Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 16 Pebruari 2019 22:27
Target Menang, Golkar Riau Gelar Bimtek Aplikasi Saksiku

Sabtu, 16 Pebruari 2019 19:29
Seratusan Peserta Ikuti Lomba Bertema Bahasa Mandarin di Mal Ska Pekanbaru

Sabtu, 16 Pebruari 2019 19:26
Ajudan Istri Bupati Meninggal Dunia, Pemkab Kuansing Berduka

Sabtu, 16 Pebruari 2019 15:34
TNI, Polri dan BPBD, Fire Fighter PT SRL Berjibaku Padamkan Api di Rupat

Sabtu, 16 Pebruari 2019 15:13
Kejari Bengkalis Tetapkan 4 Tersangka Kasus UEK SP Duri Mandiri Bersatu, Duri Timur

Sabtu, 16 Pebruari 2019 10:54
Goes to Campus, Cara KPU Bengkalis Ajak Pemula Gunakan Hak Pilih

Sabtu, 16 Pebruari 2019 08:53
Babinsa Koramil 07/Kuantan Hilir Goro Perbaiki Mushola di Kuansing

Sabtu, 16 Pebruari 2019 07:30
Pemkab Meranti Tegaskan Permintaan Dispensasi Embarkasi Haji Bukan Politis

Jum’at, 15 Pebruari 2019 22:43
Tabrak Truk, Pemotor di Duri Tewas Mengenaskan

Jum’at, 15 Pebruari 2019 21:14
Nelayan Myanmar Ditemukan Mengapung di Selat Bengkalis Diserahkan ke KKP Batam, Kepri

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 16 Mei 2018 07:32
Tanam Bibit Padi Sidenuk di Kampar, Kemenristekdikti Patok Target 12 Ton Sehektar

Dilakukan penanaman padi faritas unggul. Bibit Sidenuk di Pulau Tinggi, Kampar. Kemenristek Dikti menargetkan panen 9 hingga 12 ton perhektar.

Riauterkini- KAMPAR - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) Republik Indonesia mematok target produktifitas padi 9 hingga 12 ton/hektare di Desa Pulau Tinggi, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar.

Demikian dikatakan Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristekdikti RI Jumain Appe pada acara penanaman padi varietas inpari sidenuk dengan metode IPAT BO atau intensifikasi padi aerob terkendali berbasis organik pada bakti teknologi dalam rangka Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-23 tahun 2018, Selasa (14/5/2018) di Desa Pulau Tinggi.

Turut hadir pada kegiatan ini Deputi Bidang Pendayagunaan Teknologi Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) RI Hendig Winarno, Gubernur Riau yang diwakili Kepala Badan Litbang Provinsi Riau Arbaini, Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Riau Darmansyah, Bupati Kampar yang diwakili Staf Ahli Ekonomi dan Pembangunan Aliman Makmur, Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Kampar Hendri Dunan.

Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristekdikti Jumain Appe kepada wartawan usai melakukan penanaman bibit padi sidenuk mengatakan, kegiatan ini dalam rangka mengaplikasikan hasil penelitian dan pengembangan anak bangsa untuk meningkatkan hasil bidang pertanian sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan petani.

"Di sini hanya produktivitas padi perton hanya lima sampai enam hektar, maka dengan bibit dan teknologi ini bisa menghasilkan sembilan hingga dua belas hektar perhektare," ungkap Jumain Appe.

Teknologi yang digunakan ini adalah menggunakan tenaga nuklir dengan radiasi dan bermutasi sehingga menghasilkan bibit yang bagus dan produktivitasnya juga bagus. Teknologi nuklir bisa digunakan untuk kembangkan industri pangan dan kesehatan. Sidenuk ini adalah sidenukasi nuklir yang dimasukkan ke dalam bibit padi sehingga produktivitasnya tinggi.

Menurutnya, kalau hasil sawah hanya 5 ha perhektare maka belum bisa memberikan kesejahteraan kepada petani dan tamatan sarjana atau SLTA tidak tertarik menjadi petani dan malas turun menjadi petani atau ke sawah.

Dalam pengarahannya Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti Jumain Appe juga menyampaikan bahwa Presiden RI minta sistem pertanian harus berkelanjutan. "Kita harus mengolah menjadi suatu usaha lebih memberikan nilai tambah. Tiga hal harus dilakukan yakni kreatifitas, inovasi dan jiwa wirausaha," bebernya.

Dikatakan, sekarang petani lebih banyak menanam, terus dikonsumsi dan tidak ada berkelanjutan secara terus menerus dan tidak menjadi kemandirian di tengah masyarakat.

Ia mengungkapkan, keunggulan lain bibit sidenuk ini adalah masa tanam hingga panen hanya tiga bulan, bahkan pernah hanya 83 hari.

Deputi Bidang Pendayagunaan Teknologi Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) RI Hendig Winarno menambahkan, bibit padi sidenuk yang dikembangkan Batan telah ditanam di berbagai daerah di Indonesia. Di Sumatera telah dikembangkan di Musi Rawas Sumatera Selatan, beberapa daerah Sumatera Barat, Padang Sidempuan Sumatera Utara dan Aceh. Sementara di Riau, Kabupaten Kampar adalah daerah pertama yang menanam bibit ini. "Kalau persentase nasional masih 0,4 persen, tapi bibit sidenuk telah ditanam sekitar 40 ribu hektare lahan. Yang terbanyak masih jenis jiherang," bebernya.

Gubernur Riau yang diwakili Arbaini maupun Bupati Kampar yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan Aliman Makmur menyambut baik bantuan banjir bibit dan teknologi di Kampar.

Aliman Makmur menyampaikan, saat ini Kampar sedang menggalakkkan program 3i (infrastruktur, investasi dan industri). "Dari hasil lima ton dalam satu hektar dan menjadi sepuluh hektare kan luar biasa. Kita siap bekerjasama dengan pemerintah pusat," ungkap Aliman Makmur.

Ia menambahkan, Kampar berpotensi untuk meningkatkan secara tajam produktifitas padinya karena luas lahan di Kampar mencapai 5.000 hektare lebih.***(man)

Loading...


Berita lainnya..........
- Libatkan Pemerintah Desa,
Bappeda Rohul Mutakhirkan Data Spasial Jalan Kabupaten

- CSR Bank Riau Kepri,
Masjid Raya Annur Provinsi Riau Terima 2.500 M2 Karpet Sajadah

- Hanya 3 KUD di Rokan Hulu yang Terima Bantuan Replanting Kebun Sawit Tahun 2018
- Pusat dan Daerah Terus Bersinergi Wujudkan Pembangunam Perumahan di Riau
- Riau Sudah Punya Embarkasi Haji Antara, Meranti Minta Dispensasi Langsung ke Batam
- Tower Disdukcapil Kuansing Disambar Petir, Pembuatan e-KTP Terhambat
- Berikan Edukasi Perbankan, BI Gandeng STAI Le Pekanbaru
- Ditutup Kembali Usai Peresmian,
PUPR Riau: Ini Semata Demi Keamanan Jembatan Siak IV dan Penggunanya

- Meriahkan Millenial Road Safety Festival Satlantas Polres Kuansing Sediakan Doorprize
- Laba Naik, PT BSP Bangun Gedung Permanen Lima Lantai
- 31 Tahun KSU Rejosari, Bermoda Rp94 Ribuan Kini Beromset Rp6,9 Miliar
- 40 Dump Truck Sudah Disiapkan untuk Uji Beban Jembatan Siak IV Nanti
- Tak Bayar Pajak, Bapenda Pekanbaru Tertibkan Sejumlah Papan Reklame
- Pesawat Domestik Mahal, Warga Riau Libur Imlek ke Singapura dan Kuala Lumpur
- Baru 40 Persen, Wakil Rakyat Tak Yakin Tol Pekanbaru-Dumai Selesai Tahun Ini
- Diduga Gagal Beton,
Praktisi Hukum Kuansing Minta Tim Ahli Periksa Fisik SDN 018 Koto Taluk

- Januari 2019, Riau Alami Deflasi 0,06 Persen
- Dari Zero, Seribuan UMK Bengkalis Sudah Kantongi Izin
- Pemkab Kuansing Diminta Kurangi Seremoni dan Serius Upayakan Dongkrak Harga Getah Karet
- Kondisi Ekonomi Kuansing Merosot Akibat Anjloknya Karet


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com