Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Rabu, 14 Nopember 2018 09:51
Korban Jiwa Tembok SDN 141 Runtuh Hanya Satu, Seorang Korban Kritis

Rabu, 14 Nopember 2018 09:49
Proyek 'Box Culvert' Jalintim desa Kemang Pelalawan Biang Kemacetan

Rabu, 14 Nopember 2018 09:01
Dua Korban Tewas, Berikut ini Penuturan Saksi Ambruknya Tembok SDN 141 Bukitraya, Pekanbaru

Rabu, 14 Nopember 2018 07:58
Kabarnya Ada Mrninggal Tembok Pembatas SD di Pekanbaru Ambruk Timpa Murid dan Warga

Rabu, 14 Nopember 2018 07:25
KPU Kampar Tetapkan DPT Hasil Perbaikan Kedua 475.554 Pemilih

Rabu, 14 Nopember 2018 07:14
BKKBN Perwakilan Riau Gelar Pertemuan Forum Kehumasan

Selasa, 13 Nopember 2018 21:17
Pilkades Serentak di Bengkalis, Tiga Desa Resmi Ajukan Keberatan

Selasa, 13 Nopember 2018 21:10
Operasi Zebra 2018 Berakhir, 1.757 Pelanggar Lalu Lintas di Pekanbaru Ditilang

Selasa, 13 Nopember 2018 21:04
Hancur Lebur, Bocah di TM, Bengkalis Minta Bupati Perbaiki Jalan Gajah Mada

Selasa, 13 Nopember 2018 18:09
KPU Riau Tetapkan DPT Pemilu 2019 Sebanyak 3,86 juta Pemilih

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 8 Juli 2018 20:08
Selain Puluhan Wahana Permainan Lainnya,
Flying Fish dan Flying Fox Bakal Hadir di Danau Tajwid Langgam


Danau Tajwid di Langgam akan menjadi salah satu destinasi wisata alternatif di Pelalawan. Danau itu sedang dikembangkan menjadi wisata air dengan berbagai wahana.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI- Sebuah lokasi wisata sedang dikembangkan saat ini di Kelurahan Langgam Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan bernama Danau Tajwid. Perpaduan antara suasana alam nan asri digabung dengan berbagai permainan. Termasuk 'Waterpark'.

Dana Tajwid ditempuh baik kenderaan roda dua maupun roda empat memakan waktu kurang lebih setengah jam dari Pangkalan Kerinci ibukota Pelalawan.

Berkunjung kekawasan ini harus mengambil jalan aspal berbelok ke kanan sebelum menuju penyeberangan ponton Sungai Kampar. Setelah menyusuri jalan aspal menuju Langgam, kemudian berbelok ke kanan beberapa meter sebelum Jembatan Langgam. Jalan terus mengikuti akses yang sudah ada dari tepi sungai Kampar.

Sebelum tiba di Danau Tajwid atau kerap juga disebut Dana Kajuwik, mata akan dimanjakan dengan pemandangan alam yang indah. Dimana banyak pohon besar dan tinggi, tempat monyet dan binatang lain bergelantungan. Setelah sampai di lokais Danau Tajuwid, akases jalan sudah terhubung dan bisa dilewati mobil maupun sepeda motor. Danau yang terhampar ditengah menjadi daya tarik tersendiri.

Dibangian tengah tampak beberapa alat berat, kendaraan, dan pekerja sedang bekerja meratakan jalan hingga membangun tower besi untuk wahana Flying Fox setinggi hampir 30 meter. Selain Flying Fox, wahana permainan lain yang bisa dinikmati yakni Flying Fish ditengah danau.

"Kalau Flying Fox ini panjangnya sekitar 230 meter ke ujung sana," kata pengelola Danau Kajuwid, Bhaktiar Ismail, salah seorang pengelola ketika diketemui dilokasi. Riauterkini.com berkesempatan berkunjung ke lokasi wisata itu bersama rombongan Bupati Pelalawan HM Harris beserta Kepala Disparbudpora Andi Yuliandri, Kepala Bappeda Syahrul Syarif, Kepala BPBD Hadi Penandio, dan beberapa staff pegawai, beberapa hari yang lalu.

"Ini tinggal membuat pagar disamping dan memperkokoh lagi. Sama yang lain-lain yang perlu. Tapi sekarang sudah bisa dipakai kok," tambah Bhaktiar Ismail.

Untuk Flying Fish juga sudah bisa dinikmati. Sampan karet yang dibentuk sedemian rupa untuk dinaiki empat orang, sama seperti dilokasi wisata lainya. Bentuknya mirip Banana Boat apabila digabung tiga unit dengan penampang dibagian depan dan samping kiri-kananya.

Flyng Fish dimainkan dengan bantuan speedboat sedang untuk menarik dan memainkan irama sesuai dengan ayunan spedd. Tribunpelalawan.com berkesempatan menjajal wahanan diatas air ini bersama tiga orang lainnya. Setelah menggunakan pelampung sebagai safety, pemain digiring ke atas perahu karet tak bermesin itu.

Pemain duduk layaknya menunggang kudan dengan memegang hendel tali yang sudah ada dibagian depan, dengan formasi dua orang dibagian tengah dan masing-masing satu orang disamping kiri maupun kanan. Tribun duduk dibagian tengah depan yang berhadapan langsung ke araha depan. Menggunakan tali khususnya, ujungnya diikat ke speedboat dan ujung lainnya dikaitan ke Flying Fish.

Bupati Harris bertindak sebagai kapten speed berangkat dari dermaga khusus yang sudah didesain. Kecapatan speed sangat terasa pada perahu karet yang ditariknya. Setelah keluar dari dermaga danau dan bebas hambatan, adrenalin mulai dipacu dengan memacu kecepatan speed. Semakin kencaang, Flying Fish semakin terangkat ke udara dengan posisi berdiri dan bahkan sekali-sekali terbang tanpa menyentuh air.

"Pegang kuat-kuat, jangan sampai lepas," teriak teman yang duduk disamping kiri. Adrenalin semakin terpacu dikala speed diolengkan ke kanan dan ke kiri, serta gasnya dikejutkan. Tubuh seakan terbanting dan terlempar ke danau. Disaat berbelok, kemiring hampir mendekati 90 derajat dimana percikan air semakin membahasai kaki dan badan.

Kapten speed mengitari danau dengan hentakan gas dan manuver beragam, membuat pemain Flying Fish semakin berteiak kencang dan jantung dipompa semakin kuat. Pada putaran kedua, pemain yang dibelah kiri, sebelumnya memberikan peringatan, terlempar ke air lantaran manuver ke kiri.

Tak sampai disitu saja, setelah menolong pemain yang jatuh ke atas speed, Bupati Harris menggantikan posisinya disebelah kiri dan kembali mengitari danau Kauwid dengan sensai yang beragam. Hingga peserta menyerah dan speed kembali ke dermaga. "Intinya pegangan harus kuat dan jangan melawan arus angin, diikuti saja," kata Harris kepada peserta yang terjatuh setelah sampai ke darat.

Bupati Harris menuturkan, selain kedua wahana itu para pengelola, termasuk dirinya, akan membangun puluhan lebih wahana lain diatas lahan danau seluas 21 hektar itu. Berbaai permainan dari lokasi wisata akan diserap dan dioperasikan di Danau Kajuwid. Termasuk 'waterpark'.

Investasi dana telah disiapkan secara berangsur untuk menyulap Danau Kajuwik menjadi lokasi wisata yang menarik wisatawan dari dalam dan luar Pelalawan. Ia yakin Danau Kajuwik akan berkembang apabila warga setempat ikut mendorong dan membangun serta peduli.

Pemda Pelalawan juga sudah menunjukan keseriusannya dalam mengembangkan wisata itu. Dengan membangunan beberapa gazebo, kamar mandi, serta tempat santai ditepi danau. Kedepan infrastruktur lain akan ditambah sesuai kebutuhan.***(feb)

Loading...


Berita lainnya..........
- Hadir Hingga Pelosok Desa, Layanan Jaringan Telkomsel Bangkitkan Perekonomian Masyarakat
- Kadis PMPTSP Riau: Transaksi Riau Expo 2018 Capai Rp20 Miliar
- Tekan Angka Penunggak, UEK DMB Duri Timur Luncurkan Celengan
- Dituding Merampas Lahan, PT CPI Berikan Klarifikasi
- Sebut Sebagai Sejarah, Plt Gubri Resmikan Pengoperasian Runway 2600 Meter
- Pastikan Kurma Bisa Dibudidaya di Indonesia, PT KKI Ekspansi ke 5 Provinsi
- Perdana Setelah Launching,
Al Muchtar Travel and Tour Berangkatkan 25 Jamaah Umroh

- Proses Pembuatan Kertas, Antarkan RAPP menjadi Stand Terbaik di Riau Expo 2018
- Indomaret dan Alfamart Ditolak, tak Semua Izin Dikeluarkan DPMPTSP Kampar
- Pertamina Resmikan BBM 1 Harga di Pelalawan
- Penutupan Riau Expo Malam Ini Dimeriahkan Mantan Vokalis Band Drive
- Bahas Perminyakan, SKK Migas Gelar Coffee Morning dengan Awak Media
- Panel Terbakar, Lebih 7 Jam Listrik di Pulau Bengkalis Padam Total
- Tolak Masuknya Indomaret dan Alfamart, Aktivis AMMIA Datangi Kantor Dinas PPTPM Kampar
- Pekan Ini, Harga TBS Sawit Riau Turun
- Wamen ESDM Putuskan Pengelolaan CPP Blok Diserahkan ke PT BSP 100 Persen
- Pengamat Ekonomi: Banjir Bisa Lumpuhkan Ekonomi Kuansing
- Upah Bongkar Muat TBS Sawit dan Barang Pokok di Rohul Naik 15 Persen
- Diajarkan Membatik, Puluhan Ibu PKK Empat Kabupaten Terlihat Antusias
- Penuntasan Jembatan Siak IV Kemungkinan Molor


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com