harga jual komoditas pertanian mereka. Menurut importir kopra, harga turun merupakan siklus sepuluh tahunan.

Riauterkini-KEMPAS-Turunnya harga kelapa yang dikeluhkan sebagian besar petani kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir, ternyata bukanlah kesalahan Pemerintah Kabupaten Inhil. Hal ini ditegaskan langsung oleh Direktur Utama CV Amarta, Setya Tuhu, eksportir kopra putih ke Bangladesh.

"Turunnya harga kelapa saat ini bukan kesalahan Pemkab Inhil melalui bupatinya. Jangankan bupati, presiden saja tak kan bisa mengatur harga kelapa ini. Jadi kalau saat ini ada yang menyalahkan Pak Wardan, ini sangat keliru," tegas pengusaha muda yang akrab disapa Tio, Senin (16/4/18).

Dijelaskannya, sebab utama turunnya harga kelapa saat ini karena efek siklus sepuluh tahunan yang menyebabkan harga minyak kelapa dunia merosot drastis. Hal ini, kata Tio, sangat dipahami oleh para pengusaha menengah dan besar di bidang kelapa seluruh Indonesia.

"Hal ini dimulai sejak 1998 lalu 2008 dan kini 2018. Ini siklus sepuluh tahunan yang memang bukan hanya kelapa bahkan dibidang ekonomi lainnya sedang menghadapi gejolak. Kalau untuk kelapa sendiri, inti turunnya harga kelapa seiring dengan turunnya harga minyak kelapa dunia. Dan ini sedang menjadi pembicaraan pengusaha besar di bidang kelapa baik nasional bahkan internasional," terang Tio.

Sebagai pengusaha, Tio bahkan memuji upaya yang dilakukan oleh Pemkab Inhil beberapa tahun terakhir ini dalam mengenalkan potensi kelapanya yang memang menjadi tulang punggung 75 persen masyarakat Inhil. Salah satu yang diberi aplaus olehnya adalah festival kelapa dunia yang diselenggarakan di Inhil.

"Saya pribadi sebagai eksportir sangat terbantu dari helat itu. Kita menjadi lebih mudah untuk mencari penampung di luar negeri. Acara itukan upaya dari Pemkab Inhil untuk mempromosikan dan memperkenalkan kelapa Inhil ini pada dunia," kata Tio.

Sebagai pengusaha, dijabarkan Tio bahwa tanpa adanya upaya promosi dan pengenalan potensi kelapa Inhil ini keluar, adalah suatu hal yang mustahil untuk dapat meningkatkan harga sebagaimana yang diharapkan para petani.

"Makanya kita sangat mendukung berbagai upaya Pemkab Inhil beberapa tahun terakhir ini dalam memperkenalkan kelapanya. Baik Festival Kelapa Dunia, Hari Pers Nasional yang mengundang awak media untuk menulis kelapa, maupun juga melalui upaya presentasi langsung oleh Pemkab Inhil pada berbagai kesempatan. Maka yakinlah, jika ini terus fokus dilakukan, harga kelapa di Inhil pasti dapat mencapai harapan," pungkas Tio.***(mar).

Loading...


Berita lainnya..........
- Bandara Sepi, Porter Andalkan Penerbangan Internasional
- Anggota DPRD Riau Dapil Pekanbaru Sebut Jembatan Siak IV Sudah Rampung
- APBD Pelalawan 2019 Sudah Bisa Direalisasikan
- Bedah APBD Riau 2019 ISEI Sorot Pertumbuhan Ekonomi tak Sebanding Tingkat Kemisikinan
- Dampak Tiket Mahal, 409 Jadwal Penerbangan di SSK II Dibatalkan
- 11 Item Pajak Pemko Pekanbaru Bisa Dibayar di Bank dan Gerai Ritel
- PT PHE Kampar DideadlineMulai Aspal Jalan Poros Kerumutan Awal Februari
- BPH Migas Beri Lampu Hijau, Meranti Bisa Jadi Kota Jargas
- 2019, Bulog Akan Serap 4 Ribu Ton Padi Petani Riau
- Penampakan Fisik Jembatan Siak IV Hampir Rampung
- Banyak Rusak dan Tidak Layak, Jumlah Halte TMP Harus Ditambah
- Kinerja Lamban, Pemko Pekanbaru Beri PT ARB Kesempatan Kedua
- Upacara K3 2018, Mayoritas Naker RI Tamat SMP dan SD
- Tahun Ini, MPP Pekanbaru Targetkan Dapat Investasi Rp2 Triliun
- Tahun Ini, Jumlah Bantuan Sapi untuk Peternak Riau Alami Penurunan
- Pertamina Laksanakan Lifting Perdana Minyak Mentah Bagian Chevron di Blok Rokan
- Awal Pekan Ini, Harga Barang Kebutuhan Turun
- Batik Bono Segera Tingkatkan Perekonomian Warga Pelalawan
- Pembuka Awal Tahun 2019,
PUPR Bengkalis Lelang 18 Paket Proyek Ratusan Miliar

- Setahun Beroperasi, 95 Bus TMP Beri Pemasukan Rp13,7 Miliar


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com