Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Rabu, 12 Desember 2018 13:45
Tim Advance Sisir Lokasi Kunjungan,
Gubri: Setelah Aceh, Presiden Baru Kunjungi Riau


Rabu, 12 Desember 2018 13:34
MUI Riau Apresiasi Langkah BRK yang Ingin Konversi ke Syariah

Rabu, 12 Desember 2018 13:29
Pencarian Bocah Perempuan Diduga Tenggelam di Sungai Batang Lubuh Rohul Dihentikan

Rabu, 12 Desember 2018 12:55
Reses Tuntas, Gedung DPRD Riau Masih Sepi-senyap

Rabu, 12 Desember 2018 12:47
Banjir di Pelalawan Putuskan Jalan Pangkalan Kerinci-Langgam

Rabu, 12 Desember 2018 12:43
Gubri Lepas Pawai Taaruf, Pemprov Siapkan Bonus Pemenang MTQ Riau ke-37

Rabu, 12 Desember 2018 11:29
Pilkades Gelombang Dua di 51 Desa di Rohul Aman dan Lancar

Rabu, 12 Desember 2018 10:29
Pemkab Kuansing Bantu 30 Ton Beras pada Korban Banjir

Rabu, 12 Desember 2018 10:05
Kukang Korban Banjir Dilepas Liarkan BKSDA Riau

Rabu, 12 Desember 2018 09:45
BUMD Bakal Padukan Gerai Makan Pelalawan Bakal dengan Lapangan Futsal

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 17 April 2018 07:35
Eksportir Kopra Akui Turunnya Harga Kelapa Disebabkan Siklus Sepuluh Tahunan

Petani kelapa di Inhil sedang galau menyusul melemahnya harga jual komoditas pertanian mereka. Menurut importir kopra, harga turun merupakan siklus sepuluh tahunan.

Riauterkini-KEMPAS-Turunnya harga kelapa yang dikeluhkan sebagian besar petani kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir, ternyata bukanlah kesalahan Pemerintah Kabupaten Inhil. Hal ini ditegaskan langsung oleh Direktur Utama CV Amarta, Setya Tuhu, eksportir kopra putih ke Bangladesh.

"Turunnya harga kelapa saat ini bukan kesalahan Pemkab Inhil melalui bupatinya. Jangankan bupati, presiden saja tak kan bisa mengatur harga kelapa ini. Jadi kalau saat ini ada yang menyalahkan Pak Wardan, ini sangat keliru," tegas pengusaha muda yang akrab disapa Tio, Senin (16/4/18).

Dijelaskannya, sebab utama turunnya harga kelapa saat ini karena efek siklus sepuluh tahunan yang menyebabkan harga minyak kelapa dunia merosot drastis. Hal ini, kata Tio, sangat dipahami oleh para pengusaha menengah dan besar di bidang kelapa seluruh Indonesia.

"Hal ini dimulai sejak 1998 lalu 2008 dan kini 2018. Ini siklus sepuluh tahunan yang memang bukan hanya kelapa bahkan dibidang ekonomi lainnya sedang menghadapi gejolak. Kalau untuk kelapa sendiri, inti turunnya harga kelapa seiring dengan turunnya harga minyak kelapa dunia. Dan ini sedang menjadi pembicaraan pengusaha besar di bidang kelapa baik nasional bahkan internasional," terang Tio.

Sebagai pengusaha, Tio bahkan memuji upaya yang dilakukan oleh Pemkab Inhil beberapa tahun terakhir ini dalam mengenalkan potensi kelapanya yang memang menjadi tulang punggung 75 persen masyarakat Inhil. Salah satu yang diberi aplaus olehnya adalah festival kelapa dunia yang diselenggarakan di Inhil.

"Saya pribadi sebagai eksportir sangat terbantu dari helat itu. Kita menjadi lebih mudah untuk mencari penampung di luar negeri. Acara itukan upaya dari Pemkab Inhil untuk mempromosikan dan memperkenalkan kelapa Inhil ini pada dunia," kata Tio.

Sebagai pengusaha, dijabarkan Tio bahwa tanpa adanya upaya promosi dan pengenalan potensi kelapa Inhil ini keluar, adalah suatu hal yang mustahil untuk dapat meningkatkan harga sebagaimana yang diharapkan para petani.

"Makanya kita sangat mendukung berbagai upaya Pemkab Inhil beberapa tahun terakhir ini dalam memperkenalkan kelapanya. Baik Festival Kelapa Dunia, Hari Pers Nasional yang mengundang awak media untuk menulis kelapa, maupun juga melalui upaya presentasi langsung oleh Pemkab Inhil pada berbagai kesempatan. Maka yakinlah, jika ini terus fokus dilakukan, harga kelapa di Inhil pasti dapat mencapai harapan," pungkas Tio.***(mar).

Loading...


Berita lainnya..........
- MUI Riau Apresiasi Langkah BRK yang Ingin Konversi ke Syariah
- BUMD Bakal Padukan Gerai Makan Pelalawan Bakal dengan Lapangan Futsal
- 2019 Keuangan Membaik, Pengetatan Anggaran Pemprov Riau Lebih longgar
- Kontrak Kerjasama Dua PLTD di Kabupaten Rohul Segera Diperpanjang
- Kelola 844 Hektar Lahan di Luar HGU di Pelalawan, Komisi II DPRD Riau Sebut PT SBP Nakal
- Januari, MPP di Pekanbaru Segera Hadir dengan 18 Tenant
- HIPPMIH Pekanbaru Rancang Seminar Nasional Cari Solusi Anjloknya Harga Kelapa
- Pertamina EP Asset 1 Lirik Field Gelar Funtastic Walk Bersama Warga
- Harkodia 2018: Bank Riau Kepri Satu-satunya BPD pada Pameran IBIC 2018
- Pelajari Teknis Penyiaran, Radio Kominfoss Kuansing Berkunjung ke Siak
- Layani Mandiri, Mendag Resmikan UPT Metrologi Legal Pemkab Bengkalis
- Bentuk Unit Metrologi Legal dan Pasar Tertib Ukur, Pemkab Bengkalis Terima Penghargaan Kemendag RI
- PGN Kembali Sabet Penghargaan LHKPN dari KPK
- Pengurus Himperra Riau Periode 2018-2022 Resmi Dilantik
- Dapat Giliran Pemadaman Bergilir,
Pegawai Disdalduk KB Pekanbaru Tetap Bekerja

- BPOM Pekanbaru Gelar Bulan Keamanan Pangan
- 5 Kabupaten di Riau Ikuti Workshop Proklim Tajaan PT RAPP
- Petani KUD Mulus Rahayu di Siak Panen Perdana Kebun Peremajaan Sawit Rakyat
- Bila Menunggak Hingga 21 Desember,
PLN Bengkalis Akan Putus Aliran Listrik ke Pelanggan dan Ubah Sistem Pembayaran

- 2018, Himperra Bangun 8.750 Rumah Subsidi di Riau


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com