Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Rabu, 23 Mei 2018 23:00
Usulkan 248 Kouta CPNS,
Bupati dan BKD Meranti bertemu Langsung dengan Menpan-RB


Rabu, 23 Mei 2018 22:48
TPPU Penyertaan Modal Pemkab Bengkalis, Mantan Bupati Terancam Jadi Tersangka

Rabu, 23 Mei 2018 22:43
Rampok Toke 2 Kg Emas di Langgam, Salah Seorang Pelaku Hanya Kebagian Rp3 Juta

Rabu, 23 Mei 2018 22:30
Legislator Yulianti Buka Bersama dengan FWL DPRD Riau

Rabu, 23 Mei 2018 20:58
Tolak HGU PT TSUM,
Gemmpar Berencana Audiensi dengan Bupati dan Pimpinan DPRD Pelalawan


Rabu, 23 Mei 2018 20:53
Cagubri Lukman Edy: Bibit Radikalisme Tumbuh karena Adanya Pembiaraan

Rabu, 23 Mei 2018 19:33
Safari ke Bengkalis,
Danrem 031/Wirabima Imbau Masyarakat Aktifkan Siskamling untuk Cegah Teroris


Rabu, 23 Mei 2018 19:28
Buka Akses Jalan Lintas Bono Teluk Meranti,
Warga: Dihati Kami Cuma Andi Rachman Jadi Pilihan


Rabu, 23 Mei 2018 19:22
Ini Program Kesehatan Unggul yang Ditawarkan DR.Firdaus-Rusli Effendi

Rabu, 23 Mei 2018 19:13
Peningkatan Jalan Penghubung Tiga Desa,
Kadis PU Tarukim Siak Minta PT Musi Mas Komit Laksanakan MoU


 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 16 Mei 2018 07:32
Tanam Bibit Padi Sidenuk di Kampar, Kemenristekdikti Patok Target 12 Ton Sehektar

Dilakukan penanaman padi faritas unggul. Bibit Sidenuk di Pulau Tinggi, Kampar. Kemenristek Dikti menargetkan panen 9 hingga 12 ton perhektar.

Riauterkini- KAMPAR - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) Republik Indonesia mematok target produktifitas padi 9 hingga 12 ton/hektare di Desa Pulau Tinggi, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar.

Demikian dikatakan Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristekdikti RI Jumain Appe pada acara penanaman padi varietas inpari sidenuk dengan metode IPAT BO atau intensifikasi padi aerob terkendali berbasis organik pada bakti teknologi dalam rangka Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-23 tahun 2018, Selasa (14/5/2018) di Desa Pulau Tinggi.

Turut hadir pada kegiatan ini Deputi Bidang Pendayagunaan Teknologi Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) RI Hendig Winarno, Gubernur Riau yang diwakili Kepala Badan Litbang Provinsi Riau Arbaini, Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Riau Darmansyah, Bupati Kampar yang diwakili Staf Ahli Ekonomi dan Pembangunan Aliman Makmur, Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Kampar Hendri Dunan.

Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristekdikti Jumain Appe kepada wartawan usai melakukan penanaman bibit padi sidenuk mengatakan, kegiatan ini dalam rangka mengaplikasikan hasil penelitian dan pengembangan anak bangsa untuk meningkatkan hasil bidang pertanian sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan petani.

"Di sini hanya produktivitas padi perton hanya lima sampai enam hektar, maka dengan bibit dan teknologi ini bisa menghasilkan sembilan hingga dua belas hektar perhektare," ungkap Jumain Appe.

Teknologi yang digunakan ini adalah menggunakan tenaga nuklir dengan radiasi dan bermutasi sehingga menghasilkan bibit yang bagus dan produktivitasnya juga bagus. Teknologi nuklir bisa digunakan untuk kembangkan industri pangan dan kesehatan. Sidenuk ini adalah sidenukasi nuklir yang dimasukkan ke dalam bibit padi sehingga produktivitasnya tinggi.

Menurutnya, kalau hasil sawah hanya 5 ha perhektare maka belum bisa memberikan kesejahteraan kepada petani dan tamatan sarjana atau SLTA tidak tertarik menjadi petani dan malas turun menjadi petani atau ke sawah.

Dalam pengarahannya Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti Jumain Appe juga menyampaikan bahwa Presiden RI minta sistem pertanian harus berkelanjutan. "Kita harus mengolah menjadi suatu usaha lebih memberikan nilai tambah. Tiga hal harus dilakukan yakni kreatifitas, inovasi dan jiwa wirausaha," bebernya.

Dikatakan, sekarang petani lebih banyak menanam, terus dikonsumsi dan tidak ada berkelanjutan secara terus menerus dan tidak menjadi kemandirian di tengah masyarakat.

Ia mengungkapkan, keunggulan lain bibit sidenuk ini adalah masa tanam hingga panen hanya tiga bulan, bahkan pernah hanya 83 hari.

Deputi Bidang Pendayagunaan Teknologi Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) RI Hendig Winarno menambahkan, bibit padi sidenuk yang dikembangkan Batan telah ditanam di berbagai daerah di Indonesia. Di Sumatera telah dikembangkan di Musi Rawas Sumatera Selatan, beberapa daerah Sumatera Barat, Padang Sidempuan Sumatera Utara dan Aceh. Sementara di Riau, Kabupaten Kampar adalah daerah pertama yang menanam bibit ini. "Kalau persentase nasional masih 0,4 persen, tapi bibit sidenuk telah ditanam sekitar 40 ribu hektare lahan. Yang terbanyak masih jenis jiherang," bebernya.

Gubernur Riau yang diwakili Arbaini maupun Bupati Kampar yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan Aliman Makmur menyambut baik bantuan banjir bibit dan teknologi di Kampar.

Aliman Makmur menyampaikan, saat ini Kampar sedang menggalakkkan program 3i (infrastruktur, investasi dan industri). "Dari hasil lima ton dalam satu hektar dan menjadi sepuluh hektare kan luar biasa. Kita siap bekerjasama dengan pemerintah pusat," ungkap Aliman Makmur.

Ia menambahkan, Kampar berpotensi untuk meningkatkan secara tajam produktifitas padinya karena luas lahan di Kampar mencapai 5.000 hektare lebih.***(man)

Loading...


Berita lainnya..........
- Tolak HGU PT TSUM,
Gemmpar Berencana Audiensi dengan Bupati dan Pimpinan DPRD Pelalawan

- Peningkatan Jalan Penghubung Tiga Desa,
Kadis PU Tarukim Siak Minta PT Musi Mas Komit Laksanakan MoU

- Ramadhan dan Sambut Idul Fitri,
Pemkab Bengkalis Rencanakan Tambah Armada Roro dan Terbitkan Maklumat

- Angka Rasionalisasi Anggaran Berkisar Rp1,2 sampai Rp17 Triliun Belum Dipastikan
- Penukaran Uang, BI Siapkan Rp4,7 Triliun
- BP POM Riau Sebut Makanan dan Minuman di Bangkinang Aman dari Bahan Berbahaya
- Dewan: Pasar Ramadan Jangan Ganggu Aktivitas Lalin
- BPKAD Tunggu Juknis Gaji ke-14 ASN dan Anggota DPRD
- Dinasker Riau Bersiap Buka Posko Pengaduan THR
- PT AA Bongkar Pondok di Lahan yang Dikuasai Warga
- Bank Riau Kepri Berbagi Takjil di Bulan Ramadhan
- 5 Kabupaten di Riau Terima Ribuan Paket Gizi dari PT RAPP
- Triwulan I 2018, Pupuk Jadi Komoditi Impor Riau Terbesar
- Selama Bulan Suci Ramadhan, Jam Pelayanan di Kantor Samsat Rohul tidak Berubah
- Ramadhan dan Idul Fitri 1439 H/2018 M,
PLN Bengkalis Kerahkan 'Pasus' Minimalisir Gangguan dan Pemadaman

- Sediakan Makanan Khas Rohul,
88 Lapak Pasar Ramadhan di Kelurahan Pasirpangaraian‎ Terisi Penuh

- Tanam Bibit Padi Sidenuk di Kampar, Kemenristekdikti Patok Target 12 Ton Sehektar
- PT Tasmapuja Bangunkan Gedung PDTA Warga Pinatan, Desa Kampar
- Kong Djie Coffee & Resto Siap jadi Pilihan Wista Kuliner di Pekanbaru
- Harga TBS di Riau Naik Sepekan ke Depan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com