Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Ahad, 24 Maret 2019 16:00
Pentingnya Kenali Kebutuhan Nutrisi,
Prodia Gelar Seminar Bertema Persolized Nutrition as Disease Prevention Tools


Ahad, 24 Maret 2019 14:21
Peduli Warga, Caleg Golkar Ini Gelar Bazar Murah

Ahad, 24 Maret 2019 13:31
Dorong Penumbuhan dan Pengembangan WUB IKM di Riau, Kemenperin RI Taja Bimtek

Ahad, 24 Maret 2019 13:26
1.071 Kantong Darah Terkumpul pada KDD Ke-57 Riau Kompleks

Ahad, 24 Maret 2019 08:02
KPU Riau Simulasikan Rekapitulasi Hasil Pemilu dan Pilpres 2019 Tingkat Provinsi

Ahad, 24 Maret 2019 07:59
Hama Walang Sangit Serbu Pemumiman Warga Rohil

Sabtu, 23 Maret 2019 21:10
Bupati Bengkalis Buka Turnamen Sepakbola Antar Pelajar di Duri

Sabtu, 23 Maret 2019 20:31
PJC Pekanbaru Semangati Wartawan Bengkalis Untuk Sajikan Berita Yang Santun dan Menarik

Sabtu, 23 Maret 2019 15:02
UKW PWI Riau 2019 Berjalan Sukses

Sabtu, 23 Maret 2019 14:57
2019, DAK Fisik dan ADD Kuansing Meningkat

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 20 Mei 2018 13:45
PT AA Bongkar Pondok di Lahan yang Dikuasai Warga

PT Arara Abadi membongkar pondok terbuat kayu, beratapkan plastik di atas lahan konsesi perusahaan itu yang sudah terlanjur dikuasai masyarakat warga Desa Kesuma Kecamatan Pangkalan Kuras.

Riauterkini-PANGKALANKERINCi- Sengketa lahan antara masyarakat dan pihak perusahaan adalah menjadi persoalan serius dikabupaten Pelalawan. Saling klaim begitulah, yang terjadi di lapangan.

Misalnya, masyarakat berpegang teguh terhadap dasar kepemilikan lahan hanya atas dasar sejarah, sementara pihak perusahaan mengantongi surat menyurat legal yang diakui pemerintah.

Setidaknya, sengketa lahan ini, dialami warga di Desa Kesuma Kecamatan Pangkalan Kuras dengan PT Arara Abadi. Pihak perusahaan dengan sangat terpaksa melakukan pembongkaran pondok terbuat kayu, beratapkan plastik di atas lahan konsesi PT Arara Abadi yang sudah terlanjur dikuasai masyarakat.

Aksi pembongkaran pondok dan pembersihan lahan yang sudah ditanami sawit ini, sengaja dilakukan malam hari, manakala warga tidak berada ditempat. Yakni Rabu malam atau Kamis dinihari, (17/5/18). Alasan pihak perusahaan melakukan aksi pembongkaran tersebut dimalam hari untuk menghindari kontak fisik dengan warga.

"Betul. Pembongkaran pondok yang berada di areal konsesi Arara. Kejadiannya, Rabu malam atau Kamis dinihari," terang Kapolres Pelalawan AKBP Kaswandi Irwan, S.Ik melalui pesan whatsappnya, Ahad (20/5/18).

Ditempat terpisah, Humas PT Arara Abadi, Herwansyah berterus terang, pihak perusahaan melalukan pembersihan dan pembongkaran pondok diatas lahan yang dikuasai warga didesa Kesuma kecamatan Pangkalan Kuras.

Menurut Herwansyah, persoalan ini sebelumnya, dimediasi oleh Polsek Pangkalan Kuras dan dinyatakan bahwa klaim yang dilakukan warga tidak mempunyai dasar.

"Persoalan ini juga merupakan persoalan lama yang dulu dia (warga red) mengklaim dengan kawan-kawannya telah diselesaikan oleh PT. AA dan semua kewajiban AA telah diselesaikan," tegas Herwansyah seraya mengatakan sebelum aksi pembongkaran itu, pihak perusahaan sudah memperingatkan warga sebanyak tiga kali untuk meninggalkan lokasi.

Diterangkannya, pembersihan pondok-pondok pun dilakukan pada malam hari dimana masyarakat tidak ada di tempat. "Saat malam terakhir pembersihan ada dua orang yang berada di pondok yang coba menghalangi pembersihan, namun dihalau petugas untuk meninggalkan lokasi. Pondok ini hanya beratap plastik biru dan kebanyakan baru berupa rangka saja," tukasnya.

Sebelumnya, PT Arara Abadi sambung Herwansyah, sudah melakukan kesepakatan dengan masyarakat desa Kesuma berupa tanaman kehidupan seluas 3500 hektar.

Akan tetapi belakangan kata dia, muncul salah seorang masyarakat menggerakkan warga melakukan okupasi di dalam konsesi distrik nilo dengan mendirikan pondok.

"Mereka menghalangi kita melakukan penanaman dengan mengerahkan ibu-ibu dan anak-anak sehingga kegiatan penanaman tidak bisa berjalan," tandasnya.***(feb)

Loading...


Berita lainnya..........
- Pentingnya Kenali Kebutuhan Nutrisi,
Prodia Gelar Seminar Bertema Persolized Nutrition as Disease Prevention Tools

- Dorong Penumbuhan dan Pengembangan WUB IKM di Riau, Kemenperin RI Taja Bimtek
- Apresiasi Keberadaan PT RAPP, Bupati Siak Ajak Warganya Dukung Keberadaan Investasi
- Tak Miliki IMB dan Sertifikat Halal, RM Saoenk Kito Pekanbaru Disegel
- Dukung Petani Sawit Berkelanjutan,
Asian Agri Bagikan Premi Penjualan Minyak Sawit Bersertifikasi

- Apindo Harapkan 3 Hal pada Gubri Baru
- Apkasindo Kutuk Larangan Penggunaan Minyak Sawit di Uni Eropa
- Sambut HUT Ke-21 Kementerian BUMN,
Pertamina Gelar Pangan dan Solar Non Subsidi Harga Khusus

- Apindo Riau: Kenaikan UMSP Migas 2019 Sebesar 3 Persen
- Bupati Kuansing Imbau Wajib Pajak Lapor SPT Melalui e-Filing
- 14.950 Paket Sembako Seharga Rp3,4 Miliar akan Dijual ke Masyarakat Bengkalis
- Ribuan Hektar Lahan PT BAG di Rohul Diduga Dikuasai Tengkulak Selama 16 Tahun
- Dari 149, Baru 14 Paket Selesai Lelang
- Bank Riau Kepri Dikunjungi Bank Banten Untuk Studi Banding Pajak Online
- Besok, Jembatan Sultan Abdul Jalil Diuji Coba Buka Dua Jam
- Tanindo Riau Siap Dampingi Program Prioritas Gubernur Riau
- Diterima Gubri, Investor Jepang Tertarik Kelola Cangkang Sawit
- Kerja Sama SKK MIgas dan PT CPI,
Peserta WFD Terima Sertifikasi BNSP

- Balai Pengujian KIR Kuansing Segera Beroperasi
- Kadispora Riau Dukung Gala Karya 2019 Zona Riau


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com