Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Kamis, 15 Nopember 2018 14:34
Bocah Diterkam Buaya di Bonai Darussalam Ditemukan Meninggal dan Penuh Luka

Kamis, 15 Nopember 2018 14:02
Lestari Alam di Lingkungan Sekolah,
EMP Malacca Straits SA Berkolaborasi dengan SMAN 1 Sungai Apit


Kamis, 15 Nopember 2018 13:26
Ratusan Rumah di Dua Desa Kecamatan Rambah Samo Terendam Banjir

Kamis, 15 Nopember 2018 13:21
Hilang Saat Mandi,
Bocah Berusia 7 Tahun di Bonai Darussalam Diduga Diterkam Buaya


Kamis, 15 Nopember 2018 13:03
Dianggap Kuper, Sejumlah Sesepuh Masyarakat Durtim, Bengkalis Datangi PT HK di Duri

Kamis, 15 Nopember 2018 12:53
Satres Narkoba Polres Pelalalwan Amankan Pemilik 30 Kilogram Ganja

Kamis, 15 Nopember 2018 12:43
LAM Riau Enggan Terbuka Soal Rencana Pemberian Gelar Presiden

Kamis, 15 Nopember 2018 11:25
Jalan Lintas Duri - Dumai Kembali Alami Macet Horor

Kamis, 15 Nopember 2018 11:10
Mendadak Dihampiri Ketua DPRD Kuansing, Ibu-ibu di Benai Merasa Tersanjung

Kamis, 15 Nopember 2018 11:05
Maulid Nabi di Disdalduk Pekanbaru, UAS Paparkan Lima Tahapan Menuju Masyarakat Madani

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 10 Juli 2018 14:40
Tuntut Gaji, Ratusan Karyawan PT Ricry Gelar Aksi Demo

Ratusan buruh dan karyawan pabrik karet milik PT Ricry menggelar aksi demo. Aksi itu dipicu karena sudah dua minggu terakhir upah 368 buruh tidak dibayarkan pihak perusahaan.

Riauterkini-PEKANBARU-Ratusan buruh dan karyawan pabrik karet milik PT Ricry menggelar aksi demo, Selasa (10/7/2018). Aksi itu dipicu karena sudah dua minggu terakhir upah 368 buruh tidak dibayarkan pihak perusahaan.

Demo itu berlangsung cukup lama. Sejak pagi, ratusan karyawan dan buruh sudah berkumpul di depan gerbang pabrik di persimpangan Jalan Yos Sudarso dan Jalan Nelayan.

Semula hanya menyuarakan tuntutan hak dalam bentuk poster, berubah menjadi aksi bakar ban bekas. Kepulan asap hitam sempat menutupi jalan di depan pabrik. Ratusan karyawan berteriak menuntut hak.

"Permasalahan gaji yang tidak dibayarkan lebih kurang dua minggu. Gaji sebanyak 368 karyawan," kata salah satu buruh yang enggan disebutkan namanya.

Lanjutnya, seandainya gaji tidak juga dibayarkan, anak-anak dan istri para buruh dan karyawan ini tentu teraniaya. Untuk itu, para buruh dan karyawan ini mogok dan melakukan aksi unjuk rasa.

"Sejak tanggal 30 lalu kami tidak lagi bekerja (mogok)," kata dia.

Permasalahan lain adalah BPJS ketenagakerjaan yang sudah habis masa limit. Tidak hanya BPJS ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan menurutnya juga belum dibayarkan oleh pihak managemen.

Jika tidak dibayarkan, otomatis para karyawan dan buruh tidak akan bisa berobat. "Jumlah karyawan dan keluarga ada 1500 orang yang tidak bisa berobat. Bisa mati konyol semua karyawan disini. I semua gara-gara PT Ricry ini," kata dia.

Di pabrik karet ini, ada tiga pembagian karyawan. Pertama buruh harian, pekerja borongan dan karyawan yang digaji tiap bulan. Masalah upah atau gaji, Ia menyebut setiap minggu PT Ricry harus membayarkan sebesar Rp250 juta untuk buruh harian dan borongan.

"Bulanan kurang tahu saya. Yang jelas untuk harian dan borongan totalnya perminggu adalah Rp250 juta yang harus dibayarkan oleh perusahaan," jelasnya.

Sampai saat ini, lanjutnya, tidak ada kabar dari pihak managemen. Menurutnya, pihak managemen pun menghilang dari tanggung jawab. Kata dia, para karyawan dan buruh ini akan terus melakukan aksi sampai hak mereka dibayarkan.

"Makanya hari ini kita demo untuk menuntut hak. Kami tetap berjuang menuntut hak kami, apa pun bentuknya. Pihak managemen bersembunyi di lubang semut pun tetap akan kami kejar," tegasnya.

Sebelumnya, para buruh ini sudah memgadukan nasib mereka ke Dinas Tenaga Kerja Provinsi Riau. Hanya saja, sampai kini pihak Dinas belum turun ke pabrik untuk melihat kondisi para buruh.

"Kami sudah laporkan ke Disnaker Provinsi pada tanggal 3 Juli lalu kami masukkan surat, namun belum bisa turun dengan alasan Kepala disnaker sedang di Jakarta. Dijanjikan minggu depan akan turun ke pabrik. Menurut saya itu tidak alasan, apa semua berangkat ke Jakarta, kan ada masing-masing bidangnya," paparnya. (dan)

Loading...


Berita lainnya..........
- KPNL Bersiap Lelang "Rongsokan" Pemko Pekanbaru
- Diduga Tanpa Izin Pariwisata, Hotel Gundaling Berdiri Kokoh di BS, Bengkalis
- Hadir Hingga Pelosok Desa, Layanan Jaringan Telkomsel Bangkitkan Perekonomian Masyarakat
- Kadis PMPTSP Riau: Transaksi Riau Expo 2018 Capai Rp20 Miliar
- Tekan Angka Penunggak, UEK DMB Duri Timur Luncurkan Celengan
- Dituding Merampas Lahan, PT CPI Berikan Klarifikasi
- Sebut Sebagai Sejarah, Plt Gubri Resmikan Pengoperasian Runway 2600 Meter
- Pastikan Kurma Bisa Dibudidaya di Indonesia, PT KKI Ekspansi ke 5 Provinsi
- Perdana Setelah Launching,
Al Muchtar Travel and Tour Berangkatkan 25 Jamaah Umroh

- Proses Pembuatan Kertas, Antarkan RAPP menjadi Stand Terbaik di Riau Expo 2018
- Indomaret dan Alfamart Ditolak, tak Semua Izin Dikeluarkan DPMPTSP Kampar
- Pertamina Resmikan BBM 1 Harga di Pelalawan
- Penutupan Riau Expo Malam Ini Dimeriahkan Mantan Vokalis Band Drive
- Bahas Perminyakan, SKK Migas Gelar Coffee Morning dengan Awak Media
- Panel Terbakar, Lebih 7 Jam Listrik di Pulau Bengkalis Padam Total
- Tolak Masuknya Indomaret dan Alfamart, Aktivis AMMIA Datangi Kantor Dinas PPTPM Kampar
- Pekan Ini, Harga TBS Sawit Riau Turun
- Wamen ESDM Putuskan Pengelolaan CPP Blok Diserahkan ke PT BSP 100 Persen
- Pengamat Ekonomi: Banjir Bisa Lumpuhkan Ekonomi Kuansing
- Upah Bongkar Muat TBS Sawit dan Barang Pokok di Rohul Naik 15 Persen


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com