Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 15 Desember 2018 23:03
Sampaikan Isu Strategis Bangun Negeri, Jaman Riau Audiensi dengan Presiden Jokowi

Sabtu, 15 Desember 2018 21:47
Kapitra Ampera Tuding SBY Bawa Konflik ke Riau

Sabtu, 15 Desember 2018 21:44
Demokrat Riau Minta Aparat Usut Tuntas Pelaku Pengrusakan APK Partai

Sabtu, 15 Desember 2018 20:55
Tertangkap, Begini Pengakuan Pelaku Perusak Sejumlah Atribut Partai Demokrat di Pekanbaru

Sabtu, 15 Desember 2018 20:38
Datuk Seri Setia Amanah Negara, Syamsuar Ucapkan Tahniah Atas Gelar yang Diterima Presiden RI

Sabtu, 15 Desember 2018 19:27
Antisipasi Banjir, DLH Kuansing Normalisasi Drainase di Seluruh Kecamtan

Sabtu, 15 Desember 2018 19:16
Diinstruksikan SBY, DPC Demokrat Pekanbaru Bersihkan APK Partai

Sabtu, 15 Desember 2018 18:37
‎Puluhan Crosser Ramaikan Kejurda Motorcross Piala Bupati Rohul Putaran V Riau

Sabtu, 15 Desember 2018 18:04
Digelar di Aula Pustaka Unilak, Ujian Profesi Advokat Peradi Digelar Serentak se Indonesia

Sabtu, 15 Desember 2018 17:54
Jaman Minta Bangunkan Jembatan Pulau Bengkalis-Sumatera ke Jokowi

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 16 Mei 2018 07:32
Tanam Bibit Padi Sidenuk di Kampar, Kemenristekdikti Patok Target 12 Ton Sehektar

Dilakukan penanaman padi faritas unggul. Bibit Sidenuk di Pulau Tinggi, Kampar. Kemenristek Dikti menargetkan panen 9 hingga 12 ton perhektar.

Riauterkini- KAMPAR - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) Republik Indonesia mematok target produktifitas padi 9 hingga 12 ton/hektare di Desa Pulau Tinggi, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar.

Demikian dikatakan Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristekdikti RI Jumain Appe pada acara penanaman padi varietas inpari sidenuk dengan metode IPAT BO atau intensifikasi padi aerob terkendali berbasis organik pada bakti teknologi dalam rangka Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-23 tahun 2018, Selasa (14/5/2018) di Desa Pulau Tinggi.

Turut hadir pada kegiatan ini Deputi Bidang Pendayagunaan Teknologi Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) RI Hendig Winarno, Gubernur Riau yang diwakili Kepala Badan Litbang Provinsi Riau Arbaini, Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Riau Darmansyah, Bupati Kampar yang diwakili Staf Ahli Ekonomi dan Pembangunan Aliman Makmur, Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Kampar Hendri Dunan.

Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristekdikti Jumain Appe kepada wartawan usai melakukan penanaman bibit padi sidenuk mengatakan, kegiatan ini dalam rangka mengaplikasikan hasil penelitian dan pengembangan anak bangsa untuk meningkatkan hasil bidang pertanian sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan petani.

"Di sini hanya produktivitas padi perton hanya lima sampai enam hektar, maka dengan bibit dan teknologi ini bisa menghasilkan sembilan hingga dua belas hektar perhektare," ungkap Jumain Appe.

Teknologi yang digunakan ini adalah menggunakan tenaga nuklir dengan radiasi dan bermutasi sehingga menghasilkan bibit yang bagus dan produktivitasnya juga bagus. Teknologi nuklir bisa digunakan untuk kembangkan industri pangan dan kesehatan. Sidenuk ini adalah sidenukasi nuklir yang dimasukkan ke dalam bibit padi sehingga produktivitasnya tinggi.

Menurutnya, kalau hasil sawah hanya 5 ha perhektare maka belum bisa memberikan kesejahteraan kepada petani dan tamatan sarjana atau SLTA tidak tertarik menjadi petani dan malas turun menjadi petani atau ke sawah.

Dalam pengarahannya Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti Jumain Appe juga menyampaikan bahwa Presiden RI minta sistem pertanian harus berkelanjutan. "Kita harus mengolah menjadi suatu usaha lebih memberikan nilai tambah. Tiga hal harus dilakukan yakni kreatifitas, inovasi dan jiwa wirausaha," bebernya.

Dikatakan, sekarang petani lebih banyak menanam, terus dikonsumsi dan tidak ada berkelanjutan secara terus menerus dan tidak menjadi kemandirian di tengah masyarakat.

Ia mengungkapkan, keunggulan lain bibit sidenuk ini adalah masa tanam hingga panen hanya tiga bulan, bahkan pernah hanya 83 hari.

Deputi Bidang Pendayagunaan Teknologi Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) RI Hendig Winarno menambahkan, bibit padi sidenuk yang dikembangkan Batan telah ditanam di berbagai daerah di Indonesia. Di Sumatera telah dikembangkan di Musi Rawas Sumatera Selatan, beberapa daerah Sumatera Barat, Padang Sidempuan Sumatera Utara dan Aceh. Sementara di Riau, Kabupaten Kampar adalah daerah pertama yang menanam bibit ini. "Kalau persentase nasional masih 0,4 persen, tapi bibit sidenuk telah ditanam sekitar 40 ribu hektare lahan. Yang terbanyak masih jenis jiherang," bebernya.

Gubernur Riau yang diwakili Arbaini maupun Bupati Kampar yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan Aliman Makmur menyambut baik bantuan banjir bibit dan teknologi di Kampar.

Aliman Makmur menyampaikan, saat ini Kampar sedang menggalakkkan program 3i (infrastruktur, investasi dan industri). "Dari hasil lima ton dalam satu hektar dan menjadi sepuluh hektare kan luar biasa. Kita siap bekerjasama dengan pemerintah pusat," ungkap Aliman Makmur.

Ia menambahkan, Kampar berpotensi untuk meningkatkan secara tajam produktifitas padinya karena luas lahan di Kampar mencapai 5.000 hektare lebih.***(man)

Loading...


Berita lainnya..........
- Kelola Sumur Tua,
Pertamina EP Asset 1 Lirik Field Inhu Tetap Berkontribusi di CSR Terpadu

- PT Nagamas Palmoil Lestari Gelar Pasar Murah Minyak Goreng di Buluh Kasap
- Petani Muda Riau Terima Bantuan Bibit Sapi dari Chevron
- Inhil Dinobatkan sebagai Kabupaten dengan Pembinaan KUR Terbaik
- SKK Migas-EMP Santuni Anak Yatim Sebelum Lakukan Pengeboran di MSBY-03
- Hanya di Duri, Bengkalis, Proyek Siluman Bertebaran Tanpa Keterangan
- Capacity Bulding BI untuk Jurnalis, Bahas Perlunya Pergeseran Rantai Pasok Global
- RSUD Telukkuantan Upayakan Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan
- PT. CPI Luncurkan Program Pengembangan Keterampilan Tenaga Kerja
- MUI Riau Apresiasi Langkah BRK yang Ingin Konversi ke Syariah
- BUMD Bakal Padukan Gerai Makan Pelalawan Bakal dengan Lapangan Futsal
- 2019 Keuangan Membaik, Pengetatan Anggaran Pemprov Riau Lebih longgar
- Kontrak Kerjasama Dua PLTD di Kabupaten Rohul Segera Diperpanjang
- Kelola 844 Hektar Lahan di Luar HGU di Pelalawan, Komisi II DPRD Riau Sebut PT SBP Nakal
- Januari, MPP di Pekanbaru Segera Hadir dengan 18 Tenant
- HIPPMIH Pekanbaru Rancang Seminar Nasional Cari Solusi Anjloknya Harga Kelapa
- Pertamina EP Asset 1 Lirik Field Gelar Funtastic Walk Bersama Warga
- Harkodia 2018: Bank Riau Kepri Satu-satunya BPD pada Pameran IBIC 2018
- Pelajari Teknis Penyiaran, Radio Kominfoss Kuansing Berkunjung ke Siak
- Layani Mandiri, Mendag Resmikan UPT Metrologi Legal Pemkab Bengkalis


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com