Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Senin, 10 Desember 2018 20:38
Perayaan Natal Bersama, Ini Pesan Pendeta ke Jemaat Gereja HKBP Eksodi Pasirpangaraian

Senin, 10 Desember 2018 18:45
PT EMP Bentu Klaim Sudah Pekerjakan Puluhan Naker Lokal di Pelalawan

Senin, 10 Desember 2018 18:36
Dilantik Jadi Gubri Defenitif, Dewan Berharap Wan Thamrin Hasyim Maksimal dalam Bekerja

Senin, 10 Desember 2018 18:18
‎Hari Ketujuh, Jasad Bocah Rohul Diduga Hanyut di Sungai Batang Lubuh Belum Ditemukan

Senin, 10 Desember 2018 18:14
Wan Thamrin Undang Khusus Andi Rachman Saat Pelantikannya di Istana Negara

Senin, 10 Desember 2018 17:26
Dilantik Presiden sebagai Gubri Definitif,
Wan Thamrin Ucapkan Alhamdulillah Sampai Tiga Kali


Senin, 10 Desember 2018 16:56
Sejumlah Personel Polresta Pekanbaru Terima Reward dari Masyarakat

Senin, 10 Desember 2018 16:44
Seluruh ASN Pekanbaru Diinstruksikan Berbusana Melayu pada Acara MTQ ke-37 Riau

Senin, 10 Desember 2018 16:39
Peringati Hari Anti Korupsi,
Kejari Bengkalis Gelar Berbagai Kegiatan


Senin, 10 Desember 2018 16:35
Terkait Jalan Berlubang, PUPR Pekanbaru Sudah Koordinasi dengan PUPR Riau

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 20 Mei 2018 13:45
PT AA Bongkar Pondok di Lahan yang Dikuasai Warga

PT Arara Abadi membongkar pondok terbuat kayu, beratapkan plastik di atas lahan konsesi perusahaan itu yang sudah terlanjur dikuasai masyarakat warga Desa Kesuma Kecamatan Pangkalan Kuras.

Riauterkini-PANGKALANKERINCi- Sengketa lahan antara masyarakat dan pihak perusahaan adalah menjadi persoalan serius dikabupaten Pelalawan. Saling klaim begitulah, yang terjadi di lapangan.

Misalnya, masyarakat berpegang teguh terhadap dasar kepemilikan lahan hanya atas dasar sejarah, sementara pihak perusahaan mengantongi surat menyurat legal yang diakui pemerintah.

Setidaknya, sengketa lahan ini, dialami warga di Desa Kesuma Kecamatan Pangkalan Kuras dengan PT Arara Abadi. Pihak perusahaan dengan sangat terpaksa melakukan pembongkaran pondok terbuat kayu, beratapkan plastik di atas lahan konsesi PT Arara Abadi yang sudah terlanjur dikuasai masyarakat.

Aksi pembongkaran pondok dan pembersihan lahan yang sudah ditanami sawit ini, sengaja dilakukan malam hari, manakala warga tidak berada ditempat. Yakni Rabu malam atau Kamis dinihari, (17/5/18). Alasan pihak perusahaan melakukan aksi pembongkaran tersebut dimalam hari untuk menghindari kontak fisik dengan warga.

"Betul. Pembongkaran pondok yang berada di areal konsesi Arara. Kejadiannya, Rabu malam atau Kamis dinihari," terang Kapolres Pelalawan AKBP Kaswandi Irwan, S.Ik melalui pesan whatsappnya, Ahad (20/5/18).

Ditempat terpisah, Humas PT Arara Abadi, Herwansyah berterus terang, pihak perusahaan melalukan pembersihan dan pembongkaran pondok diatas lahan yang dikuasai warga didesa Kesuma kecamatan Pangkalan Kuras.

Menurut Herwansyah, persoalan ini sebelumnya, dimediasi oleh Polsek Pangkalan Kuras dan dinyatakan bahwa klaim yang dilakukan warga tidak mempunyai dasar.

"Persoalan ini juga merupakan persoalan lama yang dulu dia (warga red) mengklaim dengan kawan-kawannya telah diselesaikan oleh PT. AA dan semua kewajiban AA telah diselesaikan," tegas Herwansyah seraya mengatakan sebelum aksi pembongkaran itu, pihak perusahaan sudah memperingatkan warga sebanyak tiga kali untuk meninggalkan lokasi.

Diterangkannya, pembersihan pondok-pondok pun dilakukan pada malam hari dimana masyarakat tidak ada di tempat. "Saat malam terakhir pembersihan ada dua orang yang berada di pondok yang coba menghalangi pembersihan, namun dihalau petugas untuk meninggalkan lokasi. Pondok ini hanya beratap plastik biru dan kebanyakan baru berupa rangka saja," tukasnya.

Sebelumnya, PT Arara Abadi sambung Herwansyah, sudah melakukan kesepakatan dengan masyarakat desa Kesuma berupa tanaman kehidupan seluas 3500 hektar.

Akan tetapi belakangan kata dia, muncul salah seorang masyarakat menggerakkan warga melakukan okupasi di dalam konsesi distrik nilo dengan mendirikan pondok.

"Mereka menghalangi kita melakukan penanaman dengan mengerahkan ibu-ibu dan anak-anak sehingga kegiatan penanaman tidak bisa berjalan," tandasnya.***(feb)

Loading...


Berita lainnya..........
- Januari, MPP di Pekanbaru Segera Hadir dengan 18 Tenant
- HIPPMIH Pekanbaru Rancang Seminar Nasional Cari Solusi Anjloknya Harga Kelapa
- Pertamina EP Asset 1 Lirik Field Gelar Funtastic Walk Bersama Warga
- Harkodia 2018: Bank Riau Kepri Satu-satunya BPD pada Pameran IBIC 2018
- Pelajari Teknis Penyiaran, Radio Kominfoss Kuansing Berkunjung ke Siak
- Layani Mandiri, Mendag Resmikan UPT Metrologi Legal Pemkab Bengkalis
- Bentuk Unit Metrologi Legal dan Pasar Tertib Ukur, Pemkab Bengkalis Terima Penghargaan Kemendag RI
- PGN Kembali Sabet Penghargaan LHKPN dari KPK
- Pengurus Himperra Riau Periode 2018-2022 Resmi Dilantik
- Dapat Giliran Pemadaman Bergilir,
Pegawai Disdalduk KB Pekanbaru Tetap Bekerja

- BPOM Pekanbaru Gelar Bulan Keamanan Pangan
- 5 Kabupaten di Riau Ikuti Workshop Proklim Tajaan PT RAPP
- Petani KUD Mulus Rahayu di Siak Panen Perdana Kebun Peremajaan Sawit Rakyat
- Bila Menunggak Hingga 21 Desember,
PLN Bengkalis Akan Putus Aliran Listrik ke Pelanggan dan Ubah Sistem Pembayaran

- 2018, Himperra Bangun 8.750 Rumah Subsidi di Riau
- Bupati Siak Dukung Kegiatan Seismik Migas PT EMP di Kerinci Kanan
- Keluh Kesah Masyarakat Viral di Medsos, Ini Jawaban RSUD Mandau
- Harga Tiket Pesawat Rute Pekanbaru-Jakarta Diduga Sengaja Dinaikkan Hingga Lebih 100 Persen
- KEHATI-Apkasindo Riau Gelar Pelatihan Pilot Drone
- Ratusan Mitra RAPP Komit Dukung Keselematan Kerja


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com