Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Selasa, 19 Pebruari 2019 21:16
Tahun 2020 Pembangunan di Kampar Masih Diarahkan untuk Peningkatan Infrastruktur

Selasa, 19 Pebruari 2019 20:09
Pungli Pengurusan Prona, Mantan Pejabat BPN Inhu Dituntut Jaksa Lima Tahun Penjara

Selasa, 19 Pebruari 2019 19:37
Demokrat Bengkalis Perkuat Konsolidasi Tingkat Ranting

Selasa, 19 Pebruari 2019 19:30
Pekan Ini, Harga TBS Sawit Riau Turun Tipis

Selasa, 19 Pebruari 2019 19:29
Bupati dan Wabup Inhil Hadiri Haul Akbar Syekh Abdul Qadir Al-Jailani di Kecamatan Enok

Selasa, 19 Pebruari 2019 17:35
2019, DJP Riau Kepri Ditarget Rp 17,7 Triliun

Selasa, 19 Pebruari 2019 17:21
Sekda Bengkalis Ingatkan ASN untuk Tingkatkan Kinerja

Selasa, 19 Pebruari 2019 17:17
Waka DPRD Riau Sarankan Pujasera Pekanbaru Dijadikan Pasar Seni

Selasa, 19 Pebruari 2019 16:46
Tak Lagi Masuk Kalender Pariwisata,
Event Pacu Jalur Akan Berdampak Buruk Terhadap Perekonomian


Selasa, 19 Pebruari 2019 16:42
H-1, Begini Sosok Syamsuar di Mata Wakil Gubernur Kepri

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 10 Juli 2018 14:40
Tuntut Gaji, Ratusan Karyawan PT Ricry Gelar Aksi Demo

Ratusan buruh dan karyawan pabrik karet milik PT Ricry menggelar aksi demo. Aksi itu dipicu karena sudah dua minggu terakhir upah 368 buruh tidak dibayarkan pihak perusahaan.

Riauterkini-PEKANBARU-Ratusan buruh dan karyawan pabrik karet milik PT Ricry menggelar aksi demo, Selasa (10/7/2018). Aksi itu dipicu karena sudah dua minggu terakhir upah 368 buruh tidak dibayarkan pihak perusahaan.

Demo itu berlangsung cukup lama. Sejak pagi, ratusan karyawan dan buruh sudah berkumpul di depan gerbang pabrik di persimpangan Jalan Yos Sudarso dan Jalan Nelayan.

Semula hanya menyuarakan tuntutan hak dalam bentuk poster, berubah menjadi aksi bakar ban bekas. Kepulan asap hitam sempat menutupi jalan di depan pabrik. Ratusan karyawan berteriak menuntut hak.

"Permasalahan gaji yang tidak dibayarkan lebih kurang dua minggu. Gaji sebanyak 368 karyawan," kata salah satu buruh yang enggan disebutkan namanya.

Lanjutnya, seandainya gaji tidak juga dibayarkan, anak-anak dan istri para buruh dan karyawan ini tentu teraniaya. Untuk itu, para buruh dan karyawan ini mogok dan melakukan aksi unjuk rasa.

"Sejak tanggal 30 lalu kami tidak lagi bekerja (mogok)," kata dia.

Permasalahan lain adalah BPJS ketenagakerjaan yang sudah habis masa limit. Tidak hanya BPJS ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan menurutnya juga belum dibayarkan oleh pihak managemen.

Jika tidak dibayarkan, otomatis para karyawan dan buruh tidak akan bisa berobat. "Jumlah karyawan dan keluarga ada 1500 orang yang tidak bisa berobat. Bisa mati konyol semua karyawan disini. I semua gara-gara PT Ricry ini," kata dia.

Di pabrik karet ini, ada tiga pembagian karyawan. Pertama buruh harian, pekerja borongan dan karyawan yang digaji tiap bulan. Masalah upah atau gaji, Ia menyebut setiap minggu PT Ricry harus membayarkan sebesar Rp250 juta untuk buruh harian dan borongan.

"Bulanan kurang tahu saya. Yang jelas untuk harian dan borongan totalnya perminggu adalah Rp250 juta yang harus dibayarkan oleh perusahaan," jelasnya.

Sampai saat ini, lanjutnya, tidak ada kabar dari pihak managemen. Menurutnya, pihak managemen pun menghilang dari tanggung jawab. Kata dia, para karyawan dan buruh ini akan terus melakukan aksi sampai hak mereka dibayarkan.

"Makanya hari ini kita demo untuk menuntut hak. Kami tetap berjuang menuntut hak kami, apa pun bentuknya. Pihak managemen bersembunyi di lubang semut pun tetap akan kami kejar," tegasnya.

Sebelumnya, para buruh ini sudah memgadukan nasib mereka ke Dinas Tenaga Kerja Provinsi Riau. Hanya saja, sampai kini pihak Dinas belum turun ke pabrik untuk melihat kondisi para buruh.

"Kami sudah laporkan ke Disnaker Provinsi pada tanggal 3 Juli lalu kami masukkan surat, namun belum bisa turun dengan alasan Kepala disnaker sedang di Jakarta. Dijanjikan minggu depan akan turun ke pabrik. Menurut saya itu tidak alasan, apa semua berangkat ke Jakarta, kan ada masing-masing bidangnya," paparnya. (dan)

Loading...


Berita lainnya..........
- Pekan Ini, Harga TBS Sawit Riau Turun Tipis
- 2019, DJP Riau Kepri Ditarget Rp 17,7 Triliun
- Waka DPRD Riau Sarankan Pujasera Pekanbaru Dijadikan Pasar Seni
- Tak Lagi Masuk Kalender Pariwisata,
Event Pacu Jalur Akan Berdampak Buruk Terhadap Perekonomian

- P3K Pekanbaru Dilamar 263 Honorer K2
- Triwulan IV 2018, Industri Manufaktur Naik
- Vendor RS Pertamina Rekrutmen Naker Tak Lapor Disnakertrans Dumai
- Tanggapi Pengaduan,
Kepala UPT Parkir Mandau Datangi Sejumlah Jukir di Duri

- Libatkan Pemerintah Desa,
Bappeda Rohul Mutakhirkan Data Spasial Jalan Kabupaten

- CSR Bank Riau Kepri,
Masjid Raya Annur Provinsi Riau Terima 2.500 M2 Karpet Sajadah

- Hanya 3 KUD di Rokan Hulu yang Terima Bantuan Replanting Kebun Sawit Tahun 2018
- Pusat dan Daerah Terus Bersinergi Wujudkan Pembangunam Perumahan di Riau
- Riau Sudah Punya Embarkasi Haji Antara, Meranti Minta Dispensasi Langsung ke Batam
- Tower Disdukcapil Kuansing Disambar Petir, Pembuatan e-KTP Terhambat
- Berikan Edukasi Perbankan, BI Gandeng STAI Le Pekanbaru
- Ditutup Kembali Usai Peresmian,
PUPR Riau: Ini Semata Demi Keamanan Jembatan Siak IV dan Penggunanya

- Meriahkan Millenial Road Safety Festival Satlantas Polres Kuansing Sediakan Doorprize
- Laba Naik, PT BSP Bangun Gedung Permanen Lima Lantai
- 31 Tahun KSU Rejosari, Bermoda Rp94 Ribuan Kini Beromset Rp6,9 Miliar
- 40 Dump Truck Sudah Disiapkan untuk Uji Beban Jembatan Siak IV Nanti


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com